Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Ke Istana Kesultanan Datuk Delapan


__ADS_3

Anakku..sudahlah..berhentilah berpura pura..masalah ini kau tidak akan bisa membohongiku yang tua ini..kata ayah Mentari.


Maksud ayah..!!?


Aku tahu, kau belum menikah dengan tuan puteri..tapi kalian bertiga memang sudah berjanji hidup bersama..benar kan..!!?


Mendengar itu,


Sein mengangguk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Hahaha sudah kuduga...jangan khawatir...


ayah akan membantumu untuk menikahi tuan puteri...janji ayah Mentari.


Paman..!!? benarkah!? tanya Sein dengan mata berbinar.


Tentu saja benar..!!


Nak..ada sesuatu yang belum aku ceritakan pada kalian..nanti saat perjalanan akan aku ceritakan semuanya..


Sekarang bersiaplah, aku menunggumu di luar...kata ayah Mentari kemudian beranjak keluar kamar.


Melihat ayah Mentari sudah keluar..


Mentari dan Yasmin menyusul masuk kekamar


Kakak..ada apa paman masuk kemari..? tanya Yasmin.


pasti kalian membicarakan sesuatu rahasia..sambung Mentari.


Oh..itu.., nanti biar ayah mertua saja yang menceritakannya di perjalanan..jawab Sein ringan.


Sekarang kalian berdua bersiap siaplah..ayah sudah menunggu di luar...! ucap Sein mengingatkan lalu keluar kamar terlebih dahulu.


Kedua wanita cantik itu segera bersiap..


Kakak..kita akan ke rumahmu..bagaimana perasaanmu..? apakah kau senang?tanya Mentari.


Emm..senang campur takut...! jawab Yasmin.


Kenapa..? tanya Mentari.


Takut lamaran kak Sein di tolak ayahanda sultan...! sahut Yasmin.


Ah..kakak jangan khawatir..kak Sein pasti punya cara mengatasi semuanya..


Ya...semoga saja semuanya berjalan lancar...


timpal Yasmin.


Hei...! bisakah kalian lebih cepat..!!? teriak Sein dari luar...


Ish...kakak..! lelaki itu benar benar tidak sabaran...kelak kita harus lebih bekerjasama mengatasinya...gerutu Mentari yang mendengar teriakan Sein.


Yasmin hanya tersenyum, sambil berusaha mempercepat persiapannya.


Aku sudah selesai..kata Yasmin...


Adik kau bagaimana..?


Ini yang terakhir yang akan ku masukkan dalam tas..jawab Mentari.


Sesaat kemudian,..


kedua perempuan cantik itu keluar dari kamar..


kami sudah siap....!! ucap Mentari.


Ah..ibu kami tinggal dulu..baik baiklah di rumah...kata ayah Mentari.


Iya..! kalian hati hatilah di perjalanan...!! sahut ibu Mentari.


Anak anak...ayo kita berangkat..!! kata Ayah mentari.


mereka berempat pun berangkat dengan berkelebat...


Setelah berjalan beberapa saat...


Wah...ilmu ayah makin meningkat pesat..! seru Mentari.


Ah...justru peningkatan kamu yang sangat mengagumkan...timpal ayah Mentari.


Tentu saja ayah...kalau tidak baginda Doloking tidak akan mengangkatku jadi Jendral Utama..kata Mentari bangga.


Ya..ya...putri ayah memang hebat..!hehe.


Saat hari menjelang Siang,


mereka berempat berhenti sejenak di bawah sebuah pohon.


Paman...! Sebenarnya apa isi surat dari istana itu ? Tanya Yasmin.


Oh baiklah..akan aku ceritakan..jawab ayah Mentari.


Jadi surat itu berisi panggilan bagi ku agar segera ke istana untuk membicarakan perjodohan Mentari dengan salah satu keluarga istana..


Apa hubungannya istana denganku, mengapa pernikahan saja harus mereka ikut campur...?tanya Mentari sewot.


Anakku semua..!


Dengar..! sebenarnya aku juga adalah salah satu bagian dari keluarga istana..


tapi aku tidak tertarik dengan kehidupan kerajaan, sejak kecil aku hanya berlatih di akademi istana..kemudian aku di kirim untuk berlatih di sekte Mutiara Hijau..


Sampai suatu hari, aku bertemu dengan ibumu...kami saling menyukai..dan kami memutuskan untuk menikah...


Aku membawa ibumu ke istana..aku mempekenalkannya dengan keluarga istana..


Tapi, tanggapan mereka tidak begitu baik...!!


Bagi keluarga istana, menikah dengan orang biasa yang bukan keluarga kerajaan ataupun bangsawan adalah hal yang memalukan.


Aku sangat kasihan pada ibumu...aku memaksa untuk melangsungkan pernikahan dengan ibumu kemudian memutuskan untuk pergi dari istana...manjauhkan diri dari kehidupan istana yang menurutku tidak masuk akal..


Pernikahan itu akhirnya terlaksana..walau hanyalah hadiri oleh sedikit keluarga..


yang kainnya takut jangan sampai dianggap sebagai pelanggar aturan istana..


Wah..bagaimana paman bisa memaksa mereka? tanya Sein.


Dengan ini..ayah mentari mengeluarkan sebuah gulungan..


Apa itu paman...!?tanya Yasmin dan Sein.


ini adalah Dekrit pemberian Sultan terdahulu saat aku menyelamatkannya dari pemberontak.


Dekrit ini berisi bahwa kesultanan akan mengabulkan tiga permintaanku.


Aku baru menggunakannya sekali, saat akan manikahi ibu mentari...


Masih ada dua kali permintaan lagi...


Lantas..!?.pada saat itu, apa kesultanan mengijinkan paman keluar dari istana!?

__ADS_1


Ayah Mentari menggeleng..aku sudah dianggap pelanggar aturan istana.. mana mungkin istana membiarkan aku dengan mudah..


Setelah mengalami beberapa penderitaan, akhirnya aku bisa membawa ibu Mentari meninggalkan istana..


Paman..sebaiknya tidak usah kita ke istana..!! bukan hanya masalah lama saja yang akan di ungkit..masalah baru juga akan di hadapi adik Mentari dan Kak Sein...saran Yasmin.


Anakku...apa kau tahu selama kami tinggal di desa gamping seberapa sering istana mengirim orang mengusikku!?


Karena itulah aku diam diam mengirim Mentari ke perguruan Cahaya Sakti...agar ia tidak terlibat masalah dengan istana.


Maafkan ayah saya paman...!! kata Yasmin lirih..ia hampir saja menangis...merasa bersalah atas perlakuan istana terhadap keluarga Mentari.


Anakku...ini bukan salah Sultan Malik..


ayahmu baru saja lima tahun ini naik tahta...


barulah pada saat ia naik tahta gangguan dari istana sama sekali berhenti...


Tapi..


Aku sudah lama akan membuat perhitungan dengan keluarga istana...


Ada satu keluarga yang selalu ingin menguasai istana..tapi sampai saat ini belum pernah berhasil...keluarga inilah yang selalu membuat fitnah dan hasut di istana.


Mereka sangat kejam, dalam mencapai tujuannya mereka tak segan segan membunuh pejabat..kadang menggunakan pendekar bayaran kadang juga dengan jebakan agar lawannya di hukum oleh istana..beber ayah Mentari...


Ih serem..!? terus mengapa ayah mau kita ke istana..aku kan juga sudah menikah..!?untuk apa lagi ayah..?


Perintah istana tidak boleh di abaikan..kasihan ibumu..terus menerus ketakutan..jika mengangkut masalah istana...


Istana pasti mengirim orang untuk berurusan dengan kita..jika kita tidak memenuhi panggilan..jelas Ayah Mentari.


Setelah puas beristirahat,


Anak anak ..ayo...! kita lanjutkan perjalanan..!


Mereka berkelebat tidak melalui jalan umum yang biasa dilalui kereta kuda atau lainnya..melainkan berkelebat diantara pohon pohon hutan..sehingga boleh dikata mereka sedang mengambil jalan pintas dengan jarak terdekat dengan ibukota.


Sementara itu...


Di istana Kesultanan Datuk Delapan..


Kediaman permaisuri...


Semoga saja Ince Zulfa tidak keras kepala lagi seperti dulu...!! gumam permaisuri.


Pengawal Soleman..!! kapan Aprijal kembali...?


Jika tidak ada hambatan..kemungkinan lusa pagi nyonya...! jawab pengawal Soleman.


Mm...Ince Zulfa..sebaiknya kali ini tidak seperti waktu itu...batin permaisuri..


Kirim kabar ke keluarga Angku Sati..Ince Zulfa akan segera tiba di istana.


Baik..nyonya..!! jawab pengawal


++


Di luar ibukota,


Ayah Mentari dan rombongan baru saja menapakkan kaki di desa Batu Sapir..


Dari sini kita berjalan santai saja..jaraknya dengan gerbang ibukota tak jauh lagi..kata ayah Mentari..betul kan nak Yasmin...?


Eh..iya betul Paman..!! sahut Yasmin.


Mereka berjalan santai menlintasi desa Batu sapir...


Oh..itu karena kita berada di wilayah binaan Datuk Rajo Alam..kata ayah Mentari.


Oh...hebat sekali datuk Rajo Alam itu...! puji Sein kagum.


Setelah beberapa saat berjalan...


mereka hampir tiba di gerbang kota...


Tunggu..!! anakku ingat saat menghadap jangan mengaku dulu kalau kalian sudah menikah...


Aku ingin mengatur beberapa hal untuk keluarga istana yang licik dan ambisius itu...!


kata ayah Mentari.


Maaf paman...aku boleh tahu keluarga yang mana yang paman maksud...!? tanya Yasmin.


Keluarga Angku Sati...!! jawab Ayah Mentari..


Owh..keluarga itu memang sangat berisik di istana...selalu menidas keluarga yang lemah...gerutu Yasmin.


Begini..kita atur saja rencana untuk menghadapi mereka..!!usul Sein..


setuju...kata ayah Mentari di iyakan oleh Yasmin dan Mentari..


Yasmin...sebelum meninggalkan istana apa kau ada msalah di istana..?


Sebenarnya ada kak...maaf selama ini aku tidak menceritakannya...jawab Yasmin.


Baik..! sekarang ceritakan lah...karena ininada kaitannya dengan strategi yang akan kita jalankan..


Mm...permaisuri yang sekarang adalah anak dari keluarga Angku Gadang..saudara Angku Sati..mereka berniat menjodohkan aku dengan anak sulung Angku Sati..tapi aku tidak mau...


Selanjutnya mereka membuat cerita bahwa aku anak pembangkang...cerita ini sengaja di sebarkan ke seluruh istana bahkan para dayang..untuk menekan psikologis ayahanda sultan...


Beruntung ayahanda sultan berfikir jernih...


walaupun demikian sebagai sultan ia juga mempertimbangkan keinginan permaisuri.


akhirnya ayahanda sultan membuat keputusan, dengan alasan lelaki sebagai suami mesti mengayomi isterinya, maka kalau ingin menikah denganku mesti dapat menunjukan bahwa lelaki itu dapat mengalahkanku dalam beladiri, tatanegara dan pengobatan...


Karena itu aku membuat janji untuk bertanding dengan anak Angku Sati itu dua tahun sejak saat itu..dan itu satu bulan lagi dari sekarang...jelas Yasmin..


Oh..jadi karena itulah kakak pergi mengembara..!!?


tanya Mentari.


Ya...tadinya aku ingin mengasah kesaktianku untuk menghadapinya kelak...


Lalu kemudian aku akan mempelajari tata negara dan sastra...saat itu aku bingung akan mempelajarinya di mana...beber Yasmin.


Apakah anak Angku Sati itu cukup hebat? tanya Mentari lagi...


Kalau dulu bagiku..ya..mungkin kesaktian dia berada di atasku..karena dia juga di gembleng oleh Delapan Datuk...


Tapi kalau sekarang aku tidak tahu...!!


Berarti kita berdua beruntung bertemu dengan kak Sein..selain ilmu beladiri kita semakin meningkat, juga ilmu tata negara dan pengobatan kita juga sudah tahu walaupun belum terlalu hebat...hihihi...ucap Mentari.


Iya..kau betul adik...!!hihihi....sambung Yasmin.


Emm...kalau begitu jangan bilang dulu kalau kita saling kenal...bilang saja bertemu di jalan saat menuju ke mari..atur Sein pada Yasmin.


Baiklah..kak..!!jawab Yasmin.


Aku dan Mentari juga tidak akan mengaku dulu sebagai suami istri...kita akan lihat apa sebenarnya keinginan keluarga Angku Sati ini..anak sulungnya sudah ada janji pertarungan dengan Yasmin..sekarang dia malah bikin masalah dengan keluarga ayah...ucap Sein.

__ADS_1


Ayah...bagaima ayah akan mengatur selanjutnya..?


Heheh...Kau siap bertarung...!!? tanya Ayah Mentari.


Siap...! kenapa ? jawab Sein.


Akan aku atur agar kau bertarung dengan anak angku sati yang akan di jodohkan dengan Mentari itu..pada saatnya hajar dia sampai dia tidak bisa berdiri...paham..?ujar Ayah Mentari geram.


Baik ayah...!! jawab Sein bersemangat..


Nah Yasmin..kau juga boleh mengatur agar anak sulung Angku Sati itu berhadapan denganku..


Wah..berarti kakak akan berhadapan dengan dua anak angku sati..?tanya Mentari..


Belum tentu..bisa juga orang yang sama yang ingin melamar Yasmin..jawab Sein.


Betul nak...!! karena itu sebaiknya kita lihat saja dulu situasinya...timpal ayah Mentari.


Setelah berdiskusi panjang..mereka akhirnya melanjutkan perjalanan..


Saat hendak memasuki pintu gerbang...


Berhenti...!!Seru kepala pengawal..


Apa matamu buta...!!?


tanya ayah Mentari..


Pengawal hendak menahan mereka...


namun melihat Yasmin..mereka segera berlutut...


Tuan putri...!! maafkan kelancangan kami...kata kepala pengawal.


Berdirilah...kata Yasmin..


Terimakasih tuan puteri..!


Yasmin mengangguk kemudian melanjutkan memasuki gerbang ibu kota di ikuti yang lainnya..


Sampai pada gerbang istana,.


Tunggu...!! eh..tuan putri..!!anda sudah pulang..maafkan kami..ucap.mereka seraya berlutut..


Mmm..kalian berdirilah, Yasmin mengangguk dan melanjutkan melangkah masuk ke area istana..


Aku ke kediaman dulu paman, kakak, adik..aku secepatnya akan mengunjungi kalian...kata Yasmin, kemudian melangkah meninggalkan mereka bertiga.


Ai..kakak...mengapa tak menunjukkan jalan bagi kita..?


Sudahlah..ayah tahu jalannya..! kata ayah Mentari.


Ayo...!!


Setibanya di kediaman permaisuri...!!


Tuan Ince zulfa sudah tiba...seru pengawal luar.


Persilahkan masuk...! jawab pengawal dalam, setelah mendapat perintah permaisuri.


Ketika memasuki kediaman permaisuri...Sein menunggu di luar hanya Ince Zulfa dan Mentari yang masuk.


Ince Zulfa dan Mentari menghadap permaisuri..!!


Mmm..bangunlah...!!


Cukup cepat juga perjalananmu kemari..


Sudah cukup lama ketika kau terakhir berada di istana ini...kata permaisuri.


Menerima perintah istana,.memang harus secepatnya nyonya...!! kata ayah Mentari..basa basi.


Haha...kau masih ingat aturan istana....baguslah...rupanya sikapmu sudah ada perubahan...! puji permaisuri.


Kau sudah tahu tujuan istana memanggilmu bukan..?


Anak kedua keluarga Angku Sati, hendak melamar Mentari...bagaimana tanggapanmu..?


Saya mengikuti kebijakan baginda Sultan..


Maksud kamu...? tanya Permaisuri.


Ya..aku akan memberikan persyaratan..jika anak kedua Angku Sati itu memenuhinya maka aku pribadi tidak masalah...jawab ayah Mentari.


Hmm..kau bisa katakan persyaratan yang kau ajukan di hadapan sultan..


Kita akan menghadap sultan bersama keluarga Angku Sati besok pagi..kata permaisuri.


Terimakasih nyonya...!


Sekarang kalian beristirahatlah di kediaman tulip...pengawal antar tuan Ince ke kediaman tulip layani dengan baik..! perintah permaisuri.


Baik Nyonya...! jawab pengawal segera menuntun jalan ke kediaman tulip.


Hmmm rupanya istana ini banya perubahan sejak ku tinggal....batin ayah Mentari.


Di sini tuan...!


ah ya...Terimakasih...


Sebentar lagi pelayan akan membawa kebutuhan dan keperluan tuan tuan dan nyonya...


Ah ya terimakasih...jawab ayah Mentari.


Mereka bertiga memasuki kediaman tulip,


kediaman itu terdapat hampir sepuluh kamar,


Sein sekamar dengan Mentari.


Setelah duduk istirahat sesaat kemudian masuk ke bilik mandi membersihkan diri..


Suamiku..!!tolong bersihkan punggungku...sekalian tolong garuk..pungguku gatal seharian berkeringat...rengek mentari manja.


Sein mengambil handuk dan menggosok punggung Mentari sambil sesekali menggaruknya...


Sudah cukup...!! kata Mentari.


Sein kemudian kembali mandi di samping Mentari..


Gantian...!! kata Sein.


Mentari pun menggosok punggung Sein dengan semangat...


Sudah cukup...!! setelah membilas tubuhnya Sein pun keluar bilik mengeringkan tubuhnya dengan handuk kering kemudian berpakaian..


Tak lama, Mentari pun keluar bilik dengan tubuh berbalut handuk..


ia mengambil handuk kering untuk mengeringkan rambutnya..


Cukup lama juga ia menggosok handuk ke rambutnya..karena asik menggosok rambutnya agak kencang..tiba tiba handuk yang melilit tubuhnya terjatuh..


+++

__ADS_1


__ADS_2