Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Penyelidikan Sein


__ADS_3

Sein berkelebat dengan cepat menuju Kerajaan Singgalang..


Desa Siluntang...


Sein berjalan dengan sangat hati hati...


desa ini adalah desa pertama yang terkena wabah....


Semua penduduk di sini sudah tidak ada...kemungkinan sudah mati semua atau sebagian yang masih hidup telah pergi meninggalkan desa ini ...batin Sein.


Ia melihat jejak jejak kematian di ujung timur desa....ia menyaksikan seonggok pakaian yang terhampar di tanah...ia memeriksanya...


kemungkinan ini adalah mayat yang terbaring disini...sudah mengering tinggal pakaiannya saja....


Sein segera mengambil pakaian itu kemudian menyimpannya dalam sebuah guci..


Ia mengambil lagi beberapa genggam tanah di bawah pakaian itu...kemudian menyimpannya lagi dalam sebuah guci lainnya.


Kedua guci ini ia masukkan kedalam cincin penyimpanannya..


Ia melanjutkan perjalanan terus ke timur desa...


Hm...tidak ada lagi sisa sisa mayat disini...!! batin Sein.


Sesampainya di ujung timur...ia memasuki kawasan hutan bambu...


Ia melompat tinggi berdiri di atas sebuah batang bambu yang cukup besar...


Sein mengamati situasi dengan menggunakan ketajaman penglihatan matanya...


Di kejauhan ia melihat seonggok mayat mayat yang sudah mengering....


Ia melesat ke onggokan mayat itu...dari dalam cincin pemyimpanannya ia mengeluarkan sebuah peti kayu...kemudian ia memasukkan tiga mayat kering ke dalam peti itu...lalu kembali menyimpan peti itu ke dalam cincinnya.


Jika penyebabnya serangga...serangga apa yang memiliki racun mematikan seperti ini..!?


Sein segera memeriksa apakah di sekitar desa ini ada tempat berkumpulnya serangga...


Sein memeriksa desa dengan teliti dan perlahan...


Ia mencoba mencari keterangan di rumah kepala desa...sudah tidak ada penghuni lagi...


namun Sein..terus meneliti setiap sudut rumah kepala desa...tidak ada petunjuk berarti...!! batin Sein.


Ia kemudian menyeberang ke balai desa yang letaknya bersebelahan dengan rumah kepala desa...


Ia menyaksikan banyak dokumen desa berserakan..Sein memungut dan membaca kertas kertas itu lembar demi lembar...


tidak ada keterangan yang berarti...! batin Sein.


di atas lemari kayu ia melihat sebuah buku tua tergeletak dengan penuh debu....


Buku ini sudah lama tidak di sentuh orang...!gumam Sein


Buku apa ini..?


Ia membersihkan debunya...


pada sampulnya tertulis Asal Mula Desa Siluntang..


Oh..rupanya buku ini ditulis oleh pejabat desa pertama..! mungkin ada yang pernah membacanya dan meletakkanya begitu saja di atas lemari balai desa...


Sein kemudian memasukkan buku itu kedalam cincin penyimpanannya lalu bergegas keluar.


Karena tidak ada lagi petunjuk yang bisa ia peroleh di desa itu..is berkelebat ke luar desa menuju desa terdekat...


Desa terdekat,


Desa Sijunjung...


Juga sudah sangat sepi...


Nampaknya desa ini juga sudah beberapa bulan ditinggalkan penduduknya bahkan mungkin juga ada yang mati terkena wabah...batin Sein.


Sein mencari apakah di desa ini juga ada mayat...ternyata memang ada beberapa mayat kering...sudah jelas..mayat ini mati keracunan...seperti di desa Siluntang, Sein juga mengambil mayat itu.


Sein terus meneliti desa ini...


lamat lamat dari kejauhan ia mendengar orang berjalan ke arahnya...


Sein segera melompat bersembunyi di balik rimbunnya pohon asam....


Tak lama kemudian ia melihat beberapa orang berpakaian hitam menenteng sebuah guci sebesar tempayan...


Cepatlah..! atau ketua akan murka....!! seru salah seorang dari mereka.


Iya..ini juga sudah cepat....!! sahut yang lainnya.


Kelompok orang berjubah hitam itu berjalan cepat..setelah berjarak lima puluh tombak...Sein yang penasaran..menyentil sebuah biji asam, menyebabkan guci yang di tenteng orang berjubah hitam itu pecah berhamburan...


Segerombolan kumbang beterbangan akan menggerogoti orang orang berjubah hitam itu..Sein berkelebat membantu mereka..bagaimanapun itu adalah hasil keisengannya...


Ia segera mengerahkan tenaga dalam tingkat tinggi miliknya...menahan gerombolan kumbang itu agar tidak mendekat pada orang orang berjubah hitam itu...


Namun tidak berapa lama kumbang kumbang itu segera berpencar...kemudian menyerang dari berbagai arah..terpaksa Sein mengerahkan energi pelindung untuk melindungi orang orang ini....


Kumbang kumbang ini harus kutangkap hidup hidup...!! ini adalah petunjuk berharga..batin Sein..


Sein mengerahkan pelahap energi untuk melemahkan kumbang kumbang itu...


makin lama gerakan kumbang kumbang itu makin lambat..Sein segera mengeluarkan sebuah guci besar kemudian menangkap semua kumbang itu kedalam guci...


Setelah semua tertangkap...ia segera memasukkan kedalam cincin penyimpanannya...


Karena pelahap energi yang di kerahkan Sein, maka kelompok orang berjubah hitam itu pingsan dengan tubuh lemas...


Sein memeriksa tubuh mereka...!


ia mengerutkan kening...


kemudian membawa salah satu dari mereka pergi dari tempat itu...


Setelah cukup jauh meninggalkan desa Sijunjung, Sein berhenti, kemudian membangunkan orang yang dibawanya...


Bagunlah...!! Sein memberikan aroma tajam pada penciuman orang itu...


Orang itu pun seketika sadar....


Ah..dimana ini...!? tanya orang berjubah hitam...


Di hutan Jatilandak...!! jawab Sein singkat.


Hah...sejauh ini!!?

__ADS_1


Ya...aku membawamu kemari...


aku ingin tahu..kenapa kalian membawa Kumbang Api...dan kemana kalian akan membawanya...?


Kumbang Api..!?kumbang Api apa maksud tuan!?


Jangan berpura pura...!! tadi kalian membawanya di dalam guci...aku yang telah menyelamatkanmu dari serangan kumbang kumbang api itu...jelas Sein.


Terimakasih tuan..tapi bagaimana dengan teman temanku..!?


Aku hanya bisa membawamu seorang saja..yang lainnya aku tidak tahu..semoga saja mereka selamat..jelas Sein.


Sekarang Ceritakan padaku...apa sebenarnya urusan kalian membawa Kumbang Api dan apa hubungannya dengan wabah yang melanda negeri ini akhir akhir ini...!?


Aku...a..aku..tidak tahu maksud tuan..!!


Kalau begitu ceritakan tentang Kumbang Api itu...perintah Sein dengan tatapan dingin...


Huh...aku benar benar tidak tahu...!! elak orang berjubah hitam.


Kemudian tiba tiba orang itu menggelepar tubuhnya kaku dan dari mulutnya mengeluarkan darah hitam kental...


Sial....!! ia bunuh diri, ...!! gumam Sein.


orang berjubah itu menelan racun yang sejak awal memang sudah di simpan di bawah lidahnya.


Baiklah....!! Kelompok Bunga Kematian..!! rupanya kalian terlibat dengan semua ini...batin Sein.


Sein kemudian meninggalkan hutan jatilandak dengan berkelebat.


Sebelum memasuki perbatasan Kesultanan Datuk Delapan, Sein berhenti di tepi sebuah telaga di dalam hutan...


Ia mengeluarkan sebuah peti kayu yang berisi mayat kering...ia kemudian mengujinya...menguji tubuh mayat itu untuk mengetahui jenis racun yang membunuhnya...


Sein hendak mengeluarkan Kumbang Api..namun ia mesti waspada karena kumbang ini sangat berbahaya...ia mengerahkan pelahap energi setelah berasa kumbang di dalan guci lemah barulah ia merogoh kedalam guci dan mengambil salah satu kumbang..


Ia mengamati kumbang itu, kemudian memeras salah satu sungut kumbang itu..mengeluarkan racunnya...ia melihat kesesuaian dengan yang ada di tubuh mayat..


Ternyata berbeda...!! Sein tercengang...


Apa sebenarnya semua ini...!!? batin Sein.


Ia meneliti kembali potongan mayat kering yang sebelumnya telah ia analisa racun penyebab kematiannya...


Berarti mayat ini mati bukan karena kumbang ini...! gumam Sein.


Tapi menurut keterangan pengintai,..kematian korban disebabkan serangga....apa ada serangga lain selain kumbang ini..!?


Lantas Kumbang Api ini untuk apa sebenarnya..!?


Sein kembali membuka sebuah peti dari cincinnya..ia mengambil sampel dari baju mayat yang tersisa..kemudian juga tanah yang sebelumnya telah ia ambil pada saat di desa Siluntang.


Sein kembali meneliti dan menguji kedua benda tersebut...


Hmmm...yang ini sama persis dengan yang ada pada mayat dari desa Sijunjung...!! gumam Sein.


Akh...!! Sein menggaruk kepalanya yang tidak gatal...ia berfikir keras....


Aku harus memeriksa desa yang terbaru dijangkiti wabah ini...atau aku menunggu untuk melihat langsung kejadiannya...!! batin Sein.


Ia segera merapikan pengujiannya..kemudian berkelebat pergi meninggalkan tempat itu....


Satu malam berlalu...


Sein kini berada di desa yang semalam terjadi wabah...beberapa orang tampak sakit dengan wajah penuh bisul kehitaman...sekujur tubuhnya dipenuhi darah kehitaman dengan daging yang meleleh..


Sein menghampiri orang itu , orang itu sudah sekarat, Sein mengambil sampel daging dan darah orang itu kemudian melakukan pengujian...


Hmm...kumbang api...!!?


Ini berbeda lagi dengan dua desa sebelumnya..


Setelah mengamati beberapa saat Sein berkelebat menuju hutan di balik bukit...


Ia duduk di bawah tebing batu..membuka buka kitab pengobatan senyap...


Racun Berry Iblis...!! gejalanya hampir sama...namun ada yang berbeda dengan korban di dua desa pertama...kulit beserta tubuhnya mengering seketika..!


Jarak Merah...!!


Ah...mungkinkah seseorang memadukan kedua tanaman beracun ini ..?! batin Sein.


Sein memutuskan untuk kembali ke desa pertama dan kedua...


Ia berkelebat dengan sangat cepat..!! aku harus tiba di desa pertama siang ini...!! batin Sein.


Setelah cukup lama berkelebat Sein tiba di desa Siluntang...


Dari ketinggian pohon Medang raksasa ia mengerahkan penglihatan saktinya memandang berkeliling...


Sein tidak melihat kedua tumbuhan yang ia cari..


Hm...apa racun itu dibawa dari luar desa ini ya..!!?


Sein kemudian menuju desa Sijunjung..


Di perjalanan ketika ia memasuki daerah hutan bambu yang beberapa hari lalu ia membekuk beberapa orang berjubah hitam...ia melihat jejak orang orang yang pingsan akibat pelahap energi..


Jejak ini menuju ke dalam hutan bambu ini...!! batin Sein...


ia terus mengikuti jejak itu...


Dari jaraknya saat ini, Sein merasakan tiga ratus tombak kedepan ada banyak orang...


Jangan jangan para komplotan bajingan ini membuat markas disini...batin Sein.


Ia terus maju...hingga jarak seratus tombak dengan sumber suara...


Hmm..rupanya di sana adalah areal pedataran yang sangat luas...tampak bukit batu yang di pahat menjadi sebuah bangunan besar menyerupai sebuah benteng kota...


Sein malih rupa menjadi seorang pemburu tua dari sebuah desa...


Sein kemudian berjalan mendekat, hendak memasuki benteng itu.


Dalam jarak lima puluh tombak ia merasakan ada energi yang mendorong untuk menjauh...


Tapi bagi Sein itu hanyalah seperti sebuah tiupan saja...Sein terus melangkah maju..


Namun, sebelum ia memasuki benteng ia sudah di hentikan oleh penjaga yang tiba tiba menyergapnya...


Sein bukannya tidak merasakan kehadiran mereka tapi ia sengaja memancing mereka..Sein hendak mencari tahu..seperti apa sebenarnya tempat ini...


Pak tua..!!apa yang kau cari disini..!?

__ADS_1


tanya penjaga yang melihat Sein dalam wujud seorang pemburu tua...


Eh..aku mencari menjangan buruan ku yang lari masuk kesini...


eh tuan...di sini ada orang!!? tanya Sein.


Tidak ada menjangan disini..pak tua kau sangat mencurigakan..ayo segera menghadap ketua...!! hardik penjaga.


Sein segera di bawa masuk kedalam gedung batu melewati lorong lorong hingga sampai pada sebuah ruangan besar...


Di ruangan itu, duduk seorang yang berpakaian lain dari penjaga lainnya...


Saat ini ia sedang memberi arahan pada beberapa orang penjaga...


Kepala Regu..!!aku menangkap orang ini..


ia berkeliaran di depan..katanya mencari menjangan buruannya...seru penjaga.


Tunggu di sini...!!


aku akan masuk melapor...!!


Kepala regu meninggalkan tempat, masuk ke dalam meninggalkan ruangan besar itu untuk melapor..


Setibanya di Aula Markas...


Lapor tuan...!! penjaga depan menangkap seorang pemburu ..!


Pemburu..!!? bisa sampai depan markas..!?


Cepat bawa dia kemari..!!


Baik tuan...!!


pengawal itu segera keluar, kemudian masuk lagi menggelandang seorang tua...


Ayo...menghadap pada tuan Gading...!!


Sein didorong ke depan sehingga berlutut di hadapan Tuan Gading.


Pak tua...! cepat katakan apa yang kau cari di tempat kami...!! perintah Tuan Gading.


Eh ..anu tuan..anu..menjangan buruan saya lepas dan masuk ke area tempat ini...aku tidak sengaja berada di depan gedung ini...maaf tuan...jawab Sein yang sedang menyamar.


Tidak sengaja..??


Hm..kau tidak terus terang rupanya...!!


Bunuh saja dia...teriak beberapa orang yang juga berada di ruangan itu.


Raja Kumbang Api...!! Ada apa ini..!!?


Sebuah Suara yang dalam memecah kegaduhan...Seorang wanita tua berjalan dengan santai memasuki aula..


Ah..ketua..!! salam...!! sambut Tuan Gading membungkuk...


Seorang wanita sepuh itu kemudian langsung duduk di singgasana yang terletak pada undakan batu tertinggi...


Setelah duduk dengan santai..Wanita tua itu buka suara...


Pemburu tua...! katakan yang sebenarnya...tanya wanita sepuh itu.


Ah maaf nyonya...saya benar benar mencari menjangan buruan saya yang lepas...! jawab Sein polos.


Rupanya kau sengaja kemari ingin membuat onar...!! seru seorang yang duduk di undakan sebelah kanan tempat Sein berlutut.


Raja Kura kura Api...!!


Rupanya kau juga sudah tidak sabar terhadap orang tua ini...!! Seru Raja Kumbang Api...


Hahaha...bukan cuma Raja Kura Kura Api yang sudah tidak sabar...aku juga...!! Seru Seorang dengan perawakan tinggi...


Owh...Raja Berry Iblis...kau tidak akan kebagian kali ini...!! Seru Seorang Lagi di undakan batu sebelah kiri..


Raja Jarak Merah..!


Kau juga akan mengambil bagian kali ini..!? tanya Raja Berry Iblis.


Ya..tentu saja...! jawab Raja Jarak Merah.


Hemm..rupanya merekalah biang wabah ini...mereka adalah ahli racun dengan menggunakan bahan bahan yang melekat pada julukan mereka...tapi siapa wanita sepuh ini..!?dia menjadi ketua mereka..aku bisa merasakan, memang wanita ini yang paling sakti di antara orang orang ini...Grand Master Asal Mula tingkat dua...!!batin Sein.


Mereka benar benar kejam...!! menggunakan nyawa penduduk seperti mainan saja...! batin Sein lagi...


Hei...ketua kami bertanya padamu dengan baik baik..tapi kamu malah berbohong..!! hardik Raja Kumbang Api....


Ah..ketua..!? apa ini sebuah perguruan..!??


tanya Sein pura pura polos..


Pak tua sudahlah..!! aku tahu kau sengaja masuk ke mari...!! kau mampu menerobos energi pelindung kawasan ini..berarti kau cukup punya kemampuan...


Terus teranglah..kau memang sengaja menyelidiki kami kan..?tanya wanita sepuh itu...


Sein segera berdiri..


Eh..ia nyonya..aku di minta pejabat kerajaan untuk menyelidiki wabah yang meneror penduduk akhir akhir ini..apa kalian pelakunya..!!?.tanya Sein lagi pura pura polos.


Hahahahah....dasar orang tua dungu...!!


kalau iya kenapa..!?


jawab Raja Kura kura Api.


Kalau iya..berarti aku harus membasmi kalian..! timpal Sein dengan wajah seolah tegas namun sengaja dibuat agar nampak bodoh.


Hahaha...ingin menumpas..!?.apa kau yakin!!?


Rupanya kau benar benar tidak mengenal kami..!


Baiklah sebelum kamu mampus seperti penduduk desa desa itu...agar kau tidak mati penasaran..aku beri tahu...


Ketua kami adalah Ratu Kegelapan...!


Dan kami Lima Raja Pelindung...!


Eh..apa kalian tidak salah...! kalian hanya berempat mengapa menyebut lima!?.tanya Sein pura pura bodoh lagi...padahal Sein tahu masih ada seorang lagi yang bersembunyi dalam bayangan Ratu Kegelapan..


Sein tahu..dari aroma yang Sein cium ia juga adalah seorang wanita dengan spesialisasi bunga beracun..


Lagi lagi ahli racun...!! batin Sein.


+++

__ADS_1


__ADS_2