
Begitu pulang kerumah, Yusuf langsung membuka pintu kemudian menuju ke kamar dan langsung tidur. tidak peduli lagi dia pada mimpi buruk yang mungkin akan menimpanya. Lagian kalau memang terjadi pasti akan terjadi juga pada waktunya. Hari ini ia akan memuaskan rasa kantuknya yang tertahan. Selama bisa, puas-puasin tidur kalau kerja nanti sudah tak bisa lagi begini.
Perlahan namun pasti ia masuk kedalam alam mimpi. Kali ini untung mimpinya mimpinya sudah pasti tidak akan terjadi di dunia nyata. Di dalam mimpi , ia menjadi pahlawan yang agung di sebuah negeri yang disana terjadi pertikaian antar sesama penyihir. Dan perannya disana sebagai pahlawan sungguh sangat menakjubkan sekali, mungkin seperti dalam cerita anime yang pernah ia tonton beberapa kali. Ternyata keren juga jika dirinya memakai jubah dan juga punya kekuatan sihir.
Apalagi disini ceritanya dia punya istri 3 yang memiliki bentuk tubuh yang mantap sekali menurutnya. Andai aja di kehidupan juga punya kekuatan serupa, pasti mantap sekali. Apalagi katanya kekuatan sihirnya itu istimewa. Kok saat mendengar hal itu rasanya tidak ingin kembali lagi ke dunia nyata ya? Akhirnya setelah semalam dua kali mendapat mimpi buruk kali ini dapat mimpi yang lumayan bagus.
Sayangnya perjalanan dunia mimpi cepat berakhir, saat ia merasa sedang ditusuk menggunakan pedang, matanya langsung terbuka diiringi suara teriakan. Dalam sekejap ia sudah duduk di kasur sembari mengatur nafasnya yang seperti sedang berlomba. Hampir saja mari, untung saja itu cuma mimpi.
__ADS_1
Yusuf sebenarnya berusaha untuk tidur lagi, kali aja kali ini bisa melanjutkan mimpinya yang tadi. Ia sungguh menyesalkan mengapa tadi ia terbangun. Karena tidak bisa tidur ia bersiap untuk pergi mengunjungi adiknya yang sudah beristirahat dengan tenang di alam yang berbeda.
Ia ingin menceritakan tentang cintanya yang selalu dipenuhi oleh keraguan. Entah karena perbedaan status sosial, entah kadang ia merasa tidak benar-benar cinta kepadanya, pokoknya ada saja hal yang membuatnya ragu.
Padahal sebagai lelaki, ia harusnya tidak punya sifat itu. Katanya lelaki sejati itu adalah lelaki yang tidak pernah merasa ragu dalam hal apapun. Dia akan maju apapun resikonya, walaupun nyawa taruhannya. Entah mengapa rasanya rasanya seperti gagal gitu jadi lelaki , tapi kalau disuruh jadi wanita jelas dia tidak akan mau sampai kapanpun. Lebih baik jadi apa adanya dirinya sejak lahir, tidak ingin jadi selain yang telah ditakdirkan walaupun merasa gagal juga.
Sore itu, setelah memetik beberapa bunga yang mekar dia langsung berangkat. Perjalanan yang di lalui sebenarnya tidak lama, cuma kalau disuruh jalan kaki rasanya malas sekali. Setibanya di sana, suasana terlihat begitu sepi. Tampak bunga Kamboja yang sedang mekar walaupun ada beberapa yang telah meninggalkan tempatnya berbunga.
__ADS_1
"Tapi kau janji ya , soalnya aku malu kalau bapak sampai tahu. Jadi ceritanya aku tuh semalam dapat mimpi buruk dua kali. Bayangin coba, gimana rasanya. Aku tahu sih kau disana enggak mungkin bermimpi lagi tapi ya bayangin aja ya," Yusuf berusaha menyusun kalimat yang cocok untuk memulai ceritanya.
"Mana mimpinya gitu banget lagi, kan aku jadi galau gara-gara itu. Sumpah seumur hidup baru semalam aku bermimpi hal buruk sampai berturut-turut gitu. Rasanya sungguh enggak enak ," Dengan antusias Yusuf berkata.
"Kau pasti lagi ketawa pas denger ini kan? Ngaku! Jahat banget sama Abang sendiri," kali ini Yusuf membayangkan ekspresi adiknya yang biasanya selalu menertawakannya saat ia sedang curhat masalah kesialannya.
"Tau enggak, di dalam mimpi yang pertama pacarku dijodohkan sama orang kaya, terus dia datang ke aku minta dibawa kabur. Walaupun cuma mimpi tapi kok rasanya agak gimana gitu ya. Aku salah ya kalau enggak nurutin maunya dia soalnya pas di mimpi kedua dia meninggal karena aku enggak mau kabur bareng dia. Kalau menurutmu apa yang kulakukan salah ya? " perlahan tapi pasti Yusuf mulai serius berbicara kepada adiknya yang telah berbaring di dalam tanah.
__ADS_1
"Aku takut banget semuanya jadi nyata. Aku cinta, tapi dia orang kaya. Menurutmu apa aku harus mengakhiri semuanya ya? Lagian kayaknya dimasa depan juga belum tentu bisa bersatu. Tapi gimana ya ngomongnya? Seandainya aja dulu aku enggak pernah ketemu sama dia. Pasti enggak akan aku ngalamin masalah seperti ini," wajahnya terlihat lesu.
"Aku pingin ikut kamu aja sama bapak, pasti kalian udah bahagia ya disana? Doain aku juga bahagia ya disini . Sampai sini dulu, lain kali disambung. Maaf ya dek ninggalin kamu," Yusuf berkata sambil mengelus nisan . Setelah itu dia meninggalkan kuburan yang lengang namun terasa damai. Bayangan panjang itu, sedikit demi sedikit menghilang dari sana.