
Keceriaan mewarnai kediaman Talasalapang,
Sejak kedatangan Sein, tak henti hentinya terdengar suara kedua wanita cantik itu bersahutan...
Suamiku, apa kekuatanmu sudah meningkat lagi..!? Tanya mentari..
Tentu Saja...!! jawab Sein singkat.
Apa kakak bisa mengalahkan Karaeng Gantarang itu..tanyanya lagi..
Husy...!! kita harus hormat pada beliau..tetua adalah sahabat baik kakek guru kak Sein..potong Yasmin..
Iya...iya...aku hanya asal bicara saja kak...timpal Mentari santai.
Eh suamiku, kami dimintai tolong oleh tetua itu agar mencari keberadaan keluarganya di Kesultanan Datuk Delapan...
Oh ya...!!?
Mereka bedua pun menuturkan semua kisah yang di ceritakan oleh karaeng Gantarang sebelumnya kepada Sein.
Mendengar semua itu, Sein hanya manggut manggut..sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hmmm...
Yasmin..! apa kau tahu informasi tentang mereka..?
Em...aku belum bisa memastikannya..
aku harus kembali dulu ke istana datuk delapan untuk bertanya pada para sesepuh yang masih hidup..jawab Yasmin.
Dalam hati, Yasmin bergumam..
aku hanya tinggal memastikan saja, jika anak tuan putri agung pada masa itu benar adalah kakek buyut ayahanda sultan maka berarti ayahanda sultan adalah cicit keturunan dari tetua Karaeng Gantarang.
Baiklah..setelah urusan di sini selesai, kita kembali dulu ke kerajaan Lampeapi, setelah pamit pada karaeng Doloking barulah kita ke Kesultanan Datuk Delapan..putus Sein.
Keesokan Harinya...
Sein, Yasmin dan Mentari menemui karaeng Gantarang..
Salam tetua,...
Sapa ketiganya dengan hormat..
Ah..tuan Sein..kedua nyonya..mari silahkan duduk..! sambut Karaeng Gantarang..
Setelah ketiganya duduk..
Tuan, Nyonya...!
ada hal penting yang akan ku sampaikan..!!
Oh..mengenai permintaan tetua tempo hari..?
potong Mentari...
Ya..tapi selain itu ada yang lebih penting..!!
Ada hal penting apa tetua..!? tanya Sein penasaran.
Informasi yang kudapatkan dua hari yang lalu..
Benua Barat geger...kerajaan Singgalang sedang dilanda malapetaka...!!
Wabah penyakit membunuh warga dengan sangat cepat dan mengerikan...!!
Kerajaan kerajaan yang ada di benua Barat khawatir wabah itu menyebar ke kerajaan mereka...beber Karaeng Gantarang.
Mendengar itu kening Sein nampak berkerut..
ia nampak berpikir keras...
wabah membunuh dengan cepat..??!.dan kondisi korbannya mengerikan..!!?batin Sein..
Tuan Sein, apa pqndanganmu tentang kejadian ini...!!? tanya Karaeng Gantarang.
Emm...aku belum bisa memastikan sebelum melihat langsung korbannya tetua...
tapi, kalau dari informasi yang tetua ceritakan kemungkinan ini bukan wabah alami...ini sengaja di buat orang...jawab Sein.
Emm...aku sependapat denganmu..untuk itu keta harus menyelidiki kejadian ini...kata Karaeng Gantarang.
Tetua,..itu tidaklah cukup..!! kata Sein..
Mmm? maksud tuan Sein bagaimana?
tanya karaeng Gantarang penasaran...
Tuan...segera sarankan pada raja Karunrung agar memperketat bahkan kalau perlu menutup perbatasan..untuk sementara batasi orang yang keluar dan masuk ke kerajaan Rappocini ini...saran Sein.
Aku juga akan segera kembali dan membicarakan persoalan ini dengan rajan
Tuan Sein..anda benar benar jenius...
anda sudah mempersiapkan langkah agar wabah tidak masuk ke kerjaan ini..saran anda sungguh luar biasa....kami sangat berterimakasih pada anda..!!
Kerajaan Lampeapi sangat beruntung dengsn keberadaan anda di sana...puji karaeng Gantarang.
Ah tetua..ini biasa saja..tetua terlalu memuji..!!
saya yang muda ini tidak berani memikulnya..timpal Sein.
Hahaha...kau memang punya pribadi yang istimewa..pantas saja kedua nyonya ini bersedia mengikuti anda...hahaha...goda Karaeng Gantarang..
Mendengar itu ketiganya hanya tersenyum simpul...
++
Sehari telah berlalu..
Kini Sein dan kedua gadis sudah dalam perjalanan kembali ke kerajaan Lampeapi..
Pagi pagi tadi mereka pamit pada Raja Karunrung...
orang orang yang penasaran tentang hadiah yang dibawa Sein keluar dari istana Kalompoang merasa kecewa karena tidak mendapatkan jawaban memuaskan...
Tuan Sein mendapat hadiah terbaik dari Istana Kalompoang..!! hanya itu jawaban yang diberian daeng Mangkura pada para hadirin yang penasaran..
Sambil melesat dengan kecepatan sangat tinggi, mereka terus memperhatikan keadaan sekitar mereka..
Dua hari perjalanan, mereka sudah sampai di wilayah kerajaan Lampeapi..
Kakak..bagai mana dengan wajah kita...? tanya Yasmin.
Iya kak, kita harus mengubahnya ke wajah yang dikenal oleh orang orang kerajaan Lampeapi...tambah Mentari.
Mm..ya..kita berhenti dulu di sini..!! ucap Sein.
Ayo...berpegangan...!
Sein merapal aji malih rupa dengan konsentrasi..ia mengimajinasikan kembali wajah yang dikenal oleh masyarakat Lampeapi untuk mereka bertiga...
Seketika wajah mereka bertiga kembali seperti saat berada di kerjaan Lampeapi...
Beres...!! kata Sein.
__ADS_1
Mereka bertiga mengangguk, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berkelebat...
Ini sudah dekat gerbang ibu kota, kita berjalan biasa saja....!! seru Sein.
Ketiganya pun melambatkan gerakannya,.kemudian berjalan dengan santai menuju gerbang kota..
Salam kepala lembaga..!!
salam Nyonya..!!
sambut pengawal gerbang ibu kota...
Ah salam tuan pengawal..!!balas Sein..
Keramahan Sein membuat rakyat, prajurit hingga pejabat menyenanginya..
Hmmm.. rupanya pengaturan yang kubuat tahun lalu masih berjalan dengan baik...
Ketiganya segera menghadap Karaeng Doloking..
Saat ini Karaeng Doloking sedang berada di kediamannya..
Kepala lembaga Strategis memohon menghadap baginda..!! Seru pemgawal..
Di ijinkan..!!
Sein dan kedua gadis segera masuk..
Kami menghadap baginda, semoga baginda panjang umur..!! ucap mereka bertiga sambil menunduk.
Ah..ya..ya...bangunlah..!
Adik..!! Kau telah kembali...
ayo..duduklah..!!
mereka bertiga segera duduk..
Baginda...!!
kami hendak melaporkan hasil kepergian kami ke kerajaan Rappocini...!ujar Sein memulai pembicaraan sambil menyerahkan surat dari Raja Karunrung yang menyatakan bahwa Kerajaan Lampeapi menjadi pemenang pertandingan persahabatan.
Kami mewakili Kerajaan Lampeapi menjuarai pertandingan persahabatan yang di selenggarakan itu..tambahnya.
Ah bagus..bagus..!!
kalian bertiga memang luar biasa...!
kerajaan akan memberikan hadiah pada kalian...jawab baginda Doloking.
Tidak usah saja baginda..!!
ada hal yang lebih penting yang harus kita lakukan baginda...timpal Sein.
Mmm..?apa itu..? tanya karaeng Doloking penasaran.
Baginda, Kerajaan Singgalang di benua barat telah terjadi wabah..
rakyat di sana tiba tiba mati dalam keadaan yang mengenaskan..kerajaan kerajaan yang ada di benua barat khawatir jika wabah ikut menjangkiti kerajaan mereka..beber Sein.
Ya dan bukan tidak mungkin wabah itu akan sampai juga di benua selatan ini...timpal karaeng Doloking.
Kecuali, mereka menemukan seorang tabib yang dapat menghentikan wabah itu sebelum menyebar..tambah Karaeng Doloking.
Ya betul baginda...tapi saat ini tabib terhebat dunia persilatan sudah tidak pernah menampakkan diri..sementara rata rata tabib istana hanya sampai pada tingkat Grand Master...jelas Sein.
Apa? jadi meksudmu ada level tabib yang lebih tinggi dari Grand Master..?tanya Karaeng Doloking..
Betul baginda..bahkan masih banyak tingkatan lagi di atasnya...jelas Sein.
Sekarang bagaimana menghadapi wabah itu, bisa saja wabah itu masuk menjangkit ke kerajaan kita...tanya Raja Doloking.
Baginda...! saya menyarankan agar kita memperketat perbatasan..bahkan kelak jika di perlukan kita bisa menutup sementara perbatasan agar orang masuk dan keluar dari kerajaan Lampeapi bisa kita kendalikan..jawab Sein.
Adik, Menurutmu penyakit apa yang mewabah itu..?
Aku juga belum tahu baginda..aku harus melihat korbannya dulu baru bisa menarik kesimpulan...
tapi berdasarkan informasi yang sudah di dapatkan, kesimpulan semetara bahwa wabah ini tidak alami..tapi sengaja di buat oleh orang ..jawab Sein.
Ada orang yang tega bermain main dengan nyawa manusia..!? tanya Karaeng Doloking geram.
Ya..kemungkinan dari golongan hitam...atau orang yang bekerja sama dengan golongan hitam...beber Sein.
Sekarang yang perlu dilakukan selain menutup perbatasan kerajaan..kita juga perlu mengadakan pertemuan seluruh kerjaan di benua selatan ini untuk menutup sementara bebua selatan demi mencegah agar wabah tidak masuk ke benua kita..tambah Sein.
Betul katamu adik..!!
aku akan segera menyurati semua raja di benua selatan ini untuk mengadakan pertemuan terkait wabah ini..jawab Raja Doloking.
Selanjutnya, saya mohon ijin..saya bersama Yasmin dan Mentari akan ke benua barat menyelidiki persoalan ini..kata Sein.
Mmm..baiklah...tapi kalau bisa cepatlah kembali...! pinta Raja Doloking.
Terimakasih baginda...!!
Setelah Sein dan kedua gadis kembali ke kediamannya, Sein mengerahkan jaringan mata mata kerajaan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak dari benua barat.
Sein juga mengontrol perkembangan organisasi rumah obat dan asosiasi tungku biru..
ternyata hasilnya cukup memuaskan..
Sebelumnya Sein telah mengatur,
Setiap kerajaan di lima benua kelak akan di dirikan asosiasi tungku biru..
dan rumah obat akan didirikan di setiap kota di tiap tiap kerajaan di lima benua.
Kini Keberadaan rumah obat sudah berdiri di setiap kota di kerajaan Lampeapi.
sedangkan Asosiasi Tungku Biru berada di ibukota kerajaan lampeapi sebagai pemasok pil untuk rumah obat.
Ini berkat kemampuan seorang pemuda yang di pilih Sein untuk mengatur kedua organisasi, Rumah Obat dan Asosiasi Tungku Biru.
Wen..!!
Ah saudara Sein..Kapan kau kembali..
baru saja..! jawab Sein.
Saudara Sein..kita butuh orang orang yang berbakat untuk meracik obat...kondisi saat ini kita masih mengandalkan para peracik tingkat rendah..paling tidak tiap satu cabang Asisiasi Tungku Biru yang kita tempatkan di ibukota ada yang bisa meracik pil tingkat tinggi..dari cabang inilah kita akan menyebarkan pil buatanya ke seluruh Rumah Obat yang ada di kerajaan..
Rumah Obat pun Demikian, kita butuh seorang tabib tingkat tinggi..paling tidak satu orang dalam tiap kerajaan...beber Wen.
Betul..mengenai peracik obat nanti aku akan menjemput para peracik tingkat tinggi biar mereka yang meracik dan mengajar para peracik tingkat pemula ini..agar kelak setiap cabang yang yang kita dirikan di tiap kerajaan memiliki peracik yang handal...
Kalau mengenai tabib untuk rumah obat, biar pertahankan saja dulu keadaan sekarang sambil aku mencari dari perguruan perguruan yang ada di dunia persilatan..timpal Sein.
++
Kecuali Kerajaan Rappocini,
Kedua kerajaan lain..Palamerah dan Tanatojeng di benua selatan sangat terkejut...
Mereka khawatir jika wabah dengan cepat menyebar dan masuk ke kerajaan mereka...
__ADS_1
sehingga mereka semua antusias mengikuti pertemuan yang ajan di adakan di kerajaan Lampeapi..
Beberapa hari kemudian..
Di kerajaan Tanatojeng..
Nampak Raja Cerekang sangat tidak senang..
ia masih saja dongkol akibat kekalahan utusannya..ditambah lagi keadaan putranya yang sudah tidak begitu jelas jika berbicara..
Ini kesempatan kalian...!!
Gunakan keadaan ini untuk membalas utusan Lampeapi itu..
Aku ingin kalian mengalahkannya...!!
Sebelum berangkat kesana aku akan mengundang seorang sakti yang akan membantu kalian...kata Raja Cerekang.
Baik baginda...jawab Para jendralnya.
Semetara itu,
Sein sudah mengatur segalanya sebelum berangkat menuju benua barat bersama Yasmin dan Mentari..
Kini mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju benua barat...
mereka berkelebat dengan cepat...
Kakak..kemana tujuan awal kita..?tanya Mentari.
Ke rumahmu...!!
Kerumahku..!? buat apa!!?
Kau lupa? kalau aku akan akan meminta pada orang tuamu untuk menukahimu..!!?hehehe..jawab Sein dengan maksud menggoda Mentari sambil cengengesan.
Huh...dasar..!gerutu Mentari..
Adik..ayo tunjukkan jalannya..kita kerumahmu..!! tambah Yasmin..
Iih...kalian berdua...! awas ya...
baiklah...! ayo kita kerumahku...! kata Mentari sembari berkelebat cepat.
Sein dan Yasmin mengikuti...
Beberapa kali saat malam tiba mereka beristirahat sekedar memanggang buruan untuk makan atau pun tidur di atas sebuah pohon.
Terakhir Mereka melintasi lautan yang luas dengan ilmu ringan tubuh mereka..jika ada orang awam yang melihatnya..maka pastilah akan mengira mereka manusia terbang...
tapi bagi seorang pendekar hal seperti ini lumrah terjadi du lima benua...
Setelah beberapa hari, sampailah mereka di benua barat..
mereka menjejakkan kakinya di tepi pantai benua barat..
Beberapa orang nelayan sedang sibuk dengan perahu mereka...
Kita berada di wilayah kerajaan apa ini..?tanya Sein.
Ini wilayah kesultanan Datuk Delapan..jawab Yasmin.
Owh...baguslah..!!
Mentari..! dimana rumahmu..!?
Setelah melewati desa nelayan ini,..disana lah desaku...Desa Gamping..!! jawab Mentari.
Kakak..setelah dari desaku, apakah kita akan ke istana..!?tanya Mentari pada Yasmin.
Aku tidak tahu...sebenarnya aku malas untuk pulang saat ini...jawab Yasmin kurang bersemangat..
Ai..kakak..kau kenapa...!?tanya Mentari.
Yasmin hanya menggeleng pelan..terlihat bulir air mata di sudut matanya..
Yasmin..!!ada apa!!?tanya Sein Serius.
Ah..tidak apa apa...! kita kerumah adik Mentari dulu saja..nanti baru aku ceritakan..jawab Yasmin memperbaiki perasaannya.
Yahh...baiklah...!
ingat..!! jika ada masalah ceritakanlah..aku kan suamimu..hehehe...goda Sein sambil menghapus bulir air mata di mata Yasmin..
Yasmin menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya sambil senyum tersipu.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan santai...
Eh kakak...apa tidak sebaiknya kita malih rupa lagi ke wajah asli kita!!?orang tuaku pasti tidak akan mengenalku...pinta Mentari.
ah iya...memang seharusnya begitu...jawab Sein.
Mereka bertiga pun berpegangan tangan sambil Sein merapal aji malih rupa untuk mengembalikan wajah mereka bertiga ke bentuk aslinya ..
setelah itu mereka melanjutkan perjalanan...
Setelah beberapa lama berjalan santai...
mereka tiba di desa Gamping..kampung halaman Mentari..
Kakak..inilah kampung halaman ku..!
di bagian barat desa adalah rumah orang tuaku..celoteh Mentari.
Adik..!! sudah berapa lama kau tidak pulang..tanya Yasmin.
Emmmm...tiga tahun..ya sepertinya tiga tahun...! jawab Mentari.
Keasyikan berbincang,
tanpa sadar mereka bertiga sudah berada di depan rumah Mentari.
Kebetulan adik Mentari, Utari ada di halaman sedang menyapu...
hah..kakak...!!?
Kakak pulang...!!
ayah ...ibu...kakak pulang..!!teriak Utari..
Segera Ayah dan ibu Mentari tergopoh gopoh keluar..
Ah anakku...kau sudah pulang..!! seru mereka berdua...
Ayah..ibu...!! seru Mentari seraya berlari kehalaman Memeluk ayah dan ibunya..
ibu..!! Mentari kangen..rengek Mentari.
Utari dan ayah Mentari Yang menyadari ada orang lain yang datang bersama Mentari segera mempersilahkan Yasmin dan Sein masuk..
Ah..kalian pasti teman Mentari..ayo mari masuk...
ayo...silahkan duduk...pinta ayah Mentari.
+++
__ADS_1