
Beberapa Hari kemudian,
Di Istana,
Ki Tirta Arum baru sempat melaporkan pada Sultan malik yang dialaminya di Hutan bambu kuning,..
Sebelumnya saat ia hendak melapor, terjadi lagi banyak penyerangan di ibukota, bahkan di istana, sehingga Ki Tirta arum terus berjaga tanpa sempat melapor terlebih dahulu..
Hari ini laporan ia telah berikan,
Hm, semoga saja ananda Pangeran bersedia menggabungkan kekuatannya.., ucap Sultan Malik berharap.
Baginda, bagaimana jika pangeran tidak bersedia bergabung..? tanya Menteri Pertahanan..
Jika ia tidak mau bergabung berarti ia berniat melawan Kesultanan, ia akan menjadi musuh kesultanan Datuk Delapan.. ucap Sultan Malik tegas..
Semua yang hadir saling pandang,
Ince Zulfa menghela nafas dalam..., sudah kuduga saat seperti ini cepat atau lambat akan terjadi.., batin Ince Zulfa.
Lapor Baginda, pasukan Jendral Bagada sudah tiba di titik yang ditentukan.., mereka menunggu bergabungnya pasukan bantuan yang juga akan segera sampai dalam setengah hari.., seru seorang prajurit suruhan Kepala pemyelidik.
Oh, bagus!! Bagus...!! sebentar lagi kepala Makil pemberontak itu akan pusing mengetahui pasukannya yang ada di jurang gunung Tujuh semuanya binasa..hahaha..ucap Sultan mlik tertawa senang.
Kau kembalilah, dan laporkan lagi perkembangannya sore nanti, perintah sultan malik..
Baik, hamba permisi yang mulia..seru prajurit itu lalu mundur dan berbalik pergi..
Masih Di Istana,
Ruang Baca...
seperti biasa, Ince Zulfa menemani Sultan Malik berbincang..
Baginda, apa kau benar benar akan menjadikan Sein sebagai musuh kesultanan jika mereka tidak mau bergabung?tanya Ince Zulfa datar.
Ya, tentu saja, jika ia menolak bergabung berarti ia tidak memiliki rasa horman padaku, atau mungkin tidak memiliki rasa persaudaraan dengan kesultanan ini.., jawab Sultan Malik..
Sudah lah, tidak usah dulu membahas Sein, bagaimana persiapan pasukan dari benua congko yang kau tangani itu..?? tanya sultan Malik pada Ince zulfa.
Semuanya sesua rencana, mereka sudah siap bergerak, jika diperintah.., jawab Ince Zullfa..
Bagus,..!! tunggu beberapa waktu lagi, baru kita kerahkan mereka,..aku ingun lihat bagaimana Makil purtus asa melihat pasukannya hancur, bahkan putranya akan aku bunuh didepannya.., ucap Sultan malik dipenuhi aura membunuh..
Bagus,..!! tunggu beberapa waktu lagi, baru kita kerahkan pasukan menyerang mereka,..aku ingun lihat bagaimana pemberontak Makil itu putus asa melihat pasukannya hancur, bahkan putranya akan aku bunuh di hadapannya.., ucap Sultan malik dipenuhi aura membunuh..
Baik baginda ..aku siap kapan saja,..jawab Ince Zulfa..
Oh ya, aku mendapat laporan, kalau Jendral Kasogi dan keluarga Malingka Alam bersekutu dengan Atikah dan Makil..
Kau bereskanlah mereka scepatnya, aku sudah terlalu malas melihat mereka berkeliaran di ibukota dengan bebas.., perintah Sultan Malik.
Baik, segera akan aku urus..! jawab Ince Zulfa
Ingat!! Jangan menyakiti Sein....Tambah Ince Zulfa dengan tatapan dingin lalu begegas pergi..
Tinggal sendiri di ruangan baca,
Sultan Malik memanggil Ki Tirta Arum..
Paman, ! keluarlah..
Seketika Ki Tirta Arum menampakkan diri..
Siap memerima erintah baginda sultan..! ucap ki Tirta Arum
Paman, bagaimana menurutmu aku harus menghadapi pangeran Sein..??tanya Sultan Malik..
Baginda, saat seperti ini akan sangat rugi bila bermusuhan dengan orang berkekuatan besar seperti pangeran Sein.., jawab Ki Tirta arum.
Tapi bagaimana jika ia menolah bergabung dengan kita,,??
Yang penting dia tidak mengagnggu dan merusak rencana yang mulia, itu tidak masalah,
Kita bisa membereskannya lain waktu, jika masalah dengan pemberontak Makil dan Kerasaan sekutunya sudah selesai.., usul ki Tirta Arum..
Ya..aku melihat pangeran sedang menutup diri berlatih bersama beberapa tetua sepuh golongan putih itu.., kekuatannya tidaklah kecil.., ditambah dengan kecerdasannya, akan judah baginya jika ingin membuat masalah di kesultanan ini.., ucap sultan malik khawatir..
Baginda tenag saja, meski punya kekuatan besar, aku yakin Pangeran Sein tidak akan melakukan pemberotakan, lagi pula disisnya ada tuan Puteri yasmin, mana mungkin tuan Puteri akan membiarkan hal itu..,
kekhawatiran baginda terlalu berlebihan..mungkin baginda tetlalu lelah, sebaiknya beberapa hari ini libur dulu mengurus negara, wakilkan saja dulu pada Ince Zulfa ..kata Ki Tirta Arum..
M..ya paman..untuk sementara, aku akan mendiamkan masalah Sein ini dulu, tapi mengurus negarasama sekali tidak bisa diwakilkan pada siapa pun.., timpal Sultan Malik.
__ADS_1
+
Di Pantai utama Kesultanan Datuk belapan,
Berlabuh sebuah kapal besar dengan memuat barang dagangan..
Enam orang dengna perawakan tinggi besar turun dari kapal dan langsung bergerak cepat menuju ibukota..
Jarak Ibukota dengan pelabuhan utama ksultanan tidaklah jauh, sehingga mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di gerbang ibukota..
Penjaga gerbang Ibukota mememriksa merak dan melaporka n kedatangan mereka pada Jendral Wijaya..
Jendral Wijaya dengan cepat menghampiri dan mengantar mereka bertemu dengan Sultan Malik..
Mereka berenam adalah utusan Kesultanan Okdoman untuk membantu kesutanan Datu Delapan..
Seribu Pasukan Okdoman yang dipimpin langsung oleh panglima laut Mustafa Pasha, dan Jendral Darat Omar Pasha setengah hari lagi akan tiba di pelabuhan..
Kesultanan Okdoman tidak igin pengaruhnya di Benua Barat terganggu atau bahkan hilang jika kasultanan Datuk Delapan kacau ataupun ditaklukkan musuh..
Di saat yang hampir bersamaan,
Lima orang Petarung Parsi juga berdatangan melalui bandar pelabuhan Kerajaan Singgalang..
Mereka langsung membagi diri dua orang ke istana Kerajaan Singgalang, dan tiga orang menuju Hutan Purba menemui Makil.
Parsi berharap, dengan dijatuhkannya sultan malik, maka kesultanan datuk delapan akan berpindah ke Pangeran Makil, dengan begitu semua perniagaan Kesultanan datuk delapan yang selama ini terjalin dengan Kesultanan Okdoman tentu akan berpindah ke Parsi..
Parsi juga bertujuan untuk menguasai seluruh benua barat, dan semua kerajaan akan menjadi perpanjangan tangan kerajaan parsi di Lima Benua.
Demikian Halnya dengan Kekaisaran JIN, dan para petarung benua Congko..
Kaisar Jin, mengerahkan bantuan lima ratus pasukan elit sebagai tambahan dari pasukan yang selama ini secara bertahap telah mereka selundupkan untuk merebut tahta dari Sultan Malik..
Kekaisaran Jin mengira, kerjasamanya dnegan Klan Wong masih tetap berjalan dengan Ince Zulfa sebagai penghubung rahasia, padahal tampa mereka ketahui, selama ini semua itu berada di bawah kendali Sultan Malik..
Lain halnya dengan para petarung golongan hitam dari Benua Congko, mereka langsung ke Jurang Gunung Tujuh, untuk memperkuat Yang Leiting bersaudara..
Mengetahui kedatangan bala bantuannya, Atikah sangat senang..
Namun satu hal yang ia pikirkan adalah para petarung itu sudah tidak bisa lagi masuk ke kawasan gunung Kerinci dengan cepat karena jalur masuk terdekat sudah di tutup oleh pasukan Jendral Bagada..
Lima Ratus pasukan elit kekaisran Jin langsung di sambut dan Di bawa oleh Ince Zulfa menuju bekas Markas Ratu Kegelapan.., selama ini semua pasukan yang sudah terlebih dulu masuk ke benua barat, ditampung oleh Ince Zulfa di markas Ratu Kegelapan itu..
+
Di hutan bambu kuning,
Tak ketinggalan,..
Sein mempersiapkan Pasukan Berani Mati yang baru saja menyelesaikan latihannya..pasukan berani mati kini jauh lebih kuat dari sebelumnya, target yang di tetapkan oleh Sein pada latihan mereka telah dicapai dengan hasil sempurna..
Tanpa mereka sadari bahkan para tetua sepuh, Semua orang dari mereka, berjumlah empat pulu orang adalah petarung ranah Kekal Sejati.
Walaupun begitu, akibat metode dan sumberdaya yang merak konsumsi dari Sein, kekuatan mereka jauh diatas petarung ranah Kekal Sejati pada umumnya..
Jika saja para tetua sepuh itu tahu bahwa metode pelatihan yang disusun Sein dapat menjadikan sekelompok orang menjadi petarung Ranah kekal Sejati maka dipastikan mereka akan pingsan berbarengan..
Terimakasih pangeran, telah mempercayai kami untuk mengikuti pangeran menaklukkan kejahatan dan menegakkan kebenaran dan keadilan.., ucap Pasukan Nmor satu yang merupakan pimpinan Pasukan Berani mati..
Mmm...terimaksih juga, kalian dnegan rela mengikuti aku dan semua yang aku perintahkan.., ucap Sein.
Kami akan terus mengikuti pangeran apapun keadaannya..! timpal mereka serempak..
seperti yang aku katakan sebelumnya pada kalian.. jika aku berada dalam kebenaran, maka ikutilahndan bantulah aku..dan jika aku berada dalam kejahatan maka hentikanlah aku, bahkan kalau perlu bunuhkah aku..Ucap Sein tulus..
mendengar ini, tetua yang sedang dalam pelatihan pun merasa terharu, tak terasa hampir smeua menitikkan air mata bahagia mengikuti pemimpin seperti Sein.
Yasmin dan Mentari, baru saja menyelesaikan pelatihannya langsung kembali ke dalam kediaman lalu mebbersihkan diri..salwa, terus megekor pada kedua ibunya ini dengan sabar..
Kaisar Kelana, kakek Dai dan Prabakara, saat ini sudah memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Hitam Putih kematian, sedangkan Hitam - Putih kematian, saat ini sudah melebihi Biru –merah kesengsaraan, yang memang biru – merah kesengsaraan belum samasekali mengikuti metode pelatihan yang di susun Sein dengan praktis.
Dengan melakukan semua ini Sein sebenarnya sedang melakukan persiapan akhir sebelum pertempuran besar terjadi, sebelum rencana besarnya mulai di wujudkan..
Beberapa saat kemudian, yasmin dan mentari keluar menemui Sein..
Kedua wanita cantik ini pun sudah mengalami peningkatan yang luar biasa, seperti yang iannya, tampa mereka sadari juga, keduanya telah melatih diri di Jalur Energi Spiritual, saat ini mereka sudah mencapai tahap pertama, Yasmin berada Ranah Alam sadar Sejati, sedangkan Mentari berada satu tingkat di bawahnya Di ranah Alam Hampa..
Sein berencana, beberapa waktu kedepan membawa mereka untuk masuk ke Dasar Lumpur Hisap Hitam untuk membuka simpul energi agar mereka dapat memasuki Tahap kedua ranah Alam Lautan Jiwa..
+
Di kaki Gunung Kerinci..
__ADS_1
Pasukan bantuan dipimpin Jendral Mukti sudah bergabung dengan pasukan Jenderal Bagada..
Jendral Mukti memberikan surat dari baginda Sultan Malik pada Jenderal Bagada.
Dengan berlutut, jnedral Bagada menerimanya..
Seleah membaca isi surat, rupanya ia diperintahan untuk tetap menjadi jendral Utama pada penterangan kali ini..walaupun ada Jendral Mukti yang lebih senior..
Pesan lainnya adalah melakukan penyerangan dengan segera, setelah pasukan bantuan bersitirahat..
Jendal bagada berdiskusi dengan jendral Mukti mengenai penyerangan yang akan segera dilakukan..
Jendral Bagada menunjukkan peta jurang gunung tujuh dan memberitahukan titik titik rawan bahaya karena cuaca dan suasana Mistis area kaki gunung sampai kepuncak gunung Kerinci,,
Aku dengar, di dalam Hutan gunung ini banyak hewan mistis kuno yang berkeliaran.., kata Jendral Bagada..
Jendral Mukti yang paham situasinya langsung maklum..
Semua hewan misitis ini pasti dikendalikan oleh Atikah wanita jahat itu.., geram jendral Mukti.
Oh, wanita itu sungguh luar biasa, sealin kejam ia juga punya kemampuan aneh.., timpal Jendral Bagada..
Ya, tapi kemungkinan yang akan kita hadapi nanti bukan hanya dia, di dalam sana ada petarung petarung benua congko yang terkenal sakti.., ucap Jendral Mukti..
Lalu, sebaiknya kita melakukan apa Jendral..? kalau pendapat saya, tetap kita akan melakukan penyerangan dengan gaya militer pada mereka.., kata Jendral Bagada.
Ya..tentu saja.., kita harus menerapkan taktik militer, mereka tidak berpengalaman dalam hal ini.., mereka haya mengandalkan kemampuan bertarung mereka yang memang mumpuni itu.., timpal Jendral Mukti.
Kalau begitu, kita akan menggunakan seratus orang pasukan pembuka jalur, titik titik rawan penyergapan ini harus dipastikan, setelah itu kita akan kerahkan seribu lima ratus orang pasukan serbu,.
Mereka berdua menyusun rencana dengan rinci, lalu kemudian mereka memikirkan cara menghadapi petarung tingkat ahli yang dimiliki Jurang Gunung Tujuh.
Di tempat lain, tiga orang petarung golongan Hitam dari Benua Congko mengambil jalan berputar, menghindari daerah kepungan pasukan Jendral bagada.
Fu Huang, yang memimpin di antara mereka memberi aba aba untuk terus berjalan menyusuri tebing tebing gungung Kerinci demi menuju Puncak Gunung Kerinci.., karena letak jurang gunung tujuh berada pada dasar ceruk yang bersebelahan dengan kawah di puncak gunung itu..
Fu Huang dengan cermat mebaca peta yang sebelumnya telah dikirimkan Atikah padanya,
Tuan Fu, gunung ini sangat sulit di daki dengan cara biasa seperti ini, dengan kekuatan kita, ini hal mudah untuk mencapai puncak diatas sana.., Seru Ciu Siang..
Pesan Nyonya Atikah, jika melintas di gunung ini tidak boleh menggunakan energi dalam ataupun energi Qi.., timpal Fu Huang.
Huh, wanita itu sungguh merepotkan, apa susahnya jika mengerahkan sedikit kemampuan kita melintasi gunung ini..rutuk Ciu Siang.
Oh,..kalau begitu kau coba saja sendiri..! kata Fu Huang dengan sedikit kesal.
Hehehe..tuan fu, jangan salahkan aku kalau aku lebih dulu tiba dan bersitirahat lebih lama darimu..hehehe..kata Ciu Siang lalau mengerahkan kekuatannya menggunakan ilmu ringan tubuh..
Dengan cepat ia melesat meningalkan Fu huang dan Xin Luo..
Namun baru beberapa tarikan nafas, ia dihentikan oleh sesuatu yang sangat besar menghadang dihadapnnya..
Hah..T..t..ta..tao Wu..?? gumam Ciu Siang merinding..,
Tao Wu adalah salah satu binatang buas kuno, memiliki wajah manusia, bertubuh hewan dengan kekuatan tak terbatas..
Ciu Siang semakin Waspada, binatang Tao Wu terus menatapnya dengan tajam..
Bersama Hu Kui, Tao Wu mendiami Gunung Kerinci dibawah kendali Li Puaro dan kini di Kendalikan oleh Atikah,
Tao Wu sudah siap menyerang dan memangsa Ciu Siang, namun ketika merasakan ada sesuatu yang mendekat, Tao Wu berhenti seakan memandang berkeliling dan memasang pendengaran dengan seksama..
Beberapa saat kemudian, Fu Huang dan Xin Luo tiba..
Tao Wu kembali menatap Ciu Siang dengan tatapan mengerikan...,
Tiba tiba,
siuuttt..!
sesuatu melesat dengan cepat kearah kaki Ciu Siang,
Slapp..!! akhh..
Ciu Siang yang kesiapannya kendur melihat kedatangan Fu Huang dan Xin Luo menjerit setelah sesuatu menghantam kakinya yang membuatanya terdorong kebelakang..
Ketiganya memperhatikan apa yang terjadi, ternyata, sebuah kuku hitam sepanjang satu jengkal orang dewasa telah menghantam tulang kering Ciu Siang..
Setelah menyerang Ciu Siang, Tao Wu berkelebat pergi..
Siall....!! untung saja aku memakai ilmu Baju Zirah Sisik Kadal Setan, Jika tidak mahluk jelek itu pasti mencelakaiku,.. umpat Ciu Siang.
+++
__ADS_1