Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
7. Malam dan Dirinya


__ADS_3

Yusuf duduk di kasurnya , sambil memeluk bantalnya ia merasa dirinya sedang merindukan Fitri. Kira-kira sedang apa ya dia di sana? Bahagia tidak ya dengan pria yang dijodohkan? Ia tahu pikirannya itu harus dibuang jauh-jauh, tapi ia tak bisa walaupun ia sudah menghapus segala kenangan yang tersimpan di ponselnya dengan terpaksa, tetap saja rindu itu seperti dendam yang minta dibalas tuntas.


"Malam ini aku mengajak beberapa temanku menginap. Santai saja, aku tidak akan melakukan sesuatu di kamarnya Abang kok," saat sedang melamun, tiba-tiba telpon dari Ilyas masuk dan tanpa basa-basi ia mengatakan hal seperti itu.


"Enggak berani ya tidur sendirian? Cemen kali jadi laki," dengan nada bercanda Yusuf berkata. Yang penting kamarnya tidak dibuka saja ia tak peduli. Walaupun dibuka juga tidak ada rahasia yang ia sembunyikan.


"Berani sih, cuma pingin aja ngajak orang lain nonton film hantu kepala buntung. Biar mereka juga merasakan film horor yang benar-benar membuat mereka selalu terngiang-ngiang," Ilyas memberi pembelaan kepada dirinya sendiri.


"Ya udah. Terserah mu aja. Oh ya aku lupa minta maaf soal kemarin."

__ADS_1


"Soal kemarin itu aku maklum kok. Mungkin aku juga yang salah. Aku minta maaf juga ya. Minal aidzin wal Faidzin."


"Macam lebaran aja. Masih lama lagi bulan puasa datang."


"Kan minta maaf enggak harus pas lebaran. Siapa tahu kan besok salah satu dari kita ada yang dipanggil. Kan namanya umur enggak ada yang tahu," Ilyas berbicara dengan nada seperti orang sedang berceramah.


"Ya udah, makasih ya," telpon langsung mati. padahal tadi niatnya mau memaafkan, tapi karena dimatikan tiba-tiba di dalam diri ada dorongan untuk menggerutu.


Daripada bingung mau ngapain lagi, Yusuf mengambil motornya kemudian langsung melaju entah kemana. pikirannya lebih banyak ke Fitri malam ini, tapi dia merasa dirinya sudah tak punya kesempatan lagi. Ia sadar dirinya adalah pengecut, makanya ia merasa tidak pantas untuk siapapun.

__ADS_1


Apa lebih baik menjomblo saja ya ? Tanpa pasangan juga kalau masih ada umurnya juga bakal hidup. Sebenarnya ada pikiran untuk menjomblo saja, tapi ia selalu memimpikan punya anak sendiri. Ia tak ingin mengadopsi, ia ingin punya anak kandung, kalau terus menjomblo mana bisa punya anak kalau tidak main dengan wanita malam.


Kira-kira ada tidak ya orang di luaran sana yang senasib? Ingin rasanya bertemu sambil curhat bareng. Kali aja bisa mendapatkan solusi yang tepat. Daripada hanya disimpan sendiri malah jadi tekanan batin.


Jalan-jalan di kota yang belum terlalu dikenal membuat Yusuf tidak berani mengendari motor agak jauh. Ia malas bertanya kepada orang jika nanti ia tersesat.


Hujan deras yang datang tiba-tiba membuatnya terpaksa harus berteduh di teras sebuah toko yang tutup. padahal langit tadi terlihat cerah, Ia sendiri tidak menyangka bakal terperangkap di dalam derasnya hujan yang turun. Sambil menyimpangkan kedua tangannya, ia terus menatap hujan yang entah mengapa terlihat sangat indah. Untuk pertama kalinya dalam hidup ia menyadari bahwa hujan itu sangat indah.


Walaupun begitu, tetap saja ia berharap hujan segera berhenti. Ia tidak ingin masuk angin kali ini. Ia harap kesehatannya tidak menurun disaat ia baru memulai pekerjaan ditempat yang baru ini. Ia harap semua akan baik-baik saja, ia terus berharap begitu sambil menggerutu di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2