
Di jurang Gunung Tujuh,..
Selir Atikah terus melatih diri dengan kesaktian warisan Li Puaro.
Saat ini para pengikutnya pun tak ketinggalan, mereka juga berlatih dengan tekun..
Selir Atikah menyadari, dalam menghadapi Sein, ia membutuhkan kekuatan yang sangat besar, beberapa kali percobaan pembunuhan yang di aturnya untuk Sein terus saja mengalami kegagalan..
Dengan perlindungan dari beberapa pengikutnya dan beberapa penjaga jurang gunung tujuh yang di wariskan Li Puaro padanya, ia semakin merasa nyaman menetap di kawasan Jurang Gunung Tujuh.
Selama beberapa hari ia berada di Jurang Gunung Tujuh, ia semakin memahami betapa ia memerlukan banyak dukungan untuk menghadapi kekuatan Sein.
Saat ini ia hanya bisa bersabar untuk sementara waktu sampai dukungannya mencukupi.
Ki Blirik, setelah mendapatkan berita bahwa Sein dan Si Petarung Gila sedang menuju Danau Singkarak, ingin segera memperjelas apa sebenarnya yang terjadi pada Si Petarung Gila, hingga bisa bersama Sein..
Karena itu, ia dan ketiga jendral tua pemgikutnya dengan terburu buru menuju Danau Singkarak, yang kemudian bertarung dengan Wong Mu dan akhirnya tewas menjadi santapan kumbang api beracun milik Sein.
Kantil, Panggilkan Ki Bilirik.., perintah Selir Atikah, yang tidak mengetahui kepergian Ki Blirik ke Danau Singkarak.
Nyonya, dua hari yang lalu Ki Blirik pergi ke Danau Singkarak.., jawab Kantil.
Danau Singkarak..?? untuk apa..?tanya Selir Atikah.
Katanya ia akan menangkap pangeran Sein hidup hidup.., jawab Kantil lagi.
Mm..? apa kau tahu, Ki Blirik mendapatkan berita dari mana ?tanya Selir Atikah.
Sepertinya dari dunia persilatan nyonya..
Dunia persilatan..!!? sepertinya ini sangat aneh,..mengapa ada berita dunia persilatan sampai kesini..?
Saat itu Jendral Cataka yang membawa berita sepulang memebeli beberapa keperluan dari desa di barat gunung bagian timur, nyonya..jelas Kantil.
Oh..? begitu rupanya ya..? timpal Selir Atikah dengan wajah kebingungan..
Aneh,..sepertinya ada yang mengganjal dalam masalah ini.., batin Selir Atikah, tapi ia juga masih belum begitu jelas apa yang membuat perasaannya seperti ada yang mengganjal..
+
Di Bukit Batu Kasek,
Tiga orang berkelebat membelah panasnya udara siang..
Kakak..lihat di sana...! seru Wong Mo, melihat tubuh tergeletak.
Ya...ayo cepat..., ajak Wong Ma segera menuju arah yang di tunjuk Wong Mo.
Adik Mu,..!
A Mu..., !
Adik Mu..!
Seru ketiganya, Saat mereka tiba di samping sosok Wong Mu yang terbaring..
Wajah Wong Mu sangat gelap,..Dampak pukulan yang diterimanya dari Ki Blirik si Warok Mata Api sangatlah berbahaya...
Adik Mu saat ini sangat kritis..! ucap Wong Ma.
Ayo segera kita bawa dia ke Klan untuk di obati.., seru Wong Mi.
Tidak akan sempat, sebaiknya sekarang saja kita obati dia di sini, jika tidak, maka nyawanya tidak akan tertolong lagi.., timpal Wong Ma.
Kakak,..mengobatinya di sini sangat beresiko, jika kita mengalami gangguan saat pengobatan maka akibatnya adalah kelumpuhan bagi kita semua..., kata Wong Mo.
Mm...betul, karena itu salah seorang dari kita akan berjaga.., dua orang akan bergabung kekuatan untuk mengobatinya.., tambah Wong Ma.
Kakak, biar aku yang berjaga.., timpal Wong Mi..
Mm..baiklah..berjagalah dengan baik, kami berdua mengandalkanmu..., kata Wong Ma..
Eh..kakak..apakah cukup hanya dengan kekuatan kita berdua saja..?tanya Wong Mo.
Kita coba dulu saja,..putus Wong Ma kemudian mengambil posisi untuk melakukan penggabungan tenaga..
Wong Mo terpaksa tidak membahasnya lagi lalu, ikut mengambil posisi di sebelah Wong Ma...
Mengerahkan Ilmu pengobatan warisan leluhur klan Wong, " Energi Penyambung Nyawa"..
Ilmu Energi penyambung Nyawa dapat menyembuhkan sakit separah apapun, asalkan belum mengalami kematian maka masih bisa di sembuhkan dengan ilmu ini..
Penggunaan ilmu ini memerlukan tenaga dalam ataupun energi Qi yang sangat besar, karena itulah pengguna ilmu ini saat akan menyembuhkan seseorang harus menghubungkan kekuatan,
Besarnya energi yang di butuhkan tergantung tingkat keparahan luka yang di derita orang yang akan di obati..
Kedua leluhur Klan Wong itu, kini melakukan penyatuan energi dengan sangat susah payah...,
Semetnara salah seorang leluhur yakni Wong Mi, berjaga dengan sangat hati hati...
Walau mereka menguasai ilmu ini, namun ilmu ini jarang di gunakan,..hanya pada keadaan tertentu seperti saat ini saja baru mereka menggunakan ilmu rahasia ini..
Tubuh Keduanya berkeringat deras,..
Nampaknya penyaluran dan penyatuan energi kedua leluhur ini velumlah cukup..
__ADS_1
Adik Mi..sepertinya ini akan gagal jika kau tidak segera membantu kami..., dan jika ini putus di tengah jalan tanpa di tuntaskan maka energi penyatuan akan berbalik dan membuat kami terluka dalam sangat parah...seru Wong Mo..
Kakak, apa tidak masalah jika tidak ada yang berjaga..? kalau ada yang mengganggu bagaimana.?tanya Wong Mi serba salah..
Tidak usah berjaga, cepatlah..! kami tidak bisa menahannya terlalu lama.., jika kau bergabung membantu, maka kita dapat selesaikan ini dengan cepat,..tambah Wong Mo.
Ya baiklah,..semoga saja sebelum kita menyelesaikan ini tidak ada yang datang menganggu..., ujar Wong Mi dengan berat hati lalu mengambil posisi penyatuan dan penyaluran energi seperti Wong Ma dan Wong Mo..
Tepat saat Telapak tangan Wong Mi menyentuh telapak Wong Mo untuk penyatuan, Wong Ma berteriak,
Adik Mi, jangan dulu...,!! Seru Wing Ma lengking..
Tap...!!
terlambat..., telapak tangan Wong Mi dan Wong Mo sudah menyatu dan detik itu juga energi ketignya terhubung dan menyatu...
Sesaat sebelum Wong Mi bergabung, Wong Ma samar samar merasakan ada energi yang bergerak dari kejauhan ke tempat mereka saat ini..
Karena itu ia berusaha mencegah wong Mi untuk tidak bergabung dulu, tetapi sudah terlambat..., energi ketiganya telah menyatu dan seketika tersalur pada Wong Mu yang masih tergeletak..
Ada apa Kak..? tanya Wong Mi heran..
Wong Ma hanya menatap tak rela pada Wong Mi..
Celaka.., ada orang yang menuju kemari..., !! Seru Wong Mi baru menyadari keberadaan seseorang yang berkelebat cepat ke arah mereka..
Ketiganya hanya bisa pasrah dan berusaha sekuat tenaga mengobati Wong Mu dengan harapan sekiranya dapat menyembuhkan Wong Mu sebelum orang itu tiba di tempat mereka..
Beberapa saat kemudian saat keempatnya masih terhubung satu sama lain,..warna hitam di wajah Wong Mu Mulai terlihat pudar..., pertanda penyembuhan berjalan dengan sangat baik..
Tiba tiba,
Tiga sosok lelaki menjejak tanah tepat di balakang mereka..
Tap.. !
Tap..,
Tap ..
Saat ini Sein, Karaeng Gantarang dan Prabakara, memberikan sebuah pukulan tapak di tengkuk ketiga leluhur Klan Wong, Wong Ma, Wong Mo dan Wing Mi..
Seketika itu juga, ke empat leluhur klan wong itu muntah darah dan semua pusat energinya meledak...termasuk Wong Mu yang masih tergeletak, juga merasakan pusat beladirinya hampir musnah seketika..
Kini ke emptanya hampir tak berbeda dengan orang tua biasa tanpa ilmu kesaktian ditambah luka dalam yang sangat parah...
keempat leluhur itu sangat marah,..
Kau...,..
Ka..uuu..!!
Ketiga leluhur tidak mengetahui bahwa yang menyeangnya adalah Sein..
Tetapi Wong Mu segera mengenali sosok Sein, namun ia saat ini tak dapat berkata kata..kondisinya sangat lemah..
Sein tidak memperdulikan kemarahan mereka,
Semetara Karaeng Gantarang dan Prabakara sudah mundur, Sein masih terus menempelkan telapak tangannya pada tengkuk Wong Ma...
Dengan hati yang sangat marah Wong Ma terpaksa diam saja, karna saat ini sama seperti Wong Mu, tubuhnya sangat lemah..
Beberapa tarikan nafas berlalu, Wong Ma mulai merasa heran mengapa ia merasakan sesuatu yang sejuk menjalar keseluruhan pembuluh darahnya.., ia merasakan seluruh tubuhnya sangat nyaman...
Hm..ahhhh...., mengapa orang ini malah menyembuhkan luka dalam selama ratusan tahun akibat racun empedu Kura Kura Api dalam tubuhku..?
Beberapa saat berlalu, Sein mengakhiri mengalirkan energinya pada Wong Ma,.
Sein kemudian memasukkan sebuah pil berwarna kuning gading kedalam mulut Wong Ma..
Telanlah ini tuan...,! kata Sein sembari memasukkan pil itu ke dalam mulut Wong Ma..
Wong Ma menelan pil itu Dengan canggung.
Selanjutnya Sein melakukan yang sama pada Ke dua tetua lainnya,..tak terkecuali Wong Mu ia pun yang sebelumnya berniat mencelakai Sein, justru di berikan pengobatan oleh Sein..
Setelah kesehatan semuanya sedikit pulih, walaupun saat ini tenaga dalam dan kesaktian mereka jauh berkurang.., tapi mereka merasa kesehatannya sangatlah baik di banding sebelumnya..
Terima kasih tuan, tuan telah menyembuhkan kami..! kata Wing Ma..
Kakak..dia adalah pangeran Sein yang akan kita bunuh itu..., jelas Wong Mu..
Ketiga leluhur lainnya seketika terperanjat..
Apa...?? hampir saja ketiganya memuntahkan darah mendengar ini.
Dengan tatapan tak percaya Wong Ma bertanya pada Sein..
B..be..narkah...? tanya Wong Ma.
Sein mengangguk, benar tuan, saya adalah Sein, tapi saya tidak tahu mengapa tuan tuan ingin membunuh saya..? jawab Sein santai..
Oh, jadi apa maksud pangeran menyembuhkan luka dalam lama kami..?dan dari mana tuan tahu kami terluka dalam seperti ini..?
Tuan tuan, aku dan salah satu anggota klan kalian berteman dengan baik.., ia pernah menceritakan hal ini padaku.., memandang pertemanan dengannya maka aku menyembuhkan tuan tuan..
__ADS_1
Siapa orang klan wong yang jadi tenan baik anda pangeran..? tanya Wong Ma..
Dia Wong Liem..!! jawab Sein singkat..
Hah..!!??
seru ke empatnya.
Pantas saja saat kami menanyakan padanya tentangmu ia sangat malas mengungkapkannya..., kata Wong Ma.
Sekarang Kalian sudah sembuh, kalian pulanglah dan istirahat dengan baik, enam bulan kemudian kekuatan kalian akan sepenuhnya kembali seperti semula..., jelas Sein.
Omong kosong, hari ini kami pasti akan membunuhmu..., ucap Wong Mu dengan penuh rasa benci..
Adik, tenanglah..!! Sergah Wong Ma.
Pangeran, apa maksud semua ini..??tanya Wong Ma.
Tidak ada maksud apa apa.., tugasku adalah menyebar kebaikan dan membuat dunia ini aman dari kejahatan,..
Aku tahu, tuan tuan juga tidak tahu persis apa kesalahanku dan kenapa ingin membunuhku..
Kau telah membunuh Wong Cai, salah satu tetua Klan Kami..., potong Wong Mu..
Oh.? apa tuan Wong Mu punya bukti..?
Wong Mu terdiam..
Tuan tuan, ketahuilah,..Wong Cai masih hidup, dia di tahan oleh baginda sultan karena ia dicurigai bersekongkol dengan para penghianat kesultanan..,
Tuan tuan, aku tahu selama ini Klan Wong tidak ingin terlibat urusan pemerintahan, sebaiknya kalian periksa baik baik apa yang telah dilakukan oleh ketua Klan Wong, Wong Lee..,beber Sein.
Wong Lee hanya melaksanakan pesan leluhur kami, membawa kembali cakram saudarsana dan kitab ganjar dewa pada klan kami.., timpal Wong Mu
Berarti tuan belum tahu persis.., Wong Lee menggunakan Klan Wong untuk bekerja sama dengan Kaisar Jin, ingin memberontak pada kekuasaan sultan datuk delapan, jelas Sein.
Sein mengungkapkan ini karena dari Wong Liem ia tahu jika para leluhur klan dan Wong Lee berbeda pandangan dalam hal ini...
Benarkah ada yang seperti ini..?tanya Wong Ma..
Hehe...tuan Wong Ma sepertinya perlu berbicara panjang dengan tuan Wong Liem.., kata Sein terkekeh..
Kau sudah bekerjasama dengan Warok Mata Api untuk melukaiku, sekarang kau mengatakan semua ini apa maksudmu..? tanya Wong Mu dengan tidak puas.
Mm..masalah itu hanya kebetulan saja, Ki Blirik, sudah ikut mengincarku atas perintah selir atikah si wanita gila itu..jadi aku memang mengundang Ki Blirik si Warok mata api itu ke Danau singkarak untuk membereskan masalah ini dengannya , tak kusangka tuan Mu juga datang ingin mencari masalah deganku, jadi saat itu aku hanya memanfaatkan situasi saja..mohon tuan Mu memaafkan..beber Sein lalu menjura..
Keempat leluhur Klan Wong ini pada dasarnya punya sifat yang angkuh, jadi, saat melihat Sein seorang yang pangeran menjura pada mereka, hati mereka sedikit tergerak...
Sudahlah, pangeran juga sudah mengobatimu, mau mempermasalahkan apa lagi.., kata Wong Ma..
Wong Mu pun terdiam setelah itu..
Pangeran, apa benar cakram sudarsana sudah di rebut oleh selir atikah? tanya Wong Ma.
Beritanya begitu besar di dunia persilatan, apakah tuan Ma tidak mendengarnya...?? tanya Sein berkelit karena ia tak ingin menjawab dengan berbohong..
Jika ia mengatakan yang sejujurnya bahwa cakram sudarsana masih di tangan Mentari, ia khawatir Mentari bahkan keluarga kecil mereka akan kembali menjadi incaran para pendekar serakah dunia persilatan..
Wong Ma yang mendengar jawaban Sein, langsung berkesimpaulan bahwa berita selir atikah merebut cakram sudarsana memang benar...
Melihat ketiganya masih diam, Sein pun hendak pamit pergi..
tapi segera di cegah oleh Wong Mu..
Tunggu..., pangeran kau memang telah mengobatiku, tapi bagaimana dengan ketiga orang generasi muda Klan Wong yang terbunuh..?? kata Wong Mu menuntut pertangggungjawaban Sein.
Oh...jadi tuan Mu masih menyalahkan saya..? apakah hal ini bukan kesalahan tuan Mu sendiri yang sengaja mencari masalah denganku..? Sein balik bertanya dengan mulai menekan..
Huh...aku tidak akan mengampunimu dalam hal ini..., gerutu Wong Mu.
Tuan tuan,..jangan melampaui batas..., tuan pangeran telah berbaik hati pada anda semua..anda semua telah berniat tidak baik pada pangeran, tapi pangeran justru membalas anda dengan kebaikan..,
Ingat..!! jangan sia siakan kesempatan saat ini..tidak akan ada yang kedua..!! timpal Karaeng Gantarang mengancam...
Halah...aku tidak takut Pada kalian.., Teriak Wong Mu dengan segera berdiri memasang sikap siap bertarung..,
Ck..ck...ck..., kalian memang sudah tidak tertolong lagi..., Gumam Karaeng Gantarang..
Sein menatap Wong Mu dengan acuh,..lalu menyapukan pandangannya pada tiga leluhur Klan Wong lainnya..
Ketiganya kini juga sudah berdiri dengan posisi bersiap, mengikuti Wong Mu..apa boleh buat bagi mereka kesatuan hati mereka lebih penting..
Jadi jika Wong Mu memutuskan untuk melawan Sein, maka ketiganya pun terpaksa ikut melawan..
Tersungging senyum tipis di wajah Sein, lalu dengan cepat sebuah kekuatan berbentuk kubah mengurung ke empat leluhur Klan Wong.
Formasi Segel ruang...!! seru Wong Ma..
Celaka...!! nasib kita benar benar sial dan hidup kita akan berkahir di tempat ini..! seru Wong Ma..
Kakak..., mengapa kekuatan kita langsung hilang setengahnya..,? seru Wong Mu kaget.
Makanya kau jangan gegabah, lihat sekarang kita tidak punya jalan mundur lagi..., timpal Wong Mi berkeringat dingin menahan tekanan energi..
Ayo, cepat...kita satukan kekuatan...kita hancurkan segel ruang ini.., sahut Wong Mo...
__ADS_1
+++