
Istana Kesultanan Datuk Delapan,
Ruang baca pribadi sultan malik,
Ki Tirta Arum melaporkan semuanya, mulai dari hasil penyelidikannya trhadap kekuatan Jurang Gunun Tujuh sampai pada ia membunuh Gao Ling, Dayang kesayangan Atikah,
Oh, jadi dayang perusuh menjengkelkan itu telah paman bereskan, baguslah, kekuatan Makil si pemberontak itu jadi berkurang.., ucap Sultan Malik senang.
Yang Mulia, Makil dan Atikah mengutus orang untuk membunuh orang orang kita untuk melemahkan kekuatan kita, takutnya bukan Cuma Gao ling ini yang mereka utus, kemungkinan akan ada pembunuh lain lagi yang akan ke ibukota.., ucap Ki Tirta Arum khawatir.
Paman betul,.. Makil tidak akan hanya mengutus satu orang saja, pasti ada yang lainnya.., timpal Sultan Malik.
Penjagaan kita sudah sangat ketat, jika ada gerakan sekecil apapun, pasti gerakan itu akan diketahui dengan cepat.., tambah Sultan Malik.
Tapi, di kediaman Perdana Menteri saat aku bertarung dan membunuh Gao Ling, tidak seorang pun yang datang.., kata Ki tirta Arum.
Aku khawatir, ada gerakan lainnya yang menarik perhatian para penjaga yang berpatroli..timpal Sultan Malik.
Memang benar malam itu ada sekita sebelas bayangan bertopeng berkelebat dalam ibukota, itulah yang membuat para penjaga sedikit kelimpungan mengikuti bayangan berkelebat tersebut.
Oh, aku tahu, Makil sepertinya mengerahkan beberapa oran guntuk mengalihkan perhatian kita dari target pembunuhan yang sebenarnya,.. kata Sultan Malik.
Oh, apakah target yang sebenarnya adalah Perdana Menteri?
Atau jangan jangan baginda senrirlah targetnya..., timpal Ki Tirta Arum.
Trang..!! ting..!! Hiaa..! sayup sayup terdengar suara perkelahian.
Yang Saat itu terdengar sayup sayup adalah suara pertarungan di belakang kamar tidur baginda,
Ternyata betul, pembunuh bertopeng itu sampai berani menyerang ke kamar tidur baginda,.. Ucap ki Tirta Arum geram..
Pemberontak Makil ini semakin liar dan brutal..harus segera dimusnahkan sampai ke akarnya.., gumam Baginda Sultan Malik.
Baginda, biar saya menengok ke belakang kamar pribadi, jangan sampai penjaga tidak sanggup menahan pembunuh bertopeng itu.., kata Ki Tirta Arum.
Ya, tapi paman amati saja dulu dari jauh, jangan keluar kalau tidak sangat terpaksa.., timpal Sultan Malik.
Baik baginda,..kata Ki Tirta arum menjura lalu melangkah mundur, setelah beberapa tombak barulah ia berbalik dan melangkah seperti biasa pergi menuju belakang kamar pribadi sultan Malik.
Di belalang kamar pribadi Sultan Malik, Jendral Mukti di bantu beberpaa pasukan khusus dari muird murid para Datuk, bertarung dengan dua orang bertopeng, KI Tirta Arum menyaksikan dari jarak dua puluh tombak..
Hmm..rupanya ini juga pengalih perhatian.., batin Ki Tirta Arum lalu melesat kembali kesisi baginda Sultan..
Beberapa saat kemudian,
Saat sultan Malik membaca beberapa gulungan laporan..
Salam Yang Mulia,.. sapa Ki Tirta Arum..
Ada apa paman..? cepat sekali kembali...?
Rupanya penyerangan yang dibelakang kamar pribadi yang mulia juga adalah pengalih perhatian.., Jawab Ki tirta arum.
Aku segera kembali, aku khawatir, ada pembunuh yang lebih hebat yang akan datang ke sini.., tambah Ki Tirta Arum.
Owh..kalau begitu, paman boleh kembali bersembunyi lagi.., putus sultan Malik.
Sementara itu, di belakang kamar pribadi Sultan Malik, para pembunuh bertopeng sudah dikalahkan, mereka terbunuh oleh racun yang mereka telan sendiri saat hendak di tawan..
Selang beberapa saat,
Di luar ruang baca, sesosok berkelabt hendak menerobos masuk keruang baca, tapi dihadang oleh GadaPatih, Tetua Keluarga Perpatih..
Hei, pembunuh pengecut..mau apa kau kemari hah..? hardik Gadapatih.
Dasar penjaga dungu, tentu saja aku kemari untuk membunuhmu dan membunuh Sultan..., jawab pembunuh bertopeng balik memaki.
Ohohoh..kau pikir dirimu begitu hebat, ingin membunuhku dan Raja.., cuihh!! Kau belum layak, ayo cepat bunuh diri lalu aku akan memperlakukan jasadmu dengan baik.., jika tidak aku yang akan membunuhmu dan memberikan jasadmu sebagai makan malam pada anjing kurapan..ucap Gadapatih meremehkan.
Huh, baik kita buktikan saja aku layak atau tidak,..
Hiaaaa....! pembunuh bertopeng menyerang dengan ganas,
Tapi Gadapatih adalah seorang pendekar yang cukup mumpuni, ia termasuk dalam petarung tingkat tinggi di kalangan keluarga bangsawan ibukota,
Serangan serangan dari pembunuh bertopeng, hanya mengenai udara kosong, sesekali terganjal benteng pertahanan Gadapatih yang berupa energi tak terlihat..
Pembunuh bertopeng menyerang tanpa henti,
Namun setiap kali serangannya hendak mengenai tuguh Gadapati, jaraknya selalu saja kurang beberapa jari..
Menyadari lawan menggunakan ilmu pertahanan tubuh, Pembunuh bertopeng mengeluarkan Senjata andalannya berupa sebilah keris yang menacarkan aura kuning cerah..
‘Keris Aura Senja’ adalah keris yang dapat menembus beberapa ilmu pertahanan tubuh..
Namun Gadapatih tidak bergeming, masih saja tetap dengan aji tameng waja miliknya..
Sabetan keris Aura Senja hanya dapat menyentuh kulitnya tanpa melukainya..
Melihat kesaktian lawan, pembunuh bertopeng berniat melarikan diri, namun sebuah bulatan kertas menotok urat lehernya..seketika ia tidak bisa bergerak..
Gadapati tahu, baginda Sultan Malik sendiri yang telah turun tangan menyerang pembunuh itu dengan bulatan kertas..
__ADS_1
Terimakasih batuan yang mulia,..! Ucap gadapatih menjura..
Sultan Malik berjalan keluar dari ruang baca dengan santai, lalu mendekati pembunuh bertopeng yang saat ini masih mematung tak bisa bergerak..
Aku ingin lihat bagaimana tampang orang yang berani menyerang ke istana, gumam Sultan Malik lalu membuka topeng pembunuh itu..
Ketika topeng terlepas dari wajahnya, pembunuh itu hendak membuang muka, namun apa daya saat ini ia sedang tertotok..
Hmm..baginda, orang ini dari perguruan Serigala Iblis,..ucap Gadapatih yang mengetahui ciri ciri perguruan Serigala Iblis..
Oh, bagus.., penjaga!! Panggil jendral Mukti kesini..!! perintah Sultan Malik pada penjaga yang sejak tadi mengepung di luar karena tak ada perintah masuk..
Seseorang segera berlalri menuju kamar pribadi Sultan untuk memanggil Jendral Mukti yang memang lagi berjaga di sana..
Tak lama berselang, Jendral Mukti datang dengan tergopoh gopoh..
Salam Baginda..!!
Ya..orang ini telah aku totok, kau periksalah mulutnya, ambil racun yang ada jangan sampai ia bunuh diri..lalu interogasi dia dengan “baik”, laporkan hasilnya besok padaku saat pertemuan besar... perintah Sultan Malik, lalu kembali masuk kedalam ruang baca..
Hamba Laksanakan perintah baginada..!! ucap Jendral Mukti menjura..
+
Keesokan harinya,
Di aula kesultanan..
Pertemuan besar sedang berlangsung..
Perdana Menteri Melaporkan kematian Gao Ling, Sultan Malik menaggapi dengan serius.
Oh, baguslah jika Gao Ling sudah terbunuh, kita kekurangan satu musuh..timpal Sultan Malik..
Tapi yang mulia, orang yang mebantu membunuh Gao Ling, identitasnya hamba tidak mengetahuinya..., kata Perdana Menteri.
Mm..masalah itu biar nanti saja kita urus, sekarang kita urus dulu pembunuh yang tertangkap tadi malam.., kata Sultan Malik, menimpali perdana Menteri.
Baik yang mulia, .. ucap Perdana Menteri.
Jendral Mukti, paparkan laporanmu..! perintah Sultan Malik pada Jendral Mukti..
Lapor Baginda,..
Dari keternagan yang dapat kita korek dari pembunuh yang tertangkap, bahwa kurang lebih sebelas ribu murid perguruan Serigala Iblis telah bergabung ke jurang gunung tujuh,..
Lima puluh orang murid tingkat tinggi, di rekrut menjadi pembunuh bertopeng, dengan sasaran , Baginda sultan, para pejabat Istana dan para pendekar golongan putih.., beber jendral Mukti.
Hm.., Jurang Gunung Tujuh benar benar mempersipakan diri.., gumam Sultan Malik.
Kita perkuat lagi penjagaan ibukota dan istana, usul datuk Rao ikut berbicara..
Betul..! penjagaan kita seharusnya di barengi dengan penyerangan ke Jurang gunung tujuh, tambah Jendral Wijaya.
Kita masih menyelidiki kekuatan Jurang gunung tujuh, kita tunggu sepuluh hari lagi, baru kemudian kita membuat kesimpulan.., Ucap Meneteri Pertahanan..
Betul, kami masih mengumpulkan berita dari mata mata kita sebelum bertindak.., tambah Kepala departemen Strategis..
Baiklah, sepuluh hari lagi kita akan bertemu di sini untuk pembahasan puncak terkait pemberontak makil ini..putus Sultan Malik..
Saat pertemuan berlangsung di istana,
Hari belum lagi beranjak siang,
Makil Mendatangi kediaman Sutan nan Panjang, bertarung seimbang dengan sutan nan Panjang.
Ia dengan sengaja bertindak siang hari, selain bertujuan membuat teror terang terangan pada penduduk ibukota, ia juga sangat yakin dapat membantai Sutan nan panjang dengan cepat..
Ia tak menggunakan topeng, tak seorangpun mengenalinya karena ia telah malih rupa dengan bantuan petinggi Kuil Atash behram..
Dari jarak beberapa puluh tombak, Sutan nan Panjang yang sedang duduk menikmati teh hangat di taman belakang kediaman, sudah merasakan aura kedatangan Makil..
Angku Laras..!! tamu yang kita tunggu tunggu akhirnya datang..! sambutlah dengan ‘baik’..! perintah Sutan nan Panjang..
Baik tuan Besar..! timpal Angku Laras lalu bergegas keluar ..
Saat Makil dengan perkasa mamasuki kediaman Sutan nan Panjang, ia telah di tunggu oleh Angku laras..
Berhenti di situ, apa yang kau cari masuk ke kediaman Keluarga Sutan batu Ameh tanpa permisi..!!?? bentak Angku laras..
Hahahaha....aku tidak perlu permisi untuk membunuh orang kan?? Eh tidak tidak,.. bukan membunuh, tapi akan membantai seluruh keluarga Sutan batu Ameh, biar Sutan nan Panjang itu tahu bagaimana rasanya bertemu dengan para leluhurnya..ahahaha...., timpal Makil dengan congkak...
Hahaha..., aku tahu kau adalah pemberontak, buronan kesultanan Datuk Delapan, nyalimu sungguh besar berani datang kemari ternag terangan..., balas Angku Laras..
Mendengar ucapan angku Laras, Makil sedkit terkesiap..
Tapi langsung kembali seperti biasa...
Ohohoh..bagus kalau kau sudah mengenaliku..lalu kenapa kau tidak segera berlutut..sebentar lagi aku akan menjadi rajamu..hahahah..
Cuihhh..tidak tahu malu..., aku sangat yakin mendiang sultan terdahulu salah mengangkatmu menjadi anak..sekarang kau sangat tak tahu diri..., hahahah.., kembali Angku Laras mengejek Makil..
Ejekan itu membuat Makil terpancing emosi..,
__ADS_1
Keparat kau penjaga rendahan, berani menghina keturuan sultan..!! umpat Makil lalu menyerang dengan ganas,
Angku Laras yang memang sudah sejak tadi bersiap,. Menambut seranagan makil dengan tak kalah ganas..
Keduanya segera terlibata pertarungan sengit..
Jurus yang sama, gerakan yang sama,..olah nafas yang sama...
Makil terperanjat dan melompat mundur...
Siapa Kau...?? apa hubunganmu dengan Kuil api agung...?? tanya Makil penasarn..
Hahaha..., kau masih ingat, batu bercahaya di depan Kuil??tanya Angku Laras..
Ya..di sana ada sebelas nama yang menjadi legenda murid berbakat..., apa hubungannya denganmu..??
Hmh..ingatanmu sungguh buruk..!! kau tidak ingat di sana ada tertulis nama Angku Laras..!!?? itulah aku...!! kata Angku laras memperkenalkan diri..
Hah..!?? Murid legenda berbakat peringkat tujuh...!! seru Makil.
Pantas saja Kalian dapat mengalahkan orang suruhanku tempo hari, seru makil.
Katakan Dimana Tombak Api Ahura..! tanya Makil dengan garang.
Tombak Itu tidak cocok berada ditangan penjahat seperti kalian, jawab Angku Laras mengejek.
Huf..! jangan kira namamu tertra di batu bercahaya lantas aku takut padamu..?? kata Makil mulai tidak sabar.
Hahaha..kalau kau sudah ingat, ayo segera berlutut...! ejek Angku Laras..
Berlutut..?? huh..mimpi saja kau..! umpat makil lalu kembali menyerang dengan lebih ganas..
Karena saat ini makil sudah tahu yang menjadi lawannya adalah seorang berbakat dari Kuil Api Agung, tempat yang sama dengannya saat berlatih, maka kali ini ia mnegerhakan segenap kemampuannya untuk membunuh angku Laras..
Angku Laras meladeni Makil juga dengan serangan serangan mematikan..
Cukup lama mereka bertukar jurus sampai akhirnya terlihat Angku Laras mulai kerepotan,
Api Petaka Tingkat 5! Seru Angku Laras mengerahkan kesaktiannya..
Api Petaka Tingkat 6! Dibalas oleh Makil...
Angku laras kaget, lawan dapat mengerahkan api petaka dengan tingakatan yang lebih tinggi darinya...,
Haha..maaf sekarang namaku ada di peringkat enam batu bercahaya...! ucap Makil balas mengejek melihat keterkejutan Angku Laras.
Sebelum pukulan keduanya bentrok, Sutan nan Panjang sudah berdiri dibelakan Angku laras membantu mengerahkan tenaga dalamnya..
Akhirnya Saat bentrokan terjadi,
Bhooommmm..!!!!
Angku laras tidak bergeming, Makil terlempar jauh, walau kakinya masih sanggup menjejak tanah tapi dadanya terasa sesak dan nyeri...
Hufffft..!
Menyadari kekuatan gabungan lawan lebih kuat darinya, ia segera melarikan diri dengan ilmu “pemindah bumi”..
Uhhhh... sialan..!!
orang orang itu bagaimana bisa berhubungan dengan Kuil Api Agung..!umpat makil.
Akhirnya, Makil Melarikan diri kembali ke jurang gunung tujuh dengan keadaan sedikit terluka dalam...
Sementara itu,
Di jurang gunung tujuh,
Hung Min mendapat perintah dari Eyang Pikulun, untuk menggabungkan kekuatan dengan perguruan Lengan Iblis, selain sebagai bantuan untuk jurang gungung tujuh juga untuk tujuan Dewa Iblis menguasai Dunia.
Atikah,..! panggil Hung Min..
Ya paman..! Atikah menjawab.
Aku baru saja menerima perintah dari Eyang Pikulun untuk bergabung kekuatan dengan Perguruan Lengan Iblis,, kata Hung Min.
Oh, itu bagus sekali paman.., seru Atikah.
Kita bisa mendapatkan dukungan dari para petarung tingkat tinggi dari mereka, tambah Atikah.
Ya, tapi untuk itu, kita akan membawa sebahagian kekuatan kita untuk bergabung kesana.., kata Hung Min.
Lalu, apakah di sini akan kita biarkan kosong..?? tanya Atikah.
Tidak perlu, di sini kita tempatkan Murid murid Perguruan serigala iblis, biarkan tiga bersaudara Yang Leiting yang meimpin mereka menghadapi pasukan istana itu..
Yang lainnya biar ikut kita ke Hutan Purba bergabung dengan kekuatan Tetua Iblis Biru.., putus hung Min..
Baik paman..sesuai yang paman katakan saja..! kata Atikah.
Oh Iya, kita tunggu Makil datang dulu lalu kita atur pergeseran kekuatan kita ke Hutan Purba.. tambah Atikah.
Mm..iya, semestinya tidak lama lagi ia kan kembali, semoga saja ia berhasil membantai Keluarga Bangsawan itu dan mendapatkan kembali Tombak Pusaka Milik Kisra,.. timpal Atikah.
__ADS_1
+++