Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Tewasnya anggota Hantu Bayangan dan Persidangan Jendral Surali


__ADS_3

Waktu kalian habis..!! Kata Sein dan berkelabat menyerang kedua ketua kelompok pembunuh itu dengan sangat ganas...


Warno dan Wirya Tekesiap..


Cepat Sekali..!!seru mereka


Tapak Sein sudah mengarah ke dada dan kepala mereka...


Tapak Merapi...!! Sial...!


Mereka tidak sempat lagi menghindar, akhirnya mencoba memapak serangan...


Empat lengan beradu..


BHAMMMMM...!!!!


kedua ketua dan wakil kelompok pembunuh terpental dan jatuh berlutut....


Kau..!!? mengapa kau bisa menggunakan ilmu andalan si Muka Rata...


Apa kau muridnya...??


Tidak...ini bahkan lebih dahsyat dari yang dimiliki Si Muka Rata....! seru Wirya murid pertama Ketua Kelompok Hantu Bayangan..


apa.? ..murid..!!? kau terlalu meremehkan aku, kau ingin tahu kenapa lebih hebat dari Si Muka Rata kecil itu..!!? hahaha itu karena aku adalah kakek gurunya..hahaha..!! jawab Sein tertawa..


Sekarang kalian bersiaplah..! Sein kembali menyerang kali ini dengan serangan yang lebih ganas lagi...


Hiaaaaaa....!!!


DHAMMMM....!!


Arghh...! hanya itu yang sempat keluar dari mulut Warno dan Wirya..


tubuh mereka telah menjadi daging cincang yang sangat halus...ya mereka telah menjelma menjadi bubur daging...


Anak ini..mengapa jadi kejam seperti ini...?


batin Kaisar Kelana..


Sein menatap ke lima belas orang yang tadi mengepung, kini mereka tidak punya semangat hidup sama sekali...


Giliran kalian...! kuberi kalian waktu untuk menjelaskan..! kata Sein.


Kelima belas orang itu segera bunuh diri dengan menelan racun yang sudah disiapkan di bawah lidah mereka...


Hmm...begitu lebih baik...aku tak perlu repot repot membunuh kalian...! ucap Sein dingin...


Tetua Maaf..., telah menyusahkan tetua semua..ucap Sein.


Ah...tidak masalah pangeran, aku juga sudah beberapa hari ini tidak olah raga...hehe..jawab Ki Balang Nipa..


Dewa Sedih, Nenek Serba Tahu, Yasmin dan Mentari bergegas keluar dan mereka tiba tepat saat pertarungan selesai...


Ada pembunuh lagi...?


tanya Mentari...


Ya sepertinya seseorang telah mengincar keluarga kita..! jawab Sein.


Apa ini masih ada hubungan dengan Cakram Sudarsana...? tanya Mentari lagi...


Sepertinya yang ini berbeda dengan Cucen, kelompok ini sepertinya bertujuan sama dengan kelompok Gagak Iblis ada orang yang menargetkan untuk membantai keluarga kita ..! jelas Sein..


Nampaknya kediaman kalian ini tidaklah terlalu aman..! kata nenek serba tahu...


Mulai besok kumpulkan orang untuk dilatih formasi peetahanan...! kata nenek Serba tahu lagi..


Baik nek...!


Sein segera memberi tanda panggilan untuk ketua alap alap biru..


Alap Alap Biru nomor satu menghadap tuan pangeran..!


Alap Alap biru,..berapa anggota kita yang ada di sekitar ibukota ini sekarang...?


Di ibu kota ini hanya sekitar delapan orang tuan pangeran..!


Apa perlu aku mengumpulkan semua yang ada di benua barat ini..? tanya Alap Alap Biru..


Ya...kumpulkan sekitar empat puluh orang, suruh mereka berkumpul di kediaman ini..!


perintah Sein.


Baik tuan pangeran...! jawab Alap Alap Biru kemudian bergegas melaksanakan perintah...


++


Di kediaman Jendral Surali..


Mendapatkan laporan dari penjaga rumahnya, jendral Surali murka...


kurang ajar...!! Menteri Hukum telah menyinggung harga diriku..!!


Jendral Surali mengumpat..


Aku akan membalasnya..!! aku pasti membalasnya...!! kata Jenderal Surali mendengus..


Ia kemudian pergi meninggalkan kediamannya menuju istana permaisuri..


Sesampainya di istana permaisuri..


ia segera menghadap..


Lapor yang mulia ratu..! Menteri Hukum telah menggeledah kediaman hamba, ini sangat menghina harga diri hamba gusti ratu..!!


Owh...? menteri hukum ini terkenal cukup hati hati, jika ia berani memggeladah kediamanmu berarti ia telah bersiap untuk itu.., kau tahanlah dulu penghinaan ini...aku akan mengusahakan membalas Menteri kolot itu..


Yang Mulia Ratu, apa tidak sebaiknya kita usahakan posisi menteri hukum di pegang oleh orang yang berada dalam kendali kita..?usul Gao Ling...


Ya...itu memang seharusnya, tapi ini harus melewati baginda sultan dulu...! timpal Permaisuri..


Ratu...apa sebaiknya kita memberi tawaran pada menteri hukum untuk bekerja sama dengan kita..,


Melihat sifat orang ini, hal itu tidak akan mungkin..ia sangat tegas berpegang pada aturan hukum kesultanan...! jawab permaisuri


Wah...orang ini cukup sulit juga...! kata Gao Ling...


Kecuali kau bisa menciptakan kondisi, agar ia menggunakan ketegasannya membabat musuh musuh kita. .! kata permaisuri..


Owh...hamba mengerti...! hamba akan segera laksanakan...! jawab Gao Ling kemudian pamit...


Hehehe...Gao Ling ini memang cerdas...heheh...! gumam Permaisuri..


yang mulia...apa maksudnya..?tanya Jendral Surali masih bingung. .

__ADS_1


Sudahlah...! kau pulang dulu.., sementara ini biar Gao ling yang bergerak dulu..! perintah permaisuri..


Baik yang mulia....!! hamba mohon diri...! kata Jendral Surali pamit..


Jendral Surali ini benar benar hanya memiliki sedikit keceradasan..! gumam Permaisuri.


Di tengah malam gelap...


Gao Ling berkelebat ke Asosiasi Tungku Biru..


ia menyelinap masuk ke tempat penyimpanan obat...


Hmm...mampus kalian...!!batin Gao Ling.


Setelah menyelesaikan urusan di Asosiasi tungku Biru Gao Ling kemudian kembali ke istana...


++


Ke esokan Hari,


Hari menjelang Siang


Kediaman Sein...


Empat puluh anggota Alap Alap biru telah berkumpul..


Mulai hari ini kalian tidak lagi bertugas sebagai pengintai..tapi akan bertugas sebagai pasukan...


Hari ini kalian akan mulai dilatih untuk meningkatkan kemampuan beladiri kalian dan Selanjutnya akan dilatih untuk pertarungan formasi..! apa kalian mengerti...??ucap Sein..


Mengerti pangeran...!! apapun arahan pangeran kami dengar dan kami taati...!! seru anggota alap alap biru...


Bagus...!! sekarang kalian kuserahakn pada nenek guru untuk di latih menjadi pribadi dan pasukan yang tangguh... !!jelas Sein...


Selanjutnya mereka mulai berlatih di bawah bimbingan Nenek Serba Tahu...


Alap Alap biru nomor satu tidak ikut berlatih karena ia akan ditugaskan khusus oleh Sein..


Alap Alap Biru, berapa yang tersisa dari anggota kita yang ada di ibukota..


di ibu kota masih sesuai yang kemarin tuan, masih delapan orang..aku tidak menarik mereka karena mereka sedang dalam tugas penting..jelas Alap Alap Biru


Benar, kau banar..!! segera cari pengganti mereka yang empat puluh orang ini dan latih mereka kemampuan pengintai terbaik...!! perintah Sein..


Baik tuan pangeran...!! jawab Alap Alap Biru, lalu pergi meninggalkan Sein.


Aku juga sebaiknya melatih kekuatan Spiritual lagi...! batin Sein.


Sein memilih tempat berlatih di belakang kediamannya yang cukup luas...di sana ada taman kecil di sisi barat...


Ia kemudian mengambil posisi duduk bersila dan mulai berlatih dalam diam...


++


Di istana, baginda sultan sudah menerima laporan dari menteri hukum sejak pagi tadi...


Baginda juga telah membaca laporan Sein terakhir kasim Hae, pangeran Jin , komandan Rio dan yang berkaitan..


Stelah membaca laporan dari menteri hukum, baginda sultan berkesimpulan ada perseteruan antara Sein dan Yasmin dengan Jendral Surali..


Surali...!! anak ini berani menggunakan trik kotor untuk ambisi pribadi dan pasti ada dukungan dari dalam istana...! gumam Baginda Sultan...


Ince Zulfa...! seru baginda Sultan..


Hamba yang mulia....!!


Baik baginda segera di laksanakan ..!


Sementara itu di kediaman permaisuri terjadi kehebohan...


Yang mulia Ratu...! ada yang salah. .!!


seru Gao Ling...


Katakan...!


Keluarga Komandan Rio tidak ada di rumah itu...! entah siapa yang membawanya pergi..! Pekik Gao Ling.


Yang mulia biar hamba mencarinya..! seru Jendral Surali..


Tidak perlu.., pasti telah di pindahkan oleh orang orang Sein. dan Yasmin...! kata permai suri...


Lalu..apa yang harus kita lakukan..!! baginda pasti sangat murka dan akan mengkukumku..! tolong lindungi hamba yang mulia ratu...


Kau tenang saja...! siapkan saja jawaban yang cerdas..! jawab permaisuri tenang...


Jendral jawab saja, bahwa kemungkinan keluarga Komandan Rio itu sudah di pindahkan oleh kaki tangan pangeran Sein dan tuan putri...!mohon baginda memeriksanya lagi...!!timpal Gao Ling...


Baik..!! Terimakasih yang mulia Ratu, Terimakasih Gao Ling...! kata Jendral Surali..


++


Ke esokan Hari


Jendral Surali sudah dihadirkan di pengadilan istana,..


Pengadilan istana hari ini dipimpin oleh Memberi Hukum selaku Hakim Istana...


Saat Menteri Hukum akan memulai persidangan..


Yang mulia Ratu Tiba...!! teriak Pengawal Pengadilan..


Menteri Hukum segera berdiri menyambut...


Selamat datang yang mulia ratu, hamba tidak tahu apa gerangan hingga persidangan ini cukup menarik perhatian yang mulia ratu..! sapa Menteri Hukum..


Aku hanya ingin melihat jalannya persidangan yang kau pimpin, tuan Menteri...! jawab Permaisuri..


Hah..? jelas jelas yang mulia ratu ingin mendikte persidangan ini, baginda ratu nampaknya memberi dukungan untuk Jendral Surali, aku harus memutuskanya dengan cermat jika tidak aku bisa dalam bahaya...! batin Menteri Hukum..


Ah baiklah, silahkan yang mulia duduk..! kata menteri hukum mempersilahkan..


Mm...Gumam permaisuri lalu duduk dengan angkuh...


Persidangan mulai..!!seru Menteri hukum..


Surali, kau di duga telah membuat tuduhan palsu terhadap keluarga istana...! apa yang ingin kau katakan..!Seru Mentri Hukum Selaku hakim..


Ampun tuan hakim, hamba tidak berani menuduh...yang hamba laporkan adalah kenyataan..jawab Surali.


Tapi faktanya di lapangan, sama sekali tidak ada keluarga Komandan Rio...! kata Hakim.


Tuan, orang yang disekap tidak berada di tempat yang di laporkan bukan berarti pangeran Sein dan tuan putri Yasmin tidak melakukannya kan..!?


Ya, kau betul...tapi ada orang yang disekap juga tidak berarti pangeran dan tuan putri pelakunya...! timpal menteri hukum..

__ADS_1


Apa maksud tuan..?


Kau masih bertanya, ku harus memberikan bukti kuat atas laporanmu, mengerti..!!bentak Hakim.


Tuan hakim, jika keluarga itu di temukan maka mereka akan bersaksi untuk hal ini, sayangnya mereka menghilang..jangan jangan mereka telah di bungkam oleh orang orang suruhan pangeran dan tuan putri...


Jangn buat tuduhan baru, tuduhanmu ini saja belum terbukti...! bentak Hakim.


Apa ada dua orang yang menyaksikan penyekapan ini..? tanya Hakim..


Ya tuan...aku sendiri dan seorang prajurit...


Owh..kalau begitu ceritakanlah bagai mana kau bisa sampai mengatakan pangeran dan putri sebagai pelaku penyekapan..! perintah Hakim.


Baik...! waktu itu, tiga hari yang lalu aku dan seorang prajurit sedang berjalan dari toko kain Sutra Alam, aku melihat beberapa orang di bawa dengan paksa oleh pangeran Sein dan Putri Yasmin, aku membuntuti sampai mereka ke rumah di luar kota itu...


Aku dan prajurit mengintai dari jauh, sampai pangeran dan tuan putri keluar,..


Saat memastikan mereka berdua sudah pergi, aku pun memeriksa tempat itu, ternyata di ruangan itu anak dan istri komandan Rio sedang di sekap..! beber Surali...


Lantas apa yang kau lakukan setelah mengetahui kalau mereka itu adalah keluarga Komandan Rio..?apa kau menunjukkan dirimu pada mereka..? tanya Hakim.


Tidak tuan..aku tidak menunjukkan diri, aku langsung pergi dari tempat itu hendak melapor dan karena pertemuan dengan baginda akan segera dimulai maka aku langsung ke pertemuan dan sekalian melaporkannya di pertemuan itu..! jawab Surali..


Baiklah, temukan dulu keluarga Komandan Rio, persidangan ini di tunda sampai tujuh hari ke depan...! putus Hakim..


Tuan Hakim, apa dua orang saksi belum cukup untuk memutuskan perkara ini...? tanya Permaisuri berusaha membela Surali..


Maaf yang mulia ratu, jika tujuh hari kedepan pemgadilan tidak menemukan keluarga itu, maka barulah kami akan menghadirkan saksi kedua...! jawab Hakim...


Sudah, hadirkan sekarang saja...!


perintah permaisuri...


Maaf yang mulia...ini....! Hakim Ragu untuk menjawab...


Apakah tuan hakim meragukan kebijaksanaanku..? tanya permaisuri.


Ti....tidak yang mulia..! jawab Hakim..


Kalau begitu, hadirkan sekarang...aku dsini untuk menyaksikan..


Hufff...hakim menghela nafas...


Baik..! hadirkan prajurit sebagai saksi kedua..! dan bawa saksi pertama ke ruang tahanan,..! perintah Hakim...


Hah...!? tuan hakim..apa tuan tidak salah..?tanya Surali...


Bawa dia....! Seru Hakim.


Tunggu..!!


cegat permaisuri..


Tuan Hakim, anda ingin menangkap seorang saksi..? pengadilan macam apa yang sedang tuan pertontonkan..! kata permaisuri..


Maaf..yang mulia, status orang ini, selain saksi ia juga adalah tersangka tuduhan palsu...!jelas Hakim...


Bawa Dia...! kata hakim sekali lagi...


Tuan...! anda ingin menentang saya...?ancam permaisuri.


Maaf nyonya..hamba tidak berani.., hamba hanya menjalankan sesuai aturan pengadilan..! jawab Hakim membungkuk hormat...


Tuan hakim, aku minta penahanannya di tunda sampai masalah ini jelas...! kata permaisuri..


Maaf nyonya ini tidak bisa...! jawab hakim bertahan...


Permaisuri mengeluarkan sebuah titah anugrah sultan terdahulu...


Tuan hakim, ini adalah Titah Keadilan anugrah sultan terdahulu..., tuan hakim tahu ini kan..?tanya Permaisuri.


Hakim segera berlutut hormat,..hamba mengeri..!jawab hakim


Lepaskan dia...!! kata hakim kemudian.


ia memerintahkan pengawal pengadilan agar melepaskan Jendral Surali...


Baik tuan...! jawab pengawal pengadilan..


Hehehe...Tuan Hakim..Kau tidak bisa menangkapu...mengerti..?ucap Jendral Surali Senang...


Jangan Lupa persidangan tujuh hari lagi jika kau tidak datang maka pengawal akan menjemputmu dengan penuh hormat..! kata Hakim menyindir..


Kau...!! jendral Surali menunjuk Hakim dengan mata melotot..


Sudah..ayo pergi..!


kata permaisuri...


Baik yang mulia...! jawab jendral Surali membungkuk...


mereka pun pergi meninggalkan pengadilan...


Yang Mulia permaisuri, apakah tidak ingin melihat sidang saksi kedua..?teriak Hakim bertanya..


Aku sudah puas melihatmu pemimpin sidang...!jawab permaisuri..


Humh...! permaisuri ini benar benar merepotkan..! ia hanya ingin membebaskan Surali....batin Hakim..


Selanjutnya,


Saksi kedua pun dihadirkan dan dimintai keterangan...


Setelah beberapa waktu, akhirnya prises pengadilan hari itu selesai, saksi kedua segera dibawa kembali ke ruang tahanan...


Lancai, temukan keluarga Komandan Rio secepatnya,..perintah Hakim.


Baik tuan...! jawab Lancai, komandan pengawal pengadilan..


Tuan mengapa seperti ini..? tanya salah satu pengawal pengadilan...


yahhhh...yang mulia permaisuri membawa Titah Keadilan, pengadilan tidak bisa apa apa...


Maaf tuan., tapi titah keadilan itu apa..?


Titah keadilan adalah titah dari sultan terdahulu yang diberikan pada kakek Permaisuri...


titah itu berisi perintah untuk memenuhi permintaan pemegang titah pada pengadilan..


Tak disangka titah itu ada di tangan permaisuri,..kita tidak bisa apa apa...ini adalah hukum di negri kita...sebagai pelaksana...kita hanya bisa berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin..apa kau sudah mengerti...!?


Mengerti tuan...!!jawab pengawal..


Tuan, aku rasa titah ini akan membawa masalah hukum di kemudian hari, mengapa sultan terdahulu memberikannya..?

__ADS_1


++


__ADS_2