Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Hari Pertandingan Persahabatan


__ADS_3

Satu persatu peserta memasuki area pertandingan, dan mengambil tempat duduk.


Nampak di deretan tempat duduk di sisi timur sebelah kiri, Yasmin dan Mentari duduk mendapingi Sein..


Sedangkan Sisi timur sebelah kanan duduk Sin taha, didampingi Jendral Bintoro dan Jendral Duaji.


banyak juga utusan undangan kerajaan benua lain yang duduk di deretan itu.


Disisi Barat, terlihat Pangeran Bokori didampingi Jendral Azkari dan Jendral Zorata..di deretan sisi barat ini juga terdapat utusan perguruan perguruan di lima benua yang diundang khusus.


Di sisi Utara, Raja Karunrung bersama perdana menteri..dan pejabat lainnya..juga peserta kerjaan Rappocini..Daeng Tanralili, Tuan Lodaya, dan Tuan Garatto..


Di sisi selatan, penonton berdiri rapat, di sisi ini berbaur orang umum dan pendekar pendekar dunia persilatan yang tanpa undangan...disini lah dari tengah tengah penonton Ki Jampang berdiri dengan serius.


Hmmm...sebentar lagi aku bisa mengukur kekuatan utusan utusan itu...


Setelah ini aku bisa mempersiapkan kekuatan untuk mengatasi kerajaan kerajaan ini....batinnya.


Tongngng..!!!


Suara gong menggema...semua hadirin yang tadinya cukup riuh tiba tiba diam...suasana seketika menjadi senyap...


Raja Karunrung mulai berbicara,


Hadirin sekalian,..!! selamat datang...!!


Hari ini pertandingan persahabatan antar kerajaan benua selatan akan segera dimulai...


Ingat!! ini hanyalah pertandingan persahabatan..jangan sampai saling bunuh..


Masing masing peserta sudah hadir, karena itu pertandingan persahabatan ini resmi dibuka..


Tongngng..!!!


Wasit pertandingan segera naik ke arena...


Perhatian..!!


pertandingan persahabatan ini terdiri dari dua babak..


Pertandingan babak pertama,satu lawan satu.. masing masing perwakilan mengajukan satu orang untuk bertanding..


Pertandingan babak kedua, tiga perwakilan melawan tiga perwakilan lainnya untuk bertanding...


Pertandingan babak pertama dimulai,


Perwakilan pala merah berhadapan dengan perwakilan Tanatojeng...


Perwakilan Lampeapi berhadapan dengan perwakilan Rappicini..


Yang menang dari keduanya akan berhadapan untuk memperebutkan peringkat pertama,


dan demikian juga yang kalah, akan berhadapan untuk memerebutkan peringkat ke tiga..


Dalam pertandingan ini, peserta dinyatakan kalah jika keluar dari arena atau dengan sendirinya menyerah...


Boleh menggunakan senjata apa saja, kecuali racun dan senjata rahasia..


Peserta yang melakukan kecurangan akan di nyatakan kalah bahkan di diskualifikasi..


Demikian untuk di taati..!! Ucap Wasit menggelegar..


Perwakilan Palamerah dan Tanatojeng dipersilahkan naik ke arena...


Sin taha, segera naik ke arena..


demikian juga Pangeran Bokori segera melompat ke arena pertandingan...


Wasit sudah berdiri di antara mereka..


sekali lagi diperingatakan...ini hanya pertandingan persahabatan..jangan ada yang terbunuh...!!


Pertandingan, dimulai!!


Sin taha, yang merupakan murid guru Kai dengan ilmu tendangan..mulai menyerang dengan tendangannya..


Tendangan bulan sabit...!!


seketika pangeran Bokori terkurung oleh tendangan Sin Taha..


Rupanya tingkatan mereka hampir berimbang..Sin taha lebuh unggul sedikit...


Sebuah tendangan memutar hampir saja mengenai kepala Pangeran Bokori..


Ia saat ini terdesak hebat..


Sial...!! ilmu tendangannya sangat sempurna..


batin Pangeran Bokori..


Tiba tiba Sin Taha jatuh berlutut, sebuah serangan kerikil mengenai betisnya..


Ahh...!! siapa yang membokongku..batinnya.


Sein melihat kalau serangan itu berasal dari sisi selatan...mm..rupanya kerajaan Tanatojeng ini membawa utusan rahasia yang tugasnya membokong lawannya...gumam Sein.


Kejadian itu juga tak luput dari penglihatan Yasmin dan Mentari..


Kakak..!! seru mereka bersamaan.


Sein hanya mengguk..


Tak mau berlama lama pangeran bokori segera mengambil kesempatan menyerang Sin Taha..


Cakar Tulang Merah..!!


lengan berwarna merah berbentuk cakar mengarah ke leher Sin Taha..


Sin Taha Berusaha Menghindar namun tubuhnya terasa berat..


Hmh...rupanya serangan gelap tadi menotok kakiku..gumam Sin Taha lirih..


Sudah terlambat untuk menghindar, ketika serangan cakar Pangeran Bokori hampir mengoyak leher Sin Taha, wasit pertandingan hendak menahannya namun sebuah potongan kayu lebih cepat menghantam lengan Pangeran Bokori dengan keras,


Brakkk..!!! tangan kanannya patah..


Aaarrghh..!! teriak Pangeran Bokori..


Pangeran!! seru kedua jendralnya.


Pangeran Bokori nampak kesakitan, ia terduduk di lantai arena, tangan kirinya memegangi tangan kanannya menahan sakit.


Keparat...!! siapa yang membokongku...teriaknya.


Wasit pertandingan mengumumkan bahwa pertandingan berakhir dengan hasil imbang..


karena itu akan dipertandingkan lagi masing masing satu utusan..


Tunggu..!!


tidakkah ini aneh..?pangeran kami dibokong orang..dan pertandingan dinyatakan imbang?


protes Jendral Zorata.


Kamu pikir tidak ada yang melihat kalau tuan Sin Taha lebih dulu dibokong orang, dan pangeran kalian berusaha mengambil kesempatan..? timpal Wasit pertandingan.


Seandainya tidak ada yang melempar potongan kayu pada mu maka kupastikan kau sudah kalah...tambah Wasit pertandingan pada pangeran Bokori.

__ADS_1


Petugas, bawa mereka..! perintah wasit pertandingan pada petugas untuk membawa Pangeran Bokori dan Sin Taha keluar dari arena.


Karena pertandingan ini imbang maka utusan kedua dari Palamerah dan Tanatojeng silahkan naik ke arena..! seru wasit pertandingan.


Jendral Zorata dari Tanatojeng melompat ke arena disusul jendral Duaji dari Palamerah.


Jendral Zorata mengukur kemampuan Jendral Duaji..


Hmmm...rupanya kami berada di tingkatan yang sama..grand master tingkat dua..


terpaksa harus mengandalkan kemampuan senjata jika ingin menang...batin Jendral Zorata.


Pedangku ini berada di tingkat senjata Suci..


sangat jarang ada yang menyamainya...hehehe..batin Jendral Zorata lagi.


Hal yang sama juga dipikirkan Jendral Duaji..


harus mengandalkan senjata..


ah..sial...!! belatiku ini sudah retak..jika berbenturan dengan senjata tingkat suci, belati ini akan patah...batin Jendral Duaji..


Ada apa, jendral duaji? tanya wasit karena melihat Jendral Duaji kurang fokus..


Eh...maaf tuan kondisi senjataku sedang kurang sempurna apa boleh aku meminjam senjata temanku?


Pinjam kesiapa saja boleh, tapi apakah kau bisa menggunakannya?


oh iya keluarkan dulu senjatamu biar aku lihat..!


pinta wasit.


Ah iya ini tuan...!


dari balik lengan bajunya Jendral Duaji mengeluarkan sebuah belati..


Mm...senjata yang bagus, tingkat suci..sayang sudah retak.. untuk memerbaikinya butuh waktu lama..ujar Wasit.


Tuan, apa pertandingan ini ditunda hanya karena senjata dia yang sedang tidak baik?


itu salah dia, karena tidak mempersiapkan segalanya sebelum ikut pertandingan..protes Jendral Zorata..


Pertandingan ini menjunjung tinggi keadilan...jadi jendral sabar saja dulu..


kita beri kesempatan jika Jendral Duaji akan meminjam senjata...


Hahaha...sudah jelas kau akan kalah, kau pengguna belati, dan itu jarang orang bersenjata belati...jika pun ada tidak mungkin berada di tingkat suci..


dan jika kau meminjam senjata jenis lain..sudah tentu kau tidak sehebat saat menggunakan belati...hahahaha..


sebaiknya kau menyerah saja...!! kata jendral Zorata mengintimidasi..


Tuan, apa boleh aku memperbaiki belatinya?


tanya Sein..


Oh..tentu..tapi berapa lama?kita tidak bisa menunda terlalu lama...


Sein segera melompat ke arena,


ini tidak akan lama..


Tuan boleh aku lihat belatimu...?tanya Sein


Ah ya..ini tuan...! jawab Jendral Duaji


Sein segera mengalirkan energi api pada belati itu...belati itu kini nampak memerah seperti sedang ditempa, kemudian ia megusap sisi sisi belati dengan energinya..pada daerah retakan ia memperbaikinya dengan menyatukan kembali permukaan yang retak..


Kini Sein mengalirkan lagi energi biru dingin pada belati Jendral Duaji..


sambil mengusapnya berulang ulang...


Mata semua orang terbelalak menyaksikan yang dilakukan Sein.


Sudah selesai...!!ujar Sein.


Tuan, sekarang belatimu berada di tingkat Langit..kau akan mudah mengalahkannya, bisik Sein.


Jendral Duaji mengangguk pelan seolah tak percaya...


Ah Terimakasih tuan...! kata Jendral Duaji membungkuk.


Wasit masih melongo menyaksikan yang baru saja terjadi...


Setelah mohon diri,


Sein segera kembali ke tempat duduknya..


Setelah tersadar, wasit kembali memimpin pertandingan..


Karena Kekuatan mereka berimbang, sedangkan kekuatan senjata keduanya berbeda maka tidak memakan waktu lama Jendral Zorata dikalahkan setelah pedangnya patah dua, lengan dan pahanya juga tertusuk belati.


Pemenangnya adalah Jendral Duaji dari Palamerah...!! seru Wasit dengan lantang.


setelah itu mempersilahkan Jendral Duaji kembali ke tempat duduknya.


Jendral Duaji yang akan kembali ke tempat duduknya menyempatkan diri singgah ke tempat duduk Sein...


Salam tuan...


Terima kasih atas bantuan anda..! sapa Jendral Duaji...


Ah ya..salam jendral..! ini sudah seharusnya...balas Sein.


Berkat tuan, belati saya jadi belati tingkat langit..sekali lagi terimakasih tuan.


ah iya...balas Sein canggung.


Di deretan para peserta dan penonton, mereka masih terkagum kagum dengan kehebatan Sein yang hanya sekejap memperbaiki belati jendral Duaji..


Mm..setidaknya ia adalah seorang grand master tempa..!! kata menteri pertahanan Kerajaan Rappocini..


Mmm...sungguh sangat beruntung, Kerajaan Lampeapi memiliki pemuda sepertinya...gumam Raja Karunrung.


Di sisi selatan...


orang ini memang sangat berbahaya..!! batin Ki Jampang..


Aku akan coba merekrutnya menjadi pengikutku..sebuah kekuatan besar jika ia bergabung dengan kami..tambahnya.


Di arena,


Peserta selanjutnya, utusan kerajaan lampeapi berhadapan dengan utusan tuan rumah kerajaan Rappocini...


Daeng Tanralili seperti peserta sebelumnya segera melompat dengan sigap naik ke arena..


Sementara Mentari berjalan dengan santai menuju arena..


Apa kau tidak bisa lebih cepat naik kemari?!! protes Daeng Tanralili yang merasa Mentari terlalu mengulur waktu..


Mentari tak perduli, ia terus saja menyusuri jalan dengan santai...


Heii nyonya....!! rupanya kau takut kedua bukit kembarmu itu di panas dinginkan oleh tuan Tanralili ..hahaha..ejek pangeran bokori.


Banyak hadirin yang merasa jengah dengan kata kata Pangeran Bokori.


Sebaiknya kau jaga lidahmu jangan sampai kau tidak bisa menggunakannya lagi..jawab Mentari sambil terus berjalan santai..

__ADS_1


Mentari naik ke arena, aku sudah di sini tuan...!!maaf membuat anda menunggu lama...sapa Mentari berbasa basi..


Huh..dasar wanuta terlalu lamban..!!gerutu Daeng Tanralili..


Wasit pertandingan sudah mengambil posisi di antara mereka berdua..


Tuan Tanralili, Jendral Mentari..!! anda berdua sudah tahu peraturannya..


saya ingatkan sekali lagi..ini hanya pertandingan persahabatan..jangan ada yang terbunuh..!!jelas wasit.


Keduanya mengangguk..


Pertandingan dimulai...!! seru wasit kemudian melesat mundur..


Daeng Tanralili yang sedari sudah tidak sabar segera menggempur mentari dengan serangan tapak...


Bertubi tubi serangan tapak daeng Tanralili mengarah ke tubuh mentari, namun sampai beberapa jurus belum ada yang berhasil mengenai mentari..


Sementara mentari terlihat kesulitan menghindari serangan Daeng Tanralili..


Yasmin yang menyaksikan itu senyum senyum sambil gelang kepala...


Dasar Adik mentari...!!


Kakak...! apa kau tahu apa lagi yang direncanakan gadis ini...?tanya Yasmin.


Sein hanya mengangkat bahu...mana ku tahu..isi kepalanya terlalu banyak ide mengerikan...bisik Sein..


yang disambut tawa renyah Yasmin.


Disisi lain arena, Pangeran Bokori yang selalu memperhatikan Yasmin ketika melihat adegan keakraban Yasmin dan Sein hati pangeran Bokori menjadi makin panas..


ia pun berseru lantang ke arah mentari yang sedang sibuk menghindari serangan Daeng Tanralili,


Hei Jendral Wanita..!


Kau sibuk bertaruh nyawa, suamimu dan sainganmu sedang bermesaraan...!!


pangeran bokori berencana memecah konsentrasi mentari...


Namun sayang,


Justru inilah Mentari yang mentari tunggu dari pangeran Bokori...


Dari tadi kau sudah kuperingatkan untuk menjaga lidahmu...! jawab mentari sambil terus menghindar.


Daeng Tanralili menghentikan serangannya,


ia cukup frustasi karena walaupun kelihatannya mentari kerepotan tapi sampai puluhan jurus ia belum juga bisa mendarat kan pukulannya...


Daeng Tanralili berencana menggunakan ilmu kebanggaannya..


Hmmm...nyonya..aku ingin lihat apa kau masih bisa bertahan dengan ilmuku ini...?ia segera mengerahkan aji tapak awan beku...


Sementara Mentari sedang bersiap dengan Merapi meletus tingkat dua..


Hawa panas bercampur dingin meliputi kawasan pertandingan...semua pendekar segera memasang energi pelindung..


Semua hadirin terperangah...


Pukulan Tapak Merapi!!?Siapa sebenarnya nyonya ini..?


Yang lebih kaget adalah Ki Jampang...


apa..?!? mengapa ia juga bisa pukulan merapi meletus !!?


guru..apakah guru yang mengajari mereka!!?


Aku harus secepatnya menemui guru....!!batin Ki Jampang..


Di arena, keduanya sudah saling terjang menggunakan ilmu masing masing...


Tapak awan beku beradu dengan pukulan merapi meletus tingkat dua..


Bhammm....!!


Argghhh...!!pekik tertahan Daeng Tanralili...


tubuhnya terpental keluar arena...


Sementara mentari yang melihat masih ada serpihan pukulan awan beku, ia menjentikkan jarinya melemparkan serpihan awan beku ke mulut Pangeran bokori yang saat ini masih menganga menyaksikan pertandingan...


Kejadiannya sangat cepat sehingga tidak ada yang menyadari yang dilakukan Mentari kecuali Sein dan Yasmin..


Ih...kakak..!! ternyata istrimu yang satu itu sangat mengerikan..seru Yasmin.


hahaha...aku juga baru tahu ternyata ini yang ia rencanakan..


Di tempat duduknya pangeran bokori teriak teriak tidak karuan karena lidahnya membeku terkena serpihan awan beku yang dilemparkan Mentari..


Ahhh...uhhhh...ahhhh...!!!


kedua jendralnya tampak kaget..


Sementara di arena, Mentari Sudah dinyatakan sebagai pemenang..


Mentari berkelebat kembali ke tempat duduk...


Cling..! ia mengedipkan mata ke Sein dan Yasmin.


Kakak..aku sudah menghukum keparat itu..ia tidak akan bisa lagi menggunakan lidah kotornya untuk mengumpat orang..hihihi..kata Mentari pada Yasmin.


Adik...!! kau sungguh mengerikan..aku jadi bergidig di dekatmu...jawab Yasmin..


Ah kakak...! rengek Mentari...mengoncang tangan Yasmin..


Hihihi....tidak tidak...aku hanya bercanda saja...hihihi..goda Yasmin..


Sementara itu,


Pangeran Bokori masih saja berteriak teriak tak jelas..lidahnya membeku...


Jendral Azkari berusaha menyalurkan tenaga dalamnya membantu menetralisir pembekuan lidah Pangeran Bokori...


namun yang terjadi justru ujung lidahnya mulai meleleh..melihat itu Jendral Azkari menghentikan pengerahan tenaga dalamnya..


Wahh...hampir saja seluruh lidahnya meleleh...!!


bagaimana ini..!!?batin Jendral Azkari.


Raja Kerajaan Rappocini, Raja Karunrung memerintahkan tabib kerajaan untuk memeriksa keadaan pangeran Bokori..


Mm...Sepertinya ia terkena sedikit percikan ilmu awan beku akibat benturan pertarungan tadi..ucap tabib kerajaan menyimpulkan.


Tapi kenapa malah lidahnya yang kena?tanya Jendral Zorata.


Itu tidak penting, yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana menyembuhkan pangeran..timpal Jendral Azkari.


Ya..aku ingat, jika seseorang terkena ilmu awan beku maka tubuh yang terkena akan membeku, dan cara untuk mengembalikannya adalah menyalurkan energi panas dari dalam yang dapat membuat pembekuan terhenti..jelas tabib.


Tapi tadi aku mencobanya, ujung lidah pangeran malah meleleh...jawab jendral Azkari.


Ya tuan, karena tuan melakukannya dari luar..ini harus pangeran sendiri yang menyalurkan energi dari dalam..timpal tabib.


Mm..baiklah..ayo pangeran kerahkan energi panas untuk mengatasi pembekuan lidah anda..


Jendral, anda boleh membantu menyalurkan energi panas padanya tapi jangan langsung ke lidahnya...biar pangeran saja yang mengerahkannya dari dalam...tuntun tabib.

__ADS_1


Mereka pun mulai pengobatan untuk pangeran bokori.


+++


__ADS_2