Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
32. Ikatan Persaudaraan


__ADS_3

Setelah seharian bekerja, bersama sore yang terlihat menguning Yusuf melajukan kendaraannya. Hari ini ia memutuskan untuk tidak lembur. Pekerjaan yang belum selesai akan ia kerjakan esok hari saja.


Sebelum pulang, ia mampir sebuah rumah makan yang tak jauh dari tempatnya bekerja. Sebagai ganti atas kekacauan yang terjadi malam itu. Tapi kali ia ingin makan di rumah saja. Ah, rasanya sudah tak sabar ingin secepatnya pulang ke rumah.


Setelah sampai rumah, ia segera masuk. Rasanya sepi sekali, sama seperti saat hanya sendirian saja di rumah. Hari-hari yang membosankan itu untungnya sudah berlalu. Walaupun waktu itu cuma kebetulan, tapi Yusuf merasa beruntung.


Segera ia taruh dua bungkus nasi Padang dimeja kemudian ia segera mandi. Mandi sore memang yang terbaik. Walaupun kadang malas untuk melakukannya, tapi tetap saja ia lakukan. Menurutnya , saat mandi sore ada kesegaran yang menyelimuti tubuhnya.


***


"Sebenarnya Hasan cinta dengan wanita yang menjadi pacarnya dulu. Mungkin itulah akibat karena ia belum siap untuk ditinggal," Ucap Riski dengan seriusnya.


"Masih cinta tapi mainin cewek lain gimana maksudnya?" Ilyas benar-benar tidak mengerti.

__ADS_1


"Entah . Aku sebenarnya kurang paham dengan hal semacam itu. Tapi aku pernah lihat film yang ceritanya kayak gitu. Mungkin karena enggak bisa memiliki jadinya dia mencari pelampiasan dengan cewek lain."


"Makin dijelaskan aku kok malah makin enggak ngerti ya?" Setelah meminum minuman yang disediakan, Ilyas berkata begitu.


"Kau masih kecil, nanti juga kalau dah ngerasain sendiri juga tahu. Tapi semoga enggaklah."


"Kalau kau pernah pacaran?"


"Pingin nyoba sih aslinya. Tapi ngelihat Hasan jadi kayak gitu gara-gara satu cewek, aku jadi enggak pingin dulu."


***


Detik demi detik, menit terus berlalu. Setengah jam penantian telah berakhir, segera ia ambil jaket kemudian pergi. Ia takut terjadi hal yang buruk . Ia tidak ingin peristiwa itu terjadi lagi. Cukup sekali saja, ia tak ingin hal itu terjadi lagi. Kali ini ia bersumpah, jika hal yang sama terjadi seperti hari itu lagi ia lebih memilih mati . Ia takkan ragu lagi , tekadnya lebih bulat dari saat terakhir kali ia berniat bunuh diri.

__ADS_1


Tujuan utamanya tentu rumah makan tempat Ilyas bekerja. Ia mengingat dengan baik lokasinya. Sesampainya disana ternyata sudah terkunci gembok. Didalam hatinya ia sangat takut sekali jika kehilangan sesosok adik untuk kedua kalinya, walaupun yang ini tidak ada hubungan darah.


***


"Aku pulang dulu ya. Kayaknya kalau kelamaan disini juga kurang bagus. Takut dicariin soalnya aku belum bilang sama orang rumah," Ilyas segera pamit dari kepada Riski saat mengingat Yusuf . Entah kenapa, ia merasa Yusuf sedang mengkhawatirkannya.


"Ya udah. Sampai jumpa lagi besok ya! Masih Ingat jalan pulang kan?"


"Masih dong," Jawab Yusuf. Ia sebenarnya masih ingin dirumahnya Ilyas, tapi mungkin kali ini cukup. Hari esok masih terbentang. Kesempatan untuk bertemu masih ada.


***


Setelah tahu rumah makan itu telah terkunci rapat, Rasanya khawatirnya meningkatkan berkali-kali lipat. Dia tak tahu harus mencari kemana . Ingin pulang ke rumah untuk mengecek apakah ia sudah pulang atau belum Tapi seingatnya tadi ia tak melihat Ilyas mengendarai motornya menuju ke rumah.

__ADS_1


Yusuf terdiam di motornya sembari mencari tempat yang paling memungkinkan . Tapi tetap saja tak ada jawaban di otaknya. Disaat seperti ini, ingin rasanya mati saja. Ia merasa tak berguna seperti hari itu. Perlahan, air matanya jatuh dengan lembut.


__ADS_2