Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Raja Doloking Tertawan


__ADS_3

Di tempat Menteri Pertahanan..


Jendral Pitaloka berbincang dengan Sein dan dua gadis Mentari dan Yasmin...


Beberapa orang melihat mereka berempat begitu asik berbincang dan tertawa terbahak bahak..


Tidak berapa lama Sein dan kedua gadis terlihat pergi meninggalkan istana kembali menuju ke kediamannya...


Rupanya mereka adalah prajurit dan pelayan yang tadi diutus sein...tapi sebelumya mereka disamarkan oleh Sein sehingga penampilannya seolah olah merupakan Sein dan kedua gadis..


Seorang mata mata yang melihat kejadian ini segera memberi laporan kepada Dolonata..mata mata ini tidak tahu bahwa mereka bertiga bukanlah Sein dan kedua istrinya..


Seorang prajurit memberikan kertas kecil pada Dolonata tanpa terlihat banyak orang..


Itu adalah laporan dari mata mata..yang menceritakan bahwa Sein dan kedua istrinya menemui Jendral Pitaloka kemudian kembali ke kediamannya..


Mmm...Dolonata manggut manggut...


Apa yang direncanakan pemuda ini..? batin Dolonata.


Ia segera membisiki pengawal di sampingnya..Panca..! segera suruh awasi Pitaloka dengan ketat..


Panca mengangguk mengerti dan keluar aula...


Tak lama kemudian bia kembali lagi ke samping Dolonata...


Tuan..! Ki Barda Dari Perguruan Petaka Hitam berada di kediaman anda..


Oh..ini bagus...jadi sesepuh sakti itu sudah tiba...!?? perintahkan pada pelayan agar menjamu dia dengan baik...!! perintah Dolonata.


Tadi sudah saya perintahkan tuan..!


Bagus..!! Hahaha..


Tinggal menunggu Guru dari Gunung Raung itu ...Ki Sugata...hehehe..


gumam Dolonata riang


+++


Baginda tiba.....!! Seru pengawal Aula..


Sein dan Jendral Karampuang sudah sampai di aula...


Sein yang tampak seolah olah sebagai Raja Doloking duduk di singgasana...


Para pejabat memberi salam hormat dengan berlutut...


Berdirilah...!! perintah Raja..


Segera para pejabat bangkit berdiri...


Anak ini betul betul punya karisma seorang raja...!! Jendral Karampuang, bergumam..


Jendral Salapang!! bagaimana persiapan acara..!?


Jendral Salapang sebenarnya sejak semalam sudah melaporkan persiapan acara kepada raja..ia tidak tahu kalau hari ini raja yang asli sedang menunggu di lorong rahasia...


Hanya ada beberapa detail yang dikoreksi raja doloking semalam dan kini ia sudah memperbaikinya...


Selanjutnya Jendral Salapang pun melaporkan persiapan acara seleksi...


Mmm...murid muridmu ada kegiatan rutin besok kan?..geser saja mereka ketempat lain..!


perintah Raja Doloking.


Iya..baginda..mereka besok bertepatan dengan latihan gabungan...saya telah menggesernya ke tempat pelatihan para guru...! jawab Jendral Salapang.


Bagus lah...!!


Lapor...!!


pangeran Ketiga minta menghadap...seru pengawal Aula.


Tunggu setelah pertemuan selesai...!


Maaf baginda..!! ini darurat..!!terdengar teriakan Pangeran Ketiga..


Lancang..!!


Maaf baginda...ini demi keselamatan baginda dan keluarga kerajaan...sahut Pangeran Ketiga..


Apa sepenting itu tak bisa menunggu...?


Dolonata tersenyum tipis penuh makna..Sebenarnya pangeran Ketiga digunakan oleh Dolonata dan Tuan Putri Aging untuk menyandera Raja...


Baginda...apa sebaiknya kita dengarkan dulu pangeran ketiga...


ucap Dolonata pura pura bijak..


Baik, ijinkan pangeran ketiga masuk..!


Baginda,..pengawal pengintai saya melaporkan ada beberapa orang mencurigakan berkeliaran dalam istana...


Apa??


Ini bahaya yang mulia... !! timpal Dolonata memanaskan suasana.


Mmm...kau juga punya pemgintai di istana ini..? apa kau juga mengintai raja??


Saya tidak berani...!! saya tidak berani yang mulia.....!! jawab pangeran ketiga bersujud ketakutan...pura pura ketakutan lebih Tepatnya..


Yang mulia Ini kesalahan Jendral Pitaloka dan Nyonya Mentari selaku orang yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan istana..tutur Dolonata menyudutkan..


Baginda..!! Sebaiknya Baginda ikut saya sementara..saya akan menjaga keamanan dan keselamatan Baginda dan keluarga kerajaan...


Mm...Jendral Pitaloka sudah mengamankan keluarga kerajaan...sedangkan aku baik baik saja...disini banyak Jendral yang akan melindungiku...


Bukan begitu jendela Gobang? Karampuang?Salapang?


Kami siap mati demi keselamatan baginda...!! ucap ketiga jendral...


Kau dengar ?? ucap Raja Doloking menatap Pangeran Ketiga...


Betul baginda...tapi setelah pertemuan ini bagaimana...dan juga jangan jangan para penyusup ini mampu melumpuhkan ketiga jendral baginda....


Oh..kau meragukan mereka...?


Baginda...tidak ada salahnya kita mencegah sebelum terjadi...!! lagi lagi Dolonata berkata pura pura bijak..


Aku menunggu Adik Sein dulu...!!aku ingin dengar apa pendapatnya...!!


Baginda tak ada waktu lagi...!!


Tak ada waktu bagaimana maksudmu..? kau ingin memaksaku..!!?


Lancang..!!

__ADS_1


Pengawal...antar pangeran ketiga keluar...pukul lima puluh kali...!!


Segera beberapa pengawal membawa pangeran ketiga dan melaksanakan hukuman yang diberikan raja..


Baginda...?! apa ini tidak berlebihan??protes Dolonata masih dalam ekspresi pura pura bijak..


Pengawal..!! antar paman Kerjaan Keluar..


Baginda...!! apa ini..? protes Dolonata..


Dua Sosok melesat masuk...Sein sudah sejak tadi mengetahui Sepasang Merapi Gerhana mengintai diluar aula...


Kedua orang itu melepaskan Dolonata dari sergapan pengawal.


Ketiga jendral segera bersiap menghadang melindungi raja..


Jangan coba coba menyentuh baginda...!


Hahahah....hanya kalian bertiga...!??


kalian tak akan mampu...


Cukup...!! Hentikan...!!!


aku akan ikut kalian...


biarkan yang lain pergi...!!


Nah begitu semestinya dari tadi Doloking..!


kata Dolonata..


Yang tidak ingin terlibat silahkan pergi dari ruangan ini....kata Dolonata..


Beberapa orang pejabat terlihat meninggalkan aula karena takut dilibatkan dalam persoalan perebutan tahta...


Namun masih ada juga yang setia berdiri mendukung Raja Doloking..


Kalian pergilah...kata Raja Doloking pada orang orang Setianya...


Ketiga jendral dan beberapa pejabat lainnya malah duduk santai di aula...


Biarlah kami disini menemani baginda...!!


kata jendral Karampuang...


Sepasang Merapi Gerhana kemudian menotok mereka...ini untuk jaga jaga jangan sampai kalian melawan..hehehe...


Diluar aula, semua pejabat yang baru saja meninggalkan aula semuanya dingiring oleh beberapa pendekar ke ruangan lain dan di tawan disana...


Katakan apa mau kalian..!?? bentak Raja Doloking


Ups...tenang...jangan galak galak....! heheh.


Mudah saja...besok di acara seleksi..kau akan mengumumkan beberapa pejabat pilihan kami...


Setelah itu..kau nobatkan Pangeran Mahkota jadi raja...


Selanjutnya biar Pangeran Mahkota yang mengaturnya...


beber Dolonata.


Oh...rupanya semua pengeran telah berada dalam kendalimu...!!?


Baginda terlalu naif...!!


Hahahaha....Doloking...Doloking....!!


Kau selama ini tak menyadari??


kalau kelima putramu, hanya pangeran kelima yang sangat setia padamu..!!?


Dan itu pun kau telah mengasingkannya...menyuruh nya ke perbatasan memimpin pasukan....hahaha...menyedihkan ...menyedihkan...kini..hubunganmu dengan nya juga sudah buruk...tidak ada lagi yang akan berdiri di pihakmu...hahahaha...


Mengenai adik seperguruanmu..Dewa Ketawa itu....kami sudah menjaga jangan sampai ia mendekati istana....


Sekarang ia sedang bersenang senang dengan kedua istrinya tanpa memikirkanmu...hahaha...


cerocos Dolonata.


Baginda Doloking Asli yang berada didalam lorong rahasia mendengar dengan jelas perkataan semua orang di aula...


Lorong itu memang dirancang untuk mendengar percakapan aula, kamar baginda, dan ruang kerja baginda...


Keparat mereka...!! akan ku hukum berat mereka setelah ini...geram Karaeng Doloking Asli.


Ini hadiah yang sudah lama disiapkan Dalawang untukmu....hahahaha....tambah Dolonata.


Sein sebagai Raja Doloking pura pura marah..


Paman..!! dan Dalawang..!! aku memperlakukan kalian dengan hormat..tapi kalian malah melakukan semua ini...


tanya Raja Doloking penasaran..


Hahaha...semua orang tahu...siapa yang paling berhak menerima tahta peninggalan Kaisar Kelana...


Dan Semua orang juga tahu, Kaisar Kelana memberikan tahta pada adiknya...buyutku...dan bukan pada anaknya..!! balas Raja Doloking.


Huh..sekarang yang kuatlah yang berkuasa...hahahaha....


ejek Dolonata...


Heh...jadi siapa menurutmu uang pantas...


paling juga sebentar lagi kalian akan saling berebutan dan menjatuhkan satu sama lain....


Aku paling tahu semua kemampuan kalian...satu pun dari kalian belum ada yang pantas jadi Raja...hahaha. ejek Raja Doloking..


Mm...pantas atau tidak sekarang bukan kau yang menentukan....


Hahaha....ya..tapi apa jaminan bahwa yang menjabat setelahku akan mampu meredam perebutan tahta selanjutnya...tantang Doloking..


Doloking !! Kau pikir di kerajaan ini hanya dirimu satu satunya yang pantas jadi Raja!!?mulai terpancing..


Tentu saja...karena itu lah para raja raja dahulu dipilih turun temurun... hanya karena Kaisar Kelana merasa tidak ada yanh mampu dari keturunannya maka diberikan pada adiknya...hahahaha..


apa kau ingin menyangkal ini...!!?


Doloking...!! berhentilah omong kosong...karena mulai Saat ini kau dan keturunamu tidak akan lagi ada yang menjadi Raja di Lampeapi...


Oo..tadi kau barusan memintaku menobatkan Doloming...doloming itu anakku...kau masih waras!!?hahaha..ejek Doloking...


Banyak bicara...!! kau sudah tidak punya kekuatan lagi...kami mengambil alih kekuasaanmu tanpa diketahui publik...Kata Dolonata.


Jadi yang tadi meninggalkan istana pun telah kau tawan!!? tebak Doloking...


Kau memang cerdas Doloking...hahahah...

__ADS_1


Baiklah Kau menang...!! jawab Doloking lesu...


Hahaha..aku senang melihat tampangmu yang putus asa....


Semua kejadian di aula telah dilaporkan pada Pitaloka...namun pitaloka membiarkannya...ia saat ini hanya bertahan untuk aksi esok hari...


Dolonata...kau benar benar nekad...!! apa yang harus kulakukan untuk kalian??


Hahaha...Doloking..tadinya kami menggunakan Doloronda sebagai alat kemudian Doloming...tapi sekarang sepertinya sudah tidak perlu lagi..acara besok aka dihadiri beberapa perwakilan dari kerajaan di lima benua...segera umumkan Tuan Jampang sebagai penggantimu...


Ia adalah suami Dalawang...!


masih keluarga kerajaan juga kan..hahahaha...


Aku semakin ragu akan kewarasan otakmu paman...


Jampang bahkan tidak punya darah kerajaan Lampeapi...!!


Itulah kebodohanmu...asal kau tahu saja..


Tuan Jampang..adalah anak Kaisar Kelana dari Istrinya di Kerajaan Kuruki..kau tidak pernah tahu Kan??


Sein dalam wujud Raja Doloking terperanjat...!! ia bahkan tak pernah mendengar cerita ini dari Kaisar Kelana sekalipun...


Wah...gawat...ini harus kuperjelas pada kakek guru nantinya..tapi situasi saat ini.!!?.duhhhh!! jangan sampai aku salah menjatuhkan tangan pada keturunan kakek guru...Batin Sein kebingungan...


Mm...jika begini maka hanya bisa jika Aku akan melumpuhkannya terlebih dahulu kemudian menagamnkannya..biar ia bertemu dengan Raja Doloking dulu baru diputuskan...tambah Sein membatin dengan wajah berkerut..


Kenapa !!? kau merasa terkejut!!? lagi lagi Dolonata mengejek..


Mm..baiklah jika Jampang bisa hadir besok maka akan aku umumkan...kata Raja Doloking lemas.


Haaahahaha....!! Bagus...!! harapanmu sudah sirna, rupanya kau sudah putus asa ...hahaha....


Tawa Dolonata...


Lihatlah...apa yang kau dapatkan setelah ini...!!? tanya Raja Doloking menatap Pangeran Ketiga...


Pangeran ketiga yang menyadari kekeliruannya hanya rertunduk malu...


Paman Kerajaan..jadi selama ini anda hanya memanfaatkan kami untuk melemahkan Baginda..!!? tanya pangeran ketiga penuh amarah..


Hahaha...anak muda..! kau masih sangat polos....hahaha...kalau kau bersikap baik..kami akan memperlakukanmu dengan baik...bagaimana pun kita ini masih keluarga...hahaha....


Panca...!! Persiapkan pengasingan untuk Baginda dan keluarga kerjaan, besok setelah acara seleksi dan penobatan tuan Jampang kirim mereka ke Pulau Gusung...perintah Dolonata..


Baik Tuan Nata..!! besok setelah penobatan kami akan menyiapkannya..


Ingat..jangan Biarkan Seorang pun meninggalkan Aula ini...besok kawal ketat mereka saat ke akademi..


Semua percakapan di aula ini membuat Sein semakin paham..ia tinggal menunggu beberapa orang lagi yang datang kemudian membekuknya sekaligus..


Semua masih dalam kendali Pitaloka, Yasmin, Mentari,.Bokori dan Buranga..batinnya.


Para prajurit diluar aula pura pura tidak mengtahui kejadian di dalam Aula..mereka masih sibuk berjaga seperti biasanya...


Tuan..disini sudah beres..aku akan mencari orang berjuluk Dewa Ketawa itu...aku pemasaran ingin menjajal kesaktiannya..kata Daeng Bella..


Nanti saja tuan Bella...besok masih harus menyiapkan tenaga..siapa tau masih ada gangguan lain...


Pendekar Muda itu telah ditempel ketat oleh Ketua Perguruan Petaka Hitam dan Cak Mallong...


Besok kita hadir bersama Ki Sugata di akademi...bisik Dolonata..


Baiklah tuan...aku akan menunggu sampai acara selesai besokk..setelah itu akan aku kejar dia kemanapun...geram Daeng Bella...


Ah ya ya..terserah kau saja Tuan Bella...


+++


Di Pulau Batu Atas...


Tuan Putri..lihat..!


Ini merpati kiriman dari kediaman Paman Kerajaan ucap Hohan memperlihatkan seekor burung dengan surat di kakinya...


Dalawang membuka surat dari kaki merpati dan membacanya...


Akhirnya...! ucapnya senang...


Doloking telah ditawan oleh paman kerajaan..


kini ia dikendalikan untuk mengumumkan penobatan Suamiku diacara besok..hahaha..


Ini bagus sekali Tuan Putri..!!


Selama ini Tuan Putri sudah menderita..saatnya menjadi permaisuri...hahahah timpal Mohan.


Tapi ada sesuatu yang mengganjal pikiranku...


ini sedikit terlalu mudah...


apa adik seperguruan Dolokingbeserta istri istrinya itu tidak di sana?


Atau ia sudah kalah dari Sepasang Merapi Gerhana..?


Mungkin juga Tuan Putri..karena Tian Jampang sudah meminta bantuan Ki Sugata sari gunung Raung yang kebetulan ada dendam dengan Dewa Ketawa itu..


Dan satu lagi...Ketua perguruan Petaka Hitam juga telah bergabung disana tuan putri..ia juga masih dendam.beberapa murid dan tetua mereka di lumpuhkan oleh Sewa Ketawa..


Mmm!? mengapa aku baru mendengarnya Mohan..!!?


Eh..iya Tuan Putri..tadi baru saja aku mendapat laporan mata mata..aku hendak memberi tahu tuan Putri tapi keburu datang lagi surat yang dibawa merpati itu...jawab Mohan tersenyum canggung.


Ini berita besar...!! kerajaan Lampeapi di datangi banyak pendekar golongan hitam...


Sungguh menarik...!!


Aku ingin dengar kabar pemuda itu...Aku ingin melihat kekalahannya, wajah putus asanya...hahaha...


Baik Tuan putri..aku akan meminta kabar dari mata mata kita..sahut Mohan


Hmmm...aku masih ada satu hadiah lagi bagi mereka semua...tunggu saja setelah penobatan besok...


Maaf Tuan Putri...


Apakah tuan Putri berencana menghabisi mereka semua..!!?


Mohan..!! jaga bicaramu...bagaimana pun mereka adalah keluarga kerajaan...


tentu tidak akan seperti itu...


tetapi ada yang lebih menarik...hahaha...


Kau lihat saja nanti....tutup tuan putri agung penuh misteri...


+++

__ADS_1


__ADS_2