Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Melatih Nona Muda Jurus Pedang Perak


__ADS_3

Tanpa terasa tujuh hari berlau meraka menjalani rutinitas yang sama setiap harinya...


Selama seminggu ini Yasmin dan Mentari mencari tahu informasi tentang keturunan Karaeng Gantarang...


Sein setiap pagi buta segera mengatur jaringan mata mata..informasi tentang wabah mematikan di kerajaan semakin menyebar...


Sein saat ini sedang mengumpulkan keterangan terkait wabah mematikan itu...


Setelah mengatur semuanya, ia menyempatkan diri mengajari ilmu pedang pada nona muda yang ia kenal.


Sejak seminggu ini perubahan dasar beladiri nona muda itu sudah cukup sempurna bagi seorang pendekar wanita di kalangan bangsawan...


Tentu saja belum memenuhi standar jika di ukur dengan pendekar dunia persilatan...namun dengan dasar ini sudah cukup bagi nona muda ini untuk mengembangkan kemampuannya dengan maksimal..


Nona..kau akan terus melatihmu selama satu bulan...dan nanti kau perlihatkan perkembangan mu pada ayah dan kakamu..!! pasti kau akan mengejutkan mereka...!! kata Sein...


Em...nona muda itu mengangguk dengan semangat...


Sekarang coba perlihatkan seluruh jurus yang diajarkan ayahmu..


Nona muda segera memperagakan jurusnya...


Pangeran ..! aku sudah menghafal jurus jurusnya..namun aku masih ada sesuatu yang mengganjal..aku tidak mengerti mengapa pedangku sama sekali tidak bertenaga..


Setelah menyaksikan nona muda memperagakan jurusnya dengan lengkap Sein segera mengerti kelemahan jurus ini dan bagaimana meningkatkan daya rusak jurus ini...namun sebelum memberi petunjuk terlebih dahulu Sein menceritakan asal mula dan sejarah jurus Pedang Perak dan seluk beluknya...


Setelah itu kemudian Sein mulai memberi arahan dan petunjuk pada nona muda..


Sein dengan sabar memberi petunjuk pada nona muda...


Apa kau sudah ingat..!!?


Iya guru...!! jawab nona muda...


Apa..!!? tanya Sein kaget.


Ia tidak ter biasa seseorang manggilnya guru.


Eh maaf..pangeran sudah susah payah mengajariku..sudah sepantasnya aku panggil guru..!! jelas Nona muda panik...


Hahahah...baiklah..baiklah sekarang aku punya murid cerdas sepertimu..aku juga sangat senang..!! hahah...


Kelak harus patuh pada gurumu ini ya....!! hahahah..! kata Sein.


Baik Guru...jawab nona muda dengan semangat.


Setelah mengajari nona muda,.Sein pulang untuk sarapan dan mandi..


ia diminta menghadiri pertemuan pejabat.


Sebagai menantu raja,.sesuai peraturan bahwa ia diwajibkan hadir dalam pertemuan agung setiap pekan..


Pada pertemuan kali ini memang yang akan di bicarakan adalah terkait wabah yang sudah semakin menyebar luas...


++


Di aula pertemuan..


Sein duduk di deretan keluarga kerajaan..


Para menteri dan pejabat lainnya memberikan saran...


Baginda...kita sebaiknya menyiapkan tabib agar sewaktu waktu kita siap mengobati pasien jika ada rakyat kita yang terjangkit penyakit itu...


Baginda...kita perlu ketersediaan obat obatan..karena itu kita harus segera membelinya bila perlu dari luar kerajaan sekali pun..


Baginda...kita butuh stok bahan pangan yang banyak jika sewaktu waktu kerajaan kita terjangkit maka akan melumpuhkan kehidupan rakyat...


Mm...semuanya bisa segera kita laksanakan...!!


apa masih ada saran lainnya...tanya Baginda.


Pangeran Sein..barang kali ada saran!!?sebagai Kepala lembaga departemen strategis tentu anda sudah memiliki gambaran tentang situasi ini kan..? tanya perdana Menteri berusaha menguji.


Baginda...!! Sein membuka suara..


Selain mempersiapkan semuanya yang disarankan para pejabat tadi, hamba menyarankan agar memperketat atau bahkan menutup semua perbatasan..orang yang keluar atau masuk ke kesulatanan ini mesti di periksa dengan teliti...


Petugas perbatasan sebagai yang pertama paling rawan terkena wabah ini..karena itu perlu di berikan jubah perlindungan saat pemeriksaan setiap orang yang masuk wilayah kesutanan ini...!!


Setiap orang yang masuk wilayah kesultanan ini tidak boleh langsung berbaur dengan rakyat..tapi di tempatkan dulu selama tujuh hari di sebuah tempat di perbatasan...


Ini untuk memastikan apakah mereka sudah terjangkit sebelum memasuki wilayah kesultanan ini..jika mereka masih sehat setelah hari ke tujuh maka boleh beraktifitas seperti biasa di wilayah kesultanan ini...sementara ini dulu baginda...!! tutup Sein.


Semua yang mendengar terperangah...


sungguh strategi yang jenius...!!


pangeran anda benar benar orang pilihan..puji beberapa pejabat.


Sebentar..!! tunggu...!! tadi pangeran menyebut tujuh hari....mengapa tujuh hari..!!?


Aku sudah meneliti wabah ini selama satu bulan ini..setiap hari petugas akan mengirim surat padaku..


Keterangan yang berhasil kami peroleh bahwa paling lama tiga hari orang beraktifitas bersama orang yang terkena wabah..maka mereka juga akan sakit dan tidak sampai sehari mereka akan mati..


Karena itulah demi keamanan aku mengusulkan tujuh hari..agar benar benar dapat di pastikan orang yang masuk kemari adalah orang yang benar benar sehat..jelas Sein.


Luar biasa.!! anakku..semua akan dilaksanakan !! ucap Baginda Sultan sangat gembira.


Pertemuan berakhir dengan banyak pujian pada Sein..


++


Tanpa terasa sudah sebulan sejak pertama kali Sein melatih nona muda...


Nona..gerakan pedangmu semakin halus dan mematikan...!!


Tenaga dalammu juga banyak peningkatan takutnya saat ini bahkan ayahmu akan kesulitan mengalahkanmu...!! puji Sein.


Terimakasih guru...! jawab nona muda membungkuk hormat.


Tinggal kau latih saja terus...agar kekuatan fisikmu bertambah..! saran Sein.


Saya akan ingat nasihat guru..!!timpal nona muda.

__ADS_1


Semua kelemahan jurus ini sudah kuajarkan..panangkalnya juga sudah kuajarkan..cara meningkatkan tenaga dalam juga sudah kuajarkan...ilmu langkah sutera agar kau bergerak ringan dan lincah sebagai pasangan jurus ini juga sudah kau kuasai dengan baik..


Saatnya kita sudahi pelatihan ini...selanjutnya kau berlatihlah secara mandiri...! perintah Sein.


aku akan datang ke.sini melihat perkembangan mu jika urusanku sudah selesai..


Kau rajinlah berlatih...jangan mengecewakan gurumu ini...!! seru Sein.


Terimakasih guru...!! jawab nona muda.


Setelah berpamitan


Sein pun segera berkelebat pulang ke kediaman...


Guru...!! batin nona muda...aku akan merindukan guru...!!


Nona muda tidak segera melanjutkan latihannya..ia tertegun beberapa lama memikirkan gurunya...


Dalam hatinya ia sangat ingin berbakti pada gurunya...


Tanpa ia sadari dua orang berjalan mendekat ke arahnya...


Laila...!! apa yang kau lakukan...bukannya berlatih...malah menghayal...cibir seorang lelaki muda.


Nona muda yang ternyata bernama Laila segera menoleh...


Kakak..!!ayah..!! kalian sudah kembali dari perbatasan...? sambutnya.


Mmm...jawab ayahnya.


Kata ibumu kau rajin berlatih akhir akhir ini...!!


apa boleh kami melihat perkembangan mu..?tanya ayah Laila yang ternyata seorang Jendral...


Jendaral Kasogi..!! hamba siap..!! goda Laila.


Akbar...!! uji adikmu...!! perintah Jendral Kasogi.


Baik ayah..!! jawab Akbar.


Adik ayo...bersiaplah...jangan menagis lagi ya...!! ejek akbar...


Laila mengarahkan ujung pedangnya kedepan ke arah akbar..


Kakak...aku tidak akan menangis lagi..timpal Laila.


Akbar segera menyerang dengan Jurus Pedang Perak..jurus pedang perak adalah jurus warisan keluarga Jendral Kasogi...


Jurus ini sangat mematikan...di medan perang sangat ditakuti lawan..


Dengan jurus warisan keluarga ini lah Jendral Kasogi berhasil menggapai pangkat Jendral.


Akbar menyerang Laila dengan separuh hati ia menyangka Laila masih sama seperti Laila satu setengah bulan yang lalu..


Namun baru saja beradu beberapa gerakan Akbar sudah t koerpojok dan terkena pukulan gagang pedang di bahunya.


Auuu....!! teriak Akbar.


Adik...kau luar biasa sekarang...baik akau akan serius..!!


Oh baiklah...


hiiiiaaaat....! Akbar segera menyabetkan pedangnya dengan jurus tertinggi Pedang Perak..namun sayang..Laila sudah paham kelemahan setiap jurus pedang perak...


Akbar terkena totokan di lehernya..pedangnya terlepas dari genggamannya...


Laila...!! adik...!! Seru Ayah dan kakaknya.


Kau...kau dari mana belajar ini...!!?.tanya Jendral Kasogi heran...


Aku merenunginya selama empat belas hari...dan menemukan kelemahan jurus warisan keluarga kita ini..jawab Laila berbohong.


Ia tak ingin ayah dan kakaknya tahu kalau ia menjadi murid Pangeran Sein.


Anakku...kau sungguh hebat..!!


iya adik kau luar biasa !!


puji ayah dan kakaknya...


Laila kembali terdiam...guru terimakasih..


guru..!! kau memang yang terbaik....batin Laila.


Laila...ada apa nak? kenapa kamu diam!?


Ah tidak apa apa ayah...aku hanya berpikir bagai mana menyempurnakan jurus warisan keluarga kita ini..jawab Laila...


Ah..sudahlah...ayo kita pulang dulu...nanti baru dipikirkan lagi...kata Jendral Kasogi.


++


Di kediaman Sein..


Suamiku..kau dari mana saja..!!?


sebulan ini tampaknya setiap pagi kau sibuk sekali...tanya Mentari.


Iya..banyak pengaturan dan pengajaran yang harus kubuat..baik untuk Lampeapi maupun membantu kesultanan Datuk Delapan ini..jawab Sein.


Suamiku...!! adik...! ayo sarapan dulu...ajak Yasmin.


Mereka bertiga pun duduk sarapan....


wahhhh....kalian begitu bahagia malah melupakan aku....ayah Mentari yang sudah berada di pintu segera masuk dan menyapa..


Ayah...!! jawab mereka bertiga serentak.


Ayo makan bersama kami...!! ajak Yasmin.


Ah kalian saja....aku barusan selesai sarapan di ruang makan....kata ayah Mentari.


Eh..bagaimana perkembangan wabah itu..apa kalian sudah menemukan penyebabnya..!?


Belum ayah...! jawab Sein.

__ADS_1


Besok aku akan ke desa yang pertama terkena wabah..kemudian akan ke desa yang saat ini terkena wabah...jawab Sein...


Hati hati...nak...wabah ini sangat berbahaya..


Iya ayah....pengintai yang saya kerahkan masih baik baik saja sampai hari ini...berarti ada cara agar mereka tidak terkena wabah itu....jelas Sein.


Ah ya ..terserah padamu saja...tapi ingat..kau punya dua istri cantik yang menunggumu pulang....hehehe....kata ayah Mentari.


++


Di kediaman Jendral Kasogi..


Mereka sedang asik menikmati sarapan pagi.


Adik...!! bagaimana kekuatanmu bisa secepat ini berkembang..? beritahu aku..aku juga akan mencobanya...


Laila...!.kekuatanmu saat ini terbilang cukup tinggi....jurus jurus bela dirimu juga semakin baik...apa kau bisa menjelsakannya pada ayah?


Ayah..kakak...!! sudah ku bilang..aku mernunginya berapa hari...lalu mencari pemecahannya...


Iya nak..tapi aku sulit percaya dengan secepat ini kau bisa berkembang di semua sisi...tenaga dalam, jurus,.kecepatan, dan kemampuanmu menganalisa..sangat berkembang.


Anakku...jangan bohongi ayah...!! aku sudah berpengalaman di dunia persilatan...selidik Jendral Kasogi...


Kalau kau tidak menemukan kitab pusaka, kemungkinan ada orang sakti yang mengajarimu...tambah Jendral Kasogi.


Laila hanya tertunduk..ia tak tega terus membohongi ayahnya...


Iya ayah...ada seorang sakti yang membimbingku selama lebih satu bulan ini...


Ayah dan kakaknya tiba tiba. terdiam...


Si..siapa..orang itu nak...?


Maaf ayah..aku belum bisa mengatakannya...


tapi guru bilang aku harus terus melatih jurus keluarga kita yang sudah ia sempurnakan...


Katanya jika aku menguasainya dengan sempurna maka aku bisa sebanding dengan Grand Master Langit tingkat Akhir...


Apa...!?ia menyempurnakan jurus keluarga kita..!??tanya Jendral Kasogi.


Anakku ayo kita coba...! aku ingin lihat...! pinta Jendral Kasogi.


Mereka pun berjalan menuju halaman samping yang sangat luas...


Laila..ayo...!!


Laila pun memainkan jurus jurus pedang Perak warisan keluarganya dengan sangat indah..


Ia bagaikan peri yang menari nari dengan sangat menawan...namun dibalik tarian itu mengandung jurus jurus yang sangat mematikan...


Ayah ibu dan kakaknya terperangah menyaksikan jurus pedang yang dimainkan Laila....


Setelah selesai memperagakan jurus...Laila kembali ke hadapan ayahnya...


Ayah...bagaimana..?


Ah..anakku...!! kau sangat luar biasa...


Ayah..mengapa jurus adik sepertinya bukan jurus keluarga kita..sepertinya jurus ini khusus untuk wanita....kata Akbar.


Kakak...!! jurus leluhur kita ini memang diciptakan oleh nenek buyut kita...ada yang memang khusus untuk wanita dan ada yang khusus untuk laki laki, namun prinsip utamanya masih sama.


Dan karena anak nenek buyut semuanya laki laki..maka sejak itu jurus khusus lelaki yang diturunkan ke para lelaki dalam keluarga kita...nah guruku mengajarkan keduanya, jurus untuk laki laki dan jurus untuk perempuan, kemudian guru juga mengajarkan penyempurnaan dan kelemahannya...jelas Laila.


Kata Guru, kelak jika kau punya anak laki laki dan perempuan kamu bisa mengajarkan Jurus Pedang Perak ini...! ungkap Laila.


Laila..!! dari mana kau tahu cerita kalau nenek buyut yang menciptakan kedua jurus ini...ayah tidak pernah menceritakan ini padamu...


Guruku yang cerita...!! jawab Laila.


Oh..pasti gurumu seorang sesepuh yang sangat sakti..atau jangan jangan...nenek buyut kita masih hidup dan datang mengajarimu..? kata Akbar.


Emm...Laila Menggeleng...


Guruku seorang lelaki...dia sangat sakti dan berkharisma....jawab Laila.


Nanti aku akan mempertemukannya dengan kalian...tambah Laila.


Ah baiklah Laila..ayah ingin kau memperlihatkan jurus yang khusus laki laki...


Mm..baiklah ayah...Laila mengangguk kemudian dengan lugas ia memperagakan jurus pedang perak laki laki...


Wahh....sungguh luar biasa...benar benar tanpa celah....nenek buyut memang jenius beladiri...!! Puji Akbar.


Setelah Laila selesai memperagakannya ia kemudian kembali ke hadapan ayahnya...


Ayah bagaimana...? Tanya Laila.


Sangat luar biasa....aku saja tidak dapat memainkannya sepertimu....puji Jendral Kasogi.


Gurumu itu memang sungguh hebat...dilatih sebulan saja olehnya kau sudah seperti ini....! puji Jendral Kasogi.


Mengapa adik tidak tinggal saja di padepokan gurumu itu untuk berlatih lebih lama lagi...kata Akbar....


Guru tidak punya padepokan...ia seorang pengelana...jawab Laila.


Jangan jangan dia adalah salah satu dari legenda dunia persilatan...! seru Jendral Kasogi.


Aku tidak tahu ayah..Guru tidak pernah menyinggung namanya...bahkan namaku saja beliau tidak pernah menanyakannya..beber Laila.


Apa..!?.sudah mengajarimu sampai seperti ini bahkan nama kamu pun ia tidak menanyakannya..!! timpal Jendral Kasogi heran.


Ia...ayah..jadi aku juga tidak berani menanyakan nama guru...jelas Laila lagi.


Kapan gurumu akan datang lagi mengunjungimu..? tanya Jendral Kasogi.


Kata guru ia ada urusan penting..jika sudah selesai ia akan menemuiku seperti biasa di tempat latihan..di pagi hari...Jawab Laila penuh harap.


Yah...sudahlah...nanti juga kita akan bertemu dengannya...!! timpal ayah Laila.


Ayah...apakah aku juga boleh berguru dengannya...?tanya Akbar.


Itu tergantung pendekar sakti itu...tapi kau boleh meminta adikmu memohon padanya untukmu..jawab Jendral Kasogi.

__ADS_1


+++


__ADS_2