Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Rahasia Besar Baginda dan Kematian Ibu Yasmin


__ADS_3

Sein kembali membubarkan pasukan Biru kemudian memasukkan kembali Kumbang Api beracun kedalam guci...


Pangeran, apa selanjutnya...??


Ayo, kita ke kediaman ayah mertua...


Keduanya segera pergi ke kediaman Ince Zulfa...


Tak berapa tarikan nafas mereka tiba di halaman kediaman Ince Zulfa...


Di Aula..


Ince Zulfa terlihat gusar....


Tuan Sekertaris..., pangeran dan tuan Hitam Kematian ada di sini..! kata penjaga rumah melaporkan kedatangan Sein.


Ah..? oh iya....antar mereka kesini...


Baik...!


Tak lama kemudian, keduanya sudah memasuki Aula...


Salam Ayah...! sapa Sein.


Anakku...! duduk lah ...! kata Ince Zulfa...


Terimakasih ayah...! timpal Sein.


Hitam Kematian, pergilah ke kamar Putih Kematian...lihatlah ke keadaanya..


Baik kakak...! jawab Hitam Kematian lalu pergi...


Anakku, kota Maccini, Keluarga Jalanara aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya tapi aku yakin ini adalah perbuatanmu...! kata Ince Zulfa dengan wajah gusar...


Betul ayah,,mereka berhianat pada kesultanan,..! mereka layak untuk mendapatkannya..!jawab Sein tegas...


Sebaiknya kau tidak usah mengurusi hal hal ini...


berkonsentrasi lah untuk menyelesaikan masalah dengan wanita gila itu, kemudian bawalah seluruh keluarga, tinggalkan sementara kesultanan ini dengan cepat...


Ayah, aku tahu ayah tetlibat dengan para pemberontak ini...


tapii aku tidak mengerti mengapa ayah melakukan semua ini...tidakkah ayah ingin menjelaskannya padaku... tanya Sein penuh harap....


Anakku..aku tahu, pemusnahan keluarga Jalanara yang kau lakukan adalah peringatan untukku kan...?tanya Ince Zulfa serius..


Ayah, aku di sini meminta penjelasan darimu...! kata Sein tenang..


Hmh...Baiklah..tidak akan menutupi darimu lagi...


Keluarga ini akan hancur jika terus ku tutupi...


Tapi kau berjanjilah satu hal padaku..., jika aku telah menceritakan ini padamu maka kau harus cepat cepat meninggalkan kesultanan ini..bersembunyilah untuk sementara waktu.., bagaimana..? kata Ince Zulfa..


Ingatlah, kalian sudah menjadi incaran pendekar di seluruh jagad raya, akibat ulah wanita gila itu...! tambah Ince Zulfa.


Baiklah, ceritakanlah ayah...aku akan berbagi beban ini denganmu..


Hmh....! ini bermula sejak puluhan tahun silam,..ketika pemerintahan Jin di benua Congko mulai mengincar negeri ini..


Saat itu, kita tidak punya kekuatan, karena dalan kesultanan sendiri terjadi gejolak perebutan kekuasaan...


Akan sangat sulit menahan musuh dari luar...


Kesultanan Okdoman juga tidak dapat memberikan bantuan saat itu karena mereka juga dalam konflik besar...


Akhirnya aku dan pangeran mahkota saat itu memainkan sandiwara ini...


Aku meninggalkan kesultanan juga adalah bagian dari sandiwara ini...


Semua aku lakukan atas perintah...


Aku tidak akan sebodoh ini melakukan kerjasama dengan pihak pemberontak...aku juga mencintai negeri ini...! jelas inces Zulfa..


Jadi, ayahanda sultan juga bagian dari ini...?? tanya Sein kaget..


Ya...dulunya, kami sepakat, bertujuan untuk mengulur waktu agar negeri ini mempunyai waktu untuk menyusun kekuatan menghadapi kekaisaran Jin..


Tapi saat ini tujuannya berbeda,..


Baginda Sultan bertujuan untuk stabilisasi kekuatan dalam kekuasaannya...


Jadi baginda membiarkan permaisuri yang di dukung oleh Benua Parsi, dan menjadikan aku sebagai kekuatan yang di dukung benua Congko...


Dengan begini kesultanan akan terus berada dalam kontrol Baginda....!


Kedua kekuatan akan selalu saling berebut pengaruh dan akan saling hantam ..baginda sultan hanya tinggal menonton saja, kemudian akan membereskan sisanya...heheh..


Begitulah terus menerus selama puluhan tahun ini...


Kau saksikan sendiri, tidak ada dari kedua kekuatan itu yang berani untuk memulai bergerak menyerang negeri ini...! beber Ince Zulfa..


Tapi, Akhir akhir ini kondisi memburuk akibat keberadaanmu dan munculnya Cakram Sudarsana...


Permaisuri, Wanita Gila itu akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkanmu dan Yasmin...! tambah Ince Zulfa.


Hah..??


Apa lagi yang di inginkan oleh wanita gila itu ayah...?.ia sendiri sudah menjadi permaisuri...! tanya Sein penasaran..


Saat ini ia sudah berkuasa, selain ingin menjadikan anak kandungnya sebagai penerus kesultanan ini, Ia juga menginginkan untuk mencabut rumput hingga ke akarnya...selebihnya ia tidak menginginkan apa apa lagi selain menyalurkan kegilaannya,.menghancurkan kehidupan seseorang adalah kesenangan tersendiri baginya...! beber Ince Zulfa lagi...


Ayah...mengapa bisa Baginda Sultan menerima wanita gila ini sebagai permaisuri...??tanya Sein..


Heheh...kekuasaan memang kadang menyebabkan orang rela mengorbankan apa saja...


Saat itu pesaing terberat baginda untuk menduduki tahta adalah pangeran ke lima,...


Saat itu, Pangeran Kelima memiliki kontrol yang kokoh terhadap kekuatan bersenjata


Banyak Jendral dan Menteri yang mendukungnya untuk menjadi pewaris tahta..


Tetapi, Dengan kekuatan di belakang permaisuri saat itu, telah membantu Sultan saat ini untuk menyingkirkan pangeran ke lima...


Berbicara balas jasa, Akhirnya dijadikanlah Atikah menjadi Selir pada saat itu...


Setelah kematian ibu Yasmin, barulah Atikah menjadi permaisuri...


Oh ya ayah, apa ayah tahu penyebab kematian ibunda Yasmin...? menurut berita, kematiannya cukup mencurigakan..!


Hmh...! ini sebenarnya sangat terlarang untuk di ceritakan...

__ADS_1


Tapi tidak masalah jika aku menceritakannya padamu, tapi kau berjanjilah untuk tidak melibatkanku..


Jangan katakan berita ini dariku....! kau mengerti..?? tanya Ince Zulfa..


Mengerti ayah...! jawab Sein


Kematian ibu Yasmin ada kaitannya dengan wanita gila itu,...


Semua ini telah ia persiapkan dengan baik...


Sebenarnya wanita gila ini telah menjalin hubungan dengan Pangeran Kelima...


Mereka bersepakat, untuk merebut tahta..akan tetapi aku dan baginda sama sekali tidak mengetahui rencana itu...


Sampai suatu ketika, ia menawarkan kerjasama pada baginda, ia akan membantu baginda menghabisi kekuatan pangeran ke lima dengan syarat ia akan dijadikan selir...


Kesepakatan pun terjadi, ia kelihatannya benar benar menghancurkan kekuatan Pangeran Kelima, padahal mereka sebenarnya hanya bersandiwara...


Ia telah mengirim pangeran ke lima beserta anaknya ke Parsi untuk berguru pada Kuil Api Agung. sekte terkuat Parsi saat itu hingga kini...! jelas Ince Zulfa.


Sungguh kejam,..mengorbankan nyawa pengikutnya demi sandiwaranya...!! benar benar tidak manusiawi...! rutuk Sein.


Ya..seperti itulah bunga rampai kekuasaan, ada pengorbanan untuk tujuan yang lebih besar ..tergantung kita, memaknai ini secara benar atau menyimpang,


dan baginda telah memaknainya dengan menyimpang ...! potong sein..


Ince.Zulfa melanjutkan ceritanya,


Hehe...setelah menjadi selir, tak pernah sekalipun baginda mendatanginya..


Ia pun terus menjalin hubungannya dengan pangeran ke lima, dan tak di sangka ia bersekongkol menghilangkan nyawa ibu Yasmin perlahan lahan...


Hah.. !! ba..bagaimana caranya...? dengan racun...??tanya Sein.


Tidak...! mereka justru berencana menghilangkan sekaligus penerus kesultanan ini...anak yang di kandung ibu Yasmin juga harus mati...


Mereka mengetahui kehamilan ibu Yasmin...karena itu mereka dengan beberapa orang menyerang ibu Yasmin saat sedang berjalan sendiri ke tempat ritual, tujuan mereka tentu untuk sekaligus membunuh anak di dalam kandungannya, agar penerus Sultan Malik tidak ada lagi...


Ibu Yasmin adalah seorang pendekar tangguh, juga ada pengawal pribadi yang terus menjadi bayangannya...


Karena itulah, mereka tidak berhasil membunuh ibu Yasmin saat itu, tetapi berhasil melukainya...


Sejak itu, kondisi kesehatan tubuh Ibu Yasmin semakin hari semakin menurun..dan akhirnya meninggal beberapa saat setelah ia melahirkan Yasmin..! beber Ince Zulfa...


Sein mendengar semua itu dengan hati perih...


Kemarahan berkecamuk dalam dadanya....


Permaisuri Atikah...!! akan kubuat kau menerima pembalasan yang sangat menyakitkan...! Ucap Sein bersumpah...


Hei nak...kau sudah berjanji padaku untuk tidak terlibat masalah ini...! ingat..!! jangan ingkari janjimu...! kata Ince Zulfa mengingatkan...


Ingat, bahkan baginda pun tidak akan membalas dendam untuk ini..


Ini demi kelangsungan hidup Kesultanan Datuk Delapan...!kata Ince Zulfa..


Huh...demi kesultanan tapi telah mengorbankan begitu banyak nyawa, bahkan kematian istri sendiri tidak di balaskan....!! hehehe...sungguh prinsip yang sangat aneh...! ejek Sein.


Sudahlah..ingat saja janjimu padaku...! potong Ince Zulfa..


Tentu, Ayah..aku tidak akan melakukan gerakan apapun di kesultanan ini...!janji Sein..


Mm..baguslah...!! segeralah persiapkan pengungsian kalian...


Lagi pula, dengan gerakanmu baru baru ini, akan membuat baginda cukup marah...kau telah mengacaukan rencananya..


Tadinya ia hanya harus menyeimbangkan dua kekuatan,.dengan adanya dirimu dengan kekuatan dunia persilatan di belakangmu tentu akan merepotkan baginda membuat keseimbangan baru...


Dan jika kau sudah terlalu merepotkan, baginda tidak akan segan segan untuk menyingkirkanmu...! kata Ince Zulfa...


Satu hal lagi....! jika baginda memberimu sesuatu yang besar...jangan terima...!! kata Ince Zulfa...


Aku tahu..! kata Sein mengangguk...


Heh.? apa...?.tanya Sein tiba tiba menyadari maksud perkataan Ince Zulfa...


Heheh...tidak ada yang cuma cuma dari baginda...! kau harus pahami ini...! kata Ince Zulfa lagi lagi mengikatkan...


Sein masih diam dan berpikir, ...


Karang Merah...!!! karang Merah tidak Gratis....!!!


Celaka...!!


Ayah..aku pamit dulu...!! Kata Sein dan bergerak pergi dengan cepat .


Di kamar, putih kematian...


Pertengkaran terus terdengar...


Hitam kematian terus saja menggoda Putih Kematian yang sedang terluka...


Hahahaha..bahkan seorang wanita dapate mengalahkanmu.., sebaiknya kau mengganti pakai saja memakai pakaian wanita....hehheheh ...! goda Hitam Kematian..


Kau...awas ya....!!! kemarilah akan kubuat kau berwajah seperti wanita....kata Putih Kematian..


Hitam Kematian bergegas keluar dengan penuh tawa kemenangan...


Hisy....! dasar...awas saja jika kau mengalami nasib seperti ku..aku akan habis habisan mengejekmu...!umpat Putih Kematian...


Di teriknya matahari,


Sein terus berkelebat dengan kecepatan tertinggi bahkan belum pernah ia menggunakan kecepatan seperti ini...


Dengan Perasaan cemas, ia terus memacu kecepatan,.kini ia laksana komet yang sedang terbang ...


Menuju karang Merah memakan waktu yang cukup lama...namun karena ia menggunakan kecepatan tertinggi miliknya, tepat saat siang hari ia sudah berada tak jauh dari Karang Merah...


Berhenti...!! seru penjaga..


Dua penjaga menghentikan Sein...


Sein cukup terkejut, melihat saat ini Karang Merah di jaga ketat....


Sein sedang terburu buru, sehibgga tidak memperdulikan seruan penjaga itu...


Ia terus melesat masuk....


Hei....!! Teriak penjaga..


Ketika Sein mencapai tengah pedataran di halaman karang Merah,

__ADS_1


Sebuah serangan mendadak megarah ke padanya...


Dengan mengibaskan tangan, Sein berhasil membuyarkanbserangan itu...


Seorang berpakaian Militer berdiri menghadangnya....


Pangeran,..anda tidak boleh masuk...!! Kata Jendral Calik..


Owh...siapa yang membuat aturan itu...? tanya Sein.


Baginda Sultan sedang ada di dalam..., saat ini, tidak serangpun boleh masuk...! cegat Jendral Calik...


Hah..hanya dengan Kemampuanmu itu..? Maaf Jendral,...aku terpaksa menerobos...! kata Sein, mulai tidak sabar..


Sein dengan cepat menerjang kedepan hendak melumpuhkan Jendral Calik...


Tunggu...!! Sebuah suara menghentikan gerakan Sein.


Baginda,...! seru Sein berlutut..


Yang Mulia...! seru Jendral Calik jyga berlutut...


Kalian bagunlah....


Eh, Jendral..pangeran adalah orang sendiri jangan di persulit..! tegur baginda...


Maaf pangeran, hamba pantas mati...! Seru Jendral Calik berlutut..


Sudahlah, kau juga sedang menjalankan tugas,. bangunlah..! balas Sein.


Emh..


Sein..masuklah....! ajak baginda...


Hmh...Jendral pengawal ini tidak akan dapat menghentikanku..


Ayahanda Sultan sungguh sangat penuh perhitungan...! batin Sein sambil berjalan di belakang Baginda Sultan.


Duduklah...! kita berbinang di sini.saja, di istana tidak begitu leluasa...kata baginda Sultan dengan sangat tenang...


Sein duduk tepat di hadapan Sultan,...


Ananda pangeran, mengapa kau begitu beringas saat datang kemari..


Sepertinya ada yang kau hawatirkan...


Betul ayahanda, hamba menghawatirkan keselamatan Yasmin dan yang lainnya..! jawab Sein Jujur...


Mm...?? ini adalah Karang Merah..


tidak ada yang tahu tempat ini selain kalian dan aku serta beberapa orang kepercayaanku..


Anakku,.apa kau telah membocorkan tentang tempat ini pada orang lain...?


tanya baginda Sultan...


Tentu saja tidak ayahanda,...! tidak akan pernah hamba membocorkan tempat ini pada orang lain...! jawab Sein.


Lantas kenapa banyak orang yang tidak berkaitan dengan keluarga kita kau perintahkan ke mari...! tanya Baginda Sultan dengan Suara mulai meninggi...


Maaf ayahanda, bukankah hamba telah melaporkan dan meminta ijin dari ayahanda terkait masalah ini...!? timpal Sein.


Humh...kau telah mengajak Ketua Perguruan Mutiara Hijau untuk memasuki Karang Merah..., apa itu bukan pelanggaran...!!?tanya Baginda Sultan Marah...


Celaka...! aku sudah masuk jebakan baginda Sultan..., selepas ini baginda pasti akan mengendalikanku...! batin Sein.


Kenapa kau diam saja...!!Tanya baginda dengan suara datar...


Huh...bagus...berarti kau mengaku salah...!! tambah beginda sultan.


Kesalahanmu ini, pantas dihukum berat...! tetapi karena kau adalah menantuku..maka hukuman ini bisa dikesampingkan..! kata Baginda mulai memasang jeratnya...


Terimakasih, baginda...!jawab Sein menunduk hormat...


Bagaimanapun orang tua ini adalah orang tua Yasmin, sudah termasuk orang tuaku juga...! batin Sein menyabarkan diri...


Tadi kau terlihat sangat khawatir, jika tidak karena membocorkan rahasia karang merah pada orang lain, maka apakah ini berarti kau menghawatirkan mereka dari aku..???


tanya Sultan dengan tatapan yang sangat dalam...


Menghawatirkan mereka dari ayahanda...?.memangnya ada apa dengan ayahanda...!? jawab Sein dengan polos..


Baginda Sultan terus menatap dalam diam,...


Eh..hehehehe...aku hanya bercanda dengan mu anakku...tentu saja tidak ada apa apa denganku...! jawab baginda kembali ramah...


Aku tidak melihat anak ini menyembunyikan sesuatu, betari benar ia hanya terlalu khawatir pada Yasmin dan orang orang itu...! batin Baginda Sultan..


Ayah, aku sudah berkeringat dingin karena ketakutan. ! kata Sein merajuk, pura pura menacirkan suasana..


Hahaha....! kau paling bisa...! timpal Baginda


Anakku, sebenarnya, aku kesini memeriksa apakah orang orang yang kau suruh kesini tidak kekurangan sesuatu, tapi sepertinya mereka tidak pernah sampai ke sini...! jelas Baginda Sultan..


Deg...!! hati Sein seakan copot..


Rombongan itu tidak sampai ke sini..?


Ini tidak mungkin,..!! Yasmin yang memandu mereka..! batin Sein.


Anak ku.., apa yang terjadi..?.tanya baginda..


Sein menggeleng.., aku tidak apa apa ayah...aku hanya menghawatirkan Yasmin dan lainnya...! jawab Sein dengan wajah masam...


Aku akan membantumu menemukan mereka, tapi sementara itu, janganlah membuat gerakan apapun...!


Ingatlah,..kau terbiasa melakukan apapun tanpa memberitahuku..kau senang bertindak Sendiri...!! itu kurang baik untukmu...! kata Baginda memperingatkan...


Ya ayah...!! akan patuh...jawab Sein...


Hmh...sepertinya baginda telah menyembunyikan mereka.., tapi bagaimana bisa...?? di dalam rombongan itu ada Sutan Rajo Bintang..tidak mudah melumpuhkan mereka...! batin Sein...


Ah..ya...kecuali..mereka sengaja mengalah..., ! tapi untuk apa..?batin Sein lagi...


Anakku..kau masuklah ke dalam ruang penjara langit...! ini agar membuktikan kau benar benar akan patuh...! pinta Baginda Sultan...


Baik ayah...! kata Sein pasrah...


Pengawal..antar pangeran ke penjara langit...! perintah Baginda...


Sein pun dimasukkan kedalam kerangkeng besi, Penjara Langit...

__ADS_1


+++


__ADS_2