
Di tebing Kecil..
Sein dan Wong Liem sedang duduk bersandar di dinding luar goa..
Ehm...pangeran, sebelum kita masuk kedalam aku akan menceritakan yang tadi kukatakan...! kata Wong Liem.
Sein mengangguk dan mendengarkan dengan tenang..
Wong Liem memulai ceritanya,..
Cerita ini bermula dari benua Congko..
Sekitar delapan abad yang lalu, di mana telah terjadi huru hara yang sangat besar di benua Congko,..
Terjadi kekacauan di keKaisaran dinasty Zhou , semua kerjaan kerajaan kecil di bawah kekaisaran Zhou saling berperang dan menyatakan diri sebagai kerajaan mandiri..
Setelah berpuluh puluh tahun bertempur, akhirnya kekaisaran Zhou jatuh..dan wilayah Congko di kuasai dan di pimpin oleh dinasti Qin..
Akhirnya Keluarga Kaisar saat itu menjadi buron, namun di lindungi oleh Klan Misterius pada zaman itu..
Klan itu adalah Klan Wong...
Selama lebih sepuluh tahun Kaisar Zhou di sembunyikan oleh Klan Wong di lembah Sembilan Desa di kaki Gunung Min Shan..
Namun akibat ulah beberapa penghianat dalam Klan Wong, persembunyian Kaisar Zhou di ketahui oleh pemerintah Dinasti Qin..
Mereka kemudian di buru, selama bertahun tahun...
Ketua Klan pada saat itu memutuskan untuk pergi meninggalkan Benua Congko...
Delapan belas Buah kapal layar, berlayar menuju semenanjung malaka..
Mereka berlayar berbulan bulan, hingga pada suatu hari,.mereka pun tiba di nusa barat, tempat kita saat ini ..
Dan menepilah kedepan belas kapal itu di pantai barat sana, ya... dulunya daerah ini bernama Nusa Barat..
Betul... !! dan dulunya hanya ada satu penguasa di sini..! kata Sein..
Hah...dari mana pangeran tahu..!? tanya Wong Liem heran...
Sein hanya diam,
Lanjutkan tuan Liem...!! kata Sein kemudian.
Wong liem kemudian melanjutkan lagi ceritanya,..
Saat delapan belas kapal Rombongan Kaisar Zhou dan klan Wong belabuh, barulah di ketahui kalau ternyata benua ini juga berada dalam kekacauan...
Dengan segenap kemampuan orang orang Kaisar Zhou dan Klan Wong membantu Raja Nusa Barat ini mempertahankan wilayahnya...
Tapi kekuatan penyerang dari benua saman sangat kuat...
Setelah bertempur dalam waktu yang cukup lama akhirnya kerajaan Nusa Barat di taklukkan...
Dengan Prinsip yang kuat akhirnya mereka bergabung dengan Kelompok Kaisar Zhou dan Klan Wong dengan tekad untuk suatu saat merebut kembali Kerajaan Nusa barat dari tangan penjajah benua saman...
Tapi siapa sangka, seiring berjalan waktu...
anak keturunan Raja Nusa Barat menikah dengan penjajah dari benua saman itu...
Pecahlah persahabatan antara raja Nusa Barat denga Kaisar Zhou dan Klan Wong...
Klan Wong merasa percuma mereka mati matian membantu Raja Nusa Barat, toh akhirnya mereka bergabung dengan penjajah...
Kini tertinggal Klan Wong bersama Kaisar Zhou, mereka khawatir Raja Nusa Barat akan meminta pemguasa dari benua saman untuk menangkap mereka,..
Tapi yang mereka khawatirkan justru tidak terjadi, malah Raja Nusa barat membantu diam diam agar Kaisar Zhou dan Klan Wong bisa mendapatkan ijin dari penjajah untuk mendiami daerah yang sekarang menjadi area kediaman Klan Wong..! jelas Wong Liem.
Lantas, apa meeka masih terus bermusuhan..!? tanya Sein.
Tidak...! Raja Nusa Barat tidak pernah memusuhi Kaisar Zhou dan Klan Wong..permusuhan ini sepihak dari Kaisar Zhou, menurutnya Raja Nusa Barat jalan sendiri tanpa mengajaknya berkompromi Dengan penjajah..
Semetara Klan Wong sudah sedikit melunak dan mau berkomunikasi dengan Raja Nusa Barat...
Beberapa tahun setelah peristiwa itu...datanglah utusan Kekaisaran Qin menghadap pada Penjajah, Penguasa dari Benua Saman itu...
Utusan Kaisar Qin meminta agar Penguasa benua barat ini menyerahkan Kaisar Zhoun dan keluarganya...untuk di bawa kembali ke benua congko..
Tapi atas permintaan Raja Nusa Barat, akhirnya penguasa saat itu mengatakan pada utusan Qin, bahwa akan meminta keputusan dari kerajaan Saman pusat...
Utusan itu pun menunggu hingga dua tahun, sampai jawaban dari kerajaan saman pusat pun tiba...dan jawabannya adalah agar kerajaan Nusa Barat tidak mencampuri urusan benua Congko dan menyerahkan kaisar Zhou dan keluarganya untuk di bawa kembali ke benua Congko oleh utusan Qin...
Owh jadi begitu ceritanya..! terus apa hubungannya dengan kata tuan tadi bahwa ini membuat ketertarikan dari kalangan pendekar...!? tanya Sein.
Cerita saya belum selesai pangeran,..
Klan Wong merasa kurang setuju karena pihak Raja Nusa Barat yang takluk pada penjajah saman membiarkan Kaisar Zhou di bawa kembali, mereka pun mulai menjaga jarak dengan pihak kerajaan...
Walaupun keberadaan mereka tidak pernah di usik oleh Raja Nusa Barat yang takluk, bahkan sampai pada anak keturunan Raja Nusa Barat yang membagi wilayah nusa barat ini menjadi tiga kerajaan tidak pernah sekalipun mengusik keberadaan Klan Wong..tapi klan wong tetap tidak suka terhadap keluarga kerajaan ..! Jelas Wong Liem menjeda ceritanya...
Sekarang ada sedikit kemajuan hubungan antara Klan Wong dengan kerajaan..hal ini salah satunya karena banyak keturunan campuran Klan Wong dengan Orang asli benua barat ini yang sudah jadi bangsawan di istana...! tambah Wong Liem..
Nah, Sekarang aku akan ceritakan bagian yang menarik dunia persilatan..!!
Sein masih duduk dengan tenang mendengarkan...
Sebuah senjata tingkat semesta dulu di bawa oleh seorang Resi yang pulang dari dari benua parzi, saat tiba di sini, resi itu menetap bersama klan wong dan ketua Klan Wong di ajarkan menggunakan senjata itu,
Dengan cepat keberadaan senjata itu menjadi perhatian dunia persilatan..
__ADS_1
keberadaan senjata ini terus di buru oleh orang orang dunia persilatan benua Congko, bahkan sudah tersebar pada pendekar pendekar di benua ini..akhirnya makin banyak yang mengejar senjata tingkat semesta itu...
Sampai akhirnya datang seorang pendekar wanita yang baik hati..
pendekar ini sama sekali tidak tertarik dengan senjata itu..
Karena ketua Klan saat itu adalah juga wanita,.mereka akhirnya bersahabat..
Setelah lama bersahabat dengan ketua Klan saat itu, maka sang Resi menitipkan Senjata itu pada pendekar wanita,.selain agar tidak jatuh ketangan pendekar golongan hitam, juga karena menurut sang Resi bahwa pendekar wanita itu lebih cocok dan berjodoh dengan senjata itu ...
Beberapa tahun berlalu pendekar wanita itu semakin terlenal membantai para penjahat dengan senjata itu, namun lama kelaman pendekar wanita itu tidak pernah lagi terlihat bahkan senjata tingkat semesta itu pun tidak pernah lagi terdengar...
Namun pesan turun temurun dari ketua Klan, bahwa senjata sakti itu kelak harus di bawa kembali ke Klan Wong karena menurut pesan leluhur, Resi itu sebenarnya berniat memberikan senjata itu untuk Klan Wong..
Hanya saja kemunculan pendekar wanita itu yang sedikit lebih menguasai senjata itu ketimbang ketua Klan Wong saat itu membuat Klan Wong tidak mendapatkan senjata tingkat semesta itu...
Namun tentu saja yang harus membawanya kembali adalah orang yang mampu menundukkan senjata itu...! beber Wong Liem.
Bagaimana pangeran, sampai disini sudah mulai tertarik..!? hehehe...! tanya Wong Liem sambil terkekeh..
Ya...sepertinya senjata itu sangat hebat ya..??apa nama senjata itu..?? tanya Sein.
Heheh...Dulu leluhur Kami menyebutnya dengan nama Cakram Dewa..!
Namun kudengar saat Resi itu menyerahkan pada wanita sahabat ketua klan waktu itu, ia menamainya dengan nama Cakram Sudarsana..!!
Owh..ada senjata dengan nama itu ya...!!? tanya Sein pura pura kaget..
Sst..ini belum seberapa..aku juga tahu kalau pengeran sebenarnya menyembunyikan keterkejutan pangeran...!!hehehe...!!
Aku tau pangeran, kalau istri anda,..nyonya Mentari mampu mengendalikan cakram sudarsana dan juga saat ini cakram itu ada padanya bukan..!!? kata Wong Liem dengan yakin.
Sein hanya menggaruk kepala dan tersenyum canggung...
Hehe...ia tuan Liem..rupanya tidak bisa menyembunyikan hal ini dari anda...! timpal Sein..
Ketua Klan telah menyuruh orang mencari tahu siapa pemegang cakram ini..
namun aku tidak akan memberitahu ketua Klan apa yang kuketahui ini..! kata Wong Liem berbisik..
Terimakasih Tuan Liem, tapi mengapa anda melakukan ini..? apa tidak takut dianggap penghianat oleh Klan Wong..?tanya Sein.
Hmh..pesan leluhur agar senjata itu jangan jatuh ketangan pendekar jahat, sekarang Nyonya Mentari bukanlah pendekar jahat, jadi bagiku itu tak masalah...!jelas Wong Liem...
Bagaiamana pangeran, apa mau masuk ke goa ini...?
Aku merasakan di goa ini ada energi yang sangat besar...!! kata Sein...
Ya..betul pangeran, goa ini adalah tempat berlatih para ketua dan tetua agung Klan Wong..!!
Tapi mengapa aku tidak merasakan ada orang yang sedang berlatih..? gumam Sein.
Jadi hanya tuan Liem Saja yang tau jalur ini...? tanya Sein penasaran..
Ya.. betul pangeran...!
aku tidak sengaja bisa menembus kesini saat aku berlatih ketika aku masih menjadi Tetua Agung Klan Wong...! kata Wong Liem.
++
Di tanjung Petir Hitam..
Hari menjelang siang,
Laila menggeliat di atas dampar kulit,
Hmh...badanku terasa sangat ringan..! batin Laila..
Kau sudah bangun rupanya,..! kata Nyai Jaminten..
Bagaimana perasan kamu..? tanya Nyai Jaminten kemudian..
Oh, aku merasa badanku sangat ringan tetua...! jawab Laila
Hmh...jangan panggil aku tetua...!! mulai sekarang panggil aku guru...!! kau mengerti..?
I..i...iiya ..gu..ru...!! jawab Laila.
Hhehehe....baguslah...!
di sini kau murid yang paling muda,..
sebelum kamu, aku sudah punya murid...! timpal Nyi Jaminten.
Apakah yang guru maksud adalah wanita yang menemuiku di ibukota dan mengajakku kesini...!!? tanya Laila...
Hahahah...betul..kau memang cerdas....!! kata Nyi Jaminten.
Ish..guru..,! padahal yang seperti ini hanya hal yang biasa saja...! batin Laila.
Nama kakak seniormu itu adalah Kasmina..bejuluk pendekat Petir Hitam,
Mulai saat ini aku akan menurunkan semua ilmu kesakitan perguruan kita padamu..! kata Nyi Jaminten..
Terima kasih guru...! Jawab Laila.
Mm...sekarang iktlah demganku, kata Nyai Jaminten sambil berjalan menuju ke sebuah kolam kecil di sisi sebelah kanan goa,..
berendamlah dalam kolam air hitam ini sampai kau menyatu dengan energi hitam di dalamnya.....!!
__ADS_1
Laila mengangguk pelan, kemudian melangkah masuk kedalam kolam...
Awalnya ia tidak merasakan apa apa...tapi lama.kelamaan ia merasakan ada energi besar yang mencoba menerobos ke dalam tubuhnya..
Aaaahhhhh...!
Jangan di lawan...kau biarkan saja energi itu masuk ke salam dirimu...! perintah Nyi Jaminten..
Laila mengikuti apa yang dikatakan nyi Jaminten..
Perlahan tapi pasti energi hitam terus masuk kedalam tubuhnya...
Aakkhh...!
Laila terus mengrang kesakitan, tapi terus saja mempertahankan aliran energi hitam yang memasuki tubuhnya...
Nyi Jaminten terus memperhatikan dari sisi kolam..
Satu hari berlalu, rasa sakit yang di alami laila belum juga reda...
Nyi Jaminten menbahkan sebongkah batu petir sebesar kelapa kedalam kolam..
Air kolam seketika beriak dengan kilatan kilatan petir,..
Laila semakin merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya...
tapi ia terus saja menyerap energi hitam dan energi petir kedalam tubuhnya..
Satu hari kembali berlalu, dengan rasa sakit yang tiada hentinya menyiksa Laila..
Sekarang malah sebuah nergi hitam pekat ikut bergabung dengan kadua energi lainnya menerobos kedalam tubuh Laila...
Arrrggghh....!!
Kini Laila berteriak kencang dengan rasa sakit yang luar biasa...
Selama lebih dari seminggu laila merasakan penderitaan itu, sampai pada hari ke sembilan ia merasakan sakit yang menyerangnya semakin berkurang..dan hilang pada hari kesepuluh..
Kini penampakan air kolam tidak lagi berwarna hitam tetapi menjadi putih susu...
Hahaha....kau memang murid berbakat...!!
Bahkan kau bisa melaluinya hanya dalam sepuluh hari....!Seru Nyi Jaminten..
Keluarlah..! dan segera berbaring di ranjang Batu Hitam itu...!
Laila keluar dari kolam dan melangkah ke ranjang Batu Hitam, ia sedikit ragu saat akan menyentuh pinggiran ranjang batu itu..
iantakut energi petir akan menyengat nya seperti beberapa hari sebelumnya...
tapi apa yang ia hawatirkan tidak terjadi, sampai ia telah berbaring dengan pakaian basah di atas ranjang batu hitam ia merasakan sesuatu yang nyaman menjalar keseluruh tubuhnya...
Nyi Jaminten menyaksikan dengan senyum puas...
Sebentar lagi Tanjung Petir Hitam menjadi pemimpin dunia persilatan...!! heheh...guru..cita citamu mengembalikan kejayaan Tanjung Petir Hitam sebentar lagi akan terwujud..! batin nyi Jaminten..menerawang mengingat Dewi Gelap Neraka Hitam..
Kamsina yang baru saja pulang sehabis mencari beberapa kebutuhan, melihat Laila yang berbaring di atas Ranjang Batu Hitam sedikit terperangah...
Guru...! apakah adik sudah melalui tahao pembersihan ..?
Mm..baru saja...!
Hah.!? hanya dalam waktu sepuluh hari..!??
adik..kau memang luar biasa...!
Sudahlah, segera siapkan pil untuk adik mu...!! perintah nyi Jaminten..
Baik guru..! jawab Kasmina segera berlalu..
++
Di kediaman Sein..
Para tetua sepuh sedang duduk menunggu hasil pemeriksaan kesehatan utari oleh tabib jari dewa...
Tabib jati dewa sehari sebelumnya telah sampai dengan rombongan murid murid perguruan cahaya sakti...
Ki Balang Nipa selaku guru perguruan Cahaya Sakti sangatlah senang melihat keadaan murid muridnya yang baik baik saja...
Semoga saja anak itu tidak apa apa...kata ki Balang Nipa...
Ya..kita berharap Utari bisa segera sembuh...! timpal Kakek Dai...
Ya..setelah menyembuhkan Utari, Tabib Jari Dewa masih harus menyembuhkan Mentari..! kata Nenek Serba Tahu mengingatkan...
Betul guru...! keadaan mentari juga perlu mendapat perhatian khusus...! tambah Kaisar Kelana...
Dewa Sedih dan karaeng Gantarang hanya manggut manggut mendengar pembicaraan para sesepuh ini..
Pangeran telah pergi beberapa hari, entah bagaimana kabar seruling neraka...mudah mudahan pangeran dapat menemukan seruling itu secepatnya..jika tidak..kedepannya, kita semua akan mendapatkan pekerjaan berat..! kata Karaeng Gantarang..
Ya..semoga saja...! keadaan dunia persilatan sungguh saat ini sangat menghawatirkan...!
Kaburmya para dedengkot golongan hitam baru baru ini adalah pekerjaan lain yang harus segera kita tuntaskan...! timpal Dewa Sedih.
Setelah kita memastikan di sini semuanya terkendali..aku berencana mengajak pangeran untuk menyatroni beberapa markas golongan hitam itu..! kata Dewa Sedih..
Owh..kalau begitu aku ikut...! seru Karaeng Gantarang tak mau ketinggalan..
__ADS_1
+++