Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
66. Kisah Pagi


__ADS_3

Selamat pagi cantik. I love you bebebku . Jangan lupa makan ya!


Sebuah pesan yang terkirim itu terasa sangat menyesakkan Fitri. Ia benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi walaupun dia sendiri sebenarnya tidak menginginkannya. Harus bagaimana sekarang bersikap Fitri benar-benar bingung. Ia tak ingin berpisah, tapi ia tak ingin melawan kehendak orangtuanya.


Pagi. Hmmmm, aku pikir kamu jangan ngirim pesan lagi ya. Aku sebenarnya senang. Tapi aku rasa hal ini membuatmu sakit.


Fitri membalasnya. Entah itu tepat atau tidak ia tak peduli. Ia tidak ingin Yusuf mengingatnya lagi, ia ingin pacarnya itu bisa bahagia dengan orang lain. Fitri merasa menjadi wanita yang jahat, tapi menurutnya itu lebih baik bagi dirinya dan juga Yusuf.


Kenapa? Kan aku enggak pernah bilang putus. Lagian aku sudah janji juga denganmu.


Seusai konser memang Fitri yang memintanya berjanji untuk terus memberi kabar. Lagipula yang dibilang Yusuf juga benar. Tak ada kata putus yang terlontar. Itu artinya Yusuf masih sah jadi pacarnya.


Terserah mu mu aja.


Setelah membalas begitu Fitri langsung melempar ponselnya ke kasur kemudian keluar kamar. Rumah sepi, ia akhirnya membuat makanan yang tutorialnya menggunakan corong merah . Dia menonton tutorialnya tadi setelah bangun tidur saat membuka medsos nya. Tutorialnya memang membuat emosi, tapi sepertinya asyik juga di praktekkan.


***


"Bang, emangnya Fitri udah dijodohkan ya dari kecil?" Yusuf menelpon abangnya Fitri. Ia masih ragu dengan ucapannya Fitri. Ya kan kali aja dia juga punya simpanan terus untuk alibi dia bilang dijodohkan. Ia menelpon setelah memberi pesan kepada Fitri.

__ADS_1


"Hmmmm, kurang tahu soal itu. Tapi waktu itu pas Fitri masih dirawat di rumah sakit kan udah pernah nyuruh kau buat menjauh. Kau ngeyel banget sih dibilangin."


"Ya namanya cinta bang, masa iya mau langsung dilepas gitu aja."


"Soal dia nanti aku tanyain ya. Soalnya aku lagi kerja nih. Kita sambung aja nanti ,"jawab Abangnya Fitri langsung menutup telponnya. Masalah perjodohan adiknya ia malah belum tahu soal ini. Sebenarnya ia pernah tak sengaja mendengarnya saat kedua orangtuanya berbicara, tapi ia tidak menganggapnya serius.


Kalau masalah adik ipar sebenarnya ia suka dengan Yusuf. Walaupun wajahnya kelihatan seperti seorang penjahat kelamin , dia itu tipe yang cuma mengejar satu perempuan saja . Kalau sudah dapat, ia tidak melepasnya kecuali terpaksa. Dia juga orangnya baik, walaupun kadang ceroboh dan cepat menyimpulkan sesuatu.


Kalau memang benar itu terjadi, Abangnya Fitri jadi takut sendiri dengan hubungannya yang ia baru bangun bersama Melati, seorang gadis penjual nasi bakar yang ia kenal sepulang dari kebun binatang waktu itu . Kalau misalnya nanti ia dijodohkan juga, Abangnya Fitri lebih memilih keluar dari rumah apapun resikonya. Toh menurutnya laki-laki bisa sah menikah tanpa perlu adanya keluarga yang datang. Berbeda dengan wanita yang harus menggunakan wali dari keluarga sendiri ataupun wali hakim . Tidak mendapatkan restu baginya bukan masalah selama ia bisa memiliki wanita yang yang ia cintai itu .


***


"Aku enggak tahu kenapa, tapi kayaknya enak aja gitu melihatmu tenang di sana dari sini. Rasanya tuh aku jadi penasaran dengan kondisi di sana. Andai aja aku bisa, tapi takdir belum mengizinkan, " ia kembali berkata. Tak peduli mau dibilang apa, asal bisa puas berbicara baginya itu tidak masalah.


"Gimana ya caranya biar bisa menerima kenyataan kalau aku enggak bakal bisa bareng-bareng lagi sama pacarku ini? Rasanya aku masih belum beruntung. Gagal dan selalu gagal lagi, tapi semoga setelah ini berhasil. Aku udah pingin banget nikah, pingin ada yang bisa dimanja. Pingin juga tidur sambil berpelukan, terus bangun tidur ada yang nyium. Sebenarnya sekarang ada sih Ilyas, tapi kan dia cowok. Ya kali aku di cium sama dia," panjang lebar Yusuf bercerita kepada almarhum adiknya itu .


"Orang yang selama ini ku pacari selama ini ternyata sudah dijodohkan sejak kecil, katanya sih gitu . Aku sebenarnya enggak terlalu percaya, tapi ya udah lah ya. Mungkin dia juga udah bosan sama aku. Setelah ini aku enggak tahu bakal gimana hidupku kedepannya. Aku pingin lho kerja diluar kota . Pingin aja punya suasana yang benar-benar baru, tapi kapan ya?"Yusuf masih ingin bercerita kepada adiknya.


"Segini aja dulu lah Februari, lain kali disambung. Doain aku ya kedepannya bisa lebih baik dari sekarang," Yusuf merasa sudah berbicara terlalu panjang, jadi ia ingin mengakhirinya saja .

__ADS_1


***


"Aku kayaknya semalam lihat abang mu kayaknya lagi sedih banget. Mukanya mirip sih, cuma aku enggak yakin itu abang mu. Aku melihat dia sedang murung di depan salah satu rumah makan," Sambil menaruh piring kotor Hasan berkata.


"Iya Kah? Pantas pagi ini terlihat agak aneh. Rupanya memang ada sesuatu. Tapi kenapa ya dia enggak cerita sama aku? Padahal kita ini serumah."


"Ya mungkin aja dia belum pingin cerita. Kau kan juga enggak tahu masalahnya dia apa. Lagian mau cerita atau enggak itu ya urusan dia. Kadang ada masalah yang tidak ingin di bagi kepada seseorang," Riski yang tidak diajak mengobrol menimpali.


"Iya juga sih . Tapi kan aku pingin ada disaat dia lagi ada masalah. Walaupun aku enggak tahu bakal bisa bantu atau enggak, tapi kan setidaknya bisa mengurangi bebannya."


***


Karena hari ini dia sudah bilang untuk tidak masuk kantor, untuk melupakan kesedihannya ia berkeliling kota menaiki motor. Mencari angin baru sekaligus mencari pencerahan. Dia sudah beberapa membuktikan, bahwa dengan berkeliling tanpa tujuan yang jelas, ada sedikit pencerahan yang didapat olehnya.


Ia kali berkeliling sambil membayangkan hari-hari yang sangat dinantikan dalam mimpinya. Menikah, punya anak, punya cucu, hidup bahagia selamanya, rasanya mantap sekali jika terwujud. Untuk sekarang semuanya memang masih menjadi mimpi, tapi ia punya firasat hal itu akan tercapai bersama orang yang keberadaannya entah dimana.


Perihal jodoh emang agak aneh sih. Kadang ada yang pacaran lama ternyata bukan jodohnya. Ada juga yang pacaran dengan orang jauh ternyata jodohnya tetangganya sendiri. Ada juga orang yang jodohnya ternyata teman sendiri. Pokoknya masalah jodoh memang kadang tidak terduga.


Sesulit apapun mencarinya, sebenarnya lebih sulit mempertahankannya. Oleh karenanya banyak orang yang bahkan memutuskan untuk tidak menikah dalam waktu dekat karena khawatir tidak bisa menjalaninya dengan baik. Sebenarnya itu cuma pikirannya saja, toh banyak juga orang yang terlihat tidak punya masa depan cerah bisa mempertahankan rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2