
Di hutan Purba, Hung Min membuat pengaturan untuk mempersiapkan pengikut Hutan Purba dalam bentrok besar yang akan terjadi, sebenarnya yang menjadi pimpinan Hutan Purba sesuai pertintah tetua iblis Biru adalah Tan Atai, namun karena Hung Min merupakan Guru Tan Atai, maka Tan Atai Menyerahkan pucuk pimpinan pada Hung Min..
Hung Min menyusun rencana, Kekuatan Para Petarung dari perkampungan iblis sudah di selami oleh Hung Min, Murid Murid binaan tetua Iblis Biru Itu memang rata rata berkemampuan sangat tinggi..
Satu tingkat dibawah petarung petarung perkampungan Iblis, ada Penguasa Hutan Purba sebelumnya, Hantu Muka Lima dan pengikutnya..sedangakan kekuatan seribu tiga ratus pasukan Parsi yang dibawa Makil dapat dikatakan hampir setara, berada di posisi paling lemah adalah Golongan Hitam yang begabung dengan Perguruan Lengan Iblis dan Prajurit kerajaan Singgalang..
Setelah memetakan kekuatan yang dimiliki oleh Hutan Purba, Hung min membagi kekuatan menjadi tiga lapis..
Pasukan yang akan berda di lapis terluar adalah pasukan kerajaan Singgalang, setelah itu Anggota perguruan golongan hitam lalu seribu tiga ratus pasukan parsi dan kelompok Hantu Muka Lima akan memperkuat barisan dalam, setelah itu barulah petarung Dari Perkampungan Iblis dan Jurang Gunung tujuh yang menjadi pasukan Utama..
Langkah pertama yang akan dilakuka adalah mengirimkan pasukan untuk penaklukan kesultanan Datuk Delapan.
Makil masih menggerakkan pembunuh misterius bertopeng darah di ibukota, dengan tujuan melemahkan pasukan kesultanan datuk Delapan dari dalam.
Paman Hung, aku melihat memang petarung petarung ini sangat kuat, bagaimana dengan kekuatan tetua iblis biru yang berada di bakik semua ini..?puji Makil.
Pangeran, yang anda lihat ini belum seberapa, bahkan kekuatan tetua iblis biru yang dikenal sangat luar biasa itu tidak ada apa apanya jika dibanding dengan kekuatan dan kekuasaan “Istana Iblis”.. beber Hung Min..
Benarkah..? segitu kuatnya kelompok itu..?dan...Istana Iblis?? Di mana itu..? aku baru mendengarnya..!! ucap Makil bertanya..
Nanti juga pangeran akan tahu, untuk sekarang masih sulit bagi saya untuk menjelaskannya..,pelan pelan akan berhubungan dengan Istana jawab Hung Min.
Dari yang Hung Min pernah dengar, Istana Iblis adalah pusat kekuatan sang Dewa Iblis, Istana Iblis berada di atas lautan dengan awan yang berbentuk segi enam, dimana tepatnya Istana Iblis tidak diketahui oleh orang banyak, bahkan para pengikut Dewa Iblis pun sangat jarang yang mengetahuinya..
Di atara para tetua Iblis, hanya Tetua Iblis Biru yang pernah masuk ke Istana Dewa Iblis, kata Hung Min.
Tetua Iblis Biru..??siapa lagi orang ini..?Tanya Makil.
Tetua Iblis Biru adalah salah satu dari tiga tetua Iblis yang ada, mereka adalah pengikut setia Dewa Iblis,..kata hung Min menjelaskan..
Oh..!! timpal Makil mulai sedikit mengerti.
Hung Min dan Makil terus berbincang sampai pembahasan mengenai rencana kedua mereka, balas dendam pada golongan putih, Sein dan para sesepuh.
+
Di Ibukota,
Sebahagian besar keluarga bangsawan mengerahkan petarung tingkat tingginya untuk membanti Istana mengamnkan ibukota,..
Petugas di bantu oleh para petarung keluarga bangsawan berPatroli tak pernah putus sehari semalam secara bergantian sampai di hampir setiap sudut ibukota.
Keluarga Malingka alam, yang merupakan sekutu Atikah dan Hung Min secara sembunyi sembunyi, juga ikut berpatroli namun tujuan mereka adalah diam diam mengamati situasi dan melaporkannya pada Atikah atau Hung Min.
Keadaan seperti ini direncanakan akan berlangsung dengan teratur selama terjadinya perselisihan dengan jurang Gunung tujuh yang kini sudah berubah menjadi perselisihan dengan Kerajaan Singgalang..
Pagi tadi, Sultan Malik, sudah melepas kepergian pasukan bantuan untuk Jendral Bagada,
Kali ini Sultan Malik benar benar bertekad melenyapkan kekuatan Jurang Gunung Tujuh, untuk itu ia sampai mengirim Jendral Rola yang sudah lama mengundurkan diri..
Jendral Rola ditugaskan sebagai bantuan tersembunyi untuk Pasukan Jendral Bagada
Jendral Rola pada masa aktifnya adalah pemengang empat kekuatan angkatan perang, sewaktu Makil memberontak puluhan tahun silam, Jendral Rola adalah saingan berat Jendral Besar Blirik yang sudah terbunuh akibat taktik Sein (baca ep.120),
Jendral Rola Mundur karena tidak ingin melukai Makil yang dianggapnya sama seperti Malik sebagai anaknya sendiri..
Ya, Jendral Rola adalah sahabat karib ayah Sultan Malik dan Makil...
Saat ini, pandangan Jendral Rola berubah terhadap makil yang terkesan menghalalkan segala cara untuk merebut tahta, bahkan sampai bergabung dengan kekuatan golongan hitam.., hal inilah yang membuat Jendral Rola bersdia turun gelanggang untuk menumpas kekuatan Atikah dan makil..
Namun ia tetap terus terang pada Sultan Malik, bahwa ia tidakakan membunuh makil..dan dengan sebuah permintaan, ‘jika Sultan ingin membunuh makil, sebaiknya tidak ada aku di tempat itu’, kira kira seperti itula permintaan Jendral Rola..
Pasukan bantuan terus bergera dibawah pimpinan Jendral Mukti,.., Jendral Mukti juga ditugaskan bersama Jendral Rola untuk membantu Jendral Bagada, namun berbeda dengan jendral Rola yang tersembunyi, jendral Mukti justru terang terangan..
Selain Jendral Mukti, secara rahasia Sultan Malik juga meminta Sutan nan Panjang untuk mengirim seorang petarung tingkat tinggi untuk membantu pasukan melawan jurang gunung Tujuh,
Karena itu juga secara rahasia,tak tanggung tanggung Sutan nan Panjang mengutus Angku Laras yang baru saja sembuh untuk mengikuti pasukan bantuan secara sembunyi sembunyi..
Di desa kaki Gunung Kerinci,
Pasukan Jendral Bagada mulai bergerak...
Sesuai perintah menteri pertahanan, Jendral maganda dan pasukannya diminta maju menuju dua ribu tombak dari batas desa terakhir..
__ADS_1
Jurang gunung Tujuh,
Pengintai dari atas Gunung Kerinci melaporkan pada YangLeiting selaku pemimpin, bahwa ada pergerakan dari pasukan Jendral Bagada.
Para murid murid perguruan Serigala Iblis yang sudah bersiap beberapa hari ini mulai menempati posisi sesuai pengaturan,..
Nyonya, Pasukan Jendral Bagada sudah bergerak, kami siap menyambunya dengan meriah.., kata Yang leiting pada Atikah.
Hahaha...Jendral Bagada, Jendral bau kencur itu terlalu meremehkan kekuatan Jurang Gunung Tujuh,..! timpal atikah santai..
Sebelum sampai ke sini, mereka harus melewati daerah gunung yang medannya sangat sulit, ditambah hutan gunung yang penuh aura mistis.., mereka akan menghadapi ratusan hewan misits kuno yang sangat buas, yang aku kendalikan...sebelum mereka bisa menembus kesini..., beber atikah membanggakan kawasan Jurang Gunung tujuh..
Hewan Misitis buas..? hewan apa itu nyonya, mengapa aku tidak pernah melhatnya..? tanya Yang Leiting penasaran..
Aku sengaja membuat mereka tidak berkeliaran dan hanya berdiam di suatu tempat, jika aku mebuarkannya berkeliaran apa masih ada orang yang akan bergabung dengan kita di sini..? timpal Aatikah.
Oh..aku mengerti, kata Yang Leiting.
Tuan Yang,..menurut tuan, siapa di antara tuan tuan bertiga yang punya kemampuan mengadapi Jendral Bagada itu,..? tanya Atikah
Dari laporan yang sudah kami terima, Jendral Bagada hanya seorang petarung Grand Master Langit Akhir, sangat Jauh dengan kami bertiga, jadi, siapa saja di antara kami bertiga akan dapat mengalahkannya.., jelas Yang Leiting.
Hmh...baguslah, tapi ingat tuan Yang, Jendral itu cukup ahli dalam strategi perang, hati hatlah..meski ia kalah dari sisi beladiri, tapi ia unggul dari sisi taktik peperangan..., ucap atikah mengingatkan.
Baik nyonya.., terimakasih sudah mengingatkan.., kalau begitu hamba pamit memantau persiapan pasukan kita,..timpal Yang Leiting lalu menjura hormat dan pergi..
+
Di tempat lain,..
Ki Tirta Arum begerak dengan cepat ke hutan bambu kuning ,..
Atas perintah Sultan Malik sebelumnya, Ki Tirta Arum diperintahkan untuk meminta Sien dan para sesepuh dunia persitan golongan putih untuk bergabung dengan kekuatan Istana Datuk Delapan menumpas golongan hitam.
Hampir sehari semalam berkelebat dengan kekuatan penuh, Ki Tirta Arum akhirnya memasuki daerah Hutan bambu kuning..
Namun seperti yang diduganya,..
‘kubah energi’ buatan Salman masih kokoh membentengi wilayah itu..
Hmh....! rupanya pangeran benar benar menutup wilayah ini dari dunia luar..!! gumam Ki Tirta Arum.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Ki Tirta Arum membuat beberapa pesan tulisan pada selembar kain yang dikeluarkan dari balik jubahnya,..
Mencari Ranting kering lalu mengikat kain bertuliskan pesan itu, kemudian menancapkan Ranting itu di tanah lalu mengisinya dnegan energi dalam...
KimTirta Arum sengaja melakukkan itu, agar energi yang dipancarkan tonggak ranting kayu itu dapat dirasakan oleh orang orang di dalam kubah pelindung itu..
Setelah melakukan pekeerjaan itu, Ki Tirta Arum pun berkelebat pergi dari tempat itu, kembali ke Istana.
Di dalam Kubah Energi, Sejak kedatangan Tirta Arum dari jarak seribu tombak pun Sein sudah bisa merasakan energinya, namun Saat itu Sein masih berkonsentrasi mengawasi latihan kedua istrinya yang sedang dalam masa krusial, jadi ia memilih untuk tidak menemui Ki Tirta Arum,
Adik, biar aku saja yang mengambil surat yang ditinggalkannya itu, bisik Salman,
Setelah Sein mengangguk pelan, Salman pun berkelebat pergi mengambil lembaran surat yang ditinggalkan Ki tirta Arum..
Beberapa saat kemudian,
Salman kembali membawa surat itu,
Ia tak langsung membukanya, menunggu Sein selesai memberikan bantuan pada kedua istrinya yang sedang berlatih..
Sementara itu,
Para tetua sepuh yang bertugas melatih Pasukan Biru yang telah berganti nama menjadi Pasukan Berani Mati (Baca ep., sedang sibuk dengan serius menggebleng Pasukan Biru yang saat ini sudah memasuki tahapan akhir pelatihan..
Ke enam tetua itu tak henti-hentinya melakukan pembenahan pada teknik dan daya tempur Pasukan Biru.
Tanpa di duga, sejak setelah diberikan beberapa sumberdaya tingat tinggi oleh Sein untuk dikonsumsi oleh pasukan Biru, perkembangan Pasukan Biru meningkat sangat pesat..
Sisa Latihan yang pada waktu sebelum mengkonsumsi sumberdaya dari Sein, semula akan memakan waktu sekitar enam puluh hari lagi, dengan mengejutkan, sisa latihan ini bisa di selesaikan dalam tempo sepuluh hari,
Karena itu sampai pada hari ini, hanya mebutuhkan waktu sekitar dua atau tiga hari lagi, maka target yang ditetapkan Sein sudah dapat dicapai oleh pasukan biru..
__ADS_1
Perasaan sengang dalam hati ke enam sesepuh dunia persilatan itu, tak bisa terlukiskan, hanya semangat mereka dalam melatih semakin menyala..demikian pula dengan pasukan Biru, mereka berlatih dengan semangat yang tak pernah kendur,,..
Pendekar lainnya seperti Kaisar Kelana, Ki Balang Nipa, Kakek Dai , Hitam Putih Kematian, sudah terlebih dahulu melatih diri seperti yasmin dan Mentari..
Dengan bantuan beberapa ekstrak Buah Semangka Emas dan Buah kenari biru, kemampuan mereka juga meningkat pesat..
Rencananya, setelah pelatihan Pasukan Berani Mati selesai, barulah giliran para tetua Sepuh yang akan berlatih meningkatkan kemampuan mereka..
Setelah beberapa peminuman teh Salman menunggu,
Akhirnya Sein selesai membimbing latihan kedua istrinya..
Adik,..ini ada surat yang ditinggalkan oleh pengawal Sultan Malik.., Kata Salman sambil menyodorkan surat yang ditinggalkan oleh Ki Tirta Arum.
Sein menerima lalu membaca surat itu dengan teliti..
Ehehe...Ayahanda sultan,,Ayahanda Sultan..!! Gumam Sein terkekeh..
Ada apa ? tanya salman memegang kening Sein memeriksa suhunya,,
Heii..! aku tidak demammm...! tolak Sein.
Oh? aku pikir adik lagi sakit..soalnya aku lihat kau terkekeh dan senyum senyum sendiri...! kilah Salman.
oh, Ini..! ayahanda sultan memintaku bergabung dengan kekuatan Istana Datuk Delapan,..hehehe..kata Sein menjelaskan, lalu terkekeh penuh makna..
Salman sudah bisa membaca, di hati Sein masih tersimpan sesuatu yang mengganjal antara dia dan Sultan Malik..
Bahkan Salman mengetahui kalau Sultan Malik punya niat membunuh Sein, jika sewaktu waktu kekuasaannya terancam..
Apa jawabanmu adik..? tanya Salman..
Tentu saja aku tidak akan menjawabnya, sambil mengulur waktu sampai persiapan kita selesai..., jawab Sein dengan mimik wajah serius..
Oh, itu bagus..., jangan mau bergabung dengan istana, usul Salman..
Ya..tentu saja , kita tidak akan bergabung dengan kekuatan manapun lagi, pelan pelan kekuatan kitalah yang akan menjadi tujuan kekuatan lain, untuk bergabung atau untuk bertarung..., Ucap Sein dengan semangat berkobar..
Saat berbincang dengan Salman beberapa lama, Sein merasakan ada sebuah kekuatan yang cukup kuat di luar kubah pelindung,
Kakak, ada orang di luar, sepertinya sedang mencari aku..kata Sein lalu berkelebat keluar,..tak ketinggalan Salman degan cepat bersembunyi dalam bayangan Sein..
Sesampainya Di luar, Sein melihat seorang yang tua renta sedang berdiri mengamati kubah atau perisai energi...
Salam tetua..! sapa Sein..
Ah, salam Pangeran..., timpal orang tua renta itu sambil berusaha mengukur kekuatan Sein,..
Karena orang tuan ini adalah petarung kuta jalur energi Qi maka ia dapat merasakan kekuatan Sein.
Ranah Kekal Sejati..!!seru orang tua renta itu...
Oh, tetua juga berlatih di jalur energi Qi..?tanya Sein sopan..
Ahahaha..betul..anda betull..., tapi aku ini hanya seorang pemula,..jawab orang tua itu merendah sambil menjura..
Maaf, kalau boleh tau, tetua ini siapa..?? tanya Sein..
Tidak usah ditanya, namanya Ki Mambang, penguasa Gunung Kerinci sebelum ia diusir oleh Li puaro, hahahaha..., suara ejekan dari Dewa Sedih menggema menjawab pertanyaan Sein...
Hahaha,..rupanya Dewa Sedih Juga sudah berada di sini..,
betul pangeran aku Ki mambang dari gunung kerinci, tapi itu dulu..sekarang aku di gunung Leuser..
aku datang kemari utnuk menyerahkan ini pada pangeran,..kata Ki Mambang lalu menyerahkan sebuah kain berwarna abu abu..
apa ini..?? tanya Sein bingung
itu peta Gunung Kerinci dan jurang gunung tujuh yang aku tulis beberapa hari yang lalu.., jika pangeran bermaksud menumpas mereka saya kira peta itu bisa sedikit membantu.
Owh, terimaksih tetua..., jika berkenan silahkan masuk dulu mampir ketempat kami..., ajak Sein..
+++
__ADS_1