Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
87. Pertemuan


__ADS_3

Yusuf bersama dengan temannya berkunjung ke rumah seorang kenalan temannya itu. Ini kali pertama sejak ia datang melakukan kunjungan kerumah seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya. walaupun begitu, ia tidak ingin merasa terlihat canggung.


Mereka berdua pergi ke rumah kenalan yang terlihat tak memiliki senyuman. Awalnya ia merasa heran dengan sikapnya, namun ia mengerti juga setelah dijelaskan. Rupanya ia kehilangan senyumannya karena ada syaraf yang rusak akibat terkena gempa beberapa tahun silam.


Sejak saat itu ia merasa kesulitan saat bertemu dengan orang baru. Ia takut dibilang sombong karena sikapnya itu, padahal sama sekali tidak. Untung saja orang-orang bisa mengerti setelah dijelaskan alasannya .


Sebenarnya Yusuf ikut karena ia sedang senggang. Tak ada alasan lain selain itu. Lagipula menurutnya itu bukan hal yang buruk untuknya. Dengan begitu ia juga bisa mengenal lebih banyak orang.


Ia begitu terkejut saat melihat orang yang membawa minuman keluar adalah gadis yang pernah ia lihat sebelumnya sedang menebar bunga di tepian sungai waktu itu. Pertemuan tak terduga itu , membuat Yusuf panas dingin dibuatnya. Ingin rasanya menyapa wanita itu, namun mulutnya tak bisa berkata apa-apa. Rasanya seperti digembok.

__ADS_1


Keberanian di dalam dirinya belum muncul dia sudah menghilang dari sana. Andai saja bisa sedikit lebih cepat, pasti keadaan bisa berubah. Tapi mungkin sekarang bukan waktu yang tepat.


"Tadi itu siapa?" Yusuf tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya kepada kenalan temannya itu .


'Yang tadi itu adikku."


"Dia sudah punya pacar?" Tanpa sadar Yusuf bertanya begitu.


"Padahal hari itu tidak ada yang aneh sama sekali. Dia menjaring ikan seperti biasanya. Kapalnya dapat ditemukan, tapi mungkin tidak semua kejadian bisa dijelaskan dengan logika," katanya lagi.

__ADS_1


Yusuf mengerti. Di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika bahkan untuk sesuatu yang terdengar logis sekalipun. Ia tahu mengapa gadis itu menaburkan bunga di tepian sungai waktu itu. Ia juga berharap agar luka di hatinya bisa secepatnya sembuh.


"Kamu mau sama dia?" setelah menjelaskan apa yang terjadi mengenai gadis itu di masa lalu, kenalannya menanyakan hal yang terdengar sangat mengejutkan.


"Tergantung dia. Kalau dia bisa cocok sama aku kenapa enggak?" Yusuf berusaha menjawab dengan cara diplomatis. Biar waktu nanti yang akan mempertemukan garis takdir yang ditentukan oleh tuhan. Ia harap bisa berjodoh dengannya, kalau tidak dia tidak mempermasalahkan . Selama dia bahagia, walau bersama orang lain pun Yusuf akan berusaha menerimanya.


"Kalau itu sebenarnya tergantung kamu. Adikku saat ini masih berduka. Dia juga sangat dingin dengan orang lain sekarang. Kalau kamu bisa mengambil hatinya, aku yakin pasti akan ada masa depan yang cerah diantara kalian," kenalannya itu berusaha menyanggah.


Yusuf diam. Ia tak yakin sebenarnya kalau disuruh mendekati wanita lagi. Terakhir kali ia hendak melamar, wanita itu ternyata sudah di jodohkan dengan pria lain yang punya derajat yang sama dengannya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha sebisaku," Kata Yusuf kemudian.


__ADS_2