Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Bertemu Petarung Gila


__ADS_3

Dini Hari..


di Hutan Bambu,


pasukan biru mulai berlatih lagi,.. mereka terus berlatih dengan semangat membara...


Kali ini mereka lebih waspada, lebih jeli melihat peluang dalam pertarungan...


Memang pengaturan latihan yang di susun oleh nenek serba tahu ini memiliki standar yang sangat tinggi..


Tidaklah mudah menjalani pengaturan pelatihan ini, bahkan seorang pendekar di ranah master tingkat sembilan pun akan kesulitan..


Rata rata anggota pasukan elit di tiap kerajaan di lima benua hanya berada di bawah ranah grand Master, dan komandannya biasanya di ranah grand master ..komandan pasukan elit terbaik yang pernah di jumpai Dewa Sedih saat bertualang adalah Komandan Penjaga Istana Kaisar Cing..setara dengan petarung pada ranah Grand Master Semesta tingkat sembilan...


Karena itu, ia meminta nenek serba tahu untuk menyusun pola latihan agar pasukan biru setidaknya setara dengan Grand Master asal mula tingkat tiga.., sebuah tingkatan yang sangat tinggi untuk prajurit..


Saat menjelang siang, sudah lebih dari tiga puluh orang yang berhasil menerobos ke Pola yang dijaga oleh Dewa Sedih..dan seperti biasanya, kembali mereka dikirim ke tempat semula dan memulai lagi dari awal..


Pasukan biru dengan semangat yang tak pernah kendur terus berjuang untuk melewati lima pola seperti yang di perintahkan...


Sedangkan Sein saat itu sedang menuju kota Maccini..


+


Sementara itu,


Di kota Maccini...


Kediaman Klan Wong..


Ketua, dunia sedang gempar,..!!


cakram Sudarsana dan kitab Ganjar dewa ada di tangan permaisuri...! kata mata,mata Klan Wong melaporkan situasi..


benarkah..? bagaimana ia merebutnya dari pangeran Sein yang kabarnya sangat sakti itu..? tanya ketua Klan Wong.


Pangeran Sein dikabarkan terluka parah pada,malam utu dan di bawa lari oleh seseorang.., sedangkan istrinya mati terbakar di kediaman mereka saat kebakaran malam itu di kediaman mereka..!jelas mata mata Klan Wong.


Mm...Hampir semua petarung Klan Wong telah tiba.., kita hanya menunggu ke empat legenda Klan...jika ke empat legenda klan hadir di sini maka tidak ada lagi halangan untuk memiliki pusaka Cakram Sudarsana dan Kitab Ganjar Dewa.., seru salah satu tetua klan Wong..


Ketua, ada satu berita penting lagi..! kata mata mata klan wong.


Katakan..! timpal ketua klan dengan tidak sabar.


Kitab Kaisar Naga ada di tangan Baginda Sultan..., jawab mata mata klan.


Apa...???benarkah..??tanya Ketua Klan dengan wajah bersemangat...


Aku akan meminta legenda Klan turun tangan merebut Kitab Kaisar Naga itu dari baginda Sultan...


Sepertinya itu akan suit ketua, saat ini istana di jaga ketat...! ucap Mata mata Klan.


Betul, dan lagi Banyak petarung hebat tersembunyi di istana, jangan gegabah...! timpal tetua penasehat..


Ya, kalau begitu cepat selidiki bagaimana penjagaan di istana..carilah kelemahannya...agar ke empat petarung legenda klan wong kita bisa menerobos istana dengan mudah..


Lapor...! teriak satu lagi mata mata klan wong yang baru tiba...


Katakanlah...! kata Wong Lee, Ketua Klan wong..


Ketua, saat ini gelar permaisuri Atikah telah di cabut, ia saat ini menyandang status Selir buangan...ia tidak tinggal lagi di dalam istana...saat ini selir Atikah tinggal di kediaman dekat pasar dalam ibukota...! beber Mata mata klan wong yang baru tiba..


Hahaha....rupanya langit sedang berpihak pada kita...ini akan lebih memudahkan bagi Klan Wong kita untuk merebut kedua pusaka itu..! kata Wong Lee sangat gembira..


Ketua, bagaimana dengan para tetua sepuh dunia persilatan yang ada di kantor ketumenggungan..? tanya salah seorang tetua klan wong..


Kita akan pantau terus mereka, aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu,..tidak tahu apa tujuan mereka...sudah lebih dari seminggu mereka di sana...! kata Wong Lee.


Apa tumenggung Morosi tidak terganggu dengan kehadiran mereka..? tanya,Wong Lee.


Sepertinya tumenggung Morosi sangat takut pada pangeran Sein, tamu tamu itu di perintahkan oleh pangeran Sein untuk di jamu dengan baik..! jelas mata mata klan wong.


Apa jangan jangan mereka pelaku pemusnahan keluarga Jalanara..!? tanya seorang Tetua..


Kemungkinannya kecil.., kekuatan ke empat tetua golongan putih itu belum sanggup melenyapkan dengan cara seperti yang telah terjadi pada keluarga Jalanara.., menurutku ada orang lain yang melakukannya, tapi tidak tahu apa sebab dan tujuannya.. timpal Ketua Klan..


Emm.. Apakah Wong Liem masih dalam Goa pelatihan..? tanya Wong Lee.


Betul ketua, tetua Liem sedang dalam pelatihan tertutup..


Mm...Wong Liem sepertinya tidak begitu perduli dengan keadaan ini.., selidiki tetua Liem dengan ketat...,! perintah Wong Lee.


Ketua,..! anda tidak sedang mencurigai tetua Liem kan..? tanya salah seorang tetua lainnya..


Ya, memang akunada sedikit kecurigaan padanya.., sejak ia kutugaskan menangkap pangeran Sein aku sudah kurang percaya lagi padanya...


Hah...? mengapa demikian kata,..?


Ya..tetua Liem mengatakan bahwa ia tidak sanggup menghadapi pangeran Sein, ia kalah bertarung namun di bebaskan pergi oleh pangeran Sein..


Sejak itu, Tetua Liem tambah jarang ke pertemuan keluarga dan lebih banyak melatih diri di goa pelatihan rahasia...! beber Wong Lee...


Kemungkinan mental tetua Liem terpukul atas kekalahannya dari pangeran Sein, makanya ia berlatih terus menerus seperti ini, mohon ketua jangan terlalu keras padanya,.. timpal Tetua Gui..


Itulah, makanya aku hanya meminta ia agar tetua Liem di pantau..jika tidak aku paati sudah menjatuhkan tangan padanya..aku pasti menghukumnya dengan sangat keras...! kata Wong Lee..


+

__ADS_1


Sore hari Sein tiba di kantor ketumenggungan, di kota Morosi..


Salam tetua...


Ohoho...pangeran Sein..anda telah tiba...


Anakku,...duduklah..! kata kakek Dai..


Iya kek,..bagai mana kabar para tetua..?tanya Sein ber basa basi.


Aha iya,..kami baik baik saja..tapi kami mulai sedikit bosan di sini nak..., jawab kakek Dai mewakili para sesepuh lainnya...


Kakek, besok sebelum matahari terbit kita akan ke suatu tempat,..


Owh..apa semua rombongan yang ada disni akan ke tempat yang kau sebutkan itu..?tanya Kakek Dai..


Tidak, hanya tetua berempat saja, aku ingin tetua bergabung dengan tetua lainnya..


Tetua lainnya siapa yang kau maksud nak..? tanya Kaisar Kelana...


Kakek Dewa Sedih dan nenek, juga ada tetua Sutan Rajo Bintang serta yang lainnya...! jelas Sein..


Kita tidak jadi menyerang Klan Wong..? tanya Ki Balang Nipa..


Kita tunda sementara...kita persiapkan dengan baik dulu...! jawab Sein.


Mm...baiklah...besok dini hari kita berangkat...! kata Karaeng Gantarang..


+


Sementara itu di ibu kota,


sudah hampir tujuh hari ini, banyak orang yang memasuki ibukota...


Kediaman Selir Atikah...


terus saja berdatangan orang orang dunia persiltan, para perndekar ini merupakan patarung golongan putih dan hitam...


Tak jarang diantara para petarung ini bentrok karena hal hal masa lalu dan baru bertemu lagi di ibu kota ini..


Hmh...., hari ini berapa orang yang mrncoba menerobos masuk ke sini..?


Maaf tuanku, hari ini ada sebelas orang yang mencoba, dan semuanya telah di bantai oleh Komandan Jero.


Komandan Jero..??siapa dia..?


Komandan Jero adalah penjaga Kediaman ini, tuanku.


Memang sudah tugas dari istana..jelas Pelayan permaisuri..


Owh, rupanya begitu,..


Keduanya sudah membaik...namun masih sangat lemah..., jawab pelayan.


Kenanga juga belum ada kabarnya sejak aku menyuruhnya ke pulau tanabala.., gumam selir Atikah.


Maaf tuanku, karena lama tidak ada kabar, Kantil sangat hawatir, jadi dua hari lalu Kantil menyusulnya kr pulau tanabala..! beber Pelayan.


Apa..? lancang....!! mengapa Kantil tidak bilang padaku dulu...! kata Selir Atikah marah...


Maaf tuanku, aki tidak begitu paham apa yang dipikirkan kantil..! timpal pelayan.


Ya sudah, kau kembalilah bekerja...! perintah Selir Atikah.


Baik tuanku..! jawab pelayan lalu mundur dan pergi ke ruang belakang..


Di ruangan itu, selir Atikah masih diam terpaku memikirkan keadaan yang sangat berubah..


Kini ia hanyalah seorang selir buangan..namun bukan itu yang ia sesalkan, toh saat ini ia masih menjadi istri pangeran kelima walau kini pangeran kelima masih di parguruan Api Agung di Benua Parsi, kelak mereka akan berkumpul dang menguasai kesultanan ini..


" Andai saja Sein tidak muncul, mala urusan merebut kesultanan ini akan cukup mudah..


Aku sudah mempersiapkan ini semua sejak lama, tapi ke hadirannya telah mengacaukan rencanaku..!" batin Selir Atikah, dengan perasaan kesal.


Awalnya rencanaku adalah menyingkirkan permaisuri ( ibunda Yasmin), dan itu sudah berhasil...


kemudian menyingkirkan Yasmin dan terakhir baru menyingkirkan baginda..,


namun Yasmin di bawa keluar istana oleh baginda...aku pikir ia tidak akan pernah kembali lagi...


Jadi aku langsung mengincar untuk menyingkirkan baginda,..


tak ku sangka, baginda begitu cerdik..ia membawa kekuatan benua antara untuk meredam pergerakanku..


Cukup lama aku berusaha mengatasi masalah ini namun, gangguan lain datang dari benua congko..


Akhirnya waktuku habis untuk melakukan banyak hal demi menjalin kekuatan dengan Benua Congko dan Parsi yang sudah terlebih dahulu mendukungku...


Saat semua hampir rampung, tiba tiba Sein keparat itu muncul..., merusak segala rencanaku...


ku akui aku lengah dalam hal ini.. seharusnya sejak dulu aku harus menyingkirkan Yasmin..


Saat ini semua sudah terlambat...


karena itu rencana terbaru yang ku susun adalah langkah pertama melenyapkan Sein dan Yasmin.., kemudian Baginda..., batin Selir Atikah panjang lebar...


Selir Atikah menarik nafas panjang...

__ADS_1


Hmmhhh...sekarang situasinya sudah seperti ini,..


Apa boleh buat, aku akan segera memanggil suami dan anakku untuk membantuku menyelesaikan semua ini..., gumamnya kemudian mengambil pena dan kertas lalu menulis surat..


+


Dini hari,..


Lima sosok bayangan berkelebat dari kota maccini menuju ujung utara benua barat..


Setelah cukup lama berkelebat, mereka memasuki kawasan berbatu.., sudah beberapa kali Sein melalui tempat ini jika hendak ke kediaman Sutan Rajo Bintang.., Rumah Bambu Kuning'..


Saat hendak memasuki kawasan berbatu, Sein merasa didepannya ada seorang dengan energi yang kuat..


Sein dan ke empat tetua menghentikan lari mereka..


Kini di depan mereka nampak seorang kakek tua berjubah hijau gelap dengan lengan kiri buntung sampai ke siku, sedang berdiri menghadang mereka...


Maaf tetua, kami hendak melewati jalan ini.., sapa Sein yang melihat gelagat orang ini memang sengaja menghadang perjalanan mereka..


Melihat orang di depannya hanya diam dan menatap mereka dengan hawa pembunuh yang kental, Kakek Dai segera berseru..


Hei, apa kau tuli..!!? kami akan lewat..menyingkirlah...! seru kakek Dai.


Kalau mau lewat silahkan saja, tapi apakah kalian mampu..? dan kau Alap Alap Kabut Selatan, julukanmu itu sepertinya tidak cocok, julukan itu terlalu tinggi untukmu..! kata Kakek berlengan buntung hendak mengejek kakek Dai.


Owh, jadi apakah julukan Buaya Buntung lebih cocok untukku,..? tapi sepertinya julukan itu lebih cocok untukmu, karena lenganmu memang sudah buntung..Hahahaha...! balas Kakek Dai juga mengejek.


Kakek..! jangan menghina fisik orang..! cegahku dengan berbisik.


Ah maaf, aku terpancing olehnya..! jawab kakek Dai..


Oh, maaf tuan,..aku kelepasan bicara..bukan maksudku menghinamu...aku hanya berguaru...maaf ya....!seru kakek Dainpada Kakek Buntung itu..


Kakek Buntung malah tertawa..


Hahahaha.....Dai Nuhu..namamu Dai nuhu kan...? kau lah yang pertama akan mati hari ini..., seru kakek buntung lalu segera menyerang dengan ganas....


Kakek Buntung itu meliukkan pergelangan tangannya dengan jari telunjuk menempel ke jari tengah seperti sebuah pedang...


Seketika angin berhembus kencang dan membentuk bilah pedang di ujung jari kakek buntung...


Melihat bahaya besar, kakek Dai tidak akan sanggup menahan kekuatan orang ini maka Sein segera mengerahkan kekuatan terbarunya...


Seketika pusaran angin besar berputar di depan Sein melaju hendak menelan Kakek Buntung...


Namun dengan sigap kakek buntung menghentakkan kakinya, lalu pusaran angin serupa juga muncul di hadapannya dan menahan pusaran angin Sein yang menyapu ke arah kakek buntung..


Benturan pusaran terjadi...


DDDHHHHHHAAAARRTR......!!!


Tubuh kakek buntung terlihat sedikit bergetar, ia masih berdiri tegap, namun wajahnya menyiratkan keterkejutan..


Semetara Sein masih terlihat seperti biasa...


Tetua, bagaimana.., apakah kami boleh lewat..?tanya Sein sopan..


Tentu saja tidak, nama dan ciri ciri kalian telah di serahkan padaku untuk di bunuh.., kata Kakek Buntung datar...


Tetua, aku tahu tetua juga tidak yakin dapat membunuhku kan..?timpal Sein.


Ya...aku memang tidak yakin, tetapi tugas telah di terima, harus diselesaikan atau mati...! kata kakek buntung.


Owh, rupanya kau seorang pembunuh bayaran...! teriak Kaisar Kelana..


Para tetua, harap menyingkir dulu..sepertinya lawan di depan kita ini tidaklah mudah.., pinta Sein oada ke empat tetua..


Keempat tetua pun segera menjauh, mereka berencana menyaksikan dari jarak dua puluh lima tombak...


Maaf tetua, apakah ini akan kita lanjutkan..? tanya Sein pada kakek buntung yang masih berdiri menghadang..


Oh pasti, aku akan sangat menikmati pertarungan ini...! jawab kakek buntung dengan gembira..


Sein cukup heran, ada orang seperti ini, pertarungan di depan mata namun masih bisa sangat gembira...


Jangan jangan orang ini adalah petarung gila yang dulu di sebut sebut pernah menggetarkan benua barat ini.., batin Sein.


Pangeran, hati hati..! orang ini adalah si Petarung Gila..! Seru Ki Balang Nipa.


Haha..sudah lama aku menghilang dari dunia persilatan..


Balang Nipa..! kau anak kemarin sore tapi bisa mengenaliku...rupanya kau cukup berpengetahuan juga..., hehehe...


Petarung Gila atau apapun nama tetua, aku tidak peduli,..kami ingin lewat, jika tetua menghalangi maka jangan salahkan saya bertindak keras...! kata Sein cukup tegas..


Seperti yang kukatakan tadi, aku sudah menerima tugas, maka harus di selesaikan..., apa kau mengerti..? timpal Petarung Gila.


Kalau begitu, maaf jika aku salah menjatuhkan tangan...! kata Sein memperingatkan.


Hahaha..., anak muda harus ku akui kau memang sangat istimewa.., dengan usia semuda ini kau telah berada di ranah Kekal Sejati..


Tapi aku bisa melihat dengan jelas, kau baru saja menerobos ke ranah kekal sejati...,


Tadinya aku tidak yakin dapat mengalahkanmu namun sekarang aku cukup percaya diri dapat mengalahkanmu..! ujar Petarung Gila panjang lebar..


Heheheh...kalau begitu kita lihat saja hasilnya...! seru Sein.

__ADS_1


+++


__ADS_2