Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Misteri Klan Wong dan Menemukan Utari


__ADS_3

Limanto,..! aku lihat sudah banyak penduduk yang tidak suka padamu, saat aku meremukkan tanganmu tadi, tidak sedikit penduduk yang merasa senang..ini tidak baik untuk seorang tuan muda sepertimu..! kata Sein..


Pangeran memang berpandangan luas...!


kata Daha Jalanara dan Tumenggung Morosi..


Aku menghukum Limanto melakukan kerja sosial,.! membantu penduduk di kota ini...!!


bersihakanlah jalan dan saluran air di kota ini, bantu keperluan penduduk...!!


Hitung hitung kau mencoba menjadi tuan muda yang baik dan peduli pada orang lain...! kata Sein..


Tuan muda memang bijaksana..! kata Daha Jalanara..


Oh ya..saat ini aku menjalankan tugas khusus dari ayahanda Sultan,


Aku akan berada di sini selama sepuluh hari, selama itu pula kau harus menjalani hukuman ini..! kata Sein..


Baik pangeran ..aku pastikan anak nakal ini akan menjalaninya dengan sukarela ataupun terpaksa...! terimakasih kemurahan hati pangeran..! kata Tuan Besar Jalanara menghormat..


Sudahlah,.kalian boleh pergi,..! kata Sein.


Maaf tuan..kalau boleh tahu, apa yang anda cari di toko ini...!? tanya tuan besar Jalanara..


Aku membutuhkan cukup banyak bahan kimia..! aku berencana akan membelinya di sini..jelas sein.


Ah..pangeran ,toko ini milik keluarga Jalanara..!!


tuan tidak perlu membeli, toko ini akan memberikan bahan kimia apapun pada pangeran...!! pangeran sebutkan saja bahan apa, kalau bahan itu ada maka toko ini akan memberikannya pada anda...!! kata Daha Jalanara.


Tidak perlu, aku tetap akan membelinya seperti para pedagang itu...! putus Sein..


I..ini...aduh pangeran,..! kata Daha Jalanara terputus karena di potong oleh Sein.


Sudah...! siapkan saja bahan ini, dan berapa harganya... kata Sein kemudian memberikan daftar bahan yang ia butuh kan pada ayah Niken..


Ini..tuan...!! kata Ayah Niken sambil melihat Daha Jalanara meminta prndapat..


Sudahlah..cepat katakan..!, baginda sultan sedang menungguku mengirimkan barang ini...!! kata Sein yang mulai bosan mengarang menyebut nama sultan ...


Ayah Niken dengan suara bergetar segera menyebut harga pesanan Sein kemudian bergegas pergi menyiapkan nya..


Pangeran, hamba mengundang pangeran ke kediaman hamba untuk sekedar istirahat...! kata Tumenggung Morosi..


Iya pangeran, di kediaman kami juga bisa...! timpal Tuan Besar Daha Jalanara.


Tidak perlu merepotkan tuan tumenggung...! aku terbiasa tidur di atas pohon atau dimana saja,..kata Sein.


Saat ini pun saya sedang menjalankan tugas dari baginda dan kerena kondisi tugas itu aku tidak boleh menginap di rumah siapapun..


jangan kan rumah, penginapanpun tidak boleh...kata Sein beralasan padahal itu cuma karangan ia saja yang malas meladeni basa basi pejabat dan keluarga kaya itu...


Tapi tidak menutup kemungkinan aku akan datang ke kediaman tuan tuan untuk mendiskusikan beberapa hal..! tambah Sein.


Tentu saja pangeran, kami selalu menanti kedatangan anda...! jawab kedua orang itu.


Mm...baiklah, tuan tuan boleh pergi...!! aku akan menunggu bahan kimia itu disini..! kata Sein.


Tumenggung Morosi dan Tuan Besar Jalanara segera maklum kalau Sein sudah tidak ingin di ganggu lagi...


Baik pangeran kami mohon undur diri...!!


kata keduanya berjalan mundur tiga langkah sebelum berbalik pergi..


Sebelum keluar toko, Daha Jalanara menghampiri ayah Niken dan mebisikinya sesuatu..


Baik tuan besar...! kata Ayah Niken mengangguk..


Sein melihat Niken yang masih berdiri mematung tak jauh dari tempat ia duduk..


Nona..! kemarilah...! panggil Sein.


Em..ada apa pangeran...!?


Sudahlah..ayo duduk sini..! ajak Sein memperislahkan Niken duduk di depannya...


Maaf pangeran sepertinya ini kurang pantas...!


Apanya yang kurang pantas..baiklah kalau begitu aku juga akan berdiri sepertimu...! kaya Sein hendak berdiri..


En..eh..tidak.. tidak pangeran...! kata Niken sambil cepat cepat duduk di hadapan Sein.


Nah, begitu lebih baik...! kata Sein sambil tersenyum melihat Niken yang sudah duduk dengan canggung..


Temani aku mengobrol..., banyak hal yang ingin kutanyakan padamu nona, tentang kota ini..bagaimana, apa nona bisa...?tanya Sein.


Bisa ..tentu bisa pangeran...! jawab Niken cepat..


Sudahlah, jangan tegang begitu..! ucap Sein mencairkan suasana..


He..iyah...maaf pangeran..! jawab Niken.


Katakan dulu, mengapa nona berubah..?tadi pertama bertemu denganku sikap nona tidak seperti ini...!?tanya Sein..


Niken hanya tersenyum kaku...!


Aku sudah menganggap mu sebagai temanku, tadi nona beberapa kali membelaku..!


Apa nona juga mau menganggap aku sebagai teman..!?? tanya Sein dengan senyum khasnya.


Mau..mau ..pangeran..! jawab Niken canggung.


Nah, kalau begitu kita bicara santai sekarang...!


Aku mendengar dari penduduk di kota Morosi kalau toko ini milik Klan Wong..apa itu benar...!?tanya Sein...


Ohw...! Niken kaget, kemudian ia menoleh kiri kanan..baru kemudian menjawab..


Betul pangeran, sebagian hak kepemilikan toko ini adalah milik Klan Wong..! tapi ini sebenarnya rahasia keluarga Jalanara dan Klan Wong..


Ow...apa kau tahu di mana kediaman Klan Wong..?


Kediaman Klan Wong sangat misterius tapi kediaman klan itu berada dalan satu kawasan dengan kediaman keluarga Jalanara..! jelas Niken.

__ADS_1


Apa ada hubungan tertentu antara kedua keluarga ini...!? tanya Sein dengan suara rendah.


Kalau setahu hamba, mereka memiliki hubungan yang sudah cukup lama dalam perdagangan dan pelatihan beladiri...


Selebihnya aku tidak tahu pangeran..! beber Niken.


Mm...Sein mengangguk pelan...! Pelatihan beladiri...!! gumam Sein.


Sein tertarik pada pelatihan beladiri kedua keluarga itu, apa lagi ia mendengar bahwa klan Wong adalah sebuah klan misterius...


Nona, apa pernah mendengar siapa pendekar terkuat dari kedua keluarga itu...?


Kalau dari keluarga Jalanara, Tetua Agung mereka yang terkuat...sedangkan klan wong aku tidak tahu tuan,..! jawab Niken.


Baiklah..terimakasih nona...! kau boleh melanjutkan pekerjaan mu ..maaf telah merepotkan..! kata Sein..


Ah tidak masalah tuan, senang bisa membantu tuan pangeran..! timpal Niken.


Ah, nona..!


Ya tuan...!


Maaf aku hampir lupa, ini harga bahan itu dan ini alamat di ibukota dimana bahan itu harus di antar..! kata Sein menyerahkan sejumlah uang dan secarik kain bertuliskan alamat kediamannya..


Bukannya tuan sedang menunggu barang itu..?? tanya Niken.


Ah tidak, sebenarnya aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu tadi...heheh..maaf ya..! kata Sein..


Ah tuan pangeran bisa aja..! jawab Niken dengan wajah memerah..


Sial...!! dia salah sangka..! batin Sein yang melihat wajah Niken memerah.


Tolong minta ekspedisi Elang Perak mengantarnya ke alamat itu, ini biayanya..aku pamit dulu..! kata Sein lalu berkelebat pergi tanpa menunggu jawaban dari Niken.


Ck..ck..ck..!! benar benar pangeran yang tampan dan baik hati...! gumam Niken.


Sein meninggalkan Toko Kimia Atas Awan dengan berkelebat santai menuju tengah kota kawasan kediaman Keluarga Jalanara..


Hm...? ada yang menguntitku..!? batin Sein..


Seseorang dengan usia setengah baya, sedang membuntuti Sein sejak keluar dari Toko Kimia..


Kalau orang ini tahu aku dari keluarga istana lantas masih berani menguntitku dengan niat jahat, berarti orang ini musuh istana..! batin Sein.


Sein dengan cuek pura pura tidak tahu sedang di buntuti...


Ia masuk ke pasar dan duduk di kedai meminum teh sambil.makan beberapa penganan ringan yang di sajikan...


Ini Sein lakukan sampai kedai itu tertutup, dan begitu terus sampai dua hari berikutnya..


++


Di Ibukota,


Beberapa hari berselang setelah mendapat perintah dari Sein, Alap Alap Biru nomor 6 telah menunjukan petunjuk baru..ia kemudian segera melapor pada ketua Alap Alap Biru yang ada di rumah Sein..


Kemudian selanjutnya, Ketua Alap Alap Biru melapor pada Yasmin.


Laporan Nyonya, anggota kami melaporkan kalau pangeran memerintahkan memeriksa semua orang yang berbelanja kebutuhan pokok..siapa yang meningkat pembelanjaannya akhir akhir ini maka akan di periksa lebih lanjut...!


Baik, tunggu sebentar...! kata Yasmin kemudian pergi ke kamarnya..


Beberapa saat kemudian ia keluar dengan membawa selembar Kain..


Ini, surat perintah penggeledahan...! segera geledah kedua rumah orang itu...! ada atau tidaknya nona Utari di kediaman itu ,segera bawa mereka untuk di interogasi..! perintah Yasmin..


Segera kami laksanakan nyonya...!! kata Ketua Alap Alap Biru, kemudian bergegas pergi.


Kakak ada apa..!?tanya Mentari yang melihat sepintas Yasmin berbicara dengan Ketua Alap Alap Biru...


Adik...! ada berita penting dari anggota alap alap biru, semoga saja Utari dapat Segera di temukan...! jawab Yasmin..


Benarkah..!? ah..semoga saja bisa segera di temukan..! seru Mentari..


Kau sudah memberitahu ayah dan ibu masalah ini...!? tanya Yasmin.


Belum kak..! aku takut ibu khawatir dan jatuh sakit...! jawab Mentari..


Mm..baguslah..semoga kali ini Alap Alap Biru berhasil..! kata Yasmin.


Eh..Salwa mana..? tanya Yasmin kemudian.


Di belakang kak, lagi bermain dengan nenek..! jawab Mentari..


Owh, kalau begitu bagaimana kalau kita ke perpustakaan istana, sudah lama kita tidak membaca sastra atau buku lainnya...! ajak Yasmin..


Yuk...! jawab Mentari...


Saat akan melangkah buru buru...


Kaki Mentari tiba tiab terasa lemas..


Au...!! pekik Mentari, hampir saja ia terjatuh jika tidak segera di pegang oleh Yasmin..


Bekas tikaman Keris itu masih mempengaruhi kakimu...?tanya Yasmin khawatir..


Ah..tidak masalah kak...sekali sekali kadang ini kambuh...! tapi tabib Jari Dewa sudah hampir tiba...! jawab Mentari..


Mm...baiklah..yuk..pelan pelan saja jalannya...! ajak Yasmin.


Mereka berdua pun berjalan perlahan menuju perpustakaan istana...


++


Di Istana,


Kediaman Permaisuri...


Terlihat seorang pria berjubah perak menghadap dan berlutut di depan permaisuri..


Bagaimana perkembangan orang suruhanmu...sudah beberapa hari ini tidak ada kabar...!? tanya permaisuri.


Maaf nyonya permaisuri..! belum ada kabar dari mereka..jika siang nanti masih juga tidak ada kabar, aku akan memutuskan kerjasama dengan mereka dan akan mencari pembunuh lain yang lebih hebat dari mereka...! jelas Pria berjubah perak!

__ADS_1


Hmm..baiklah, sebaiknya kali ini jangan gagal lagi...!! Seru Permaisuri.


Hamba mengerti nyonya ..! jawab lelaki itu..


Kau boleh pergi..ingat!! segera selesaikan tugas ini....! kata permaisuri.


Baik nyonya, hamba mohon undur diri..! kata pria berbaju perak..


Setelah orang suruhannya itu pergi, permaisuri memanggil dayang kepercayaannya...


Gao Ling..!


Hamba di sini yang mulia...! jawab Gao Ling.


Bagaimana menurutmu, kehebatan Yasmin dan suaminya itu apakah memang sulit untuk di bereskan..!?


Maaf yang mulia, melihat beberapa kali pertarungannya dengan para pendekar sakti, kemungkinan hanya Tetua Agung Klan Wong yang bisa mengalahkan pangeran itu...! jawab Gao ling...


Owh.. rupanya Seperti itu,..!


Cepat hubungi Wong Kai, bilang padanya supaya mengatur bagaimana caranya agar Klan Wong bentrok dengan Sein..! perintah permaisuri.


Baik, hamba akan segera menemuinya...!


Mm..pergilah..!


Gao Ling bergerak dengan cepat berganti pakaian kemudian meninggalkan istana menuju rumah yang di sewa Wong Kai..


Tok tok tok...! Gaoling mengetuk pintu...


Cukup lama ia mengetuk sampai salah seorang tetangga rumah itu keluar,


Maaf nyonya, apakah anda mencari penyewa rumah ini..!? tanya tetangga tersebut.


Betul paman..apa orangnya ada di dalam..?dari tadi aku mengetuk pintu tapi ia tidak menyahut..


Owh..itu, beberapa hari yang lalu, ia dijemput oleh pasukan kerajaan...!!


Apa..?.pasukan kerajaan..!?


Bagaiman pakaian pasukan itu..? tanya Gao Ling.


Mmm..sepertinya berwarna emas,..ya berwarna emas bercampur hitam...! seru lelaki itu..


Janisari...!!! seru Gao Ling kaget..


Baik..terimakasih tuan, saya permisi dulu...!pamit Gao Ling dan berkelebat pergi..


Dengan tergopoh gopoh Gao Ling menghadap permaisuri..


Lapor yang mulia,..!


ini gawat..!


Ada apa Gao Ling..!?


Wong Kai tertangkap beberapa hari yang lalu..! kata Gao Ling.


Benarkah...!? segera bebaskan dia dan bawa kemari...! perintah permaisuri...


Ini...ini sulit yang mulia..!! timpal Gao Ling.


Bagaimana bisa..!? Lengking Permaisuri.


Wong Kai ditangkap pasukan Janisari...!! jawab Gao Ling..


Brakk...!! permaisuri menggebrak meja..


Huh...Pasukan Janisari semakin merajalela..!! aku harus cepat memenereskan masalah ini...! batin permaisuri...


Gao Ling..menurutmu siapa yang pantas memimpin pasukan Janisari, jika Menteri Hukum berhalangan..!?


Itu..biasanya Senopati Mukti yang mulia...tapi jika yang mulia ingin membereskan masalah Janisari, maka kita bisa pakai dua jalan...


Owh..katakan...! kata permaisuri cepat.


Mm..begini yang mulia..! kata Gao Ling.


Pertama merangkulnya, melalui Sekretaris Kesultanan..dan kedua melalui Perdana Menteri, karena sekarang Baginda Sultan sangat mendengar pendapat sekertaris kesultanan itu..jelas Gao Ling..


Mmm...tapi Ince Zulfa itu sangat keras kepala...lagi pula ia mertua Sein..sangat sulit untuk membuat dia di pihak kita...! timpal Permaisuri sedikit kesal...


Yang mulia tenang saja, anak Tuan Sekertaris Kesultanan kan istri Pangeran Sein, sama dengan tuan putri Yasmin...


Kita buat saja mereka tidak akur dan membuat cara agar Nyonya Mentari seolah dianiaya oleh Putri Yasmin...


Dengan begitu kita bisa menguasai Tuan Ince Zulfa...baru kemudian kita kendalikan Pasukan Janisari...jelas Gao Ling lagi.


Terus yang Kedua apa..? permaisuri lanjut bertanya..


Kedua, kita memukulnya..Kita buat pasukan Janisari berseteru dengan pasukan khusus Delapan Garda...jawab Gao Ling penuh semangat.


Usul yang sangat bagus...!! aku suka...hahaha..


Gao Ling kau boleh beristirahat sekarang..


Terimakasih yang mulia...!


++


Lapor Nyonya, Nona Utari sudah di temukan..!! demikian lapor Ketua Alap Alap Biru, pada Mentari.


Di belakangnya Alap Alap Biru nomor 6 membopong tubuh Utari yang lemah,.


Cepat bawa ke kamar..! Mentari segera menunjukkan kamar yang dulu di tempati ayah dan ibunya...


Baringkan saja dia disitu..! perintah Mentari..


Bagaimana keadaannya..!?


Sepertinya ia sangat tertekan nyonya..! kata Alap Alap Biru Nomor 6..


Mentari duduk di samping Utari yang terbaring lemah,..

__ADS_1


Alap Alap Biru, bagaimana dengan orang yang menyekap Utari..!!? tanya Yasmin yang sudah berada di kamar itu..


+++


__ADS_2