
Lapor ketua,..!
aku sudah menyelidiki ke tempat itu...
Tikus besar itu sedang keluar kota..berarti yang tersisa hanya beberapa tikus tikus betina saja...Lapor pria yang di suruh mengintai sebelumnya..
Hahahah...baguslah,.. ini juga sudah cukup....hahaha...Kata lelaki berbaju hijau..
Ayo segera siapkan anggota kita...! Seru lelaki itu lagi..
Kepung kediaman itu, lima orang langsung berjaga di depan pintu tiap tiap kamar...jika ada yang keluar langsung bunuh saja...!! perintah ketua kelompok itu..yakni lelaki berbaju hijau..
merekapun segera bergerak dengan cepat,
sekitar saratusan orang bergerak berniat mengpung kediaman Sein.
Di kediaman Sein..
para pendekar sepuh di temani Yasmin, Salwa dan Mentari masih berbincang santai di ruang tengah kediaman itu...
Lapor nyonya..!
Sekelompok orang menuju kemari, sepertinya mereka berniat buruk...!lapor Alap Alap Biru...
Apa kau mengenali siapa mereka?
Mereka dari kelompok Gagak Iblis..
Di benua barat ini, sangat terkenal di dunia bawah tanah..kelompok mereka adalah salah satu dari tiga kelompok pembunuh bayaran terkuat..! jawab Alap Alap Biru.
Owh..jadi kelompok pembunuh bayaran toh...! sahut nenek Serba tahu..
Kalau begitu sekalian saja kita tumpas kelompok itu...!
Mm..benar, orang orang seperti ini tidak boleh di biarkan...! timpal yang lain...
Saat semua pembunuh sudah memasuki kediaman..mereka berpencar menjaga setiap pintu dan sudut kediaman...
Suasana nampak tenang...
karena sebelumnya Para pelayan kediaman sudah lebih dulu di amankan oleh Alap Alap Biru...
Kalian ada perlu apa...!?
Tanya Kakek Dai, yang saat ini duduk santai di taman halaman depan bersama Kaisar Kelana...
Mereka telah di kepung oleh delapan orang berpakaian hitam...
Orang orang berpakaian hitam tidak menjawab malah langsung menyerang keduanya...
Hiaaaaa.....!!!
Kedua pendekar sepuh tersenyum sekilas namun selanjutnya mereka bergerak tanpa terlihat oleh kedelapan orang itu..
Delapan kepala menggelinding nyaris tampa suara...kedelapan orang itu telah menemui ajalnya tanpa mereka tahu bagaimana mereka terbunuh...
Heheh...guru, para sampah ini benar benar merusak suasana saja....! kaya Kakek Dai terkekeh...
Hmm...ayo kita lihat yang lain...!
Mereka berdua berjalan ke arah karmar kamar pelayan..
terlihat Alap Alap Biru sedang di keroyok oleh lima orang...
Kedua pendekar sepuh itu berkelebat capat kearah pertarugan Alap Alap biru..
Crasss...
buk..crass...!
lima kepala kembali menggelinding...
Terima Kasih tetua...!! kata Alap Alap Biru
Hehe...tidak masalah...! jawab Kakek Dai
Aku heran, kemampuan mereka hanya seginimengapa dianggap pembunuh terkuat..!!?huh...! kata Kakek Dai...
Itu karena yang menjadi lawannya adalah kita...! jawab Kaisar Kelana..
Oh..hehehe...! kakek Dai hanya terkekeh canggung...
Ayo kita periksa lagi yang lainnya...
Sementara itu, di belakang rumah..! nenek serba tahu juga telah membereskan enam orang yang mengepungnya...
Siuuuutttt....!
Sebuah suiitnan panjang menggema...
para pembunuh segera berkumpul pada sumber suara....
Ternyata pimpinan kelompok ini memerintahkan anggotanya untuk berkumpul...
karena Setelah ia memeriksa keadaan ia mendapati banyak anggotanya yang tewas nyaris tanpa suara..
Para pembunuh kini telah berkumpul, jumlah mereka sudah berkurang banyak..karena di kamar Ki balang Nipa dan Mentari serta Yasmin juga sudah menewaskan banyak anggota pembunuh Gagak Iblis...
Kakek Dai dan Kaisar Kelana serta alap Alap Biru berjalan santai menuju halaman depan kediaman menghadapi para pembunuh yang kini berkumpul..
Pimpinan pembunuh memberi aba aba untuk segera menyerang ketiga orang di hadapannya dengan kekuatan penuh...
Segera terjadi pertarungan, walaupun mereka berjumlah banyak tapi..di hadapan Kaisar Kelana dan Kakek Dai...mereka hanya menjadi samsak hidup...satu per satu mereka tumbang dengan meregang nyawa...
Melihat semakin banyak anggotanya yang terbunuh, pimpinan kelompok yang sejak tadi hanya menyaksikan saja, kini turut bergabung menyerang...
Hiaaaaaa....!!
Alap Alap Biru yang terlemahlah yang pertama menjadi sasaran serangan ketua kelompok itu...Alap alap biru segera menangkis dengan senjatanya...
Bhummmm...!
Alap Alap biru terpental..
Uhukkkk...!! batuk dan memuntahkan gumpalan darah...
Ia segera duduk mengambil nafas dan mengambil pil pemulihan yang pernah di berikan oleh Sein..
Namun belum sempat selesai ia menyerap khasiat pil pemulihan, ia merasakan sebuah serangan datang lagi menyerang kepalanya...
Plak...!!
Bukk....!
Kakek Dai yang memapak serangan ketua kelompok itu, sehingga Alap Alap biru bisamelanjutkan menyerap khasiat pil pemulihan itu...
Kakek Dai terjajar kebelakang,..dengan wajah kaget....
Heheh...Alap Alap Kabut Selatan..kau selalu saja ikut campur...!!
Hah..?ternyata kau tidak bisu..??
__ADS_1
ejek Kakek Dai yang menurutnya dari tadi orang orang ini tidak ada yang berbicara...
Dai Nuhu..! kau akan mati hari ini...!!
Wah...apa kau sanggup...!!? kata Kaisar Kelana yang datang membantu Kakek Dai...
Ai..bagaimana mereka...!? tanya Dai Nuhu menunjuk kerumunan anggota pembunuh yang jumlahmya semakin berkurang...
Ah, disana ada Ki Balang Nipa yang akan membereskan cecunguk itu...! jawab Kaisar Kelana...
Owh,...pak tua...kau juga ingin ikut campur...!!?
Baiklah..ayo !! seru ketua kelompok itu kemudian langsung meyerang Kakek Dai dan Kaisar Kelana...
Hiaaaaa....!!!
Sebuah serangan mengarah pada Kepala Dai Nuhu....
Saat benturan tadi, Kakek Dai menyadari kekuatannya jauh di bawah ketua kelompok ini..
Ia berusaha menghindar, ia tidak lagi ingin benturan tenaga dalam kalau tidak terpaksa....
Sial...!! orang ini cukup sakti....! gumam Dai Nuhu...
Haha...tidak usah terlalu memujiku..! kau tetap akan ku bunuh...!
Kaisar kelana yang mencoba menagkis serangan orang itu sekalugus ingin menguji tingkatan ketua kelompok pembunuh ini...
Jedarrrrrr...!!
Dua lengan beradu....!!
Keduanya terjajar beberapa langkah..
Ketua kelompok menatap Kaisar Kelana dengan tatapan tidak percaya...
Kaisar Kelana pun nampak terperangah...
Hmm...kau hebat juga orang tua...!! siapa kau...?
tanya ketua kelompok itu...
Hoh...aku bukan siapa siapa,...ayo kita lanjutlan lagi...! kata Kaisar Kelana...
Tidak usah berpura pura...aku tahu kau sudah terluka..!! jika kita melanjutkan lagi, kau akan mati....!!
Bukankah kau sedari tadi memang ingin kami mati...!!? potong Kakek Dai...
Huh...banya bicara...!!
segera ketua kelompok itu melesat lagi ke arah Kakek Dai...
Seolah tak perduli anak buahnya kini tinggal belasan saja di bantai oleh Ki Balang Nipa dan Alap Alap Biru..
Hiaaaa....!!
Kakek Dai yang sudah cukup mengatur nafas segera menyambut serangan itu, Kaisar kelana juga tak ketinggalan segera menyerang ke arah ketua kelompok itu...
Buk...!!.Buk...!!
Darrr...!!
Beberapa kali lengan beradu, dan membuat ketiganya terpental...
Hahaha....huh...uh....!! Ketua kelompok itu tertawa dengan nafas tersengal....
Kalian tidak akan bisa menghindar kali ini.....!!
Mati kalian....!!
Whusss...!!
Dai Nuhu dan Kaisar Kelana merangkapkan tangan di depan dada bersiap menyambut sranagan dengan sisa sisa kekuatan mereka...
Guru tak ku sangka orang ini sangat hebat...!!
kata kakek Dai Lirih...
Mmm tidak usah banyak berpikir...kita hadapi saja dia...!!kata Kaisar Kelana...
Ciaaaaaaattttt....!!!
Seragan Ketua kelompok itu cukup kuat, walaupun sejak tadi tenaganya sudah terkuras di keroyok Kakek Dai dan Kaisar Kelana...
BHammmm ...!!!!
Sebuah tenaga besar, menghantam lengan ketua kelompok itu....
Ketua kelompok itu terjajar kebelakang dengan wajah pucat....
Uhuk....! darah meleleh dari sudut bibirnya...
Si..siapa kau..!?? tanya Ketua kelompok pembunuh pada orang yang memapak serangannya..
Aku, namaku Gantarang..! kalau kau siapa kau..? mengapa ingin membunuh disini...?
Namaku Aji Saka..!! aku ingn membunuh siapa saja itu bukan urusanmu...!! kata Aji Saka kasar.
Mm...baiklah, aku tidak akan tanya lagi...!kata
Karaeng Gantarang..
Karaeng Gantarang kemudian menyerang Aji Saka dengan mengerahkan Ilmu Tapak Halilintar..
Melihat serangan mematikan, dan dengan kondisinya yang sudah terluka dalam akibat bentrokan tenaga dalam dengan Karaeng Gantsrang tadi, Aji Saka tidak mau gegabah..ia tidak ingin lagi beradu pukulan..
Aji Saka segera berguling untuk menghindar, namun naas,..
pukulan Tapak Halilintar mempunyai sambaran energi yang bisa memantul...kata itu, saat Aji Saka menghindar, serta merta sambaran energi pukulan Tapak Halilintar mengejar dan menyambar tubuhnya...
Tak pelak lagi, Aji Saka tidak dapat lagi menghindar,...kakinya hangus jadi serbuk berwarna hitam tersambar energi Tapak Halilintar...
Aaarrhgggg....!! ia melolong kesakitan...
Sial....!! kurang ajar...! siapa kau sebenarnya...!!?
Tidak usah banyak tanya, bukannya kau ingin membunuh kami...!!? ejek Kakek Dai.
Huh...Diam kau Alap Alap sakit...!! bentak Aji Saka.
Hahaha....bukannya malah kau yang sakit...? lihatlah kakimu tinggal satu....! hahaha...ejek Kakek Dai terbahak bahak...
Awas kau alap alap sakit..!! aku akan mbunuhmu sekarang...!! geram Aji Saka kemudian menyerang Kakek Dai dengan sisa sisa kekuatan nya...
Namun belum sempat ia bergerak, sebuah suara menghentikan nya..
Saudara Ketiga, tunggu...!!
Tiba tiba dua sosok lelaki Seusia Aji Saka berdiri di samping Aji Saka....
Saudara ke dua...!! saudara pertama kalian sudah datang...!! Seru Aji Saka...
__ADS_1
Saudara ketiga, maaf kami terlambat...!! Ucap lelaki yang di panggil saudara pertama oleh Aji Saka...
Heheh...kalian semua akan mati malam ini...kedua saudaraku telah datang...!! kata Aji Saka.
Pak tua,
Kami saudara Aji Saka, Aku saudara kedua Aji Akas, dan i i saudara pertama kami Aji Aksa...
apa kau yang telah membuntungi kaki saudara kami..!? tanya orang yang di panggil saudara kedua...
Mm...betul..! dia ingin membuat kami jadi kami melawan nya...! jelas Karaeng Gantarang...
Ahhhh....apapun alasannya kalian akan ku bunuh malam ini...! hardik Aji Akas...
Karaeng Gantarang melihat lawan sudah mulai bersiap, ia pun tak tinggal diam...
Segera ua kembali akan mengerahkan ilmu Tapak Halilintar...
Namun Yasmin,Mentari, Dewa Sedih dan Nenek Serba Tahu sudah menjejak di sampingnya...di susul Ki Balang Nipa yang sudah menyelesaikan anggota pembunuh yang mengeroyoknya...
Tap..tap...tap...!
Tap...Tap..
Karaeng Gantarang...!! istirahat lah..biar kami yang mengurus kedua orang ini...! kata Nenek Serba Tahu.
Karaemg Gantarang pun mengangguk...kamudian menghentikan pemgerahan tenaga dalamnya...
Baiklah tetua...! jawab Karaeng Gantarang..
Nenek tua, kau jangan sombong...kalian semua akan kubu malam ini...!!hardik Aji Akas..
Halahhhh...dari tadi ingin bunuh tapi malah anggota kalian tuh yang sudah habis terbunuh...! ejek Kakek Dai...
Sial...! kau terlalu banyak bicara alap alap sakit...! bentak Aji Saka...
Berisik..!! bahkan jika Aji Santa Kemari pun tidak dapat mengalahkan aku...! ucap Nenek Serba Tahu dingin...
A..Apa...? ka..kau.mengenal guru kami...!!?
tanya Aji akas terbata bata..ia kaget karena jarang ada yang tahu nama asli gurunya...selama ini Aji Santa dikenal dengan Pendekar Darah Malam..
Aku di sebut orang Nenek Serba Tahu...!!
ketiga ketua kelompok pembunuh itu tercengang...
A..apaaa...? nenek Serba Tahu..!!?
seru mereka bersamaan.
Saudara, pesan guru, jangan pernah bertarung dengan nenek sakti ini dan murid muridnya, semua rahasia ilmu guru sudah ada padanya...
Mereka tahu penangkal ilmu kita..sebaiknya kita mundur saja...! kata Aji Aksa...
Heh...kalian murid Aji Santa tapi kelakuan kalian penuh kejahatan...! mengingat hubunganku dengan guru kalian, kalian kuberi kesempatan tobat...
pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi...!
Ba..baik...nenek sepuh...!! jawab mereka membungkuk kemudian berbalik melarikan diri...
Ck..ck..ck...! Nama nenek memang lebih menakutkan ketimbang sosoknya...! hihihi..kata Mentari bercanda...
Sudah, Alap Alap Biru, perintahkan para pelayan membereskan mayat mayat ini...! kata nenek serba tahu..
Sementara itu,
Ketiga orang murid Aji Santa, masih saja terus berlari meninggalkan ibukota...
Setelah cukup jauh berlari,...
Jendral Surali Bangsat..!!
Ia tidak mengatakan kalau Pangeran itu adalah murid Nenek Serba Tahu...!
Akan kucincang dia jika berjumpa nanti...!! ...lihatlah kakiku buntung karena nya..umpat Aji Saka.
Sudahlah, ia juga tidak tahu kalau pangeran Sein murid Nenek Serba Tahu...mengenai kakimu, itu adalah resiko pekerjaan kita...!kata Aji Aksa...Aji Saka pun terdiam mendengarnya...
Selanjutnya kita harus bagaimana..?tanya Aji Saka.
Kita kembali dulu ke padepokan, kita temui guru dan menceritakan kalau kita bertemu Nenek Serba Tahu...Kata Aji Aksa.
Hah apa kau sudah gila..apa kau ingin mengatakan pada guru kalau kita jadi pembunuh bayaran..?tanya Aji Akas.
Tentu saja bagian itu, kita tidak akan menceritakan nya pada guru...! jelas Aji Aksa..
Ketiganya pun berjalan dengan cepat menuju lembah anai...
++
Sementara itu,..
empat orang berjalan dengan santai masuki kota..
Eh ..tuan..kita sudah sampai..! ucap Wong Kai berbasa basi karena selama perjalanan mereka jarang sekali berbicara..
Mm..ya...! Jawab Tetua ke tiga dingin.
Mereka adalah Wong Kai di temani oleh tetua ketiga klan wong, Wong Cai bersama dua murid utamanya, Wong Cai li dan Wong Cai Ni..
Apa kita langsung saja ke sana tetua..?tanya Wong Kai sopan.
Mm...! tetua ketiga menggeleng, aku ingin istirahat dulu malam ini...! kata Tetua ketiga, Wong Cai..
Merekapun akhirnya mencari penginapan,..
karena tetua ke tiga tidak pernah sudi menginap di rumah keluarga buangan seperti Wong Kang kakek Wong Kai..
Tetua, ada satu hal yang ingin aku sampaikan...!! kata Wingkai berbisik..
Apa itu penting..!? tanya Wong Cai..
Ah..kalau itu aku tidak tahu tetua..! tapi,..ini ada kaitannya dengan kekaisaran Jin di benua Congko...jelas Wong Kai..
Owh..? mengapa kau tidak mengatakannya di hadapan ketua waktu di aula..? tanya Wong Cai.
Itu..saya lupa tetua..! saya terlalu gugup..hehehe...! jawab Wong Kai canggung.
Baiklah..ceritakan lah..! perintah Wong Cai.
Wongkai punenceritakan secara detail tentang Kasim Hae dan pangeran Jin,
tapi tentu saja ia tidak tahu kalau Kedua orang itu telah di tangkap...
Setelah memberikan informasi yang cukup, Wong Kai pun mohon diri..
Saya pamit pulang dulu tetua, besok saya akan kemari lagi,...! kata Wong Kai..
Ya..besok saja kita akan kesana bertemu dengan utusan kaisar itu..kata tetua ketiga, Wong Cai..
Baik tetua, besok saya akan mempertemukan tetua dengan Kasim Hae dan Pangeran Jin..! Kata Wongkai kemudian berbalik dan pergi.
__ADS_1
+++