
Keparat...!! umpat Kisra tidak lagi mampu membendung kemarahannya..
Aku akan menghabisi kalian semua malam ini...!! seru Kisra..
hahahah...aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu percaya diri..dasar dungu...!! maki Angku Laras..
Sebenernya Kisra sudah maklum kalau ia kalah jauh beradu tenaga dalam,..
Tapi ada dua hal yang membuat ia yakin dapat melenyapkan keluarga Sutan Batu Ameh malam ini..
pertama adalah ilmu andalan yang dipelajarinya di Kuil Api Agung parsi..
kedua adalah senjata sakti yang ia simpan di balik bajunya,..senjata sakti berupa tombak pendek pemberian gurunya.., wakil ketua tiga Kuil Api Agung parsi bernama Tooraj...
Aku yang dungu atau kalian, sebentar lagi kita akan tahu..hahaha..., tawa Kisra.
Lalu dengan cepat ia mengerahkan ilmu andalan Kuil Api Agung..
Api Petaka Tingkat 3...!!
Tubuh Kisra kini berwarna merah kehitaman....mengeluarkan aura yang sangat panas...
Hehehe..., Energi Api Hitam mu sungguh buruk...!! gumam Angku Laras..
Lalu dengan cepat juga mengerahkan ilmu kesaktiannya...
Ia juga sama dengan Kisra, ia melatih Energi Api Hitam
Api Petaka Tingkat 5,..! Angku Laras benar benar ingin segera membunuh Kisra..
Kisra terkejut melihat Angku Laras yang bisa mengeluarkan ilmu yang sama dengannya, bahkan lebih hebat...
Tapi sudah terlambat untuk mundur,..keduanya sudah saling terjang...
Bhommmmm...!!!
Tubuh Kisra mencelat kebelakang, sesuatu terjatuh dari balik bajunya,..
tapi tubuhnya tidak sempat jatuh ke tanah, sesosok bayangan dengan cepat menyambar tubuh Kisra yang mencelat itu lalu membawanya pergi menghilang di kegelapan malam...
Angku Laras hendak mengejar, namun dihentikan oleh Tuan besar Sutan Nan Panjang..
Tidak perlu mengejarnya.., seseorang pasti akan kembali kesini..! kata Sutan Nan Panjang sambil berjalan dan memungut benda berlilitkan kain hitam yang tadi jatuh dari balik baju Kisra..
Baik tuan...!! jawab Angku Laras..
Mm..sepertinya orang itu juga murid Kuil Api Agung..., ucap Sutan Nan Panjang sambil membuka kain yang menggulung menutupi benda itu..
Betul Tuan, jawab Angku Laras...
Saat lilitan kain terbuka,
Mata Sutan Nan Panjang serta Angku Laras membelalak...
I..ini...,
Tombak Api Ahura..!!
Seru Sutan Nan Panjang, tangannya gemetar memegang Tombak Api Ahura..
Tombak ini selain sangat bertuah, juga merupakan simbol kekuasaan wakil ketua tiga Kuil Api Agung Parsi.
Tuan besar,..tombak ini sangat luar biasa,..kata Angku Laras...
Ya...aku tahu...! tidak lama lagi akan ada yang datang kemari mencari tombak ini...ucap Sutan Nan Panjang..
Tuan besar, apa tuan besar akan mengembalikan tombak ini?tanya Angku Laras.
Mm..., Sutan Nan Panjang menggeleng...tentu saja tidak...
Ini berbahaya bila di tangan orang berangasan seperti pemuda tadi...
Wakil ketua tiga kuil api agung sungguh ceroboh memberikan tombak ini pada bocah itu.. timpal Sutan Nan Panjang.
Sudah lah, persiapkan saja untuk menyambut kedatangan orang itu...! kata Sutan Nan Panjang penuh arti..
Baik tuan besar, timpal Angku Laras langsung memahami maksud perkataan Sutan Nan Panjang.
Beberapa pasukan patroli tiba di kediaman Keluarga Sutan Batu Ameh beberapa saat setelah pertarungan..
Maaf tuan Angku Laras, kami mendengar suara pertarungan di sini. apa yang terjadi? tanya pimpinan prajurit..
Ya, tadi pembunuh misterius bertopeng itu menyerang kediaman ini..tapi seseorang berhasil membawanya melarikan diri.., jawab Angku Laras..
Kami terlambat, mohan maaf pada tuan besar Sutan Nan Panjang..,
Baik, permohonan maaf tuan tuan akan aku sampaikan pada tuan besar, saat ini tuan besar sedang istirahat.., timpal Angku Laras..
Sebaiknya kami permisi dulu, kami akan melaporkan kejadian ini pada Jendral Wijaya.
+
Masih di dalam ibukota,.
Di sebuah rumah tua di ujung selatan kota..
Dasar bodoh...!! kau sangat ceroboh...!! maki orang berpakaian congko sambil medudukkan orang bertopeng..
Orang ini lah yang menolong Kisra,..
Uhukkhh..., !! Kisra terbatuk memuntahkan darah hitam...
Hmm..luka anak ini sangat parah...aku hanya bisa membuatnya bertahan saja..., batin lelaki berpakaian congko itu..
Setelah beberapa saat memberikan bantuan tenaga dalam, ia kemudian memastikan kondisi Kisra..
Setelah beberapa saat, ia membpong tubuh Kisra lalu berkelebat pergi meninggalkan ibukota..
Lelaki itu terus memacu larinya, namun seseorang juga dengan berkelebat sangat cepat mengejar mereka...,
Tepat saat fajar mulai menyingsing..
Tanpa terasa sedikit demi sedikit jarak antara mereka semakin dekat...
Lelaki berbaju congko merasakan aura yang kuat mendekatinya..
ia menghentikan larinya..
__ADS_1
Huh...ia menurunkan tubuh Kisra yang sangat lemah dan kritis..
Lalu berbalik,
katakan siapa kau, dan kenapa mengikutiku..?tanya lelaki berbaju congko.
Orang yang kau bawa itu adalah buronan kerajaan...kau berkomplot dengannya maka kalian akan aku tangkap..., kata lelaki tegap berwajah cukup tampan denga nada suara tegas
Oh benarkah?..hahahah...kau harus lihat kemampuanmu sendiri dulu..., apakah kau sanggup ?? ejek lelaki berpakaian congko..
Sanggup atau tidak akan segera kita buktikan, jawab lelaki tampan itu..
lalu berkelebat menerjang ke arah lelaki berpakaian congko itu..
Brakk!!
Brakk..!
Bomm!!
Dua kali lengan beradu dan sekali kaki beradu..
Dentuman dentuman keras terdengar...
Keduanya mundur dua langkah...
Serangan pertama adalah masing masing mengukur kekuatan lawan..
mereka telah bersiap untuk serangan berikutnya, namun sesosok pria paruh baya tiba..
Hup...orang itu menapak tepat di samping lelaki tampan itu..
Oh salam tuan sekretaris.., sapa lelaki tampan..
Oh..salam Jendral Wijaya...! balas Ince Zulfa.
Yang datang barusan memang Ince Zulfa yang sejak semalam mengintai di ujung ibu kota, sadangkan Jendral Wijaya yang menerima laporan prajurit patroli langsung melakukan pengejaran..
gawat mereka orang orang kerajaan..! batin lelaki congko..
Tuan, melihat jurus yang kau gunakan, sepertinya kau adalah saudara seperguruan atau murid biksu Tan Atai..., ucap Ince Zulfa tenang..
Hah..? orang ini mengenali guru..??batin lelaki itu yang ternyata adalah Yang Siao..
Yang Siao di perintah Makil untuk mengawal Kisra dalam melakukan pembunuhan sekaligus menghilangkan jejak agar Kisra tidak ketahuan..
Tapi apa yang terjadi semalam di kediaman Sutan Batu Ameh, adalah kecerobohan Kisra hingga situasinya menjadi rumit.
Tuan mengenal guruku..??tanya Yang Siao.
Oh..ternya benar..tuan adalah murid biksu Tan Atai...!! ucap Ince Zulfa tenang.
Saya Yang Siao..murid Guru Tan Atai..
Mm...maaf tuan Yang, orang yang tuan bawa adalah buronan kerajaan..,
Tugas kami adalah menangkapnya..jika tuan Yang tidak ada hubungan dengan ini maka biarkan kami membawanya...kata Ince Zulfa tegas.
Jelas jelas Yang Siao merupakan komplotan Kisra, tapi Ince Zulfa masih mau melepaskannya..
Sebaliknya Jendral Wijaya berpikir jangan jangan tuan sekertaris tidak ingin menyinggung orang di belakang Yang Siao.
Mm..baiklah tuan..jika tuan bisa memberitahu di mana guruku, maka anak muda ini kuserahkan padamu tuan...
Tuan Yang, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan tuan Tan Atai..
Beberapa puluh tahun yang lalu, tuan Tan Atai, walau hanya beberapa hari di benua ini, beliau banyak bertukar pengalaman dan jurus dengan guruku..
Saat itu, Biksu Tan Atai, mencari Dewa Sedih untuk bertarung dengannya, tapi tidak sengaja bertemu guruku...mereka berdua akhirnya bertarung..tapi hanya saling menjajal ilmu..setelah beberapa jurus mereka menyadari kalau kekuatan mereka seimbang...
Guruku menyarankan untuk tidak mencari dulu Dewa Sedih saat itu, karena kesaktian dewa sedih berada tiga tingkat di atas guruku waktu itu...
akhirnya mereka memutuskan untuk saling bertukar ilmu selama beberapa hari
lalu setelah itu beliau pergi ke Benua Saman..., jelas Ince Zulfa..
Hah..?? berarti orang ini tahu persis ilmu guru..jika bertarung dengannya aku pasti kalah..walapun tidak semuanya pasti ia telah memahami kelebihan dan kekuarang ilmu guru.., batin Yan Siao..
Mm..baiklah tuan ..jika tuan bisa menahan satu seranganku..aku akan membiarkan tuan membawa anak muda ini..aku tidak akan ikut campur.., kata Yang Siao kemudian.
Baik...silahkan tuan Yang.., jawab Ince Zulfa masih terus tenang...
Yang Siao bersiap dengan serangan terkuat...
Biasanya ia hanya akan mengerahkan "jurus cakar peremuk tulang"..
Tapi kini ia mengerahkan jurus terkuat yang pernah ia pelajari,..
Jurus Pedang Tiga Matahari,..!
aura pedang yang bersinar menyilaukan mata seketika memenuhi area pertarungan...
Hawa sangat panas menyengat memburu ke arah Ince Zulfa..
Ince Zulfa sedikit mengernyit..Jurus ini sangat kuat..batin Ince Zulfa..
Ia segera mengerahkan ilmu tertinggi dari Sutan Rajo Bintang..
Jurus Penakluk Pedang..!
Aura panas mrnyilaukan dari Jurus Pedang Tiga Matahari seketika meredup..
Yang Siao paham, lawan sudah berada di atas angin..ia menarik kembali serangan yang siap ia lancarkan..
Maaf tuan.., saya tidak ada hubungan dengan pemuda ini, silahkan tuan membawanya..., kata Yang Siao menjura...
Saya permisi dulu.., kata Yang Siao kemudian lalu buru buru berkelebat pergi...
Setelah kepergian yang Siao, Ince Zulfa terbatuk, darah meleleh di sudut bibirnya, wajahnya pucat...
Tuan sekertaris..!! apa anda baik baik saja...? tanya Jendral Wijaya khawatir.
Hm...aku akan memulihkan diri sejenak..tolong jendral berjaga sebentar...kata inces Zulfa
Baik tuan...kata Jendral Wijaya..
Ince Zulfa lalu duduk bersila mengerahkan energi murni untuk mengobati luka dalamnya..
__ADS_1
Setelah dua peminuman teh, wajah Ince Zulfa sudah kembali normal...luka dalamnya nampaknya sudah tidak masalah lagi..
Tuan Sekertaris, bagaimana keadan anda..? Tanya Jendral Wijaya.
Aku sudah mendingan, Terimakasih jendral bersedia berjaga untukku.., ucap Ince Zulfa.
Ah, tidak masalah tuan, timpal Jendral Wijaya.
orang Benua Congko tadi sangat hebat tuan..apa tuan benar benar mengenal gurunya..??tanya Jendral Wijaya..
Hhm...aku hanya membual saja, agar ia segera pergi,..aku khawatir jika bentrok dengannya maka tidak baik bagi kita,
ia pasti akan terluka tapi kita juga sama, juga akan terluka, seperti yang baru saja jendral saksikan...jelas Ince Zulfa..
Tapi dia sepertinya percaya ucapan tuan...,
Hehe..aku sengaja menanam keraguan di hatinya, karena itu tadi ia bertarung tidak sepenuh hati..., jika ia bertarung sepenuh hati aku tidak akan sanggup bertahan lama...
hah..?? bukannya tadi tuan bisa mengalahkannya..?? tanya Kisra Heran.
Hemh..
' Ilmu Penakluk Pedang ' yang ku kerahkan tadi baru di tingkat pertama, itupun belum sempurna.., makanya aku ragu untuk menghadapinya...
Juga aku khawatir, di dekat sini masih ada kawannya yang lain...aku terpaksa membohonginya....hehe..jelas Ince Zulfa..
Tapi kata kata tuan tadi, tuan sepertinya mengenal gurunya dengan baik..., kata Jendral Wijaya penasaran.
Hehehehe...itu cerita yang aku dengan dari guruku..kalau ia memiliki dendam dengan dewa sedih lalu karena saat itu ia bukan tandingan Dewa Sedih maka ia segera ke Benua Saman.., jawab Ince Zulfa terkekeh..
Hmm..pantas saja tuan sekertaris tidak ingin bentrok dengan orang congko tadi..., menggunakan cara seperti ini untuk mendapat keuntungan situasi,..benar benar tuan sekertaris ini sangat cerdas,..eh mungkin mengarah ke licik..hehe.. batin Jendral Wijaya
Hmh...baiklah, sekarang sudah aman..ayo kita bawa pemuda celaka ini menghadap yang mulia sultan..kata Ince Zulfa kemudian.
Baik.., biar aku saja yang membopongnya tuan..., kata Jendral Wijaya..lalu bergegas mengangkat tubuh Kisra dan membawanya..
+
Matahari semakin tinggi,
Jauh dari Ince Zulfa dan Jendral Wijaya,..
Di perjalanan, Yang Siao yang sejak tadi menahan diri agar tidak memuntahkan darah, seketika terjatuh dan memuntahkan banya darah hitam...ia juga kini terluka sangat parah.., ia pun pingsan..
Tepat saat itu, Kenanga, Utari, dan Hung Min sedang menuju Jurang Gunung Tujuh...
Ketiga orang itu melihat sesosok tubuh tertelungkup di tanah, di sekitaranya banyak percikan darah...itu adalah sosok Yang Siao.
Guru..!! ada orang, sepertinya dia kalah bertarung.., kata Kenanga..
Apa dia mati atau hanya pingsan..! tanya utari.
Cepat periksa..! kata hun Min.
Kenanga dengan cepat memeriksa tubuh Yang Siao..
beberapa saat kemudian..,
Guru..orang ini masih hidup..tapi sepertinya lukanya sangat parah.., kata Kenanga.
Hung Min maju memeriksa,..
Hah.?? energi Petir Merah!!?gumam hung min.
Ia segera mengerahkan kekuatan murninya untuk menambah daya tahan Yang Siao, lalu memasukkan sebutir pil berwarna merah ke mulut yang Siao..
Untuk Sementara ia tidak akan ada masalah, ayo kita bawa dia ke jurang gunung tujuh..., kata Hung Min.
Baik guru.., kata kenanga lalu bergegas mencari beberapa batang kayu hutan untuk membuat tandu..
Guru, siapa orang ini..?tanya Utari.
Aku tidak tahu.., tapi dalam tubuhnya ada Energi Petir Merah...
Kemungkinan ia adalah salah satu penerus dari muridku.., jelas Hung Min.
Oh.., ucap Utari mengerti..
Selanjutnya setelah beberapa saat mereka sudah bergegas menuju jurang gunung tujuh dengan membawa Yang Siao di atas tandu yang di angkat oleh Utari dan kenanga..
+
Di Istana,
Semua yang hadir di aula membahas
Berita serangan terhadap Keluarga Sutan Batu Ameh yang ramai di bicarakan di ibukota..
Berita ini cukup menggemparkan..
Kita sudah memperketat patroli, tapi pembunuh itu masih berani bertindak...sungguh konyol..., kata Perdana Menteri.
Ia adalah seorang petarung dari Kuil Api Agung di benua Parsi,..Kata Sutan Nan Panjang, .
Oh..?? berarti ini berkaitan dengan kelompok pemberontak Makil..,.kata Panglima tinggi..
Ya..sudah tidak salah lagi...ini pasti ada hubungannya dengan manusia tak tahu malu itu..sambung yang lain..
Berarti, yang kita lihat selama ini, bendera darah, pembunuh bertopeng misterius adalah untuk mengecoh kita..., simpul.perdana menteri..
Ya...orang gila itu melakukan semua ini agar kita tidak mengawasi tujuan utamanya, memberontak dan merebut kekuasaan..., kata Menteri Acara..
Saat ini ia sedang mempersiapkan pasukan di jurang gunung tujuh..,
sementara itu ia menyuruh orangnya membuat teror di ibukota agar perhatian kita teralihkan..sungguh licik..., umpat Menteri Pertahanan.
Oh..iya, mengapa sejak tadi aku tidak melihat Jendral Wijaya dan Tuan Sekertaris.., ? kata Baginda Sultan bertanya..
Lapor baginda, Jendral Wijaya semalam melakukan pengejaran setelah mendapat laporan dari prajurit patroli.., Kata Mentri pertahanan..
Kalau Tuan Skertaris, semalam menuju ujun ibukota..., kata Datuk Ago..
Oh..aku mengerti,..rupanya tuan sekertaris berencana mencegat pembunuh itu jika aksinya terpergok oleh penjaga dan lari keluar ibukota.., timpal Jendral Mukti, yang kini kondisinya sudah sembuh setelah beberapa waktu yang lalu bertarung dengan Kisra dan Makil.
Hmh..orang tua itu masih saja sok pintar.., batin Sultan Malik.
+++
__ADS_1