
Nenek Serba tahu, dengan cepat membuat segel ruang dan mengurung mereka semua kedalam segel ruang buatannya...
Dewa Sedih tidak membuat serangan karena ia berusaha menyalurkan energi untuk membantu nenek serba tahu memperkuat segel ruang...
Hah...?? ini...!!?
Balkam terkejut menyaksikan segel ruang yang melingkupi mereka...
Tapi untunglah kekuatannya belum begitu kuat, jika saja ia sudah di ranah Legenda Semesta, maka akan sulit menang dalam segel ini...! batin Balkam..
Balkam Mulai mengerahkan kekuatannya, ketika tiba tiba merambat di sekitarnya hawa sejuk yang mengganggu ketenangannya..
Ini...benar benar melemahkannya...
Ah...hawa ini, melemahkan kekuatanku...!! batin Balkam...
Empat pendekar bersaudara, Hitam Putih Kematian dan Biru Merah Kesengsaraan siap menyerang dengan serangan ganas mematikan...
Sein dari luar segel ruang nenek serba tahu, membuat lagi segel ruang yang lebih besar dan melingkupi semua orang,...
Nenek Serba tahu dan semua yang ada dalam segel ruang juga merasakan hawa aneh yang meliputi mereka...
Dari dalam segel, nenek serba tahu tersenyum, anak ini sudah sangat melampaui kita,..! gumam nenek serba tahu..
Dewa Sedih masih tertegun, namun segera semburat kegembiraan menghiasi wajahnya...
ia melihat Sein dari dalam segel ruang tak jauh dari mereka sedang membuat segel melingkupi mereka lagi.....
Hahaha...aku tidak membantumu memperkuat segel ini sekarang, bocah itu sudah melakukannya bahkan lebih baik.., aku bisa ikut menghajar penguasa jurang gunung tujuh itu...! kata dewa sedih dan segera menghampiri ke arah La Puaro...
Sementara itu Balkam masih merasa tertekan, kini bukan hanya setengah kemampuannya yang lumpuh ..kemampuannya bahkan hanya tinggal seperempat saja....
Celaka...!
Balkam mulai panik...
Empat saudara telah menyerangnya dengan ganas.
Hiaaaaa....!!
Blarrrr....!!
dentuman keras terjadi...
Balkam terlempar membentur dinding segel..tubuhnya terasa remuk...dia memuntahkan darah cukup banyak..
Hehehe...kau berlagak terlalu tinggi, dan kemampuanmu hanya segini...? ejek Hitam kematian...
Kau...! dasar tak tau malu..
jika bukan bantuan orang di luar segel ini..tak satupun dari kalian yang akan dapat mengalahkan aku.. ! kata Balkam terengah engah...
Hitam kematian segera menerjang lagi dengan ganas, dan menedang tubuh Balkam dengan kejam...
Dhusss....!!
Tubuh Balkam terpental lagi menabrak dinding segel, organ dalamnya terasa hancur...
kembali ia memuntahkan gupalan darah, tapi kini muntah darah itu bercampur daging lunak yang hancur...
Organ dalamnya rontok dan hancur berantakan menjadi bubur daging..
Sesaat kemudian Balkam tak bergerak lagi...
Pertarungan sengit juga terjadi antara La Puaro dan Sutan Rajo Bintang yang di bantu oleh Dewa Sedih...
Kalian benar benar tidak tahu malu...! mengeroyok dalam keadaan seperti ini..! umpat La Puaro...
Hahha...tidak semestinya berlaku kesatria pada orang seperti kalian....! hardik Dewa Sedih...
Kau akan mati kali ini ...! kata Sutan Rajo Bintang dan mengirimkan pukulan mematikan ke arah jantung La Puaro....
La puaro melolong keras....ia tak menyangka, bahkan kekuatannya yang sangat di banggakannya tidak bisa ia kerahkan sepenuhnya dalam segel ini...
Dua tendangan mendarat di punggungnya bersamaan dengan sebuah tinju mendarat tepat di jantungnya..
Dak...!
Dak..!
Bhummmm...!!
La puaro, tak sempat mengeluarkan suara, dada dan punggungnya remuk, seketika ia pingsan dengan keadaan yang menyedihkan...
Di luar segel, Sein melihat pertempuran sudah dimenangkan, ia segera menghentikan segel buatannya,
Huffff....!
Energi yang cukup besar diperlukan membuat segel, karenanya energi Sein cukup terkuras kali ini....
Ia duduk bersila hendak memulihkan diri...
Trakk.....!!
ahk...!
Sebuah tusukan menembus punggunya,
Sein terlulai dengan perasan terbakar dalam dirinya.. darah menetes di sela bibirnya....
Sein...! teriak nenek Serba tahu...
Utari...!! Seru Biru Merah Kesengsaraan...
Utari telah menusuk Sein, pedang Kilin Api menusuk punggung dan menembus ke dada Sein...
Semuanya melompat ke arah Sein,...
Utari, tidak menunggu lama segera berkelebat menyambar La Puaro meninggalkan tempat itu...
Tak Jauh dari tempat itu, Yasmin tak sadarkan diri dengan kondisi luka cukup parah...
Nenek serba tahu memandang berkeliling...
sementara yang lain berusaha membantu Sein...
Uhuk...!! kembali Sein terbatuk, darah pun kembali menetes di sela bibirnya...
Di...dimana Yasmin...!!?
Nenek serba tahu tiba dengan cepat membawa Yasmin,
Kau tak perlu khawatir, lukanya bisa di sembuhkan secepatnya, Yasmin baik baik saja, dia hanya pingsan...! kata nenek Serba tahu pada Sein ...
Sein mengangguk, dan segera duduk bersila hendak memulihkan diri dengan akar roh asal mula...
Setelah mencoba beberapa saat,
kening Sein mengernyit..
aneh..!! luka ini tidak bisa di sembuhkan dengan akar roh asal mula..! gumam Sein.
Bukan tidak bisa, tapi penyembuhannya sangat lambat,..!! energimu sedang terkuras, dan lagi Pedang Kilin Api adalah pedang dengan unsur Api Sejati..!
Luka ini akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk sembuh, ..!jelas nenek Serba Tahu..
Ayah, ibu..! mengapa adik menyerangku..!!? tanya Sein dengan nafas masih sesak...
I..ini...., kami akan memeriksanya,..kami pastikan akan menghukumnya dengan keras...!kata Ibu Mentari...
__ADS_1
Jangan..!! tidak perlu...! sepertinya ia dimanfaatkan oleh seseorang,..! kata Sutan Rajo Bintang..
Anak muda, lemaskan tubuhmu, biar aku membantumu...! kata Sutan Rajo Bintang pada Sein....
Ia segera menempelkan telapak tangannya di punggung Sein dan menyalurkan energi murni...
Anak ini,...jika orang lain yang terkena tusukan pedang Kilin api ini, maka orang itu tidak akan hidup lagi...
ketahanan tubuhnya sangat luar biasa...! batin Sutan Rajo Bintang...
Ada orang lain yang ikut campur saat kita bertarung..!! seru nenek Serba Tahu...
Ya...orang yang mampu membuat Yasmin tidak sadarkan diri dan melukainya seperti ibi, pasti sangat kuat...! timpal Ayah Mentari...
Setelah merasa cukup energi untuk bergerak,
Sein memberi tanda pada Sutan Rajo Bintang untuk berhenti,
Ayo kita masuk dulu ke kediaman,..! ajak Sein kemudian.
Semuanya segera kembali masuk ke dalam kediaman dan berbincang di aula....
Pendekar Benua Parsi itu tidaklah sederhana...! dan kemungkinan besar akan datang lagi kebih banyak dan lebih hebat...! kata Dewa Sedih
Kemana Utari membawa La Puaro...?apa hubungan Utari dan La Puaro..? tanya Kaisar Kelana...
Hubungannya tentu ada pada orang yang memerintahkan mereka berdua menghabisi Sein...!kata Nenek Serba Tahu...
Jika begitu, maka jawabannya hanya satu, Orang itu adalah Permaisuri...!!kata Ayah Mentari..
Gao Ling, pelayan setia permaisuri itu, sebelumnya juga menyerang kita dengan Pedang Kilin Api..dan kini Utari Juga melakukannya...,sangat tidak masuk akal jika mengatakan permaisuri tidak terlibat dengan ini...! tambah Ayah Mentari...
Tapi...., kenapa bisa Utari terlibat masalah ini...!!?gumam Ibu Mentari..
itu masih harus kita srlidiki..! timpal Ayah Mentari..
Oh ya...Mentari dan Salwa dimana...? tanya Ibu Mentari...
Aku menyuruhnya ke suatu tempat, sebentar lagi seharusnya mereka kembali.! Jawab Sein
Tak lama berselang,
A..Apa yang terjadi..!?
Suara mentari terdengar panik, memasuki aula...
Suamiku,...! kau kenapa...!?tanya mentari dan berlari menghampiri Sein...
Ia melihat wajah Sein masih pucat..., darah yang belum begitu kering di tubuh Sein..
Suamiku, katakan siapa yang melelakukan ini padamu...!?tanya Mentari histeris...
Sein menggeleng,
duduklah dulu...! kata Sein.
Mentari berbalik dan menatap Ayahnya dengan tatapan membunuh...
Ince Zulfa,...! kau berani sekali...! hardik Mentari pada ayahnya.
Mentari menarik kecurigaan besar pada ayahnya karena ia telah menyelidiki pergerakan Ince Zulfa beberapa waktu belakangan ini...
Eh..? apa yang kau katakan. ..?
Ince Zulfa masih heran, tapi tidak berlangsung lama karena Mentari sudah mengeluarkan Cakram Sudarsana...
Susana seketika menjadi mencekam..
Putriku...!! cegah ibu mentari...
Wajah Nentari sudah gelap, ia sudah siap membunuh ayahnya...Cakram Sudarsana sudah berputar di telunjuknya, siap membunuh....
Bocah,..aku memberikan senjata itu bukan untuk sembarangan membunuh orang...! bentak Nenek Serba Tahu....
Baik nek, sebaiknya pak tua ini memberikan penjelasan yang masuk akal, jika tidak aku akan membunuhnya dnegan Senjataku yang lain...! kata Mentari sambil menatap tajam pada Ince Zulfa...
Mentari...! kau jangan keterlaluan...! bentak Ibu Mentari..
Ibu, jika kau memihaknya maka aku terpaksa menjadi anak durhaka...!! ucap mentari lirih...
Tok...!
Au...!
Sebuah sentilan di dahi Mentari dari Sein..
Apa kau gila...?
bukan ayah yang melukaiku...
Heh...bisa siapa lagi yang melukaimu...! suamiku, jangan membelanya lagi...
Sudah lah, kita masih harus menghadapi musuh yang kuat, jangan buat masalah..! potong Sein.
Duduklah, sejak tadi aku menyuruhmu duduk tapi kau terus mengabaikanku..! apa kau tidak lagi mau mendengarkanku...? tanya Sein tenang..
Ya..baiklah...! aku duduk..!kata mentari mendengus..
Sekarang katakan siapa yang melukaimu..! tanya Mentari lagi.
Tidak ada, kami bertarung dengan pendekar dari benua dari dan aku terluka, kau terlalu berlebihan menyalahkan ayah, jika bukan di bantu ayah dan saudaranya serta gurunya, kami semua sudah menjadi bangkai di sini...! jelas Sein...
Hah...!!? seru Mentari kaget...
Pendekar itu apa sudah mati..?tanya Mentari.
Ya...tapi satu lagi melarikan diri...! Utari di bawa olehnya....! jelas Sein menutupi yang terjadi pada Mentari...
Yang lain hanya diam, mereka memahami maksud Sein,
Sein tidak ingin menjatuhkan tangan pada Utari...
Utari sedang di peralat orang...
Di Istana
Kediaman Permaisuri...
Bagus, Utari....! kerja Bagus...!!
Di Mana kau menyembunyikan kakek Poaro..? tanya Permaisuri..
Aku tidak tahu harus membawanya kemana, jadi aku membawanya ke Bukit kecil di belakang perpustakaan istana..! Jawab Utari..
Mm..tapi aku heran, mengapa Yasmin tidak menghentikanmu menyerang Sein...? dia berada di sana kan..!? tanya permaisuri..
Betul yang mulia, tapi Kak Yasmin saat itu pingsan dan terluka parah...! jelas Utari..
Apa..!!?
Hm...berarti ada orang lain di sana...! batin permaisuri..
Kenanga..! seru permaisuri memanggil.
Ya tuanku...! jawab kenanga segera.
Bawa tusuk konde in ke Pulau Tanabala, temui penguasa pulau itu..tunjukkan tusuk konde ini dan berikan kantong kain ini padanya...! selanjutnya ia sudah tahu aoa yang haris ia lakukan,...! perintah permaisuri.
Hamba segera berangkat tuanku,..! jawab Kenanga..
__ADS_1
Ya Kembali secepatnya...! timpal permaisuri.
Setelah Kenanga pergi, Permaisuri tersenyum senang...
Hmh..Sepertinya keadaan akan semakin menarik...!! gumam permaisuri.
Kantil....! panggil permaisuri.
Ya tuanku...! jawab kantil
Segera atur orang agar Yasmin mengetahui kalau Utari telah menyerang dan menusuk Sein...!
aku yakin, pasti mereka menyembunyikannya dari Yasmin...! batin Permaisuri.
Baik tuanku. ..! jawab kantil dan segera pergi..
Kembali ke kediaman Sein,..
Situasi saat ini masih sangat berbaha, sebaiknya kita semua tinggal di sini dulu untuk sementara,..! kata Ince Zulfa..
Anakku, apa kau tidak keberatan..?tanya Ince Zulfa pada Sein.
Ayah, kau sedang bicara apa, tentu saja tidak...! jawab Sein...
Aku keberatan..! aku tidak tahu apa yang ia rencanakan..!! jawab Mentari mesin penuh curiga,..
Ayah, jangan dengarkan dia, dia sedang datang bulan...! timpal Sein bercanda...
Hah..? suamiku..!!! bahkan yang seperti ini kau bicarakan di depan orang banyak..!!? awas kau...!! Mentari hendak medekat untuk mencubit pinggang Sein seperti biasa,...
Hati hati ...luka suamimu bisa terbuka kembali jika ia banyak bergerak...! kata nenek serba tahu mengingatkan...
Akhirnya mentari mengurungkan niatnya dan berbalik ke ice Zulfa...
Tuan sekertaris, Aku akan mengawasimu dengan ketat,..!! kata Mentari dengan pandangan menusuk pada ice Zulfa kemudian pergi meninggalkan aula...
Kek..ibu kenapa marah marah pada kakek..?tanya Salwa yang sedang berdiri di samping ince Zulfa...
Aku tidak tahu nak, tapi kata ayahmu, ia sedang datang bulan..hahahaha...! jawab ince Zulfa..
Husy..! jangan sabarangan bicara pada anak anak...! hardik Ibu mentari...
Datang bulan..? apa itu kek. .?tanya Salwa lagi.
Itu..itu..hahahhahaha...! kau tanya nenek saja ya..!?.hahahah..kata ince Zulfa tertawa terbahak bahak...
Jangan dengarkan orang tua itu, ayo sayang, kita temani ibumu...! ajak ibu mentari membawa salwa meninggalkan aula....
Semetara itu,
Di bilik Yasmin...
Yasmin mulai menggeliat,..
ia sudah tersadar,
Hmm...aku ..hah...aku sudah di kamar..?
ia bangkit, dan mendapati tubuhnya masih sempoyongan ..
Uh...luka dalam...? aku terluka dalam...?
Ia kembali berpikir apa yang terjadi sebelumnya...
Ahh...berpikirnya nanti saja, sembuhkan diri dulu lebih penting...
Yasmin kemudian menyalurkan energi dalam untuk menyembuhkan luka dalamnya...
selama ini ia telah belajar banyak dari Sein...
Jadi menyembuhkan diri dengan tenaga dalam bukanlah masalah baginya...
Setelah beberapa lama, ia merasa agak sedikit lebih segar....
Ia bangkit dan keluar hendak melihat situasi dan mencari Sein...
Kau sudah siuman...!?sapa nenek Serba Tahu...
Ya nek..., suamiku dimana...?tanya Yasmin..
Owh..ia.masih di Aula, berbincang dengan beberapa tetua sepuh....! jawab nenek Serba Tahu..
Baiklah nek aku kesana dulu...!kata Yasmin
Mm...jangan terlalu merepotkan dirimu...! kata nenek Serba tahu..
Yasmin berjalan ke Aula,
namun belum sempat ia memasuki Aula,
Seorang pelayan kediamannya membawa surat,..
Lapor Nyonya,..
ada Surat dari istana...! kata pelayan.
Untuk Siapa,..!? tanya Yasmin
Kata orang yang mengantar surat ini, Sebenarnya ini untuk orang tua nyonya Mentari,..tapi keduanya tidak ada di kediaman jadi mereka mengantar surat ini ke kediaman ini...! jelas pelayan.
Owh,..baiklah..berikan padaku biar aku yang memberikan pada Adikku..! kata Yasmin..
Baiklah nyonya, saya permisi dulu...
Ya..kau kembalilah bertugas...! kata Yasmin...
Kakak...! teriak mentari dari kejauhan sambil berlarinke arah Yasmin...
Hehe, kakak...kau sedang apa...? eh apa itu...?
Seseorang dari istana mengantar surat ini ke kediaman ayah sekertaris, tapi mereka tidak menemukan Ayah dan ibu di kediaman, jadi surat ini diantar kepadamu..!jelas Yasmin, lalu menyerahkan surat pada Mentari..
Eh,..apa isinya...? gumam Mentari.
Mentari segera membuka surat itu,..
Ia membaca dan seketika wajahnya mengelam....
Kurang Ajar...!! akan ku bunuh anak tak tahu diri itu...!!! pekik Mentari..
Adik...apa yang terjadi...!? tanya Yasmin penasaran...
Ia mengambil surat di tangan Mentari dan membacanya...
Wajah Yasmin juga berbah dingin namun segera normal kembali...
Adik, jangan gegabah ayo kita periksa kebenarannya...! kata Yasmin tenang..
Kenapa..? kenapa ?tanya Mentari seperti orang kehilangan akal....
Adik...adik...!! teriak Yasmin dan menepuk pundak dan pipi Mentari..
Ahh...!
Mentari segera tersadar....
Kakak..! apa yang dilakukan anak durjana ini tidak ada kaitannya denganku...!! tolong kalian berdua jangan membenciku....! kata Mentari menangis dan memeluk Yasmin...
Adik, apa yang kau bicarakan...!!? kami tidak akan pernah membencimu...! kata Yasmin..
__ADS_1
Mentari melepaskan pelukannya kemudian dengan cepat berkelebat ke Aula...
+++