Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Persiapan Para Musuh Sein


__ADS_3

Kakak,


ada yang aneh dari perkataan adik Fan,..


Ya aku juga merasa seperti itu,


Kemampuan bertarungnya itu, tidak seperti orang yang berlatih langsung pada guru hanya selama tiga atau empat tahun, ia keliatannya telah berlatih selama puluhan tahun bersama guru.. kata Yang Leiting.


Benar,.. tapi mengapa ia menyembunyikannya dari kita..? apakah memang guru yang memintanya..? timpal Yang Siao.


Mengenai hal ini biar Nanti saja kita menyelidikinya, kita bereskan dulu urusan dengan nenek neraka.., usul Yang Leiting.


Keduanya pun terdiam, termenung dalam pikirannya masing masing..


saat kedua pendekar benua congko itu termenung, Fan Jian datang menghampiri mereka,..


Kakak,.. jika,tak ada halangan, kurang lebih sepuluh hari lagi kita akan sampai di pelabuhan Kesultanan Datuk Delapan..


Setelah tiba di sana, Apa kau akan meneruskan perjalanan seperti rutemu biasanya,..?


Eh iya kak,..tapi aku bisa menunggu kakak,..mudah mudahan juga di sana ada banyak barang yang akan di muat ke benua jauh..., timpal Fan Jian.


Urusan kami sangat berbahaya, sebaiknya kau tidak usah menunggu kami, biar kami nanti akan nenumpang kapal lainnya untuk pulang ke benua Congko.., ucap Yang Siao.


Eh..kak, aku tahu, kakak berdua ke Lima Benua pasti sedang ada tugas mencari seorang musuh kan..? kak, sebenarnya aku sangat ingin menemani kakak untuk melawan musuh musuh kita, apa kakak mengijinkan aku ikut..? ucap Fan Jian.


Mmm...ya..boleh,..boleh..., tapi bagaimana dengan Kapalmu ini..?jawab Yang Leiting.


Ehm..tidak masalah kak, biar anak buah kapal yang mengurus, sementara kita mencari orang yang menjadi target kakak.., jawab Fan Jian..


Hehehe...kalau begitu baiklah,..aku senang kita bertiga bisa saling bantu mengatasi masalah..., heheh.., kata Yang Siao terkekeh..


Eh, adik...ingat, kita nanti akan menemui Penguasa Tanjung Petir Hitam, berjuluk nenek neraka kematian,.. nenek itulah yang mengirim surat untuk meminta kita melenyapkan musuhnya.. ,jelas Yang Leiting..


Tapi, mengapa kita mesti mengikuti permintaan nenek itu..? tanya Fan Jian..


Nenek itu adalah sahabat baik guru,..sebagai sahabat tentu kita harus membantunya.., jawab Yang Siao.


Mm..., Fan Jian mengangguk paham.


+


Di Jurang Gunung Tujuh,


Dasar jurang,..


Selir Atikah di bantu para pengikutnya membenahi tempat itu,


Hanya beberapa hari saja, tempat itu menjelma menjadi seperti sebuah kediaman kecil yang nyaman..


Kediaman ini berada tepat di depan ceruk tebing yang dulu didiami oleh Li Puaro semasa hidupnya..


Kamar Selir Atikah dibuat tepat di depan ceruk itu, sehingga selir Atikah dapat masuk ke ceruk itu dari kamarnya yang memang sengaja di posisikan bersambung dengan ceruk tebing itu..


Saat di perjalanan menuju jurang gunung tujuh, mereka menangkap beberapa pekerja untuk di suruh membangun kediaman di dasar jurang gunung tujuh...


Setelah bagunan kediaman selesai di buat, para pekerja itu segera dihabisi..sebagai pencegahan agar keberadaan mereka di jurang gunung tujuh tetap menjadi rahasia..


Hewan dan mahluk menyeramkan yang ada di kawasan itu semuanya sudah ditundukkan oleh Li Puaro, dan kini mereka beralih tunduk pada Selir Atikah, sebagai pewaris jurang gunung tujuh..


Beberapa Hari Yang lalu


Kedatangan Kantil membawa berita bahwa Ki Blirik, Penguasa Pulau Tanabala sedang berada di kediaman mereka di ibukota, Selir Atikah sangat gembira..


Kantil menceritakan bagaimana ia meninggalkan kediaman secara rahasia tanpa sepemgathuan orang lain dan menyusul ke Jurang Gunung Tujuh.


Kantil.., kamu memang cerdik.., puji Selir Atikah,..


Selir Atikah dengan cepat menulis surat dan menyimpannya di kaki Merpati yang dibawa oleh Kantil, lalu melepaskannya kembali membawa surat itu ke kediaman di ibukota.


Surat merpati inilah yang diterima oleh Jendral Besar Blirik dan rombongannya lalu merrka bergegas ke jurang gunung tujuh...


Di makam leluhur Keluarga Datuk Malingka Alam,


Dalam Kubah Neraka,..


Kenanga terdiam dengan mata terpejam,..energi Kubah Neraka yang pekat, membuat ia kesulitan bernafas...sudah beberapa hari ia berada dalam kubah itu..


Hari ini kenanga benar benar tidak tahan lagi, ia dengan cepat melompat keluar dari Kubah Neraka, energi merah kehitaman yang ada dalam kubah neraka serta merta menyambar Kenanga yang sedang melompat keluar,...


Tubuh Kenanga terbungkus energi merah kehitaman, dengan cepat Kenanga menherahkan energi merah Yang untuk membendung energi dari kubah neraka itu...,.


Sial....'Energi Merah Yang' malah ditekan balik...., gumam Kenanga...


Saat ia mulai merasa pertahannya akan hancur...


Sebuah energi merah memukul dan sesaat membuyarkan enegi merah kehitaman dari kubah neraka, lalu seguah tangan menyambar tubuh Kenanga untuk menjauh dari kubah neraka...


Tap...! kaki Kenanga menjejak cukup jauh dari kubah neraka,


Hufff,.. Terimakasih tetua Hung.., ucap Kenanga, baru saja ia di selamatkan oleh Hung Min.

__ADS_1


Ya..,tak masalah nak, ..


Rupanya energi kubah neraka ini tidak dapat memurnikan " Energi Merah Yang" milikmu... , jelas Hung Min.


Jadi, selanjutnya aku harus bagaimana tetua Hung..? tanya Kenanga.


Mm.. aku mengerti sekarang,.. 'Energi Merah Yang' adalah energi jalur Qi,..


sepertinya kita harus menemukan kitab kaisar naga terlebih dahulu baru bisa memurnikan 'Energi Merah Yang' dalam dirimu.., di kitab Kaisar Naga jawab Hung Min.


Ada kabar di dunia persilatan, Kitab Kaisar Naga ada di tangan baginda sultan, apakah itu benar tetua..? tanya Kenanga..


Aku tidak tahu, yang jelas cukup memgherankan mengapa berita tentang kitab itu berada di tangan baginda sultan tiba tiba muncul..., jawab Hung Min lirih..


Nyonya sudah menyelidiki kebenarannya, kita tunggu saja seperti apa hasilnya.., tambah Hung Min.


Kenanga, aku akan mengajarimu sebuah ilmu langka dari benua congko, dulunya ilmu ini merajai dunia persilatan pada masanya...,


Ilmu ini bernama Telapak Bisa Ular Api, salah satu bagian dari Ilmu Telapak Awan Api.., beber Hung Min.


Oh, terimakasih tetua,.., timpal Kenanaga..


Hung Min segera memperagakan dasar Ilmu Telapak Bisa Ular Api,.awalnya ia melakukan peragaan dengan lambat, dan lama kemudian menjadi cepat dan sanagt cepat hingga tubuhnya terlihat hanya berupa bayang bayang merah ..,


Setelah menutup gerakannya ia meminta Kenanga mengulanginyan...


Dan dengan memgejutkan, Kenanga dapat mengulangi gerakan jurus itu tanpa salah hanya dalam enam kali pengulangan..


Awalnya ia melakukan kesalahan sebanyak lebih dari sepuluh gerakan, selanjutnya tujuh kesalahan gerakan, dan akhirnya pada pengulangan ke enam ia berhasil melakukannya dengan sempurna...


Ckckck....luar biasa kamu kenanga,..


Kau bahkan lebih berbakat dari ketiga muridku...! puji Hung Min.


Terimakasih tetua,.. aku akan berusaha untuk tidak mempermalukan tetua dengan peragaan jurus yang buruk..,hehe... timpal Kenanga terkekeh.


Mmm...ya...ya kau memang dapat di andalkan..


Setelah ini, kau akan kuajari inti dari ilmu ini..., kata Hung Min.


Mm..aku siap tetua,.. timpal Kenanga.


Keduanya pun mulai memainkan jurus dengan pengerahan energi Qi..


Hung Min dengan penuh semangat melatih Kenanga..., begitupun dengan Kenanga ia berlatih dengan sangat sungguh sungguh..


Saat keduanya sedang berlatih serius, Utari yang selama ini sedang duduk memusatkan pikiran, tubuhnya tiba tiba bergerak hebat dan seluruh pori porinya mengeluarkan apa merah yang disertai kilatan kilatan seperti lidah petir...


Hupfff....!!!


Tetua,..? jurus apa yang di mainkannya..?


Oh..itu kenanga..!!? ia adalah murid tetua Hung...!!? berbagai pertanyaan beekecamuk dalam demak Utari..


Setelah beberapa lama berlatih esensi dari jurus Telapak Bisa Ular Api, akhirnya keduanya selesai..


Eh, Utari..?sudah selesai...?? sapa Hung Min.


Iya tetua,..! jawab Utari hormat.


Mm...rupanya kau sudah mampu menyesuaikan energi petir merah, bahkan sudah menerobos ke energi petir tingkat dua.., ucap Hung Min.


Benarkah tetua..?


Wah.., berarti sebentar lagi aku bisa mempelajari ilmu Badai Petir Merah ya tetua..,?tanya Utari bersemangat..


Hehehe....Badai Petir Merah dapat kau pelajari jika energi Petir Merah dalam dirimu sudah berada pada tingkat enam.., untuk saat ini kau bisa melatih Sambaran Lidah Petir Merah dulu..


Oowh..baiklah tetua,..Terimakasih petunjuknya.., kata Utari bersemangat.


+


Di Tanjung Petir Hitam,


Dalam sebuah Goa,..


Seorang wanita muda dengan aura gelap yang sangat pekat sedang duduk bersila di atas ranjang giok dingin..


wanita ini memejamkan mata seolah tidak perduli dengan keadaan di sekitarnya..


Di hadapannya, duduk dengan posisi yang sama dan aura yang sama, seorang nenek berambut keriting panjang menjuntai hingga sampai betis, berkulit hitam legam, mata putihnya sangat dominan sehingga mata hitamnya nampak seperti titik kecil menambah keseraman penampilannya..


Nenek seram ini adalah Jaminten, yang baru saja beberapa waktu lalu berhasil melatih ilmu Raga Kaca..


Nenek sakti ini terus saja berkomat kamit sambil memandangi wanita muda di hadapannya..


Mm..anak ini sudah mulai menyesuaikan diri dengan ranjang giok hitam ini.., beberapa tahun lagi ia akan mencapai tingkatan yang melebihiku.., batin Nenek seram ini, Jaminten Si Nenek Neraka Kematian..


dari luar terdengar langkah cepat memasuki goa,


Guru...! aku tidak menemukan jejak petarung gila, hanya bekas pertarungan yang aku temukan di tempat ia mencegat rombongan pangeran Sein..beber Kamsina.

__ADS_1


Mm..berarti ia telah di kalahkan oleh pangeran itu,..jika ia berhasil membunuh pangeran itu, seharusnya ia kembali ke sini..., timpal Nyi Jaminten.


Tapi, kenapa aku tidak menemukan mayatnya guru, apakah mayatnya dibawa pergi oleh mereka..?tanya Kamsina.


Mayat..? mayat apa..? aku tidak bilang dia dibunuh oleh pangeran itu, tapi dikalahkan.., timpal Nyi Jaminten.


Ada kemungkinan juga setelah dikalahkan, Si Petrung Gila pergi dengan perasaan terpukul...,tambahnya.


Mm..mengapa guru yakin petarung gila tidak terbunuh..?


Hhe..pesan guru ku, jika seseorang yang telah ia ikat dengan mantra pengendali hati telah mati, maka batu hitam berbentuk hati tempat guru memasang mantra akan hancur..


Tapi lihatlah, di pojok goa ini..itu adalah batu hitam si petarung gila, ..


masih utuh kan .? jelas Nyi Jaminten.


Hah, benarkah guru..? kata Kamsina lalue mendekati sebuah rak besar berisi beberapa buah batu hitam berbentuk hati.


Ia memperhatikan batu batu itu bertuliskan nama seseorang dan di bawahnya ada tulisan huruf kuno, Kamsina memperhatikan ada sebuah batu yang tak bertuliskan apapun..


Guru..nama nama di sini, tidak ada nama si petarung gila.., seru Kamsina.


Ya tentu saja tidak ada nama si petarung gila, nama aslinya Gumilang ,


Di benua Congko ia dikenal dengan julukan Iblis Pedang Gu.., jelas Nyi Jaminten.


Tapi guru, di sini tidak ada nama bertuliskan Gumilang,..! seru Kamsina.


Apa..? tidak mungkin..! timpal Nyi Jaminten.


Guru..di sini ada satu batu yang tidak ada tulisannya samasekali.., seru Kamsina lagi..


Nyi Jaminten segera berkelebat mendekat ke rak batu itu...


Ia segera meraih batu tanpa tulisan itu dari tangan Kamsina...


Mm...berarti seseorang telah menghapus mantra yang telah di tuliskan guru..., batin Nyi Jaminten..


Celaka...!! seru Nyo Jaminten kemudian, dengan wajah tegang..


Petarung Gila adalah petarung yang sangat sakti, waktu itu aku pernah bertarung dengannya sampai hampir tiga hari lamanya, dan aku hampir terbunuh olehnya, untung saja guruku segera tiba dan membereksannya, bahkan metoyong satu lengannya lalu mengendalikannya dengan mantra pengendali hati.., beber Nyo Jaminten, sambil menatap jauh kedepan mengingat masa lalu..


Apa orang itu sangat menakutkan guru, apakah guru tidak bisa mengalahkannya..? tanya Kamsina.


Heh, mengalahkan orang itu saat ini bukanlah masalah, tapi tetap saja akan merepotkan jika dia bergabung dengan kelompok pangeran itu.., jawab Nyi Jaminten.


Mm..., timpal Kamsina manggut manggut.


Sekarang kau tidak usah dulu kembali ke kedai di timur ibu kota itu,..aku khawatir sebentar lagi akan banyak orang yang mencarimu kesana.., ucap Nyi Jaminten.


Iya guru, aku akan lebih banyak di sini dan berlatih lagi.., timpal Kamsina.


Oh ya, pelajarilah ilmu Zirah Sisik Naga Neraka.., untuk berjaga jaga dari serangan mematikan..., ucap Nyi Jaminten.


Baik guru, kata Kamsina lalu melangkah kembali ke pondok kayu miliknya di samping goa..,


Di dalam goa,


kembali nyi Jaminten menatap lekat pada wanita muda di hadapannya,..


Sifat buruk dan culas anak ini akan menimbulkan kegemparan di masa yang akan datang...hehehehe...


hehehe...., dunia hitam sudah punya penerus lagi..dunia hitam sudah memiliki penerus..heheh...., ucap Nyi Jamiten lalu tertawa mengerikan.


sementara itu, Kamsina yang sudah tiba di dalam pondiknya langsung mengambil posisi duduk bersila lalu mata di pejamkan


Kamsina mulai melatih Ilmu Zirah Sisik Naga Neraka,.


+


Di Kediaman Klan Wong,


Semua petarung, baik petarung muda berbakat, petarung Tingkat tinggi maupun empat leluhur Klan Wong telah berada di aula kediaman Klan Wong..


Wong Lee..,! Siapa sebenarnya musuhmu sampai harus mengumpulkan kami seperti ini, tanya Leluhur nomor tiga, .


Orang itu adalah pangeran kesultanan ini, ia sangat sakti .., jawab Wong Lee.


Leluhur Klan Wong adalah empat bersaudara, merupakan petarung sakti di Benua Congko, ke empatnya di kenal dengan Empat Iblis Pencabut Nyawa,..


Pertama bernama Wong Ma, kedua bernama Wong Mi, Ketiga Wong Mo, dan ke empat bernama Wong Mu..


Saat Klan Wong sedang dalam masalah dan mengungsi ke daerah Lima Benua, ke Empat Iblis Pencabut Nyawa sedang ke Negeri Sakura menundukkan para petarung di negeri itu, sampai akhirnya mereka kembali ke benua congko, sudah tidak di jumpai lagi klan Wong mereka,..


Setelah pencarian bertahun tahun akhirnya mereka berempat mengetahui, Klan Wong telah mengungsi ke Lima Benua, karena itulah mereka menyusul dan juga turut tinggal menyembunyikan identitas asli mereka..


Owh..? sangat sakti..? itu masih harus di buktikan dengan mengalahkan kami, kata Leluhur nomor dua..


Benar, para leluhur...anak.muda itu sangat sakti, apalagi dia di dukung oleh para petarung sepuh di benua ini..., Dewa Sedih dan sesepuh lainnya merupakan pendukung utamanya..., jelas Wong Lee..


Dewa Sedih...!! orang ini yang dulu telah mengaduk aduk dunia persilatan benua congko,.. seru Leluhur nomor satu, Wong Ma,..

__ADS_1


Ya, dialah orang itu leluhur Ma, timpal Wong Lee..


+++


__ADS_2