
Ya, paman Tirta betul,..
Kejadian ini pasti ada hubungannya dengan pemberontak Makil tak tahu malu itu.., umpat Sultan Malik.
Tapi kita belum bisa membuktikan keterlibatan dia dalam masalah ini, keberadaannya pun masih belum kita ketahui dengan pasti.., tambah Sultan Malik..
Baginda, apa tidak sebaiknya menyelidiki masalah ini, agar kita mendapatkan berita yang akurat mengenai pemberontak Makil ini..?tanya Ki Tirta Arum..
Mm..iya, benar, tolong paman selidiki masalah ini, aku khawatir departemen penyelidik tidak akan mendapatkan berita yang cukup lengkap mengenai pemberontak tak tahu malu itu..timpal Sultan Malik.
Baiklah tuanku, aku pergi dulu..!! pamit Ki Tirta Arum..
Setelah Ki Tirta Arum pergi, Sultan Malik meminta seseorang mamanggil Tuan besar Keluarga Perpatih yang juga merupakan Paman Kerajaan..
Keluarga Perpatih adalah pimpinan keluarga bangsawan..
Sultan Malik masih berada dalam perpustakaan, ia berencana membuat beberapa strategi dalam menangani situasi kesultanan yang akhir akhir ini mengalami perubahan dengan sangat cepat.,
Situasi kesultanan ini cukup rumit akhir akhir ini,..batin Sultan Malik..
Saatnya menggunakan kekuatan keluarga bangsawan untuk menjadi pengalih perhatian,..
Pasukan pemberontak makil itu mengira, kesultanan ini hanya menhandalkan Janisari,..heheh pasti ia akan sangat terkejut dengan pasukan cadangan yang dikendalian Ince Zulfa, belum lagi dua ratus orang Pasukan Khusus Harimau Putih yang telah di latih terermbunyi selama hampir dua puluh tahun .., ini akan sangat menjatuhkan martabat pemberontak tak tahu malu itu..., guman Sultan Malik..
Saat Sultan Malik sibuk mengatur strategi,
Radapatih, Paman Kerajaan tiba untuk menghadap..
Ia di dampingi beberapa prajurit pengawal..
Salam baginda..! sapa Radapatih menghormat..
Paman Radapatih, apa pan sudah mendengar tentang kembalinya pemberontak Makil?
Saya mendengarnya baginda.., jawab Radapatih.
Bagaimana tanggapan paman mengenai hal ini..?
Radapatih adalah sosok bangsawan yang cerdas, tentu saja ia sudah tahu arah pembicaraan dengan sultan malik saat ini..
Baginda tidak perlu khawatir, kami keluarga Perpatih akan membantu kesultanan sampai titik darah terakhir..., janji Radapatih.
Mm..paman Radapatih, aku tidak meragukan kesetiaan keluarga perpatih, saat ini aku ingin meminta bantuan paman untuk menggalang keluarga bangsawan agar membantu kesultanan...
Baik baginda, ..aku akan mempersiapkan para keluarga bangsawan...,baginda perintahkan saja..kata Radapatih.
baik paman, silahkan persiapan mereka, seminggu sekali tolong kabarkan padaku bagaimana perkembangannya.., pinta Sultan Malik.
Baik baginda, ..jika tidak ada perintah lagi, saya mohon diri,.secepatnya akan saya laksanakan menggalang keluarga bangsawan ini..ucap Radapatih.
Mm...terimakaaih paman, paman boleh undur diri..., timpal Sultan Malik.
Radapatih pun segera menjura hormat lalu mundur meninggalkan Sultan Malik yang masih duduk berpikir di ruangannya...
Hmm...satu langkah kejutan sudah di persiapkan, aku ingin benar benar membuat pemberontak makil ini tidak dapat bangkit lagi kali ini..., tekad Sultan Malik.
+
Di hutan Bambu
Kelompok Eyang Wasis dan Ki Bolontio yang di dampingi beberapa orang petarung tingkat tinggi sedang berjalan menuju kediaman bambu kuning milik Sutan Rajo Bintang...
Mereka berkelebat dengan kecepatan tinggi...sekelompok orang ini adalah petarung pilihan yang sangat kuat dari perkampungan iblis,
pepohonan yang dilalui oleh kelompok ini akan bergetar hebat laksana sedang di landa badai..
Namun tiba tiba,..
Bhammmm..!!
Mereka terpelanting, bahkan ada beberapa yang terpental jauh.
Dengan ekspresi terkejut mereka yang baru saja kembali bangkit sehabis terpelanting dan terpental berusaha memahami apa yang terjadi...
ini..Kenapa ? ada apa ini...??seru beberapa orang..
Hah, ada penyerang gelap...!! teriak Eyang Wasis.
Tidak Wasis..., sepertinya di hadapan kita ini adalah pelindung energi tak kasat mata..jelas Ki Bolontio..
Oh? pelindung energi tak kasat mata??
Seumur hidup baru kali ini aku mengalami kejadian seperti ini, pelindung energi yang kusaksikan sepanjang hidupku semuanya dapat terlihat..., timpal Eyang Wasis..
Seperti di ketahui, Eyang Wasis adalah petarung sesat pengikut sekaligus murid elit Tetua Iblis Biru..
Sudah melalui masa beberapa zaman di bawah perintah Tetua Iblis Biru..namun kenyataan yang di hadapinya hari ini cukup membuatnya merasa bodoh...
Wasis,..orang yang memasang pelindung energi tak kasat mata ini pastilah memiliki kemampuan yang sangat tinggi..kata Ki Bolontio.
Aku khawatir kita bukanlah tandingannya..., tambahnya kemudian.
Jadi, aoa yang harus kita lakukan...??
Kita Mundur...!!
kita laporkan dulu kejadian ini pada Tetua Iblis Biru..
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali ke 'perkampungan iblis'..
+
Kediaman Keluarga Malingka Alam,
Makam Leluhur..
Di dalam goa rahasia ..
Kenaga dan Utari terlihat sedang serius berlatih di bawah bimbingan Hung Min..
Saat ini keduanya sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu beladiri tingkat tinggi ..
Keduanya terlihat sangat bersemangat untuk menguasai apa yang diajarkan oleh Hung Min..
Yang mereka yakini bahwa hungmin adalah sosok sesepuh dunia persiltan benua congko yang sangat pilih tanding...
Beberapa waktu sebelumnya kerap kali Hung Min terlihat memberikan petunjuk pada mereka, namun kini Hung Min bisa bersantai karena perkembangan kedua gadis ini cukup mencengangkan..
Hm..kedua gadis ini sangat berbakat..,batin Hung Min.
Kenanga, gadis ini sangat cepat menerima pelajaran...
Ia bisa sebanding dengan muridku yang paling unggul di benua congko bahkan bisa mengalahkan kelak jika ia terus berlatih dengan tekun..batin Hung Min lagi..
Utari,..selain cerdas juga aku merasakan ada sesuatu yang misterius dalam dirinya..., sepertinya ia mewarisi aura kegelapan tapi aku tidak begitu yakin..aura kegelapan apa yang ia warisi..., Hung Min masih terus membatin memikirkan kedua muridnya ini..
Hup..hup...!!
tap..Tap...!!
Keduanya menapak dengan sugap di hadapan Hung Min kemudian berlutut...
Maaf Guru..m, kami sudah selesai...ucap Utari.
Oh..! Hung Min kembali tersadari dari lamunannya...
Ya..ya..m kemampuan kalian benar benar membuatku takjub...., puji Hung Min.
Utari Aku melihat kau sudah mencapai tingkat ke empat energi petir merah...
dan kau kenanga, kau juga sudah menguasai tiga jurus telapak dari tujuh telapak Api yang kuajarkan..., kalian berdua sungguh luar biasa...., kata Hung Min terus memuji...
Terimakasih, guru...., ini semua berkat guru..., timpal keduanya bersamaan.
Baiklah, saatnya kita bergabung dengan Nyonya Atikah..., kata Hung Min..
Guru..apa latihan kami ini sudah cukup..? tanya Utari.
Ya..untuk sementara seperti inu saja dulu.., energi di tempat ini sudah tidak berarti lagi bagi perkembangan kekuatan kaian..
Baik Guru..., kata keduanya lagi lagi bersamaan...
Bilersisplah,.kita akan segera ke jurang gunung tujuh..kata Hubungan Min Kmeudian.
Akhirnya, Mereka pun bergegas untuk meninggalkan makam leluhur keluarga Malingka Alam...
+
Sementara itu, di kawasan hutan bambu...walau oun mreeka seperti terkurung oleh perisai energi tak kasat mata, walau. mereka hanya mebgandalkan tanaman tanaman cepat panen doang meeeka tanam sendiri di dalam perisai energi, kehidupan mereka masih berjalan normal seperti biasanya.
Pasukan biru juga masih terus berlatih dengan semangat yang menyala nyala...
Keluhan akan kelelahan dan kerasnya latihan, sma sekali tak pernah sekalipun keluar dari mulut para pasukan ini..
Bukan saja kekuatan fisik dan kekuatan oleh kanuragan meeka, kekuatn Mental neraka juga semakin tertempa dengan sangat baik...
Para sesepuh yang melatih mereka pun sampai geleng geleng kepala...mereka susah tidak bisa berkata apa apa lagi..., standar patokan yang tinggi yang di kehendaki Sein membuat para pasukan ini menjadi sangat kuat...
Tapi tentu saja, standar yang di buat Sein ini tidak akan dapat di capai dengan begitu mudah..
Para pasukan biru yang berlatih sudah lebih dari enam puluh hari ini menunjukan perkembangan yang sangat besar...
Para sesepuh terlihat puas dengan hasil ini..walau masih perlu terus di latih agar mencapai standar yang di tetapkan oleh Sein.
Di sela latihan, saat pasukan biru beristirahat, para sesepuh sedikit berbincang ringan.
Tuan Sutan, semangat anak anak ini sangat kuat..., kata Begawan Sidik Parasada pasa Sutan Rajo Bintang.
Ya..kurang lebih enam puluh hari yang lalu..mereka bukanlah apa apa...mereka hanyalah sekelompok pemuda yang hanya bisa sedikit beladiri..., tapi kini mereka telah menjelang menjadi pribadi pribadi yang sangat kuat..., ucap Sutan Rajo Bintang panjang lebar dengan hati senang...
Ya..semoga saja dalam waktu yang tidak lama lagi, mereka bisa menyelesaikan pelatihan ini sesuai standar yang di inginkan pangeran..Kata Tetua Gu.
Aku tidak bisa membayangkan pengaruh yang ditimbulkan pasukan ini nantinya jika mereka benar benar terjun ke dunia persilatan.., sambung Kiyai Malaka.
Sekiranya Pangeran mampu mengendalikan mereka dengan baik maka ini akan menjadi kekuatan yang sangat menguntungkan bagi perjalanan pangeran di masa depan.., kata Begawan Sidik Parasada.
Ya, benar..sebagai penerus golongan putih, tentu pangeran mesti didukung dengan kekuatan yang besar, tambah Kiyai Malaka..
+
Di tempat lain,
Di sebuah hutan lebat di dekat perbatasan kesultanan Datuk Delapan,
Ratusan orang tengah berkumpul setelah sebelumnya saling berpencar..
__ADS_1
Mereka di pimpin oleh seorang perwira menengah dengan pangkat setara kapten..
Prajurit ..!! kita telah dekat dengan wilayah kesultanan Datuk Delapan..,
Bentuk tubuh dan wajah kita sangat mudah di kenal oleh mata mata maupun prajurit Kesultanan Datuk Delapan,.sejauh ini kita sudah melakukan penyamaran, tapi aku khawatir mereka telah mengenali kita..
Jadi apa yang harus kita lakukan kapten..??tanya seorang kepala prajurit..
Kita sebaiknya berdandan seperti pendekar dan berjalan berkelompok dua puluh dua puluh orang, di perbatasan akan ada orang yang akan menuntun kita menemui tuan Makil..jelas sang Kapten.
Baik Kapten, ..! seru beberapa kepala prajurit kemudian menyampaikan perintah pada masing masing bawahannya..
+
Sementara itu,
jauh dibawah di dasar lumpur hisap hitam,
Di dalam lorong sempit, Sein masih telah berhasil memasuki ruang hampa dimana " api asal mula" berada..
Api itu tetap menyala meski berada di ruang hampa udara..
ini sangat bertentangan dengan hukum ruang normal,..api tidak akan menyala tanpa adanya udara.., tapi di sini semuanya terbalik...
Di hadapan Sein terdapat tujuh api, Api ini hanya sebesar ujung kuku kelingking, enam api berputar perlahan mengelilingi sebuah api yang lebih kecil yang berada di tengah..
' Api asal mula ' ini ada empat warna, dua berwarna merah, dua berwarna biru, dua berwarna hitam, dan satu yang berada di tengah berwarna putih.
Hah.."api asal mula " ini ada tujuh dan berwarna empat macam..!! batin Sein teperangah..
Saat Sein mendekat, dua api merah langsung menghadang berputar di depan nya berjarak setengah tombak..
Sein terpaku menatap dua api merah yang menghadang di depan nya..
Saat Sein masih berpikir, dua api merah langsung menyerang ke arah Sein...
Sein buru buru menjatuhkan diri lalu berguling dengan cepat mengambil jarak lalu kembali berdiri memasang sikap waspada...
Rupanya api ini memiliki jiwa..., bagai mana menaklukkanya..? batin Sein.
Setelah berfikir satu helaan nafas, Sein mengingat pesan Salman,..
Kata tuan Salman, aku harus menyerap Api Asal Mula ini..,berarti aku tidak boleh menghindarinya aku harus membiarkan api ini menyerang bahkan aku harus menangkapnya dan menyerapnya kedalam tubuhku..., batin Sein lagi.
Saat tiba-tiba dua api merah menyerang ke arah Sein, Sein membuat gerakan menyambut dua api merah tersebut dan tepat mengenai mata Sein..saat itu sein langsung menangkapnya dengan menangkupkan telapak tangannya di kedua matanya, akibatnya kedua api itu malah masuk ke dalam rongga matanya...
Aaaaarrhhhh....!!!! Sein menjerit meraung histeris..
Bola mata Sein serasa meleleh..,
namun anehnya, bola matanya tidaklah meleleh, malah berubah menyatu dengan api itu..
Akan tetapi sakit yang Sein rasakan tidak ringan..
Tak tahu sudah berapa lama Sein dalam keadaan seperti itu,
Rasa sakit yang dideritanya tak pernah putus sejak api itu memasuki matanya..
Namun, tak terasa raungan kesakitan Sein kini tidak lagi terdengar..
Saat ini ia mulai bisa menguasai diri.., meski rasa sakit masih terus mendera, ia terus berusaha mengendalikan rasa sakit itu dengan kekuatan spiritual yang di dapatkannya sejak turun ke dasar lumpur hisap hitam untuk yang kedua kalian sebelum memasuki tempat ini..
Dengan Sedikit kekuatan Spiritual itu, Sein berusaha mengendalikan kedua api di matanya..
Entah sudah berminggu minggu atau berbulan bulan di dalam ruang hampa itu, akhirnya Sein mulai bisa mengendalikan api di kedua matanya itu..
Perlahan tapi pasti,.Sein mulai menyerap api merah di kedua matanya itu dan mengedarkannya ke seluruh tubuhnya...
Terlihat aliran merahnya api itu bergerak mengikuti aliran darah Sein dari mata keseluruh tubuh, dan kembali lagi ke mata kemudian bergerak lagi ke seluruh tubuh, begitu terus berulang sampai waktu yang sangat lama...
Ketika aliran api merah dalam tubuh Sein mulai stabil...pancaran sinar merah berpendar dari tubuh Sein..
Sein merasakan kenyamanan yang luar biasa...
ia mendapati mata dan tubuhnya, semakin kuat...
Saat Sein takjub dengan perubahan tubuhnya, ia di kejutkan dengan datangnya serbuan dya buah api biru memasuki kedua telinganya...
kembali ia menangkupkan kedua tangannya pada kedua telinganya..
Seperti dua api merah, dua api biru ini pun memasuki kedua telinga Sein dan dengan segera membuat Sein kembali merasakan sakit yang tak terperi...
Aaaaakkkkhhhhhh....!!!
kembali Sein meraung...
Kali ini rasa sakit Sein semakin menjadi,..
namun dengan tekad yang kuat, ia terus berusaha mengimbangi serangan rasa sakit itu dengan mengerahkan energi Sipritualnya yang ternyata sudah meningkat dari sebelum ia menyerap kedua api merah..
Dengan kekuatan yang meningkat itu ia sedikit bisa meringankan penderitaannya dalam mengendalikan dua api biru di telinganya...
Karena sudah pengalaman saat menyerap dua api merah, kini ia tidak lagi melawan kekuatan api biru tetapi justru berusaha perlahan menyerap kedua api biru itu..
Sampai beberapa waktu lamanya,
Sein terus menyerap dengan menahan segala derita rasa sakit yang diyakininya suatu saat rasa sakit ini pasti akan berkahir..
__ADS_1
+++
.