
Saat jendela terbuka..orang berpakaian hitam itu mengamati sebentar..ia berusaha memastikan kalau semua sasarannya sudah berada di kamar...
Melihat gelagat ini, Sein mengerahkan tenaga dalam tinggi membuat energi pelindung membungkus tubuh Mentari dsn ayahnya...
Orang berpakaian hitam..meniupkan sebuah bambu yang mengeluarkan asap hitam tipis..sangat tipis..dengan keadaan terang pun sulit untuk melihatnya..
Setelah merasa sasarannya sudah menghirup asap hitam yang ia semburkan, dengan sigap ia menutup.kembali jendela dan meninggalkan tempat.
Pagi Hari..
Di Aula Kesultanan Datuk Delapan..
Ayah Mentari beserta Mentari dan Sein menunggu di depan Aula bagian timur..
Mereka menunggu untuk di persilahkan masuk..
Hal ini biasanya karena para pejabat dan keluarga bangsawan yang akan hadir pada pertemuan belum datang semuanya...jadi menunggu kehadiran sudah lengkap baru mempersilahkan tamu undangan masuk..
Ayah..! Mengapa tidak ada orang yang masuk lagi tapi kita masih di suruh menunggu disini..
Anakku...para bangsawan dan pejabat itu memang tidak melalui pintu ini...
tapi melalui pintu aula sebelah barat...
Owh...! sahut Sein singkat.
Suamiku...! apa kau sudah siap mempertahankan istrimu ini dari lelaki cabul yang mencoba melamarku itu..?tanya Mentari menggoda...
Ah...aku sedang kecapean..biar istriku yang hebat ini saja yang membereskan lelaki cabul itu...timpal Sein balik menggoda..
Iiihh...kakak...! awas ya...!rajuk Mentari.
Kakak..Aku rindu dengan Kak Yasmin...sudah sejak kemarin tidak melihatnya...ucap Mentari...
Ya..kita semua merindukan wanita cantik yang anggun itu...bisik Sein di telinga Mentari.
Ih..berani beraninya memuji wanita lain di depan istri sendiri...balas Mentari ber bisik.
O...kamu cemburu..!!?
Ah..tidak ..tidak...heheh...kalau kak Yasmin aku tidak akan cemburu...bisik Mentari lagi.
Entahlah...aku merasa apa yang aku butuhkan juga pasti di butuhkan Kak Yasmin...
dan aku belum puas jika tidak memastikan kak Yasmin mendapatkannya..ucap mentari masih berbisik...
Hei...apa yang kalian bicarakan..!?
begitu rahasia sampai aku tidak boleh mendengarnya..!!? protes ayah Mentari.
Ih ayah apa apaan siy....!! ini urusan suami istri...ayah cukup menonton saja...hihihi....
Selang beberapa saat...
Pintu aula di hadapan mereka bertiga terbuka...seorang pengawal keluar dan berdiri disis kiri berjaga di depan pintu...
Tak lama kemudian keluar lagi dua orang pengawal...satu orang mengambil posisi di sisi kanan pintu..sedangkan yang seorang lagi terus berjalan kearah mereka bertiga...
Tuan Ince Zulfa...!! anda dan rombongan anda dipersilahkan masuk menghadap..!!
Ah ..baik...!
segera ketiganya berjalan menuju aula...
Salam baginda Sultan...!! ucap ketiganya hormat...
Salam...kalian segeralah mengambil tempat...!!perintah sultan malik..
Mereka pun di tuntun oleh pengawal menuju tempat duduk mereka..
Aula itu sudah dipenuhi oleh petinggi kesulatanan datuk delapan...para penasehat, keluarga istana, pejabat tinggi, keluarga bangsawan dan undangan...
Putri Yasmin terlihat anggun duduk paling depan di samping permaisuri...
Ince Zulfa...apa kau tahu kenapa kau di panggil ke istana..!?
Berdasarkan surat yang hamba terima...hamba di panggil terkait perjodohan putri hamba...Mentari.
Mmm...terlebih dahulu, bisakah kau perkenalkan orang orang yang ikut bersamamu...perintah Sultan yang seolah bertanya.
Hamba bersama putri hamba Mentari..dan yang pria adalah saudara seperguruan putri hamba baginda...
jelas ayah Mentari.
Oh..baguslah...!
Aku dengar dari permaisuri, kau punya syarat..
benarkah..!?
Benar baginda...hamba hanya menjadikan baginda sultan sebagai panutan hamba...jawab ayah Mentari berdiplomasi.
Lancang...!! bentak perdana Menteri.
Maaf tuan..justru tuan perdana menteri lah yang lancang...berani menyela pembicaraan baginda sultan...! balas ayah Mentari.
Ka..kau....!!?.perdana menteri tidak bisa berbicara...hanya menunjuk nunjuk dengan mata melotot...
Maaf baginda..hamba benar benar mengikuti baginda sultan dalam menentukan jodoh anak hamba...
Mm...baiklah...karena keluarga Angku Sati ingin menjodohkan anaknya dengan anakmu..maka biarkan mereka menentukan layak tidaknya anak Angku Sati berjodoh dengan putrimu...putus Sultan Malik...
Tapi sebelumnya aku akan mengumumkan kepulangan putriku...janji dua tahunnya sekitar satu bulan lagi dari sekarang...tapi kini dia sudah berada disini..berarti..pertarungan perjodohan sudah bisa dimulai...jelas baginda sultan..
Baik..karena yang lebih dulu melakukan persyaratan perjodohan adalah aku sendiri..maka Yasminlah yang pertama akan bertarung...
Ingat...ini terbuka bagi siapa saja bangsawan yang hadir..boleh ikut bertanding...!! seru baginda sultan...
Dan karena yang pertama mengajukan perjodohan adalah keluarga Angku Sati maka anak dari keluarga Angku Sati yang mendapatkan kesempatan terlebih dahulu..!! Seru baginda sultan lagi.
Tunggu..baginda...seru salah satu dari Delapan Datuk..
__ADS_1
Bagaimana jika para pelamar yang akan bertarung..yang berdiri paling terakhirlah yang berhak menikahi tuan puteri...usul Datuk Rangkayo..
Mm...baiklah..kita ikuti usul penasehat..!!
Siapa saja yang ingin meminang putriku..silahkan..setelah pertemuan ini kita akan bertemu di arena akademi delapan datuk..selanjutnya biar di pandu oleh perdana menteri...seru Baginda Sultan.
Anak Sulung keluarga Angku Sati berdiri...Hamba mendaftarkan diri...!! Seru Angku Barasati..
Oh..sudah ada pendaftar...baik...! Angku Bara sati dari keluarga angku sati mendaftar pertama..apa ada yang ingin bersaing dengannya...!!? seru perdana menteri mengintimidasi.
Huh...beraninya menekan orang dengan nama keluarganya...gumam ayah Mentari.
Sein terus memperhatikan keadaan dalam diam...
Ayo..apa ada lagi di aula ini yang ingin mendaftar..!!?
seru perdana menteri...
Tidak ada orang lain lagi yang akan mendaftar, anak Keluarga Angku Sati sudah mendaftar..apa masih ada lagi yang mau bersaing...!? ujar salah Seorang tetua dari Keluarga Angku Sati dengan nada angkuh...
Memang benar..di kesultanan datuk delapan ini jika mendengar nama keluarga Angku Sati..maka baginda Sultan juga harus memberi muka...
Jika tidak ada lagi...maka akan diputuskan, Angku Barasati akan langsung diuji oleh tuan puteri....
Hahahah....sudah kuduga...tidak ada kaum muda yang ingin berebut dengan ku...hahaha...ucap Angku Barasati...
Baginda...!!Sein mengangkat tangan...
Oh...ada apa anak muda...! tanya Baginda..
Bagaimana jika ada yang menginginkan keduanya sekaligus..tuan puteri dan anak tuan Ince Zulfa..
Hahahah.....anak muda ! apakah kau orangnya..?? tanya baginda Sultan Sinis.
Tentu harus melihat kemampuan juga...!!
merasa tertantang, Sultan Malik kemudian berkata...
Jika kau mampu maka aku ijinkan...!! Serunya dengan nada tegas..
Tapi ingat ...jika kau gagal maka kau akan di arak ke seluruh ibukota sebgai orang yang tak tahu diri....tambah Sultan Malik.
Orang tuamu akan di usir dari kesultanan ini...perdana menteri juga menambahkan.
Hmmm..mereka sudah terpancing..!!batin Sein senang...
Anak ini memang sangat cerdas...batin ayah Mentari..tak salah jika anakku dan tuan puteri menyerahkan hati padanya.
Baik...akan kubuktikan kata kataku...aku mendaftar untuk kedua wanita cantik itu...kata Sein.
Anak muda....ini adalah urusan keluarga bangsawan..apa kau layak...!!?ucap perdana menteri merendahkan...
Katakanlah tuan, keluarga seperti apa aaja yang layak ..! balas Sein.
Keluarga bangsawan..dan pejabat kerajaan...
Apakah kerajaan ini berpikiran sesempit ini..!!?tanya Sein berusaha memancing.
Maksud hamba jika ini dibatasi hanya pada keluarga kerajaan dan pejabat kesultanan datuk delapan, maka jika menang pun kehebatan pemenang itu tidak mendapat pangakuan dari kerajaan lain..bahkan benua lain...betul kan baginda...!!?pancing Sein lebih menjurus.
Huh..anak muda ..!! siapa saja dari seluruh kerajaan di lima benua bisa mengambil kesempatan untuk meminang keduanya..seru baginda sultan.
Baik..! terimakasih baginda...
karena itu aku semakin yakin mendaftar untuk kedua wanita cantik itu...ujar Sein sambil ter senyum
Kak Sein..!! semoga berhasil...batin Yasmin.
Anak muda...kalau begitu..perkenalkan dirimu kau bangsawan dari keluarga mana..!? tanya perdana menteri dengan nada penuh ejekan.
Sein segera beranjak dari tempat duduknya menuju kehadapan singgasana sultan kemudian mengeluarkan sebuah gulungan bersegel emas...dan menyodorkannya pada sultan dengan membungkuk...
Salam hormat dari Raja Doloking...Raja Kerajaan Lampeapi...! Seru Sein.
Perdana menteri terlonjak...ia segera mengambil galungan itu dan menyerahkannya pada baginda...
Berdirilah ....!! kata baginda Sultan Malik...
Ketika membuka dan membaca galungan itu..ia pun terlonjak kaget....!!
Pangeran....!! mengapa ada tidak memperkenalkan diri sebelumnya...seru Sultan Malik dengan rasa bersalah.
Ah baginda...maafkan hamba...!! balas Sein..
Pangeran..ternyata kau lah yang disebut sebut telah menumpas para pemberontak dan membuat kerajaan Lampeapi laksana surga bagi penduduknya dan orang yang berkunjung kesana saat ini..hahaha..aku sudah lama ingin bertemu langsung dengan mu...puji baginda Sultan.
Ayah mentari, Mentari dan Yasmin yang melihat itu tersenyum senang...
Kak Sein..memang hebat...sudah mempersiapkan segalanya...batin kedua wanita cantik.
Anak ini sungguh penuh kejutan...!! batin ayah Mentari.
Ince Zulfa mengapa kau tidak mengatakan kalau pemuda bersamamu ini adalah pangeran dari kerajaan lampeapi...?
Maaf baginda, sevelumnya hamba juga tidak tahu...ini juga aku baru mendengarnya...!! jawab ayah Mentari.
Mm...baiklah..!!
Pangeran, lamaran ini tentu saja tetap harus melalui persyaratan yang telah kubuat..!!
lanjut baginda Sultan...
Baginda...!! Siapa anak muda ini..!?tanya tetua keluarga Angku Sati.
Pangeran ini adalah Pangeran Sein...adik Raja Doloking..dari kerajaan Lampeapi di Benua Selatan..ia juga adalah kepala departemen strategis kerajaan Lampeapi...jelas baginda sultan...
Semua yang hadir nampak terkejut...
jadi..dia yang akhir akhir ini menggemparkan benua selatan..!? memberantas pemberontak, membunuh banyak dedengkot golongan hitam...dan menjuarai pertandingan seluruh kerajaan di benua selatan...
Ckckck...ternyata masih sangat muda dan tampan...
__ADS_1
Sangat serasi dengan tuan puteri Yasmin...
Jika seperti itu maka ia memang layak ikut persaingan ini..kata beberapa pejabat lainnya..
Emm....aku dengar kau cukup sakti...kita akan uji hari ini...apakah kau layak sebagaimana di beritakan selama ini...kata Datuk Rajo.
Mm..baiklah apa masih ada lagi? tanya perdana menteri.
Kami juga ingin ikut meramaikan persaingan ini...kata seorang pemuda dengan wajah putih pucat dengan mata sipit...di belakangnya ada seorang pengawal berjubah hitam...
Energi gelap semalam berasal dari orang ini rupanya...batin Sein.
Owh...pangeran Jin dari Benua Congko..seru perdana menteri...
Baginda...bagaimana...? tanya perdana menteri.
Di ijinkan....jawab baginda Sultan Malik.
Baik...pangeran Jin..apakah anda ingin bersaing untuk kedua wanita ?
Pangeran Jin menggeleng...aku tidak suka terlalu banyak wanita...aku akan bersaing untuk mendapatkan tuan putri saja...katanya dengan nada dingin.
Kerena hanya pangeran Sein yang melamar langsung dua wanita..maka pangeran Sein akan menghadapi tiga pesaing..Tuan Angku Barasati dan pangeran Jin untuk tuan puteri Yasmin...dan menghadapi Tuan Angku Prajasati untuk Nona Mentari...seru perdana menteri..
Sein mengangguk pelan....
Pertemuan di aula pun selesai...kini para hadirin bergegas menuju arena latihan akademi kesultanan...
Karena jaraknya yang cukup jauh para pejabat dan keluarga istana menggunakan kereta kuda...
Sedangkan Sein, Mentari dan ayah Mentari berkelebat ringan menuju arena...
Sesampainya di akademi, karena mereka bertiga tiba lebih dulu maka mereka tidak langsung masuk melainkan mengelilingi akademi dengan santai..mengamati keadaan di sekitar...
Sein melihat ada beberapa orang di tempat tersembunyi...memegang sebatang sumpit...
Hati hati mereka pembokong...tidak tahu mereka suruhan siapa...tapi kemnungkinan yang paling kuat mereka adalah suruhan keluarga Angku Sati...
Huh..mereka menggunakan segala cara untuk menang...dasar bajingan..!! umpat Mentari..
Sst...tenanglah...!! jangan ribut..nanti mereka tahu kalau kita menyadari kehadiran mereka...
Mereka akan kubereskan saat pertandingan..!! ucap Sein.
Cukup lama Sein mengamati sekitar akademi...
Mentari dan ayahnya menunggu di bawah sebuah pohon yang rindang...
Suamiku...!! bagaimana..!!? tanya Mentari saat melihat Sein berjalan kearah mereka.
Ternyata..keluarga Angku Sati sudah mempersiapkan dengan baik untuk pertandingan hari ini..kata Sein dengan suara rendah..
Anakku...!! kau bisa mengatasinya..? tanya ayah mentari..
Mm...Sein Menagguk..pelan..semoga saja ayah...!
Ah ...baiklah...semoga saja...!!
Saat itu..para pembesar kerajaan sudah banyak yang tiba..mereka langsung masuk ke akademi...ketiganya pun mengikuti...
Mereka menagmbil tempat yang telah disediakan...
Baginda Sultan dan selapan datuk penasehat sudah lebih dulu masuk dan duduk di kursi yang letaknya paling tinggi..
Setelah semua berkumpul...
Tuan tuan sekalian...!! anda semua akan menjadi saksi atas pertarungan generasi muda berbakat...pertarungan dalam persaingan memperebutkan hak untuk menikahi tuan putri Yasmin dan nona Mentari..
Untuk kesempatan pertama ini...
adalah bagi yang mendaftar untuk tuan putri Yasmin..!!
Pangeran Sein dari kerjaan Lampeapi benua selatan..
juga ada pangeran Jin Hong dari Kerajaan Jin benua congko...
Dan juga ada Tuan Angku Barasati..dari kesultanan datuk delapan...
Yang Mendapat kesempatan pertama adalah Tuan Angku Barasati...!!
Angku Barasati segera melesat ke arena...
Dipersilahkan siapa diantara pangeran berdua yang mau menantangnya duluan...
Pangeran Jin segera melesat menyusul Angku Bara sati...
Keduanya berhadapan dalam arena ...saling menatap serius...!!
Di panggung sisi kiri...permaisuri nampak gusar...apa yang terjadi..?
Tidak tahu nyonya...!
Hah...mengapa malah Bara sati berhadapan dengan Jin hong...!!?
Bukannya Angku Rajasati sudah mengaturnya agar pangeran Jin membantu Barasati..
Nyonya...Sepertinya pangeran Jin itu berubah pikiran saat melihat tuan puteri...bisik pengawal.
Kurang ajar...!! pengeran itu harus di beri pelajaran...
Tanyakan dengan jelas masalah ini pada Rajasati...perintah permaisuri.
Baik nyonya...!! jawab pengawal kemudian berjalan menuju tempat duduk Rajasati..
Tuan Rajasati...!! nyonya permaisuri meminta penjelasan mengapa pangeran Jin malah berhadapan dengan Barasati...
Yah...aku juga tidak mengerti...perubahan ini terlalu tiba tiba...!! jawabnya kesal.
Sebelumnya aku sudah mengaturnya sebagi kekuatan tambahan bagi Barasati..
Tapi kemungkinan ia berubah pikiran setelah melihat peluang bagus..untuk menjadi menantu kerajaan terkuat di benua barat ini...
__ADS_1
+++