
Beberapa perguruan aliran hitam bduyun dutun keluar dari wilayah kesultanan Datuk delapan menuju kerajaan nSinggalang untuk bergabung dengan Hutan Purba.
Kerjasama Hutan Purba dan Kerajaan Singgalang untuk melakukan serangan ke Kesultanan Datuk Delapan juga tidak terlepas dari kerjasama dengan Jurang gunung Tujuh.
Tan Atai, semakin bersemangat dengan banyaknya perguruan golongan hitam yang bergabung..
Dua Perguruan golongan putih, Sekte Pilar Emas dan Sekte Sembilan harimau sudah tiba di wilayah Hutan Purba.
Hei...tunggu..!! kalian mau kemana???bentak penjaga wilayah hutan Purba.
Seketika rombongan kedua perguruan menghentikan langkah mereka,
Para penjaga wilayah mendekati rombongan mereka,
Kalian hendak kemana..? ini daerah terlarang..ini wilayah Hutan Purba di bawah kekuasaan Perguruan Lengan Iblis,.. kata Pimpinan penjaga.
Ya..kami memang akan menuju perguruan lengan Iblis,..
Kami hendak menemui Ketua Tan Atai..kata Ki Bulla..
Mmmm..apa kalian juga kan bergabung dengan perguruan Lengan Iblis..?tanya salah seorang panjanga.
Kami hendak bertemu dulu dengan Ketua Tan Atai, jawab Ki Diro.
Kalian dari perguruan mana,.? Tanya salah seorang lagi.
Hm..tidak Usah tanya, dari sikap dan penampilannya, mereka pasti dari aliran Putih.., Kata Pimpinan penjaga.
Aku tahu, kalian dari golongan putih, katakan dengan jelas apa mau kalian hingga jauh jauh datang ke sini..! bentak Pimpinan penjaga.
Kami hanya bisa mengatakannya pada ketua Tan Atai..., jawab Ki Bulla balas membentak.
Baik,.., janga menyesal..! ikut kami..!! ucap pimpnan jaga lalu berjalan meninggalkan tempat.
Rombongan kedua sekte aliran putih itu pun mengikuti dari jarak du tombak di belakang.
Mereka menyusuri jalan yang cukup berliku dan terjal,
Agak susah mencapai lokasi perguruan tanpa di pandu oleh orang yang benar benar mengetahui seluk beluk hutan purba.
Beberapa lama berjalan akhirnya mereka tiba di halaman perguruan Lengan Iblis.
Pimpinan penjaga kawasan hutan melaporkan pada penjaga gerbang perguruan tetnatng kedatangan sekte aliran putih.
Penjaga gerbang pun segera melapor ke dalam perguruan.
Lapor..!! dua sekte aliran putih datang berkunjung..!teriak penjaga gerbang.
Sekte aliran putih..? datang berkunjung..?
Cukup aneh..!! gumam Ki Bolontio.
Bawa mereka masuk..! perintah Ki bolontio yang saat itu sedang berada di halaman perguruan.
Kalian disilahkan masuk..!! teriak penjaga gerbang pada rombongan Ki Bulla dan Ki Diro.
Rombongan itu pun masuk kedalam dengan perasaan cukup tegang..
Ki Bolontio yang mengamati mereka dari kejauhan segera bersuara, katakan cepat apa yang kalian inginkan setelah itu kalian akan mati dengan cepat..! bentak Ki Bolontio.
Ki Dio dan Ki Bulla masih tetap tenang mengontrol emosi..
Maaf..kami ingin menemui tuan Tan Atai.., kalau boleh tahu tuan ini siapa..?tanya ki Bulla.
Aku wakil pimpinan perguruan, namaku Ki Bolontio...!!
Ki Bolontio!!!? Seru Ki Diro dan Ki Bulla bersamaan.
Hahahah..kenapa?? apa kalian takut mendengar namaku..??ejek Ki Bolontio.
Ki Bolontio terkenal di Benua Barat sebagai Ketua Utama Kelompok Pembunuh Hantu Bayangan.
Mendengar nama Ki Bolontio, Kedua tetua perguruan golongan putih itu sedikit gentar..
Selama ini mereka hanya mendengar saja nama Ki bolontio, baru hari ini mereka bertemu langsung...
Seorang sepuh dengan wujud bocah kecil, bersuara layaknya orang tua renta.., sungguh hal yang mengejutkan bagi mereka.
Seru Ki Diro dan Ki Bulla saling tatap sesaat lalu mengangguk pelan,
Tuan Bolotio, kami hanya akan mengatakan tujuan kami pada tuan Tan Atai, ucap Ki Diro.
Mm..kalau begitu kalian mati saja, uacp Ki Bolontio santai lalu dengan kibasan telapak tangan ia memerintahkan para petarung Hutan Purba untuk membunuh rombongan Ki Diro dan Ki Bulla lalu ia masuk keruangan untuk beristirahat,
Dapat dilihat jika Ki Bolontio sangat memandang remeh rombongan golongan putih ini.
Dengan cepat rombongan Ki Bulla danKi Diro telah terkepung,
Karena tak ada jalan lain, mereka akhirnya bersiap untuk peetarungan hidup mati..
Meliahat keadaanya,
Celaka..!! kekuatan para petarung ini cukup Kuat, Kita tak mungkin keluar dari sini hidup hidup.. Batin Ki Diro
Ki Bulla, usahakan salah seorang dari kita pergi untuk memberitahu keadaan disini pada golongan putih, bisik Ki Diro,
__ADS_1
Baik, kita usahakan satu murid Pilar Emas dan Harimau Sembilan keluar dari sini dengan selamat, jawab Ki Bulla.
Beberapa tarikan nafas berikutnya, pertarungan sengit pun sudah tak dapat dihindarkan,
Kedua tetua dari perguruan golongan puti itu sudah menyusun rencana pelarian untuk dua orang murid mereka..
Dikarenakan petarung milik Hutan Purba atau Perguruan Lengan Iblis adalah petarung tingkat tinggi, maka mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan jalan melarikan diri..
Saat pertsrungan berkecamuk, Ki Bulla mengamuk membabi buta beberapoa kali murid sendiri terkena seranganya,..
Hahaha, baru kali ini aku melihat orang bertarung tak tahu mana lawan mana kawan..bena rbebanr payah..!! ejek seorang pengepung.
Sebagai seorang yang berpengalaman dalam pertarungan, Ki bulla tidak perduli dengan ejekan itu, ia tetap dengan cara yang sama.
Beberapa jurus berikutnya, Ki Bulla mendapatkan celah, mendapatkan celah yang dari tadi dicarinya, dengan sigap ia melemparkan seorang muird denga kekuatan penuh, sang murid terlempar cukup jauh keluar dari kawasan perguruna lengan iblis,..
Hal ini tidak disadari oleh para pengepung, mereka menyangka bahwa Ki Bulla hanya salah sasaran, menyerang teman sendiri..
Mereka terus menyerang dengan sengit,
Ki Bulla yang harus melemparkan seorang Murid dengan kekuatan penuh, Akibatnya Ki Bulla sedikit lengah, sebuah tendangan kerac mendarat di punggungnya...
Akhhh..!! pekik pelan dari Ki Bulla.
Ki Bulla terhyung dua langkah kedepan, namun dengan cepat ia menyeimbangkan diri.
Rasa nyeri di punggunya akibat tendangan keras tadi tak dihiraukannya, ia kembali mencari kesempatan untuk melemparkan salah seorang muird untuk menjauh..
Ki Bulla bertarung merangsek kearah Ki Diro, dengan bantuan Ki Bulla, Ki Diro pun akhirnya dapat melemparkan seorang murid menjauh dari perguruan Lengan Iblis, sama seperti Ki Bulla, Ki Diro mebisikkan agar murid tersebut pergi melaporkan kejadian ini pada golongan putih.
Jika saja Ki Bolontio, atau Eyang Wasis yang melihat kejadian ini tentu mereka paham apa yang dilakukan Ki Bulla dan Ki Diro adalah upaya untuk melaporkan keadaan di sini, namun karena yang menghadapi mereka adalah para petarungyang walau kuat namun masih kurang pengalaman dalam hal strategi berkelompok maka hal ini tak diperdulikan oleh para pengepung.
Setelah dua orang murid dilemparkan pergi, kini kedua tetua perguruan itu bertarung tanpa beban..
Namun karena yang dihadapi adalah petarung tingkat tinggi, maka beberapa peminuman teh berikutnya mereka berdua telah semakin lemah..
Beberapa kali keduanya terkena pukulan musuh, hingga akhirnya mereka pun mati terbunuh mengenaskan..
Begitulah perguruan Lengan Iblis ini menangani masalah, Bunuh Tanpa Ampun..!!
+
Di Ibukota,
Di sebuah rumah tua,
Gaoling menunggu waktu yang tepat untuk bergerak.
Tepat setelah matahari terbenam, Gao Ling berkelebat menuju kediaman Perdana Menteri, ia berencana menghabisi Perdana Menteri saat hari gelap,
Gao Ling dengan mengenakan Topeng Darah di Wajahnya, memasuki kawasan pemukiman pejabat tinggi istana,
Ia dengan sigap melompat dari atap ke atap menuju kediaman Perdana Menteri,
Tanpa di sadari oleh Gao Ling, Sepasang mata tua terus mengamatinya,
Ki Tirta Arum yang sebelumnya ditugaskan melakukan penyelidikan oleh Sultan Malik kini sudah kembali ke Ibukota, hendak melapor pada Sultan Malik, namun karena merasakan Aura yang cukup kuat dan melihat sesosok bayangan bertopeng berkelebat cepat, Ki Tirta Arum mengurungkan untuk segera menemui baginda,
Ki Tirta Arum mengamati sosok yang melompat lompat dengan lincah itu,
Hmm..seorang penerus Li Puaro, Jurang Gunung Tujuh,..! rupanya mereka berniat melakukan pembunuhan lagi, gumam Ki Tirta Arum.
Dengan Cepat Ki Tirta Arum menyusul Gao Ling yang sudah dekat dengan kediaman Perdana Menteri..
Gao Ling, sudah memasuki Kediaman Perdana Meneteri dan langsung mencari di mana keberadaan Perdana Menteri..
Perdana Menteri Saat ini sedang beristirahat di sebuah kamar yang cukup jauh ke belakang dari kediaman utama, di depan kamar di jaga oleh seorang penjaga yang merupakan murid Delapan Datuk..
Gao Ling yang tidak ingin berlama lama, langsung menyerang penjaga itu, namun karena penjaga itu adalah salah satu dari murid pilihan Datuk Delapan, di tambah kekuatan Gao Ling yang banyak menurun maka Gao Ling tidak dapat menyingkirkan penjaga dengan mudah..
Ribut ribut pertarungan itu di dengar oleh perdana menteri, ia langsung keluar untuk melhat apa yang terjadi,
Gao Ling yang melihat Perdana Menteri keluar, langsung mengbah arah serangannya menuju perdana Menteri..
Perdana menteri terkeisap, dengan serangan cepat Gao Ling Perdana Menteri tak mungkin lagi menghindar.., sedangkan penjaga berdiri agak jauh darinya..
Serangan Tapak Kilin Api megarah jantung Perdana Menteri, denga terpaksa Perdana Menteri memapak serangan Gao Ling dengan Ajian Tameng Waja yang pernah dipelajarinya.
Bhummm...!!!! tubuh Perdana Menteri mencelat dua tombak, sebelum jatuh ke lantai, Ki Tirta Arum langsung menangkap tubuhnya lalu mendudukkannya di pojok halaman..
Siapa kau orang tua, jangan ikut campur urusn kami..!! bentak gao Ling yang memang tidak mengenal Ki TirtaArum,
Bahkan perdana menteri pun tidaklah mengenali ki Tirta Arum..
Ini dikarenakan Ki Tirta arum adalah pengawal rahasia Sultan Malik yang sama sekali tidak pernah menampakkan diri pada siapapun selain Sultan Malik.
Hahaha.., bocah ingusan sepertimu tidak perlu tahu siapa aku.., kekeh Ki Tirta Arum lalu langsung menyerang Gao Ling..
Gao Ling tersentak, serangan cepat Ki Tirta Arum membuatnya sulit menghindar,
Dengan panik ia mengadu telapak tangannya dengan tinju Ki Tirta Arum,
Dua lengan beradu,
Brakkk...!!
__ADS_1
AHHHH...!! pekik Gao Ling terlempar ke sisi barat halaman dan mendapati lengannya patah.
Ikhhh...!! ia meringis menahan sakit lalu kembali berdiri...
Hahaha..harus kuakui, murid Li Puaro memang berhati baja..!! ucap Ki Tirta Arum.
Siapa kau ? mengapa mengenal guruku? tanya Gao Ling heran
Hahaha..bocah, gurumu memang sangat terkenal...tapi kau sebagai muridnya sungguh sangat memalukan...! ejek Ki tirta Arum.
Mendengar ejekan itu, Gao Ling menjadi naik pitam..
Orang tua kurang ajar,..!! bentak Gao Ling..
Kenapa..? apa kau masih ingin melawan..??tanya Ki tirta Arum dengan nada mengejek..
Orang tua busuk,.!! Aku kan membunuhmu..!! seru Gao Ling..
Hiaaaa....!!! Gao Ling menyerang dengan ganas..
Ki Tirta Arum menyambut serangan dengan santai..
Hehehe..apa hanya ini yang kau bisa..?? ejek Ki Tirta Arum kembali memapak serangan telapak Kilin Api milik Gao Ling..
Buk..akhh...!! kembali Gao Ling terpental dan memuntahkan darah...
Bocah,..! sepertinya hari ini bukan aku yang akan mati tetapi kau..!! ucap Ki Tirta Arum.
Bunuh aku kalau kau berani..!! guruku akan datang membalasmu dengan kesengsaraan seribu kali lipat,,! Ancam Gao Ling.
Ahahaha....kau pikir aku takut pada Li Puaro..?? justru selama ini dialah yang takut bertemu denganku..hahahaha ! kata Ki Tirta Arum Mengejek..
Gao Ling yang sudah semakin marah kembali bangkit dan menyerang dengan tendangan tendangan mematikan..
Wah..kau juga menguasai jurus tendangan dari negeri Congko,..?ucap ki Tirta Arum..
Huh..! Gao Ling hanya membuang nafas kesal dan terus menyerang dengan Jurus Tendangan Bayangan..
Tapi bagi Ki Tirta Arum tendangan ini hanyalah hal sepele, ia menangkap kaki Gao Ling dan membantingnya ke lantai dengan keras,
Brakkk...!!! ahh!! Pekik Gao Ling saat bahunya menghantam lantai dengan keras.
Hehehe...bagai mana bocah...??tanyaKi Tirta Arum..
Gao Ling hanya diam dengan wajah masam, ia tak mampu lagi melakukan perlawanan seperti biasa..
Satu satunya senjata yang ia miliki saat ini adalah Racun Liur Kilin..
Gao Ling melemparkan Racun Liur Kilin yang telah diubah menjadi bubuk berwarna merah..
Racun ini cukup mematikan jika terkena lawan..
Namun yang menjadi lawannya kali ini adalah Ki Tirta Arum, pengawal rahasia sang Sultan,
Bagi Ki Tirta walau Serbuk racun kilin itu mematikan tapi tidaklah begitu berbahaya baginya..
Karena itu dengan cepat ia menutup pernafasannya lalu dengan telapak tangan kanannya ia membuat pusaran energi angin yang menghadang dan membuat serbuk racun yang beterbangan itu berkumpul dalam pusaran angin buatan Ki Tirta Arum itu..
Setelah itu Ki tirta Arum menghantamkan pusaran angin itu ke arah Gao Ling, dengan begitu serangan serbuk beracun itu kembali menyerang ke arah Gao Ling sendiri..
Bhusss...!!! tubuh Gao Ling bermandi serbuk beracun Kilin Api miliknya sendiri...
Sesaat kemudian ia berubah menjadi mayat kering..
Gao Ling tewas mengenaskan di tangan Ki Tirta Arum dengan senjatanya sendiri, Racun Liur Kilin...
Setelah kematian Gao Ling, perdana Menteri masih tergeletak terluka parah, Ki Tirta Arum mendekati perdana menteri dan menyalurkan energi murni beberapa saat, setelah dirasanya cukup ia pun melangkah pergi..
Bawa tuanmu masuk beristirahat, panggilkan Tabib untuk perawatan luka dalamnya.., kata Ki Tirta Arum pada penjaga..
Baik tetua, ! jawab penjaga.
Ki tirta Arum terus melangkah, perdana menteri tersadar dengan cepat ia hendak bangkit dan menghampiri Ki Tirta Arum sambil berseru,
Tunggu tu...an..,
tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya Ki Tirta Arum Sudah berkelebat pergi,
Tinggallah Perdana Menteri dan Penjaganya terdiam melongo.
Tuan Perndana Menteri, siapa orang tua tadi..?
Tanya pengawal.
Aku juga tidak mengenalnya, tapi yang pasti beliau adalah pendekar sakti yang berada di pihak kita.., jelas Perdana Menteri masih penasaran
.
Tuan, anda masuklah beristirahat, aku akan memanggil tabib.., kata penjaga..
Sudahlah kita kembali saja ke rumah utama.., di sini terlalu sepi, tidak ada yang mendengar jika seseorang kembali menyerang ke sini.., putus Perdana Menteri.
Sedangkan Ki Tirta Arum sudah berkelebat Jauh, masuk kedalam Istana..
+++
__ADS_1