Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
36 . Khayalan


__ADS_3

"Jangan lupa ponselnya dibawa. Kalau mau main lagi kayak kemarin bilang dulu. Awas kalau enggak," Yusuf saat melihat Ilyas hendak berangkat mengingatkan.


"Siap bos," dengan pose hormat bendera Ilyas berkata.


"Enggak usah pake hormat segala. Bagus kau berangkat biar enggak terlambat," Yusuf mengingatkannya, ada sedikit rasa gemas di hatinya. Ilyas segera berangkat meninggalkan Yusuf yang masih merapikan dasinya . Biasanya jarang terlihat ia memakai dasi. Sebenarnya ia tidak terbiasa, tapi hari entah mengapa ia ingin memakainya. Mungkin, sesekali ia ingin terlihat keren macam bos besar.


"Kau kemarin bilangnya mau nongkrong? Dah kutunggu enggak ada kulihat kau ikut," Baru juga sampai, Riski dengan santainya memprotes Ilyas.


"Emang iya ya aku ngajakin nongkrong?" Yang diprotes kebingungannya. Hari kemarin perasaan dia sama sekali tidak bilang begitu.

__ADS_1


"Maaf lupa," Ilyas yang merasa aneh dengan Riski hanya berkata begitu .


***


Dasi yang tadi dicoba Yusuf ditanggalkan. Nyatanya ia tak terbiasa dengan hal semacam itu walaupun mungkin ada keinginan dalam hatinya untuk menjadi seorang bos. Suatu saat ia ingin membangun usaha sendiri. Walaupun ia bingung juga mau membuat usaha apa. Masalahnya ia belum pernah berurusan dengan hal semacam itu.


Sejujurnya ia sudah mulai bosan dengan rutinitasnya yang selalu berulang setiap hari selain hari libur. Ingin masuk kerja sesukanya, libur juga sesukanya. Karena hal itulah ia punya keinginan untuk menjadi seorang bos. Ia ingin jadi bos yang baik hati.


Karena saking asyiknya berkhayal, hampir saja ia lupa tempatnya bekerja. Ia sampai kebablasan , untung saja ia sadar. Jadi ya diputarbalikkan kendaraannya itu.

__ADS_1


***


Sambil memanggang ikan Ilyas jadi kepikiran, kira-kira apa yang bakal terjadi ya saat sedang memarut malah mati lampu? Pasti bakal panik sekali jika kelapa yang ia parut belum seluruhnya. Tak berbayang dipikirannya jika harus memarutnya secara manual. Entah sampai kapan akan selesai. Pasti akan sangat melelahkan juga.


Menggunakan mesin saja kadang hampir satu jam baru selesai. Belum lagi memeras santannya. Sudah pasti ia akan terkena omelannya Riski. Karena biasanya sebelum pulang , sore itu juga mereka mulai memasak dagangan untuk esok hari . Sebenarnya bisa pagi-pagi sekali, tapi jika itu terjadi Ilyas merasa tidak mampu. Lagipula masakan yang dimasak saat sore hari juga bakal dipanaskan lagi agar layak dimakan. Mungkin konsepnya lebih mirip seperti memasak untuk orang pesta. Tidak semua makanan yang dimakan hari itu dimasak hari itu juga.


Saat pagi, Riski dan Hasan sibuk memasak nasi dan juga menggoreng ayam. Itu juga mereka datangnya sehabis subuh. Matahari belum terbit mereka sudah sibuk di dapur. Kadang matanya mereka terlihat masih mengantuk, tapi mereka berusaha sebaik mungkin bekerja.


Ilyas sebenarnya ingin juga seperti mereka, tapi karena masih baru ia boleh datang setengah jam lebih lambat. Mungkin saat waktunya tiba ia akan sama dengan kedua teman kerjanya itu.

__ADS_1


__ADS_2