Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
40. Waktu Yang Panjang Untuk Cerita Yang Singkat


__ADS_3

Akhirnya setelah perjalanan sekitar satu jam sampai juga Yusuf ditempat teman yang berada disampingnya akan melamar. Lumayan jauh juga ternyata, Yusuf segera keluar dari mobil itu. Di depan rumah, terlihat ada beberapa orang berpakaian rapi . Yusuf segera mengambil barang-barang yang dibawa oleh temannya itu di bagasi .


Ternyata bawaan banyak juga, ada kue bolu, ada juga putu ayu dan sebagainya. Yang jelas disana tidak terlihat ada gorengan sama sekali. Padahal kalau membawa gorengan juga sepertinya mantap . Jarang terjadi juga soalnya, paling kalau ada juga cuma risol doang.


Terlihat oleh Yusuf temannya itu terlihat masih mempersiapkan mentalnya untuk bertemu dengan keluarga calon istrinya itu. Memangnya kalau hendak melakukan lamaran terasa grogi sekali ya? Yusuf tidak mengerti karena ia belum pernah merasakannya.


Sebenarnya ingin sekski merasakannya juga, tapi orangtua calon istrinya yang awalnya biasa aja malah terlihat tidak suka padanya. Memang sih belum ada omongan dari orangtuanya , tapi hal ini membuat Yusuf jadi maju mundur. Rasanya kaya mundur kena maju juga kena sakitnya.

__ADS_1


Kalau abangnya calon istrinya itu sebenarnya baik sih. Dia mungkin waktu itu menyuruh Yusuf meninggalkan Fitri karena alasan kesehatan Fitri, tidak ada yang lain selain itu. Yusuf sebenarnya tidak terlalu mengenalnya, tapi pertemuan dengannya beberapa kali menurutnya sudah cukup untuk mengetahui karakteristiknya.


Dia dulu pernah beberapa kali membanggakan diri di depan Arif yang waktu itu masih jomblo. Dulu ia merasa berada selangkah di depannya, namun sepertinya sekarang posisi berbalik. Yusuf kadang iri dengannya , sepertinya kisah cintanya itu tidak ada hambatan . Ibaratnya orang jarang mancing sekalinya melempar kail langsung dapat ikan yang sesuai dengannya.


Daripada memikirkan orang yang berada disampingnya Yusuf lebih baik masuk mengikuti yang lainnya. Di dalam ternyata ada semacam pelaminan mini yang khusus untuk orang tunangan, Yusuf tak tahu secara pasti istilahnya . Yang jelas ini adalah sesuatu yang belum pernah dilihatnya secara langsung. Maklum aja, terakhir mengantar orang lamaran belum ada hal semacam itu.


Saat tahu latar belakang mereka dulu, sebenarnya Yusuf merasa dirinya tak pantas untuk mendapatkan putri mereka. Namun karena ia tak sanggup untuk mencari orang lain akhirnya hubungan mereka terus berlanjut juga. Orangtuanya juga tidak mempermasalah hubungan mereka saat itu.

__ADS_1


Tapi itu dulu, mungkin kalau sekarang beda lagi. Bisa jadi kan mereka menemukan calon mantu yang ideal, minimal mempunyai latar belakang orang kaya. Terus mereka menjodohkan putri mereka seperti yang biasa terjadi di sinetron yang kadang ditonton oleh Yusuf. Jika itu terjadi, entah bagaimana caranya Ia harus merelakan mereka menikah.


Kalau sampai hal itu terjadi, Yusuf berencana untuk kembali lagi seperti saat ia masih di SMA dulu. Mungkin sekarang lebih parah lagi. Kalau di SMA kalau selingkuh akan diketahui dengan mudah karena ruang lingkupnya yang kecil. Kalau sekarang sih bebas, bahkan setiap tikungan bisa diembatnya tanpa perlu takut ketahuan. Kalau misalnya ketahuan ya tinggal diputuskan terus cari yang baru, begitu pikirannya Yusuf.


Acara inti akhirnya dimulai setelah dari tadi masing-masing dari mereka saling basa-basi agar tampak terlihat formal. Dengan senyum yang begitu cerah, sebuah cincin yang begitu indah melingkari jari kelingking wanita itu. Nampak ia begitu bahagia menerima cincin itu.


Akhirnya selesai juga acara yang sebenarnya tidak terlalu diperhatikan oleh Yusuf. Sebenarnya ia datang pun terpaksa. Tadinya saat diajak ia hampir menolak tapi karena tidak enak dengan temannya itu jadi ya akhirnya dia ikut juga.

__ADS_1


__ADS_2