
Di luar istana,..
Tuan sekertaris, apa anda tidak masuk bersamaku?? tanya Jendral Wijaya yang membopong tubuh Kisra..
ia bertanya karena terlihat Ince Zulfa tidak melangkah masuk istana sultan malah berjalan menuju kediamannya...
Aku sedang malas bertemu dengan Sultan, silahkan Jendral Wijaya saja yang melaporkan hal ini.., timpal Ince Zulfa..
Hmm..baiklah tuan, kalau begitu aku masuk dulu..., kata Jendral Wijaya..
Aneh..para orang tua di kesultanan ini benar benar aneh.., batin Jendral Wijaya melihat sikap Ince Zulfa terhadap Sultan sambil terus berjalan masuk istana kesultanan dan menuju aula pertemuan..
Lapor..!!
Jendral Wijaya meminta menghadap..!! seru prajurit jaga aula..
Di ijinkan...! kata Sultan Malik.
Jendral Wijaya pun masuk dan melemparkan tubuh Kisra yang masih memakai topeng...
Semoga Baginda panjang umur..., ucap Jendral Wijaya berlutut..
Bangkitlah..., ! apakah dia penjahat bertopeng itu..?pembunuh misterius itu.? tanya Sultan Malik.
Benar baginda, Semalam hamba mengejarnya setelah ia di bawa lari oleh seseorang dari kediaman Keluarga Sutan Batu Ameh..jelas Jendral Wijaya.
Oh, Jendral Wijaya benar...orang inilah yang ingin membantai keluarga kami tadi malam...ia telah terkena pukulan penjaga kediaman kami, tapi ia di bawa kabur oleh seorang berkepandaian tinggi..., timpal Sutan Nan Panjang juga turut menjelaskan..
Oh..?? ceritakan bagaimana kamu bisa menangis bajingan ini..!! perintah Sultan malik penasaran..
Yang Mulia, tuan tuan semua.., sejak semalam aku melacak orang ini, lalu aku mengetahui ia bersembunyi di rumah tua di ujung ibukota..
Saat aku kesana, orang yang menolongnya sudah berkelebat membawanya pergi,
Setelah mengikutinya sampai pagi, hamba berhasil mengejarnya,..
Orang ini sepertinya mengarah ke jurang gunung tujuh...,
Tepat saat aku hendak menangkap pembunuh ini dan orang yang menolongnya, orang yang menolongnya itu hendak melawan...' kata kata Jendral Wijaya terpotong..
Tunggu..!! siapa orang yang menolongnya itu..? tanya Sultan Malik memotong..
Namanya Yang Siao,..Murid Biksu Benua Congko Tan Atai...jawab Jendral Wijaya..
Tan Atai..?? pendekar kuat dari benua congko.., tapi orang itu sudah lama menghilang..., kata Datuk Ago..
Ya..betul datuk...jawab Jendral Wijaya..
Lanjutkan,..,apa kau berhasil mengalahkannya..?tanya baginda Sultan..
Oh..tidak..!! Jendral Wijaya menggeleng..
Bukan aku yang mengalahkannya.., sepertinya aku bukan tandingannya..jika hanya ada saya saja, mungkin saya sudah tidak bisa kembali lagi sekarang..., jawab Jendral Wijaya menarik nafas dalam...
Oh..?? lalu apa ada yang membantumu..?? tanya Sultan Malik.
Betul baginda,..Tuan Sekertaris yang semalaman berjaga di ujung kota, ternyata juga mengejar mereka,
tepat saat kami akan bertarung, tuan sekertaris tiba dan bertarung dengan Yang Siao itu..
Akibatnya tuan Sekertaris terluka, Yang Siao juga pergi dengan terluka..,Jelas Jendral Wijaya menjelaskan semua yang terjadi sampai ia tiba di aula..
Oh..? sungguh telah merepotkan tuan sekertaris..., kata Menteri pertahanan..
Pandangan sultan malik beralih ke Kisra,..
Orang orang benua parsi ini sungguh lancang..., buka topengnya...!! perintah sultan Malik..
Baik.., seorang pengawal segera membuka topeng Kisra..
Saat topengnya terbuka, terlihat wajah Kisra, seorang pemuda berusia dua puluhan..
Hah..?? rupanya anak muda inilah pembunuh misterius itu..? seru beberapa orang.
bagai mana keadaannya..? tanya Sultan Malik?
Ia terluka parah baginda..., butuh waktu sangat lama untuk sembuh, itupun jika di obati secepatnya dengan tepat.., jelas Sutan Nan Panjang..
Oh.., bawa dia ke ruang tahanan...ini pasti punya hubungan dengan Pemberontak Makil dan wanita gila itu..., perintah Sultan Malik.
Yang Mulia, jangan jangan, anak ini adalah anak mereka..!! seru perdana menteri...,
Ya..betul .. berita yang kita dapat sebelumnya pemberontak Makil datang ke benua ini bersama anak semata wayangnya..., timpal Menteri Acara..
Mm..kalau begitu ini sangat bagus...!! cepat bawa dia ke penjara rahasia..., perintah sultan malik..
Baik Baginda..., jawab Jendral Calik yang selalu berdiri di samping baginda.
Penjara Rahasia yang di maksud adalah Penjara langit di karang merah...
beberapa saat setelah itu,
Sultan Malik menanyakan keberadaan Ince Zulfa..
Wijaya..! mengapa Ince Zulfa tidak ikut pertemuan hari ini..Bukankah tadi kamu bilang kondisinya sudah baik?tanya Sultan Malik..
__ADS_1
Oh..ini...tadi tuan sekertaris berkata akan istirahat sejenak, lukanya masih terasa nyeri..jadi beliau berencana pulang dulu...jawab Jendral Wijaya berbohong..
Tentu saja ia tidak akan mengatakan seperti perkataan Ince Zulfa, bahwa ia sedang malas bertemu baginda..
tak lama setelah itu pertemuan pun bubar..dengan kesimpulan akan mempercepat serangan ke jurang gunung tujuh..
Wijaya,..kau ikutlah denganku..! kata Sultan Malik lalu berjalan mendahului..
Baik baginda.., jawab jendral Wijaya lalu mengikuti dari belakang..
Di taman depan ruang baca,..
Sultan Malik duduk lalu dengan wajah serius menatap Jendral Wijaya..
Katakan, kenapa kau berbohong padaku..?? kau tahu hukuman membohongi sultan kan..?? tanya sultan malik dengan tatapan dingin penuh niat membunuh..
Buk..!!
Seketika Jendral Wijaya berlutut.
Ampun baginda, di depan banyak orang, hamba terpaksa tidak mengatakan sesuai yang dikatakan tuan Sekertaris.., ucap Jendral Wijaya berkeringat dingin...
Hehe...Memangnya apa yang telah dikatakan oleh orang tua itu..? tanya Sultan Malik dengan nada sudah lebih santai,.tidak seperti tadi penuh niat membunuh..
Maaf baginda,..hamba tidak berani..!!
Katakan..!! bentak Sultan malik tiba tiba marah..
I..ini..., tuan sekertaris mengatakan kalau ia malas bertemu baginda...,..jawab Jendral Wijaya dengan capat tanpa menarik nafas...
ia sangat ketakutan...
Hehehe...orang tua itu masih saja suka ngambek..., sungguh kekanak kanakan..., ucap Sultan Malik terkekeh..
Sudah, kau tidak salah.., bawa ini untuk Ince Zulfa..., kata Sultan Malik memberikan sebuah mainan patung rakyat pada Jendral Wijaya
Ba..baik baginda.., akan segera hamba antar ke tuan Ince Zulfa..
Jendral Wijaya tidak tahu maksud baginda menyuruhnya membawa patung mainan itu untuk Ince Zulfa, tapi daripada ia tersiksa terus berada di dekat baginda ia ingin cepat cepat pergi..karena itu ia berlalu dengan cepat...
Di kediaman Ince Zulfa,
Jendral Wijaya yang membawa patung mainan itu langsung bertemu dengan Ince Zulfa..
Tuan sekertaris,
maaf, baginda menurut saya mengantarkan ini pada anda tuan..kata Jendral Wijaya sembari menyodorkan patung mainan..
Mm..?? cih...orang tua itu masih saja kekanak kanakan..., heheh..gumam ince Zulfa menerima mainan itu..
Huh...kalian saling mengatakan kekanak kanakan, sesungguhnya memang kalian berdua kekanak kanakan..., batin Jendral Wijaya sambil melangkah pergi..
Hehehe...raja sinting...!! gumam Ince Zulfa, menatap patung mainan sebesar kepalan tangan dalam genggamannya..
Sejak mereka kecil memang di asuh oleh guru yang sama.., jika mereka bertengkar dan salah seorang merasa salah dan minta maaf maka ia akan menyerahkan patung mainan.., setelah beranjak remaja barulah Ince Zulfa berguru pada Sutan Rajo Bintang..sedangkan Sultan Malik langsung berguru ke Kesultanan Okdoman..
Pulang dari Okdoman, Ayahnya menganugerahkan kepada Pangeran Malik sebagai penerus tahta..tapi saudaranya pangeran kelima, Makil tidak setuju..
Ia berusaha merebut hak penerus tahta dari pangeran Malik..
Kesultanan saat itu terbelah...
Pangeran Malik di dukung sebagian besar pejabat sipil istana, dan kekuatan kesultanan okdoman serta beberapa sesepuh dunia persilatan..
sedangkan pangeran Makil di dukung oleh sebagian besar pejabat militer dan beberapa kekuatan kecil dari kesultanan okdoman ditambah kekuatan besar Parsi...
Kekuatan keduanya waktu itu boleh dikatakan berimbang..
Namun satu hal yang tidak diketahui oleh orang, bahkan pangeran Malik dan Makil Sendiri, bahwa ada kekuatan misterius yang menekan Kekuatan pangeran Makil melalui Atikah, sehingga pangeran Makil kalah dan rela untuk sementara mengasingkan diri di Kuil Api Agung Parsi..
Yang terlihat dalam pandangan kasat mata saat itu bahwa pangeran Makil waktu itu di kalahkan berkat bantuan Atikah yang menyapu bersih kekuatan pangeran Makil..
Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.., pangeran Makil justru sejak lama menjalin hubungan dengan Atikah dengan tujuan yang lebih besar...
Hingga sampailah pada masa sekarang ini, mereka akan segera mewujudkan rencana besar mereka yang telah di pendam selama dua puluh tahun..
Setelah menerima patung mainan itu, ince Zulfa segera menuju istana..
Di istana,
ia langsung menemui sultan di ruang bacanya..
Aku sudah menerima patung mainan ini.., kata ince Zulfa..
Ck...kau masih saja sering merajuk, dasar kekanak kanakan..!! timpal Sultan Malik mendecih..
Hei..apa perlu di bahas lagi bagian yang ini..!!? ancam ince Zulfa
Ahahaha..baiklah baiklah...kita bahas yang lain saja...,
Kau telah berhasil menangkap pembunuh bertopeng itu, ku dengar ada orang sakti yang membawanya kabur dari kediaman Sutan Batu Ameh.., apa pendapatmu mengenai mereka ??tanya Sultan Malik.
Yang Siao itu sangat kuat, jika saja aku tidak menanam keraguan dalam dirinya, aku belum tentu bisa membuatnya pergi dan membiarkanku membawa pembunuh itu untuk kita tangkap..., jawab Ince Zulfa...
Hahah..bahkan Biru Kesengsaraan pun gentar..hahaha..., ejek Sultan Malik..
__ADS_1
Huh, kau akan. tahu nanti jika berhadapan dengan nya.., rutuk Ince Zulfa..
Hehe...giliranku untuk menghadapinya masih belum sebelum kalian semua...hehehe...jawab sultan malik terkekeh..
Ih ya, menurutmu apa dia anak pemberontak makil?
Dugaan kuat, memang dialah anak makil.., tapi ini masih perlu dipastikan lagi..kita tunggu saja tanggapan dari jurang gunung tujuh beberapa hari ini.., ucap Ince Zulfa.
Ya, kau benar..sementara ini kita akan menunggu.., timpal Sultan Malik.
Satu lagi, bagaimana kesiapan pasukan yang kau tangani .?tanya Sultan Malik kemudian.
Oh..? itu sudah siap..mereka yang akan menghadapi serangan Kerajaan Singgalang jika mereka berhasil menembus perbatasan.., jawab Ince Zulfa.
Aku tidak begitu percaya pada Kasogi saat ini.., menurutmu siapa yang bisa menggantikan posisinya di sana..?tanya Sultan Malik.
Mm..? apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?timpal Ince Zulfa balik bertanya..
Ck..hhhhuh..kau katakan saja pendapatmu,...siapa yang bisa menggantikannya..? kata Sultan malik sedikit kesal..
Jendral Mukti bisa, tapi ada apa, baginda tiba tiba ingin mengganti Jendral Kasogi..?? tanya Ince Zulfa
Aku curiga ia punya niat lain.., Jawab Sultan Malik.
Karena itu aku berniat mengujinya, jika ia bersih, maka aku akan segera mengembalikannya keperbatasan,..tapi jika tidak, maka ia hanya punya satu jalan.., pemusnahan..!! kata Sultan Malik kemudian.
Pemusnahan..!!?? kesalahan besar apa yang telah ia perbuat..!?? seru Ince Zulfa terkejut.
Ini hukuman yang sangat keras, seluruh keluarga akan di eksekusi mati tanpa tersisa, biasanya orang yang di jatuhi hukuman pemusnahan adalah penghianat negara dan kejahatan terhadap keluarga raja...
Sudahlah, kau jangan terkejut begitu..! ada laporan ia bersekongkol dengan pemberontak makil, tapi belum jelas bagaimana persekongkolan itu,. kita masih harus mengujinya..., kata Sultan Malik.
Aku mengerti.., timpal Ince Zulfa
+
Di Jurang gunung tujuh,
Seribu tiga ratus pasukan yang menghindari pintu perbatasan sudah tiba..melalui sisi lain gunung kerinci, medannyaang sangat berat, namun berkat bantuan mahluk astral atas perintah Atikah membantu mereka melewati gunung kerinci dan tiba di jurang gunung tujuh..
Seribu tiga ratus prajurit itu langsung disambut sendiri oleh majil dan di biarkan beristirahat di ribuan gubuk yang baru saja di bangun oleh orang orang jurang gunung tujuh..
boleh dikatakan bahwa tempat Ini dalah tempat utama basis kekuatan Makil...
Saat ini sedang di buat juga area latihan untuk para prajurit yang nantinya akan di gunakan oleh pasukan jurang gunung tujuh untuk menjaga kebugaran maupun meningkatkan kemampuan tempur mereka..
Tuan Besar, beberapa pendekar yang baru saja bergabung mengatakan, Kesultanan datuk Delapan sudah menutup desa desa terdekat...
Para pendekar khawatir kita akan kehabisan pasokan bahan makanan.., lapor salah seorang pengikutnya.
Oh..sampaikan saja pada mereka, bahwa jurang gunung tujuh sudah menghasilkan sendiri bahan makanan..tidak perlu ke desa desa itu.., kata Makil.
Baik Tuan Besar..., timpal orang itu lalu pergi..
Makil terus mengamati keadaan, ia membagguk kecil dengan perasaan cukup puas...
Atikah yang tiba tiba datang berdiri di sampingnya tidak membuatnya bergeming...
Suamiku..!! panggil Atikah..
Eh,..istriku, sejak kapan kau di sini..?
Huh...kau ini...terlalu serius, aku datang saja kau tidak merasakannya bagai mana kalau yang datang itu musuh..?Ucap Atikah..
Hehehe..maaf aku terlalu senang melihat keadaan ini..semuanya lancar...sesuatu rencana.., timpal Makil canggung..
Mm..tapi kita masih perlu menambah prajurit kita...jumlah segini belum cukup kuat..., kata Atikah.
Ya..aku berencana mencari para penjahat, perampok dan lainnya untuk mengajaknya bergabung menjadi prajurit kita.. kata Makil.
Jika mereka menolak..?? tanya Atikah.
Jika mereka berani menolak, maka mereka akan mati..Jawab Makil dengan wajah mengelam..
Hihi..suamiku kau semakin kejam saja..., tapi baiklah aku akan membantumu..kita akan mendatangi beberapa perguruan golongan hitam yang tergolong kuat lalu menaklukkannya..,setelah itu kita menjadikan mereka pasukan kita.., beber Atikah..
Baik...kita akan memulainya besok..,
Dan yang sasaran kita yang pertama adalah perguruan Serigala Iblis dan temgkorak darah... kata Makil
Kedua perguruan ini memiliki murid ribuan orang..jika keduanya di gabung kemungkinan kita akan mendapatkan tambahan pasukan belasan ribu orang...
Rencana kita untuk menyerang ibu kota tahu depan akan bisa terlaksana dengan lancar.., tambah Atikah
Tapi perlu di waspadai, jika Kesultanan menyerang tiba tiba...maka ini akan sangat merepotkan ..kata Atikah
Ya mereka sudah mulai menutup desa desa di kaki gunung..timpal Makil.
Suasana ini akan semakin memanas dengan cepat,
Jika seperti itu, berarti tidak lama lagi mereka akan segera menyerang ke sini..tambah Makil.
Oh, kalau begitu kita perlu meminta pengerahan pasukan Kerajaan Singgalang dan saatnya aliansi rahasia kita di kerahkan,..Pasukan Elit kerajaan Samudra Biru.. kata Atikah.
+++
__ADS_1