
Sst...!
Aku ada misi rahasia, dan aku akan membawamu..tapi ingat..!! misi ini hanya Aku Yasmin dan Kau yang tahu,..
Nenek dan kakek, bahkan ayah dan ibu jangan tahu dulu sebelum kita menyelesaikan misi ini...paham..??bisik Sein..
Ya..aku paham...!! jawab Mentari juga berbisik.
Baiklah, kalau begitu besok kita berangkat,..!kata Sein.
Eh kau datang mencari Yasmin tadi ada apa..? tanya Sein..
Owh..Aku lupa sebenarnya aku mencarimu..ibu datang ingin menemuimu...! kata Mentari..
Owh..ayo kita menemui ibu ..! ajak Sein.
Mereka berdua ke ruang keluarga, di sana telah ada Yasmin dan Salwa menemani ibu Mentari..
Salam ibu...!
Ah..ya anakku bagaimana kabarmu..?
Kami baik baik saja ibu...! jawab Sein..
Ehm..aku tidak bisa lama lama, aku langsung saja memberitahu ini padamu...
Kalian secepatnya berkemas dan tinggalkan ibukota,
Ada apa ibu..? tanya Mentari..
Aku belum bisa menjelaskan pada kalian, sekarang ini turuti kata kata ibu, kembalilah ke Lampeapi..! kata Ibu Mentari..
Aku tidak mau...!! jawab Mentari..
Heeh..anak ini...mengapa kau terus saja keras kepala..ini demi keselamatan kalian..!! kata ibu Mentari.
Ibu, apakah yang bisa membuat kami dalam bahaya...? tanya Mentari..
Anakku kau jangan terlalu percaya diri,..aku tahu Sein memiliki kasaktian yang luar biasa, tetapi ini bukanlah sesuatu yang bisa kalian hadapi...
Ini di luar kemampuan kalian, jadi sebaiknya kalian cepat menghindar...! apa kalian mengerti.? beber ibu Mentari kemudian bertanya..
Ibu Mentari sangat khawatir keselamatan mereka, ia tahu Sein sangat kuat, tetapi ia juga mengerti dengan jelas, kekuatan yang akan menggulung mereka jika mereka tidak segera pergi..
Ibu, jangan khawatir, kami akan segera pergi..tetapi kami akan menyelesaikan beberapa urusan penting terlebih dulu...! kata Sein..
Mm..baiklah, cepatlah selesaikan urusan kalian dan segera pergi, aku akan berusaha menahannya beberapa saat untuk kalian..! kata Ibu Mentari dengan cemas..
Ibu..!!? pekik mentari..
Sudah,..aku pergi dulu..! kalian sebaiknya berhati hati dalam bertindak..! kata ibu mentari kemudian pergi...
Mentari melongo, menatap kepergian ibunya...
Hei...! sudahlah, jangan terlalu dipikiran..ayo kita makan dulu...! ajak Sein..
++
Di kediaman sekertaris kerajaan,
Apa kau sudah memberitahu mereka?
tanya Ince Zulfa..
Iya, sudah..!
mereka akan menyelesaikan dulu beberapa urusan baru kemudian pergi,..! jawab ibu Mentari..
Hmh....anak anak ini tidak tahu bahaya apa yang mengintainya....! kata Ince Zulfa.
Para pemburu nyawa ini tidak lama lagi akan tiba di ibu kota, bahkan dengan kemampuan Sein yang luar biasa itu, tidak akan mampu menghadapinya..! sambung Ince Zulfa
Di kediaman Sein berkumpul para tetua dunia persilatan, mereka sangat sakti...! apa ini tidak bisa menahan para pemburu nyawa itu..?tanya Ibu Mentari..
Heheh...Bahkan mereka bergabung pun akan sangat mudah bagi pemburu nyawa ini menumbangkan mereka..! kata Ince Zulfa.
Apa kau tidak punya cara untuk membantu anak anak kita..? tanya ibu Mentari
Ini adalah cara yang paling baik..!
Wanita kejam itu sudah mencoba berbagi cara, dan dua cara ini yang paling mengerikan..! jelas Ince Zulfa..
Pertama membuat masalah untuk Sein dan Yasmin dan kedua, mengerahkan pemburu nyawa untuk melenyapkan Sein sekeluarga..
Mengapa ia begitu ingin menghancurkan anak anak itu..? tanya ibu Mentari..
Hmh...wanita ini sudah gila...! kata Ince Zulfa..
Bagaimana jika kita memberitahu baginda sultan mengenai persoalan ini..? usul ibu Mentari.
Baginda sultan tidak akan mendengarkan, sudahlah jangan libatkan baginda dengan persoalan ini...! timpal Ince Zulfa.
Tapi ini juga menyangkut masalah Putri Yasmin..! kilah ibu Mentari..
Ya, dan karena itu kita harus berhati hati...! kau tentu masih ingat dengan jelas peristiwa itu kan...? bagaimana sikap baginda sultan pada saat itu..? tanya Ince Zulfa..
Ya ..aku mengerti...! jawab ibu Mentari..
Tapi sekarang apa yang harus kita lakukan,...?tanyanya kemudian
Aku akan berusaha menahan sekuatnya para pemburu nyawa itu..
Semoga saja anak anak bisa segera berkemas pergi..! jawab Ince zulfa..
Ia memanggil Ki Bora dan berbisik...
Ki Bora adalah orang kepercayaan Ince Zulfa..
Setelah memegang jabatan Sekretaris Kesultanan, ia segera memanggil Ki Bora Untuk membantu pekerjaannya..
Baik Tuan, sekarang juga saya kesana...!kata Ki Bora...
Ki Bora bergegas ke arah utara benua barat...
tepat saat pagi mulai terang,
ia sudah sampai di sebuah perbukitan..
Daerah hutan bambu dengan udara sejuk dan segar...
Di kedalaman hutan bambu berdiri pondok bambu berwarna kuning dan hijau,..dengan taman indah di sekitarnya..
Danau biru yang cukup luas di samping pondok bambu itu menambah keindahan tempat itu,
__ADS_1
Di depan pondok, duduk bersila dua orang dengan mata terpejam..yang satu berpakaian putih dan yang seorang lagi berpakaian hitam..
Ketika Ki Bora tiba di depan pondok bambu, kedua orang itu membuka mata dan bertanya..
Anda siapa, ada urusan..apa datang kemari..? tanya Orang berbaju Hitam...
Belum sempat Ki Bora menjawab, terdengar suara dari dalam pondok..
Hitam...!! apa kau lupa cara menyambut tamu...?
I..iya guru..maaf...! Jawab Hitam segera.
Maaf tuan,..! kata Hitam pada Ki Bora..
Ah..iya tidak masalah tuan...! timpal Ko Bora..
Aku kesini membawa pesan dari Tuan ku...
Kata Ki Bora sambil memberikan sebuah kantong biru...
I...itu...Biru...! seru Hitam.
Guru..ada pesan dari Biru..!! teriak Hitam..
Mmm...aku tahu..Bawa kemari kantong itu...!! jawab suara dari dalam pondok...
Hitam segera menyodorkan kantong biru di tangannya melalui lubang di dinding dekat pintu ..
ini guru..!
Setelah melihat kantong biru, orang di dalam pondok tertawa terbahak bahak...
Hahahaha.....otak anak ini benar benar semakin bebal...
Hitam dan Putih pergilah bersama Tuan itu dan ikuti perintah Biru, jangan kembali sebelum urusan Biru selesai...!! kata Orang di dalam Pondok Bambu...
Baik Guru...!! kata Hitam dan Putih bersamaan..
Pergilah segera, Biru tidak dapat menunggu lama...!
Baik, kami berangkat guru..!!
Mereka bertiga berkelebat cepat menuju ibukota,..
Mereka tiba di ibukota saat malam menjelang...
Hitam dan Putih sejenak berdiri di depan kediaman Ince Zulfa..
Kau merasakannya..?tanya putih
Ya..walau samar, dua orang sedang mengawasi tempat ini..! jawab Hitam.
Ada dua lagi, di barat sana...! tambah Putih..
Ah..iya betul...! timpal hitam...
Mari silahkan masuk tuan..! ajak Ki Bora..
Ki bora menuntun mereka ke ruang tamu...
Di ruang tamu Ince Zulfa sudah menunggu..
Salam Kakak..! sapa kedua tamu.
Wah..adik berdua, kalian sudah sampai, bagaimana keadaan guru..?
Guru baik baik saja, sangat bugar..! jawab putih..
Baguslah,..aku senang mendengarnya..! kata Ince Zulfa..
Kakak, ada apa ? sepertinya ada hal yang sangat penting memanggil kami ke sini...! kata Putih.
Betul Adik, keluargaku sedang mendapat masalah, karena itu aku meminta bantuan guru...
Masalah,..? kakak..katakan saja, kami akan membereskan nya untukmu...! kata Hitam.
Hmh...ini akan merepotkan adik berdua, kata Ince Zulfa.
Ah kakak, tidak usah sungkan, kami adikmu..guru juga sudah perintahkan...! kata Putih.
Tapi kali ini tidak mudah..ada yang akan membunuh anak dan menantuku, dan mereka adalah Para Pemburu Nyawa..!
Para Pemburu Nyawa...! aku sudah lama mendengar kekejaman mereka...! kata Putih..
Hehehe...Para Pemburu Nyawa berani mencari masalah dengan keponakan, Kami Hitam Putih Kematian akan membuat mereka menjadi santapan cacing tanah..! geram Hitam...
Adik, mereka tidaklah mudah...!
Karena itu aku akan menemani kalian menghadapi mereka...! Kata Ince Zulfa..
Hahaha...itu bagus kak, ini akan lebih mudah...
seandainya kakak Merah juga ada di sini maka ini akan sangat sempurna...
Hitam putih Kematian, Merah Biru Kesengsaraan...Hahaha...belum pernah ada tandingannya ketika itu...
Hus...itu sudah lama berlalu..sekarang banyak petarung tangguh di dunia persilatan..
Kenapa, apa kalian merindukan aku...?
suara seseorang wanita tiba tiba melangkah masuk...
Merah...!! kakak Merah, kau disni juga...!! seru Hitam..
Aku memang selalu di sini...! jawab Merah...
Hahaha...istriku l, rupanya kau masih terkenal..hahaha...
Hus.. diamlah....! jadi ini rencanamu untuk menahan Para Pemburu Nyawa..? hardik Ibu Mentari..
Ternyata Ayah dan ibu Mentari adalah Biru Merah Kesengsaraan...
Wah, kakak berdua rupanya jadi pasangan, hahaha...betul betul pasangan serasi...! padahal dulu di pondok bambu kakak berdua tidak pernah akur...hahaha...! seloroh Hitam menggoda ayah dan ibu Mentari.
Huss...diamlah, ini sedang serius...! hardik ibu Mentari..
Eh..hehehe...maaf kakak merah...! kata Hitam senyum
Kakak, kalian sudah begitu hebat, mengapa begitu takut pada para pemburu nyawa itu...! tanya Hitam kemudian...
Heheh..adik, mereka sangat sakti luar biasa,...!jawab Ince Zulfa.
Apa sudah melebihi resi naga anantasesa..? tanya Hitam..
__ADS_1
Ya bisa jadi jika mereka bergabung..para pemburu nyawa berjumlah tujuh orang, pimpinan mereka setara dengan Resi Naga Anantasesa...sedangkan anggotanya paling rendah berada di ranah Grand Master Abadi tingkat tujuh..! jelas Ince Zulfa..
Dari mana mereka ini...?tanya Putih
Mereka dari Benua Parsi..!
Wanita gila itu benar benar punya niat kuat, bahkan orang orang benua Parsi pun ia datangkan...! Kata ibu Mentari
Itu karena ia tahu kemampuan Sein dan orang orang di sekelilingnya..
hanya pendekar dari benua parsi yang dapat memuluskan rencananya menyingkirkan Sein dan dan kedua istrinya dengan mudah...
Dasar Wanita Gila ini, benar benar mengerikan...! rutuk ibu Mentari..
Kakak, salah apa keponakan sehingga musuh ingin sekali melenyapkannya...!?? dan siapa musuh ini...? tanya putih
Mengenai siapa musuh ini tidak akan aku ungkapkan sekarang,
tapi alasan orang gila ini ingin melenyapkan anak dan menantu adalah karena kemampuan menantu terlalu menonjol di kesultanan ini dan sekarang sangat dipeecaya oleh baginda sultan...
Ah..?.mengapa orang ini masih begitu berani pada orang dekat sultan...? tanya Hitam
Itu karena orang ini adalah orang istana juga...! timpal Putih mengumpulkan.
Sudahlah, tidak usah bahas orang itu dulu, kita berenang senang dulu malam ini, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini...! kata Ince Zulfa.
Mereka berbicara diselingi gurauan sampai cukup tengah malam,
Kalian beristirahatlah dulu besok pagi pagi buta kita akan menjumpai para pemburu nyawa itu...! Ki Bora, tolong antar kedua adikku ke kamar, kata Ince Zulfa...,
Baik tuan...!
Setelah hitam putih pergi ke kamar, ibu mentari pun juga kembali ke kamar,..
Ince Zulfa dengan langkah ringan berkelebat keluar rumah,
dan menghilang di gelapnya malam...
++
Tap...!
Ince Zulfa menjejakkan kakinya di halaman rumah perdana menteri...
Ia berjalan santai ke aula pertemuan kediaman itu...
Di dalam Aula, sudah menunggu perdana menteri dan beberapa orang antek perdana Menteri..
Tuan sekretaris, anda sudah datang...!
di luar Kediaman Sein dan mentari mengintai mereka...
Ayah..!!?.apa yang ayah lakukan di sini bersama perdana menteri ??tanya Mentari berbisik..
Kita lihat saja, sebentar lagi akan tahu...! kata Sein.
Mereka mendapatkan pendengaran mereka,menangkap percakapan di dalam aula..
Tian Sekertaris, aku sudah menemi Datuk Garang, hanya Datuk Garang yang ikut pada kita...
Datung garang berjanji mengalihkan perhatian tujuh datuk lainnya sementara kuta menyusun persiapan...! jelas Perdana Menteri..
Bagus..!
Apa Perdana Menteri sudah mengambil kiriman peralatan latihan yang kuminta..?
Sudah tuan..akan segera tiba di tempat sesuai perintah...! jawab perdana menteri..
Mm..bagus. ! selanjutnya kalian kumpulkan orang orang yang akan di latih untuk memperkuat gerakan kita, dua belas hari kemudian orang orang itu sudah harus ada di rawa dua warna..! perintah Ince Zulfa..
Baik tuan, !
Em..tuan, ini masalah kasim Hae ,mengapa permaisuri ingin membebaskan kasim hae..? tanya perdana Menteri..
Haha..perdana menteri di permukaan kau tampak seperti saling mendukung dengan permaisuri dan bertentangan denganku, tapi kenyataanya adalah sebaliknya...hahaha..kau sangat pandai bersandiwara....tap tap tap..! puji ice zulfa bertepuk tangan...
Hah, dasar rubah tua, bukannya ini semua kau yang mengaturnya. ?? rutuk Perdana Menteri dalam hati...
Aku beritahu padamu,
lebih tepatnya adalah ia ingin mengorek keterangan tentang pergerakan benua congko..! jelas Ince Zulfa..
Bukankah ia juga bagian dari pergerakan ini..? tanya salah satu pengikut perdana menteri..
Haha...rubah betina itu sangat tahu menempatkan diri...! ejek Ince Zulfa.
Sementara itu,
Sein dan mentari mengintai tak jauh dari tempat itu, semua,pembicaraan di dengar oleh mereka berdua dengan sangat jelas..
Ayahh..!?? tidak mungkin..!! tidak mungkin...
Sstt...ayo kita pulang...!kata Sein kemudian menarik dan membawa Mentari pergi dengan segera..
++
Dini hari,
Adik Ayo cepat..!
kita harus menemui mereka sebelum mereka memasuki ibukota...! kata Ince Zulfa penuh semangat..
Mereka berempat berkelebat di temani dinginnya embun pagi yang masih gelap..
mereka menuju tepi pantai barat daya luar ibu kota..
Di tempat lain,
Saat itu di atas sebuah kapal nelayan...
tujuh orang sedang duduk bersila memejamkan mata...
Tuan tuan, saat matahari naik nanti, kita akan tiba di pantai...! seru nelayan yang asyik mengemudikan kapal..
Salah seorang membuka mata, nampak di sekitar perairan itu pulau pulau kecil yang ada di sekitar wilayah itu..
Tuan Besar memberi perintah untuk membunuh beberapa orang..
Apa tidak ada perwakilan tuan besar di benua ini..? benua berisi orang orang lemah ini samasekali tidak layak menjadi lawan kita Pemburu Nyawa..! ucap salah seorang anggota pemburu nyawa..
Diamlah, dan laksanakan saja perintah yang di berikan..! hardik ketua pemburu nyawa.
Ehm, ketua ..! maaf aku hanya sekedar berfikir saja...
__ADS_1
Cih...diamlah, bukan bakatmu untuk berfikir...! bentak Ketua pemburu nyawa..
+++