
Seperti dugaan Sein,
Sama seperti api merah, Dua Api Biru di telinga Sein kini mulai bergerak ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah dan kembali ke telinga, berulang dan berulang bergerak seperti itu sampai stabil dan tenang...
Saat Sein mulai merasakan ketenangan, kembali hal yang sama terjadi,..
Dua api hitam memasuki hidung dan mulutnya...
Sein lagi lagi menangkup telapaknya untuk menyerap kedua api hitam itu..
Kali Ini Sein tidak dapat meraung kesakitan walau dirinya sangat ingin...
Salah satu api hitam masuk ke mulutnya dan bersarang tepat di pangkal tenggorokannya, dan salah satu api lainnya masuk ke hidung dan bersarang di pangkal hidungnya..
Saat ini bukan saja tak dapat bicara namun Sein juga merasakan sulit untuk bernafas..
Dengan nafas satu satu, ia mengerahkan energi spiritualnya yang lagi lagi semakin meningkat..
Dengan bantuan energi itulah, Sein dapat mengendalikan kekuatan api hitam yang berkali kali lebih kuat dari api merah dan biru..
Tubuh Sein kembali mulai merasakan perubahan besar, energi api hitam mengalir berputar dalam Tubuh sein, jika sebelumnya masing energi dua api merah dan dua biru mengalir searah, lain halnya dengan nenergi kedua api hitam, energi kedua api hitam ini tidak mengalir searah melainkan mengalir berlawanan..
Walau demikian, sensasi kekuatan yang semakin besar dirasakan Sein mengisi tubuhnya..
Balum lagi aliran energi api hitam ini stabil...
Api putih yang tinggal sendirian langsung masuk ketubuh Sein,.menerobos ubun ubun Sein, berhenti di puncak ubun ubun lalu memancar dan mengalirkan energi dingin dan terus menjalar menuju jantung dan hati Sein.
uhhhkk...grrrrr..Sein menggigil karena api dingin yang merasuk ketubuhnya itu..
Namun yang mengejutkannya adalah
seketika ke enam api lainnya aktif, menyala nyala denga pancaran energi yang kuat, mata telinga mulutnya hidung Sein mengeluarkan seberkas cahaya, namun itu tidak berlangsung lama karena langsung di ikat oleh energi api putih yang dingin yang berpusat di jantung dan hati..
Energi Panas keenam api, di netralkan oleh energi dingin api putih, demikian pula sebaliknya..
Penyerapan energi terus berlangsung, kini mata Sein memancarkan cahaya empat warna..merah biru hitam dan putih perak, demikian juga telinga mulut dan hidungnya...
Energi api putih terus mengikat energi api lainnya, hingga entah beberapa minggu atau bulan bahkan mungkin benerapa tahun telah berlalu..
Akhirnya Energi ketujuh api di dalam tubuh Sein sudah stabil..
Tubuh Sein semakin nampak gagah perkasa,
Aura samar samar biru merah Hitam dan putih perak, sekilas terlihat berpendar halus di tubuh Sein..
Ia tampak semakin tenang, dan kedua matanya semakin memancarkan aura yang kuat, aura penguasa yang mengayomi..aura merah biru ketegasan namun penuh kasih sayang...aura hitam yang siap membakar dan menghancurkan, namun di satu sisi aura putih keperakan merupakan aura yang melindungi dan memberi manfaat..
Ya..Aura Berwibawa yang agung...itulah gambaran sosok Sein saat ini.
Humfffft...!!akhirnya selesai juga penyerapan energi ini.., gumam Sein..
ia memeriksa lautan jawa nya,Lautan jiwa Sein kuni tampak seluas samudra tak bertepi...
Wahh..entah sudah berapa lama aku berada di tempat ini.., batin Sein.
Saat ia mengedarkan pandangannya di dalam ruang hampa itu,
Sebuah suara menggema,
Wahai " penerus kebaikan", ku titipkan "Tongkat Nur Yasin" padamu, pergunakan di jalan kebaikan..bela kebenaran dan keadilan.., lalu suara itu menghilang...
Tepat di tempat api putih sebelumnya di kelilingi ke enam api lainnya menancap sebuah tongkat berwarna putih perak setinggi dada Sein..
Tongkat dengan bagian atas melengkung sejengkal
Sein berjalan menghampiri tongkat itu, lalu memegannya hendak mencabutnya...dengan mudah tongkat putih keperakan itu sudah berada di genggaman Sein.
Sein memperhatikan tongkat setinggi dada di genggamannya itu rupanya berbentuk persegi...
Hmmm, ' tongkat Nur Yasin' ..., gumam sein sambil manggut manggut memperhatikan tongkat itu dengan seksama...
Jangan jangan tongkat ini cocok dengan lubang keci di lorong ya..? batin Sein.
Kembali sebuah suara mengagetkan Sein...
" Tongkat Nur Yasin adalah senjata terkuat di alam semesta ini..., hanya dapat di pegang oleh orang orang yang berhati bersih, dan hanya dapat di gunakan oleh orang yang berjodoh dengannya.."
Tempelkan Tongkat Nur Yasin ke dadamu wahai " penerus kebaikan"...! terdengar suara itu memerintah Sein..
ehm..Baik Tuan.., gumam Sein.
Segera Sein menempelkan Tongkat Nur Yasin ke dadanya...seketika tongkat itu lenyap dan masuk kedalam diri Sein...
Wahh..luar biasa....!! seru Sein girang...
" untuk mengeluarkannya dari dalam dirimu, cukup kerahkan energi spiritualmu lalu tempelkan telapak tangan kananmu di dada, tongkat itu akan segera berada dalam genggamanmu..." Selamat!! kau adalah pewaris pusaka tujuh Alam ini...., kata suara tanpa wujud itu lagi lalu kemudian hening, suara itu telah menghilang ..
Mm..terimakasih tuan..., ucap Sein menghormat..
" Pusaka Tujuh Alam"..?apa maksudnya..?gumam Sein.
Ah biar nanti kutanyakan pada tuan salman saja.., batin Sein.
Dalam pikiran Sein kini seolah mendapatkan pencerahan akan kitab dan lembaran yang pernah di berikan oleh Salman padanya,..
__ADS_1
Senyum mengembang di wajah Sein, kemudian mengayun tangannya seperti orang melambai..tampak lubang hitam di dekat nya lalu Sein segera berkelebat masuk kedalam..
Sesaat kemudian ia muncul dalam lorong sempit dalam posisi duduk bersila, tepat pada lubang segi empat yang sebelumnya membuatnya heran mengapa ada lubang seperti itu di tempat itu..
Ia lalu mencoba mengeluarkan tongkat Nur Yasin,
Kini di genggamannya, tongkat nur Yasin hanya sepanjang satu jengkal saja..
Hah..? mengapa tongkat ini menjadi pendek..?seru Sein.
namun ia belum mau repot repot memikirkannya..
ia segera mencocokkan tongkat segi empat itu dengan lubang segi empat di hadapannya...
Saat ujung tongkat menyentuh dasar lubang hitam persegi empat itu, seketika lorong itu meluas, sehingga lorong yang yang tadinya sangat sempit itu kini cukup luas untuk bergerak..
Sein berdiri dan memandang berkeliling...
Ia melihat dua buah pintu berwarna merah terang dan hijau berjejer...
Wahh..mewah sekali pintu ini...batin Sein...
Apa yang ada di dalamnya ya..?gumam Sein bertanya.
lagi lagi Sein melihat ada lubang kecil persegi empat di tengah pintu..
Kembali sein memasukkan ujung tongkat Nur Yasin kedalam lubang persegi itu..
Sesuai harapan Sein, pintu yang terbuat dari rubi itu terbuka..
Ruang itu di penuhi bahan penempaan senjata yang berkualitas sangat tinggi..
Ruang penempaan..!! seru Sein girang..,
Tak mau berlama lama dalam ruangan itu Sein keluar dan pintu itu kembali menutup dengan sendirinya..
Sein mendekati pintu berwarna hijau yang terbuat dari zamrud itu lalu dengan cara yang sama seperti sebelumnya ia membuka pintu itu...
Di dalam ruangan terhampar banyak sekali bahan bahan pembuatan obat obatan, yang di zaman Sein bahan bahan itu sudah sangat langka...
Melihat semua itu, Sein hampir saja melompat kegirangan...
Benar benar harta yang tak ternilai.., gumam Sein lalu keluar dari ruangan itu.., pintu zamrud itu pun menutup dengan sendirinya...
Setelah mrmasukkan kembali " Tongkat Nur Yasin " ke dalam tubuhnya, Kali ini Sein hanya mengacungkan jari telunjuknya, lubang hitam kecil di ujung telunjuknya seolah menghisapnya masuk lalu tiba tiba muncul tepat di sisi Salman ..
Hah...?? salman nampak terkejut dengan kedatangan Sein yang tiba tiba...,
Karaeng Gantarang pun tak kalah terkejut...
oh..ahahaha...tidak masalah pangeran..., aku tidak menyangka saja pangeran tiba tiba muncul di sini..., timpal karaeng Gantarang..
Saat melihat Sein, senyum mengembang di wajah Salman...
Hehe...maaf pangeran, sepertinya pangeran sudah menyerap api asal mula..., ucap Salman..
Ya..betul tuan, tapi aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada di sana untuk menyerap api asal mula itu..hehe..timpal Sein.
Oh ukuran waktu di sini dengan tempat itu, ruang hampa tempat pangeran menyerap api asal mula itu seperti satu hari di sini sama dengan sepuluh tahun di sana,..karena kau sudah meninggalkan kami selama tiga puluh hari, itu artinya kau telah menyerap api asal mula selama tiga ratus tahun...
hah...? tiga ratus tahun..??
ya, apanya yang perlu di herankan.., aku bahkan membutuhkan waktu lebi lama dari kamunsaat aku menyerap api asal mula sepertimu dulu.., kata Slaman..
Ih tapi Bukankah api itu akan hilang setelah di serap...?tanya Sein.
Apa hilang..??
saat aku menyerapnya api itu tidak hilang..., timpal Salman heran..
iya..api itu masuk kedalam diriku...kata Sein
Hah...??salman hampir pingsan mendengarnya..
masuk ke dalam dirimu..?tanya salman lagi lalu mencoba memeriksa Tubuh sein..
B...bb.benar...kau telah menyatu dengan Api itu...! seru Salman tercekat...
Lalu dengan wajah puas ia kemudian berkata, selamat pangeran anda adalah ' pewaris kebaikan..'
Oh iya..julukan itu juga disebutkan oleh suara tanpa wujud itu..,mengapa tuan bisa tahu..? timpal Sein bertanya..
Apppaaaa...? sang Utusan Agung sudah berbicara denganmu..? tanya Salman dengan mata berbinar...
iya..,jawab Sein singkat..
Wahh..adik pangeran sekali lagi selamat..
adik pangeran..? julukan apa lagi itu..?
tanya Sein.
Yang Mulia utusan Agung telah berbicara langsung denganmu..berarti sekarang kau telah resmi menjadi adik seperguruanku.., jelas Salman...
Oh..hahaha..salam kakak Senior..., ucap Sein.
__ADS_1
Keduanya pun tertawa riang, dengan Karaeng Gantarang yang menatap kebingungan.
O iya tuan, berarti kita telah meninggalkan kesultanan datuk delapan selama sepuluh hari, kira kira apa yang terjadi di lura sana ya..?kata Sein.
Tidak usah menghawatirkan hal hal. di luar sana dulu..konsentrasi dengan energi Qi mu agar cepat stabil..., kata Salman..
maaf kakak senior, aku sudah masuk ke Alam Lautan Jiwa di jalur energi spiritual.., jelas Sein.
Hah...dari mana kau tahu..?
Coba saja kakak Senior periksa...! timpal Sein.
Salman buru buru memeriksa tubuh Sein..,.lalu mata Salman mendelik saking takjubnya .
B..bbbenar...ini...sungguh keajaiban...
adik, katakan sebenarnya apa yang kau lakukan di dalam sana...?tanya Salman penasaran..
Menyerap inti api asal mula seperti perintah kakak senior..jawab Sein.
Tentu saja Sein tidak menceritakan semuanya.., jika Salman tahu bahwa Sein bukan hanya menyerap satu api asal mula melainkan tujuh..ditambah lagi oleh Sang Utusan Agung ia diwariskan Tongkat Nur Yasin, maka kemungkinan besar Salman akan segera pingsan dan muntah darah..
Hah...adik kau sungguh sangat menakjubkan..!! puji Salman...
Kekuatanmu sangat stabil,..
Sepertinya lautan jiwamu sudah bertambah besar lagi kan..?seharusnya saat ini kau sudah berada di tahap akhir Alam Lautan Jiwa..., kata Salman..
Mm..., sein hanya mengangguk pelan...
Oh..baiklah kalau begitu, kau sudah berada di tingkatan akhir Alam lautan jiwa, tidak ada lagi yang bisa kuajarkan padamu.. tugasku selanjutnya adalah mengawalmu..menjadi bayanganmu..mulai sekarang aku akan bersembunyi dalam bayanganmu.. , kata Salman.
Hei tuan..bagai mana kami akan keluar dari sini jika tuan bersembunyi dalam bayangan pangeran.., kata Karaeng Gantarang..
Bocah Gantarang, kau tenang saja, biar adikku ini yang akan membawamu keluar.., kata Salman lalu menghilang dalam bayangan Sein.
Hmm..kakak senior, seandainya kau tahu, saat ini aku sudah mencapai tingkat " Alam Kalimat Mistik" , kau akan mati berdiri..hehehe...batin Sein lalu terkekeh.
Tetua Gantarang, ayo kita kembali.., seru Sein lalu memegang karaeng Gantarang kemudian menjetikkan telunjuknya...sesaat kemudian mereka sudah berada di hutan bambu tepat pada tepi hamparan lumpur hisap hitam
Pangeran, aku akan melihat lihat latihan Pasukan Biru dulu, rasanya sudah cukup lama tidak bertemu oara tetua lainnya , kata Karaeng Gantarang
Oh, baiklah..kalau begitu aku akan menemui Yasmin, Mentari dan salwa dulu, timpal Sein..
Kalau begitu aku juga akan berkeliling dulu..., kata Salman lalu keluar dari bayangan Sein dengan tubuh bercahayanya kemudian berkelebat pergi..
Hmmm..bagus juga, biar kau tidak menganggu, dan tidak melihat apa yang seharusnya tidak boleh kau lihat..hehehe...batin Sein sambil melangkah menuju kediaman pengungsian..
+
Sebelumnya,
Saat Sein sedang berlatih di ruang hampa..
Di ibu kota terus terjadi pembunuhan misterius..
Suasana ibu kota sedikit mencekam..beberapa pembunuh berhasil di tangkap ada juga sebahagian yang terbunuh oleh para jendral penjaga ibu kota..
Namun demikian, masih tetap saja ada pembunuh yang berkeliaran..
Satu dua pembunuhan masih saja terjadi..
Saat ini Kisra kembali ke ibukota, kali ini ia berencana membunuh beberapa pejabat kesultanan lagi..
Suasana di aula istana juga menjadi tegang...
Sultan Malik terlihat sangat tidak puas,..
Mengapa begitu banyak pembunuh dan mata mata kita sampai saat ini belum mengetahui siapa orang dibalik semua kejadian ini..., kata Sultan Malik dingin..
Datuk Ago, yang juga hadir nampak sangat marah..
Departemen penyelidik, bagaimana hasil penyelidikan kalian terkait masalah ini..? tanya Datuk Ago dingin..
Maaf Datuk penasehat, hari ini akan ada penyerahan laporan terbaru, sebentar lagi semestinya pengintai kita akan tiba..jelas kepala lembaga penyelidik.
Mm..baiklah...semoga saha mereka membawa hasil yang memuaskan..., timpal Datuk Ago..
Ince Zulfa, bagaimana menurutmu..?
maaf baginda, mengenai hak ini saya yakin lelakunya ada hubungannya dengan pemberontak Makil, jadi sebaiknya baginda mengeluarkan titah untuk menangkap pemberontak Makil beserta orang orangnya..
Ditambah sayembara, siapa yang berhasil membawa pemberontak Makil kehadapan baginda hidup atau mati maka akan di berikan hadiah besar..
Biarkan pemberontak itu menjadi buronan di negeri ini.., jelas Ince Zulfa mengemukakan pendapatnya.
Ya..itu bagus...tuan sekertaris betul...
biarkan ia di buru oleh seluruh orang di dunia ini..tambah Datuk Rajo.
Segera seluruh aula riuh atas usul Ince Zulfa..mereka semua menyetujui usul itu..
Baiklah panggil seniman kerajaan, buat sketsa wajah pemberontak itu sebanyak banyaknya lalu sebarkan ke seluruh pelosok negeri, siapa saja yang berhasil membawanya ke hadapanku akan di beri hadiah seratus peti koin emas..,!! perintah Sultan Malik.
+++
__ADS_1