Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Istana Dikuasai Pemberontak


__ADS_3

Pangeran Kelima Doloraga, terlihat memasuki ibukota dengan pasukannya..sebagian pasukannya berjaga diluar gerbang ibukota...


ia masuk istana bersama beberapa orang kepercayaanya..


Ia langsung memeriksa setiap kamar keluarga raja karena hampir semuanya kosong ia kini menuju aula..melihat aula juga kosong ia menjadi bertambah heran...


Prajurit..panggil petugas penjaga istana..!!


perintah Doloraga.


Segera prajuritnya bergegas pergi mencari petugas penjaga istana..


Lapor ..ini petugas penjaga istana pangeran...!!


Mm....kau bertugas di mana? tanya Doloraga.


Saya ditugaskan Jendral Pitaloka menjaga kediaman ibu suri pangeran...jawab sang prajurit.


Oh..kemana baginda!?


E..pangeran.. ini.. anu...


Ada apa..?? jawab yang jelas....!! potong Doloraga.


Baginda betarung dengan banyak pendekar golongan hitam di akademi kerajaan...baginda belum kembali tuan...


Mmm...kau boleh kembali..!!


Bagaimana menurut kalian..? tanya Doloraga pada ketiga jendral kepercayaan nya.


Mm.. pangeran...nasib baginda belum diketahui..keadaan istana sedang kosong...ini kesempatan yang langka...jawab Jendral Dipo.


Betul pangeran...sekarang saatnya pangeran mengambil alih kekuasaan..!! tambah Jendral Kosti..


Ya ..memang sudah lama aku mempersiapkan hari ini...kini saatnya aku mengumumkan pengambil alihan ini..


Tunggu pangeran..!!


bagaimana jika baginda Doloking kembali..?


dan juga masih ada pangeran mahkota..!!


tutur Jendral Murung.


Aku bisa beralasan mengambil alih sementara...! jawab Doloraga.


Utus dulu beberapa orang mencari informasi keberadaan baginda Doloking..saran Jendral Murung.


Mm..baiklah..!! tapi sementara menunggu informasi..kita bertahan disini saja...


perintahkan para komandan pasukan tetap bersiaga..


Pangeran ..! kabar akan memberontaknya Paman Kerajaan sudah anda ketahui sejak lama...mengapa baru sekarang akan bergabung dengannya?


Hehehe...kita memang tidak berencana bergabung dengannya...!


Seandainya pagi tadi dia berhasil..maka kita akan menumpasnya dan mengambil alih kerajaan...


Juga sebaliknya jika ia kalah, dan raja masih bertahan maka aku akan beralasan memberi bala bantuan untuk raja tapi terlambat tiba...


Hahahaha....Pangeran memang sangat cerdas...!! puji Jendral Dipo.


Tapi sekarang ini, status kerajaan sedang mengambang...secara aturan kerajaan jika raja tidak di tempat..maka perdana menteri yang mengambil alih sementara, tapi jika raja berhalangan permanen maka perdana menteri bisa mengambil alih kekuasaan sampai diangkat raja baru... ujar Jendral Murung.


Kalau begitu kita minta perdana menteri mengangkat Pangeran kelima jadi raja baru...potong Jendral Dipo.


Tidak bisa...!!


Masih ada pangeran mahkota...secara peraturan jika raja berhalangan permanen maka yang berhak diangkat menjadi raja adalah pangeran mahkota..!! jelas Jendral Murung..


Cukup lama mereka berbincang di aula...cukup jelas pula bagi Raja Doloking mengenai rencana dan tujuan mereka..


Lapor.. pangeran..!!


Baginda Doloking terakhir terlihat bersama beberapa pejabat istana di akademi..namun berkelebat pergi..kemungkinan mengejar para pemberontak...!!


beber utusan.


Tidak mungkin...tidak mungkin..!!


sahut Jendral Murung..


Pasti ada sesuatu yang terjadi...!!


Di dalam lorong rahasia..


Hmmm..jadi ini wajah asli mereka...gumam Raja Doloking.


Baginda,..rupanya pemerintahan Kerajaan Lampeapi ini banyak ancaman pemberontakan...


Baginda harus segera membersihkannya...perlu melibatkan rakyat dalam pertahanan..agar pemerintahan ini bisa stabil untuk itu perlu diusahakan agar rakyat mencintai keluarga kerajaan mesti dibangun hubungan emosional yang kuat dengan rakyat baginda...ucap Sein serius.


Raja Doloking mandang lekat pada Sein..ia sangat kagum akan kemampuan Sein meng analisa dan memberi jalan keluar dari persoalan persoalan yang dialami kerajaan...


Adik Sein...aku berharap kau bisa bertahan lama di kerajaan ini...kerajaan ini sangat mbutuhkan orang hebat sepertimu..!! tutur Raja Doloking.


Ah baginda...!! saya hanyalah adik anda...anda tentu lebih dibutuhkan kerajaan ini lebih dari siapapun...Timpal Sein balas memuji.


Eh iya..


Baginda, bagaimana dengan mereka...?Sein bertanya terkait pangeran kelima..


Mm..Jendral Gobang kau pergilah ke aula..temui anak nakal itu...katakan aku akan segera kembali...


Tunggu baginda...!! potong Sein.


Aku merasa masih ada orang lain lagi...apakah bisa baginda menunggu dulu beberapa hari...?saran Sein.


Yah..baiklah..kita ikuti saran Adik Sein saja...putus Raja Doloking.


Di aula istana...


Hmmm.sudah.malam seperti ini..Baginda dan para petinggi kerajaan belum ada yang kembali....!!? kemana mereka!!? gumam Doloraga.


Paman segera suruh orang membawa pangeran mahkota kemari...!! perintah Doloraga pada Jendral Dipo.


Baik..pangeran..!!


Pangeran...aku sedikit heran..


tidak ada satu pun petinggi di kerajaan ini, mengapa penjagaan masih terkoordinir dengan baik??tanya Jendral Kosti.


Memang seperti inilah sistem jika sudah berjalan baik..


Kelemahannya juga adalah jika ingin mengambil alih sistem kita cukup menyingkirkan petinggi nya saja...tidak perlu repot lagi membangun sistem baru...jelas Jendral Murung.


Setelah berapa saat,


Pangeran Mahkota tiba...!! seru pengawal aula dari luar..


Apa yang kau lakukan...!!?tanya pangran mahkota...


Ia terkejut, karena sepanjang perjalanan dari istana perak ke istana Raja. ia melihat sesuatu yang normal saja..ia berpikir Raja Doloking yang memanggilnya tapi ternyata setelah masuk aula ia malah melihat Doloraga...


Hahaha..kakak..pangeran mahkota...!!


Beri stempelmu pada surat ini...!!perintah Doloraga.


Doloming segera mengambil surat itu dan membacanya...


Apaaaaa!!?

__ADS_1


Kau??


Kau mau berontak..??


Ayah pasti akan menghukummu...!!


ancam Doloming.


Hahahaha....jangan mencoba mengancamku dengan nama baginda, tidak usah banyak berfikir...!!


aku tidak akan membiarkanmu menderita...bekerjasamalah denganku...tawar Doloraga.


Kau...dasar pemberontak..!!


aku tidak akan bekerjasama denganmu...!


Haha... masih saja kau sok suci...!!


kau pikir aku tidak tahu, kalian juga bersekongkol dengan paman kerajaan untuk memberontak....!! hardik Doloraga.


Ka..kau...!!?


Doloming gugup....


Kenapa? kau kaget?aku tahu, kaulah yang mengatur semua ini bersama Bibi Dalawang...


Dolomming terdiam...


Kakak..kita sama sama pemberontak..jika baginda tahu..pasti akan menghukum kita...!!


jadi sebaiknya kita bekerjasama saja..!! bujuk Doloraga.


Kerjasama seperti apa maksudmu??


Serahkan posisi pangeran mahkota padaku dan kau akan selamat...


Kau...berencana membunuhku??? hah..!?


lagi pula apa dasarnya aku harus tunduk padamu...!??


Atas dasar kekuatanmu saat ini sudah lumpuh..sedangkan aku masih dalam kekuatan penuh...


Ohohoho...kau pikir dengan membawa prajurit perbatasan ke sini kau akan bertahan jadi raja...!?


Cuihhh..!! itu tidak akan lama...perbatasan sedang kosong..bisa jadi saat ini prajurit negara lain sedang menyerbu kemari dan akan menaklukkanmu..!!


Hahaha....aku bukan orang dungu...!!


aku sudah lama merekrut prajurit di perbatasan..


Jumlah pasukan yang kutinggalkan di perbatasan bahkan tiga kali lebih banyak dari yang kubawa masuk ke ibu kota..paham kau...?!!


Sekarang aku tidak mau bertele tele lagi..cepat stempel surat penyerahan itu dan kau akan aman...


Kau mengancamku??


Ah..tidak..hanya saja istri dan anakmu di istana perak saat ini sudah aku pindahkan ketempat aman...hahahaha...


Keparat kau Doloraga...!!


lepaskan mereka...!!


Stempel dulu...!!


kau tidak punya pilihan lain..dan tidak ada tawar menawar...


Baik..baik...aku akan stempel...! Doloming segera menstempel surat penyerahan itu dengan perasaan dongkol.


Nah kan begitu lebih baik...!!


sekarang kau boleh pulang...


antar kakak pertama kembali ke istana perak..!!


Hahaha..kakak. .kau benar benar dungu...mereka masih di istana perak tidak kemana mana...hahaha...


Kau...!!?huh...!


Doloming menunjuk wajah Doloraga, kemudian beranjak pulang ke istana perak.


Hahaha...!! Doloraga hanya tertawa penuh kemenangan...


Kakak...kau akan ku jadikan gubernur di Provinsi Bokolu..teriak Doloraga.


Doloming terus saja berjalan tanpa memperdulikan teriakan Doloraga.


Beberapa saat setelah Doloking pergi...


Ibu Suri tibaaaaaa...!! seru pengawal aula...


Ibu Suri melangkah masuk aula dengan anggun...


Hehehe...Pangeran Kelima...kau sudah dewasa..


Salam Ibu Suri..!! eh nenek...!!


Hehehe....bagus..bagus...kau mengurusnya dengan baik...!!


Jendral Murung..!


Apa sudah diselidiki kemana baginda?


Lapor Ibu Suri...!


Belum ada kabar lagi tentang baginda dan para pejabat lainnya...


Kemana mereka..!!? utamanya Adik seperguruan baginda...ia sangat sakti dan cerdas..kalian hati hatilah berurusan dengannya...!


ucap Ibu Suri memperingatkan.


Di dalam lorong rahasia...


Gawat...!! kata baginda Doloking.


Ibu suri juga tahu tempat ini..!! kata Doloking.


Adik Sein ..apa kau tidak bisa menghadapi ketiga Jendral pengikut Doloraga itu?


Bisa saja baginda...tapi sebelum itu kita harus menyelesaikan dulu pasukan yang jumlahnya sangat banyak yang ia simpan di perbatasan...!


jika kita salah langkah akan menimbulkan banyak korban..perang saudara akan melemahkan kerajaan Lampeapi..jika itu terjadi kerajaan lain dapat menyerang kita dan dengan mudah menduduki wilayah kita..bahkan bisa bisa menguasai kerajaan kita...beber Sein.


Mmm...ya...kau benar...!! aku akan segera mengirim surat ke jendral Tapulaga, bahwa kudeta pangeran kelima gagal...karena itu memandang jasa dia selama puluhan tahun aku meminta ia berbalik untuk mendukung kerajaan atau kita akan menggempurnya dengan kekuatan penuh..!! putus Raja Doloking.


Siapa yang bisa mengantar surat keperbatasan..??


Biar aku saja baginda..! jawab Sein mengajukan diri..


Mm ..baiklah...


eh kemana kedua adik iparku..?


Aku memerintahkan mereka bersama Jendral Pitaloka, Jendral Buranga dan Jendral Gobang menunggu aba aba untuk menyerang balik Pangeran Kelima...


Mereka saat ini berada di gubuk di dalam hutan..cukup dekat dengan gua marmer..


jelas Sein.


Ah baginda..!! sebentar lagi ibu suri pasti akan menggeledah, kita harus segera bergeser ke goa marmer..Sein mengingatkan.


kemudian mereka berdua segera berkelebat pergi...

__ADS_1


Di dalam aula...


Ah..apa mungkin baginda di lorong rahasia...!?


tapi untuk apa!!? batin ibu suri


Kecuali baginda tahu Doloraga menyerang ibukota, sementara mereka semua dalam keadaan terluka akibat pertarungan dengan komplotan Dolonata..jadi menghindar khawatir jika ada pertarungan lagi..gumam Ibu Suri..


Tapi mereka bersembunyi dimana!?


Ibu Suri tampak berpikir keras...


ia juga tidak mau mengungkapkan kepada siapapun kalau di balik aula ada lorong rahasia...


Doloraga...sebaiknya kau mencari keberadaan dua istri Kepala Departeman Strategis...!!


Barangkali kita dapat petunjuk keberadaan baginda dan lainnya dari mereka...


Baik nek...!


Ah iya aku tadi melihat Doloming...apa yang dilakukannya...?


Aku tadi memaksanya menstempel surat penyerahan tahta nek..jawab Doloraga.


Hmhhh...ia memang lemah...tidak cocok menjadi raja..


Bagaimana kalau baginda kembali nek..?


Perketat saja penjagaan...


Buat pengumuman kalau baginda sedang terluka setelah bertarung dengan pemberontak...jangan ada seorangpun boleh masuk kekamar baginda...jika ada orang yang mengaku baginda hendak masuk istana segera ditangkap...dan hadapkan langsung padaku..!!


beber Ibu Suri.


Baik nek...! nenek memang sangat bijaksana...puji Doloraga..


Mmm...kau anak baik....!!hehehe.


Dua hari berlalu,


Dipulau Batu Atas..


Tuan Putri Agung sangat terkejut...


Kedatangan seorang yang ia tidak sangaka....


bahkan orang itu sudah duduk santai di gazebo tempat ia biasa menikmati teh....


Suamiku!!? mengapa kau disini??


tanya Tuan Putri Agung..


Tentu saja untuk menemanimu...!!


Dua hari yang lalu di akademi kerajaan bukankah telah diumumkan penobatanmu sebagai raja Lampeapi, apa kau tidak mengatur dulu kerajaan dengan aman lalu menjemputku??


Hahah...justru itu..., tidak akan ada penobatan itu ...!!


Apa!!?


Ya..aku sudah menyelidikinya..!


Adik seperguruan Raja Doloking itu memang sangat cerdas..


Apa maksudmu suamiku? aku tidak mengerti...!


Apa kau tidak curiga? mata matamu tidak pernah lagi melapor dalam dua hari ini? tanya Ki Jampang.


Aih..betul...aku tidak berfikir sampai kesana...!


timpal Tuan Putri Agung.


Apa yang terjadi..??lanjutnya bertanya.


Anak muda bergelar Dewa Ketawa itu, sudah mengatur semua nya..ia berencana mengepung akademi saat acara berlangsung..!! beber Ki Jampang.


Apa...!!? bukanya semua sudah dalam kendali paman kerajaan?


Hmmmhh...Ki Jampang menarik nafas kemudian menjelaskan pada Tuan Putri Agung.


Anak muda itu telah mengelabui Paman Dolonata dan semua pendekar di sana, justru sebaliknya..Semua berada dalam kendali nya...


Mungkin saat ini ia sudah membekuk mereka semua...


Aku tidak bisa lagi memperingatkan mereka..aku pun hampir saja terjebak...!!


Aku hanya bisa menyelamatkan satu dari Sepasang Merapi Gerhana..ia terluka sangat parah..!!


Untung saja pelayanku yang akrab dengan istri Dewa Ketawa itu yang bernama Mentari tak sengaja bercerita kalau nyonya Mentari memesan banyak makanan dan menyuruhnya supaya mengantar makanan itu mengunakan kereta Departemen Strategis...


Apa ia membocorkan rahasianya..!!?


Tidak...!! Ki Jampang menggeleng,


Aku waktu itu sedang menuju akademi untuk menghadiri acara sesuai rencana kita sebelumnya, namun dijalan aku melihat kereta itu bukannya menuju ke Detartemen Strategis..


Lalu menuju kemana kereta itu?!?potong Tuan Putri Agung


Kereta itu menuju ke arah bukit yang berada di luar bagian barat istana..


Tempat apa itu!!?


Aku tidak tahu..aku tidak menyelidikinya lebih lanjut..takut diketahui oleh mereka..


Aku berencana melanjutkan perjalanan ke akademi kerajaan sampai aku mendengar percakapan pelayan dapur istana yang hendak ke pasar.


Mereka berbincang mengatakan bahwa mereka heran karena mereka sempat melihat pada malam sebelumnya keluarga raja masuk ke aula dikawal oleh jendral Karampuang dan tidak keluar lagi dari aula...


Dari situlah aku menyimpulkan bahwa akan ada jebakan mematikan...


lalu aku ke akademi dengan hati hati..dari jauh aku menyaksikan pertarungan sengit mereka...


Aku terkejut, Raja Doloking sudah ada di akademi...dan mengapa tiba tiba sangat sakti..beberapa tahun tidak melihatnya ia sudah sesakti itu...ia menghadapi sepasang Merapi Gerhana, dan berhasil membunuh salah satunya..yang satu nya aku sempat menyelamatkan nya.


Setelah menyelamatkan salah satu Merapi Gerhana itu aku segera menuju kemari...!


Apa!!? dia yang mengalahkan Sepasang Merapi Gerhana?tanya tuan putri agung tercengang..


Ya...aku lihat sendiri...pertarungan mereka..!!


Ilmu apa yang ia gunakan...?sangat sedikit ilmu yang bisa mengalahkan telapak merapi dan tapak gerhana...tanya Tuan Putri Agung..


Aku juga tidak tahu..aku baru melihatnya...jawab Ki Jampang berbohong.


Sebenarnya ia juga terkejut melihat Raja Doloking menguasai Pukulan Merapi Meletus dan Gerhana Tiga Alam...karena ia merahasiakan jati dirinya yang sebenarnya oada istrinya...


Mmm..ini aneh...!! gumam Tuan Putri Agung.


Mengapa bukan Kepala Departemen Strategis yang baru itu yang berhadapan dengan Sepasang Merapi Gerhana? dan mengapa Baginda Doloking tiba tiba sangat sakti!!? ini sangat aneh...tambahnya.


Istriku...tempat ini sekarang sudah tidak aman..


Kita harus segera pergi dari sini...!!


Baiklah..!!


Mohan, segera siapkan perahu..kita akan segera pindah ke tempat yang jauh...!perintah Tuan Putri Agung.


Oh..aku lupa...Mohan sedang ke kota melapor rutin ke walikota...kita tunggu dia saja dulu..


kata Tuan putri Agung yang diangguk tanda setuju oleh Ki Jampang.

__ADS_1


+++


__ADS_2