
Semua yang ada di tempat itu seketika membeku..,pembekuan tanpa es.., telihat bahkan dedaunan dan ranting pohonpun tidak bergerak walau sedikit..
Apa yang terjadi..?? batin Eyang Wasis..
Sebuah kekuatan yang sangat mengerikan.., kata Ki Bolontio juga membatin.
Saat semuanya masih diam membeku, tidak ada yang memperhatikan
Sosok lelaki bercahaya menyilaukan dengan cepat menyambar tubuh Sein dan Karaeng Gantarang..
Lenyap...!! mereka berdua lenyap..!! gumam Eyang Wasis..
Ki Blontio, ilmu apa yang di gunakan pangeran itu..? tanya Eyang Wasis kemudian..
Aku tidak tahu, kau saksikan sendiri tadi selalu saja tubuhnya memancarkan cahaya biru yang melindunginya dari serangan kita..Jawab Ki Bolontio yang menduga bahwa keadaan di sekitar ini di sebabkan oleh salah satu ilmu kesaktian yang di kerahkan oleh Sein,.atau seseorang yang telah penolongnya.
Berarti cahaya bekilau yang tadi terakhir telihat itu,..jangan jangan..,
Ah...ini pasti ulah Dewa Sedih yang menolong mereka, ilmu kesaktian siapa lagi yang dapat memancarkan cahaya seperti itu.., silmpul eyang Wasis..
Mm..kita harus segera melapor pada tetua iblis biru.., kata Ki Bolontio kemudian, masih dengan suara tua renta dan dingin..
Ki Bolontio, rupanya kau telah mencapai tingkat Kekal Sejati di jalur energi Qi.., Seru Eyang Wasis
Ya, setahun yang lalu aku menerobos ke ranah Kekal Sejati.., aku harus mendapatkan kitab Ganjar Dewa untuk menerobos ke Ranah Dewa lebih cepat, jika tidak, meskipun dengan keberuntungan yang besar aku harus berlatih ratusan tahun lagi.., beber Ki Bolontio.
Oh, kau sendiri sudah berada di Tanah Kekal Zirah Emas.., sepertinya kau pun akan menyusulku Ke ranah Kekal Sejati.., ujar Ki Bolontio lagi..
Heheh, mudah mudahan seperti itu, mereka semua adalah petarung tingkat Kekal Zirah perunggu dan perak bahkan beberapa baru beberapa bulan lalu menbus ke Zirah Emas.., jelas Eyang Wasis
Ya aku bisa melihatnya...pantas saja pengeran yang terkenal sakti itu tidak berkutik.., tapi sungguh disayangkan ia melarikan diri...,kesempatan langka seperti ini sulit kita ulangi lagi.., gumam Ki Bolontio masih dengan suara sepuhnya..
Kalau begitu, ayo kita ke perkampungan dulu, di sana kita akan menyusun rencana selanjutnya..., ucap Eyang Wasis.
Rencana selanjutnya apa, kita harus segera melapor pada Tetua Iblis Biru untuk langkah selanjutnya.., potong Ki Bolontio..
Ehehe...itu..kau benar..., ayo.., kata Eyang Wasis malu, lalu mendahului melangkah..
Semetara itu,
Sebuah energi menerbangkan tubuh Sein dan Karaeng Gantarang dengan kecepatan tinggi laksana kecepatan bintang berpindah..
Tak butuh waktu lama, mereka tiba di tepi kawasan lumpur hisap hitam di ujung dalam hutan bambu..
Bola cahaya itu segera melebur masuk kedalam lumpur hisap hitam dan terus meluncur kebawah dengan kecepatan tinggi,..
Sein merasa pernah melihat situasi ini, beberapa saat kemudian barulah ia menyadari, saat ini ia dan Karaeng Gantarang di bawa oleh bola cahaya ini menuju dasar lumpur hisap hitam..
Di samping Sein, karaeng Gantarang masih pingsan akibat terlalu banyak menerima pukukan dari lawan lawan mereka yang memiliki kesakitan sangat tinggi..,
Jika bukan karena teknik bertarung Sein dan karaeng Gantarang yang sangat tinggi maka sulit bagi mereka untuk bertahan selama itu..
Beberapa tarikan nafas berikutnya, bola cahaya sudah sampaikan dasar lumpur hisap hitam..
tempat yang dulu Sein berlatih di bawah bimbingan Salman..,
Saat tubuh mereka sampai di tempat itu, cahaya yang membungkus merekapun seketika lenyap..
Ahh...ini dasar lumpur hisap hitam..., batin Sein.
Tak jauh dari Sein telah berdiri sosok lelaki yang selama ini di kenal Sein,..Salman....
Tuan Salman..!!? Seru Sein saat melihat sosok Salman..
Hehehe...hampir saja kau mati di tangan para petarung itu.., kata Salman...
Iya, Terimakasih..rupanya tuan Salman yang telah menyelamatkan kami..., ucap Sein menjura hormat..
Saat itu Karaeng Gantarang mulai sadar dari pingsannya..
Ia heran mendapati dirinya di sebuah tempat yang ia tidak kenal..
Di mana ini..? tanya Karaeng Gantarang linglung..
Owh, tuan Gantarang sudah sadar,..sapa Sein.
Pangeran..!! ah..Syukurlah...aku pikir aku sudah mati dalam pertarungan barusan.., Kata Karaeng Gantarang bernafas lega.
iya, kita selamat..tadi kita di selamatkan oleh tuan Salman,..
Oh..tuan Salman,..Terimakasih..! kata Karaeng Gantarang sambil berusaha menjura...
Tubuhnya masih lemah akibat luka dalam yang di deritanya saat pertarungan barusan...
Perasaan terbakar di sekujur tubuhnya, terasa sangat menyiksa.
Tenanglah, itu bukan masalah..., timpal Salman, lalu melangkah mendekati Karaeng Gantarang..
Tanpa bicara sepatah kata lagi, Salman langsung menempelkan telapak tangannya di dada Karaeng Gantarang..
Seketika Karaeng Gantarang merasakan ada hawa sejuk menjalar di sekujur tubuhnya..
Beberapa tarikan nafas kemudian,.Karaeng Gantarang memuntahkan darah hitam kebiruan...
Karaeng Gantarang terperanjat melihat apa yang ia muntahkan..
Namun setelah itu perasaannya sedikit membaik dan kondisinya berangsur pulih..
__ADS_1
Sein juga bergidig melihat apa yang dimuntahkan Karaeng Gantarang..
Apa itu..? tanya Sein heran.
Lawan kalian tadi adalah murid murid pengikut Dewa Iblis, Anak ini terkena Pukulan Api Iblis Biru.., kata Salman menunjuk Karaeng Gantarang..
Hah, Tuan Salman menyebut Karaeng Gantarang yang setua itu dengan sebutan 'Anak' ,... Hehehe tuan Salman benar benar luar biasa..., ucap Sein menyindir.
Kau jangan lupa, umurku sudah sangat tua, bahkan jauh lebih tua dari nya, apa lagi dari umurmu.., Timpal Salman tak mau kalah..
Hehehe...maaf tuan,.aku benar benar lupa..., kata Sein canggung.
Yang di muntahkannya Itu adalah ' Racun Api Iblis '...Jelas Salman kemudian
"Racun Api Iblis" ..??tanya Sein
Ya, itu adalah salah satu ilmu sakti milik murid murid Dewa Iblis, itu adalah ciri khas mereka.., dan yang kalian hadapi barusan adalah sekumpulan petarung yang berada di Ranah Kekal Zirah Perunggu, Perak, dan Emas, bahkan ada beberapa yang sudah mencapai Ranah Kekal Sejati sedikit lagi menembus ke Ranah Dewa di Jalur Energi Qi..jawab Salman menjelaskan.
Oh...pantas saja kami tak berkutik dibuatnya.., timpal Karaeng Gantarang.
Iya, aku bahkan tidak bisa mengerahkan roh pelahap energi, juga tidak mampu menyegel mereka dengan segera ruang..
Itu karena energi Qi beberapa diantara mereka masih berada di atasmu..
Hah..?? bahkan aku yang sudah sudah membuka sembilan puluh enam simpul energi tidak dapat menghadapi mereka...,ucap Sein dengan senyum kecut..
Itu karena pembukaan simpulmu belum berguna secara maksimal, pembukaan simpul itu berguna saat kau memasuki jalur Energi Spiritual..
Di jalur Energi Qi, itu hanya akan berpengaruh sedikit saja, paling tidak menaikkan tingkatanmu sampai ranah kekal sejati dengan cepat...,
di samping itu ranah kekal sejati yang kau capai saat ini belum begitu stabil jelas Salman..
O..jadi ini yang membuat aku tidak berdaya, padahal aku pikir kesaktian padaku ini sudah cukup tinggi.., Ucap Sein lirih dengan kening berkerut..
Emmm...tapi saat aku menghadapi Tetua Gu Si Petarung Gila aku dapat mengalahkannya dengan tekanan energi..? tambah Sein.
Hahahah, makanya jangan terlalu percaya diri, ingat..!! jangan pernah meremehkan lawan...tetaplah rendah hati..
Kau bisa mengalahkan Petarung berjuluk Dewa Pedang Lengan Naga Merah Itu karena dia berada dalam mantra pengendali hati, dan juga kekuatannya berkurang setengahnya..
Jika kau bertarung dengannya saat ini maka kau mungkin akan kalah dengan telak..., beber Salman.
ingat, .
Kau masih berada di ranah Kekal Sejati yang belum stabil, masih perlu waktu menstabilkannya.., baru kemudian kau ajan ku bimbing menempuh jalur energi Spiritual yang mengagumkan itu..
Owh..seperti itu rupanya.., gumam Sein mulai mengerti..
Eh tuan, siapa sebenarnya Dewa Iblis itu..?tanya Karaeng Gantarang.
Ia adalah musuh utama yang nyata bagi manusia.., jawab Salman.
Em, baiklah kita tidak akan membuang waktu percuma di sini,
Kau Gantarang, segera ambil posisi duduk bersila dan latihlah tenaga dalammu, setiap satu peminuman teh kau makanlah buah semangka emas di sana itu..lakukan sampai kau menerobos ke Grand Master Abadi tingkat Delapan..apa kau menegerti..?perintah Salman..
Baik Tuan..., akan segera kulakukan..., jawab Karaeng Gabtarang dengan semangat..
Apa tidak bisa lebih sopan sedikit, biar bagaimanapun ia adalah seorang bangsawan dan mantan Seirang Raja.., ucap Sein pada Salman..
Ingat,.. di mataku tidak ada yang namanya Raja..apalagi hanya pangeran sepertimu.., ketus Salman
E.., Sein hendak menimpali tapi langsung di potong oleh Salman..
Jika kau masih terus mempersoalkan sesungguhnya tidak penting seperti ini maka aku akan membiarkanmu berlatih tanpa bimbingan..dan jika itu terjadi, maka besar kemungkinan kau akan terjerumus salah jalan dan menjadi pengikut Dewa Iblis... ancam Salman.
Eh.m...tidak ..tidak.., silahkan katakan apa saja aku tidak masalah..hehehe.., timpal Sein dengan cepat..
Bagus...!! sekarang kau lakukan latihan seperti sebelumnya, usahakan lagi sampai semua simpul energimu terbuka semua..seratus delapan simpul mesti terbuka dan jangan lupa terus periksa lautan jiwamu.., pesan Salman lalu menghilang..
Sein pun melakukan apa yang di perintah Salman dengan semangat...
+
Du Hutan Bambu,..
Pelatihan terhadap Pasukan Biru terus berlangsung..
Saat ini sudah hampir satu bulan latihan mereka berlangsung,..
Kekuatan dan kecepatan pasukan biru terus mengalami peningkatan..
Teknik pelatihan seperti ini belum pernah aku lihat sebelumnya..,
bahkan kemungkinan ini yang pertama di dunia,..gumam Kiyai Malaka..
Beberapa hari sebelumnya, ke empat puluh orang ini bukanlah apa apa, tapi saat ini mereka telah menjelma menjadi pasukan yang sangat kuat..
Ya, Jika mereka bisa memenuhi standar yang di tetapkan pangeran, maka ini adalah merupakan pasukan yang dapat meruntuhkan sebuah kekuatan perang dari sebuah kerajaan.., tambah Tetua Gu Si Petarung Gila.
Pangeran ini memang luar biasa, pikirannya selalu beberapa langkah lebih maju dari kebanyakan orang.., puji Begawan Sidik Parasada.
Sementara itu,
Prabakara sudah menyewa dan menyuruh orang kota Maccini membawa pulang ke empat mayat leluhurcKlan Wong ke kediaman Klan Wong,
Prabakara langsung menuju hutan mambu sesuai petunjuk Sein sebelumnya..
__ADS_1
Melihat ke empat leluhur mereka mengalami nasib nahas, .
Klan Wong seketika gempar,..
Ada kemarahan, ada ketakutan dan keputus asaan di wajah para petinggi Klan..
Akhirnya mereka memutuskan untuk menutup diri dari dunia luar, mereka mundur, mengasingkan diri ke gua rahasia mereka...
+
Di tanjung petir hitam,
Tiga orang lelaki menemui Kamsina..
Nyonya Kamsina, kami datang ingin menemui ketua Jaminten..
Ya,..tuan tuan baru saja tiba silahkan tuan tuan istirahat dulu di pondok ini.., malam nanti guru akan menemui tuan tuan..., sambut Kamsina, sambil menunjukkan pondok untuk tempat tinggal sementara para tamunya..
Mm..Terimakasih kami telah merepotkan nyonya.., timpal Yang Leiting..
Ketiga lelaki ini adalah tiga petarung Dari Benua Congko murid Tan Atai, Yang Leiting, Yang Siao, Yang Fei Jin/Tan Lei..
Tidak masalah tuan, sesama orang sendiri tidak perlu sungkan.., kata Kamsina balik menimpali..
Kalu begitu silahkan tuan tuan, saya pamit dulu.., kata kamsina lagi..
Di saat yang sama,
Di dalam Goa Petir,
Laila terus dilatih dengan sangat keras oleh Nyai Jaminten..
Perkembangan Laila cukup mengesankan, dasar dasar ilmu dan beberapa ilmu tingkat tinggi andalan perguruan Tanjung petir hitam dapat ia selesaikan dalam waktu singkat..
Nyai Jaminten cukup puas dengan perkembangan penerus tanjung petir hitam itu..
Teruskan melatih teknik Api Iblis Hitam.., aku ada tamu yang harus kutemui nanti malam..., perintah Nyai Jaminten lalu berdiri dan melangkah keluar dari goa petir..
+
Hal yang sama terjadi di Jurang Gunung Tujuh,..
Pangeran Kelima, saudara Sultan Malik telah tiba di dampingi anak semata wayangnya.
Selamat datang suamiku.., sambut Selir Atikah..
Pangeran kelima tersenyum dan mengangguk..
Ibu, kau tak menyambutku..? tanya Kisra merajuk..
Hehe, anak nakal kau sudah sebesar ini, apa kau tidak malu masih saja merajuk seperti itu..,? timpal selir atikah..
Kalian sudah lelah berjalan jauh, istirahat dulu.., hal yang lainnya nanti kita bicarakan lagi..., kata Selir Atikah.
Mm..baiklah, jawab pangeran kelima.
perjalanan jauh dari parzi ke lima benua ini benar benar membuatnya sedikit lelah, jadi ia memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Pelayan,..! antar tuan besarku dan tuan muda ke kamarnya.., perintah Selir Atikah.
Baik nyonya.., jawab pelayan dengan sigap.
Mari tuan besar, mari tuan muda..., ajak pelayan.
Kedua orang, ayah dan anak itupun mengikuti dari belakang..
Setelah suami dan anaknya tiba, perasaan selir atikah semakin senang..
Sein, Yasmin..saatnya kalian menemui ajal.., !! ucap Selir atikah dengan gigi bergemeretak..
Selir atikah begitu bersemangat ingin memberi Sein dan Yasmin pelajaran karena mereka selama ini terus saja menggagalkan recananya..
Saat ini anak dan suaminya sudah berada di jurang gunung tujuh, akan ada banyak bantuan yang ia dapatkan nantinya, masalah menyingkirkan Sein dan Yasmin tinggal menunggu waktu saja..
Setelah puas membayangkan kemenangan yang akan diraihnya, Selir Atikah kemudian menulis beberapa Surat
Pelayan, kirimkan beberapa surat ini pada orang orang kita...
nama namanya masing masing sudah ada di sampul gulungan..,.demikian perintah selir Atikah..
Baik Nyonya, segera kami kirim..., ucap si pelayan lalu bergegas pergi.
Hem..., kali ini bahkan kesultanan datuk Delapan akan geger..hehehe..., gumam Selir Atikah..
Lapor..., !!
teriak seorang penjaga,..
Ada apa..? tanya selir Atikah.
Ada surat dari mata mata kita nyonya.., jawab Penjaga lalu menyerahkan segulung surat.
Selir Atikah membacanya dengan wajah serius.
Mm..Pangeran ini benar benar memberi kejutan pada dunia persilatan, bahkan leluhur Klan Wong pun berhasil di musnahkannya.., batin Selir Atikah, menghela nafas.
Ah, bagaimana keadaan Ki Blirik..?
__ADS_1
mengapa sudah beberapa hari ini masih saja belum ada kabar dari mereka..? pikir selir Atikah...
+++