Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Maut Bersenandung Di Kediaman Jalanara


__ADS_3

Di tempat lain...


Fajar mulai menyingsing,


Rombongan Kereta yang dipimpin Karaeng Gantarang mulai bergerak ke Kota Maccini..


Sein memasuki kereta kedua tempat kakek Dai sebelumnya dengan senyap, ia dengan hati hati meletakkan tubuh kakeknya itu kemudian menyalurkan energi asal mula dan menyembuhkan luka dalam yang dialami kakek Dai...


Setelah beberapa saat, Kondisi Kakek Dai yang tadinya pucat,.kini sudah membaik..bahkan lebih segar dari sebelumnya walaupun masih belum sadarkan diri dari pingsannya..


Sein segera menyentuh dahi kakek Dai dan meyalurkan pengetahuan teknik mengolah tenaga dalam serta beberapa teknik Ajian tingkat tinggi ke pikiran Kakeknya...


Setelah dirasanya cukup, Sein pun pergi dengan senyap sebagaimana ia datang tadi...


Sepucuk surat tergeletak di samping Kakek Dai...


Beberapa peminuman teh kemudian,


akhirnya rombongan kereta itu sudah akan memasuki kota Maccini..


Di pintu gerbang,


rombongan ini di tahan oleh penjaga gerbang..


Maaf rombongan tuan dari mana..? tanya Penjaga Gerbang.


Kau tidak dapat mengenali kereta ini...?tanya Karaeng Gantarang balik bertanya...


Penjaga mengamati kereta dan baru melihat bendera di kereta dengan jelas...


Hah...! kereta keluarga pangeran..! Seru penjaga


Maaf ..maaf tuan..kami lalai...


Tuan tuan silahkan lewat...! kata Penjaga ketakutan...


Karaeng Gantarang tidak berminat untuk lebih lama di gerbang kota,


Segera rombongan kereta memasuki kota dan menuju ke kantor tumenggung Morosi..


Melihat kereta mewah ini, semua orang memperhatikan dengan seksama, bendera di kereta menandakan kalau yang datang adalah seorang pangeran...


Tumenggung Morosi menyambut dengan hangat,...


Selamat datang tuan tuan...! sapa tumenggung Morosi yang melihat para sepuh turun dari kereta,


Tumenggung Morosi memandang berkeliling mencari sosok seseorang,


Orang yang terakhir turun dari kereta adalah kakek Dai yang nampaknya sudah siuman, bahkan kelihatan lebih segar...


Para tetua sepuh kaget,


ah..!? bukannya kemarin tuan Dai menghilang..? ini,.. bagaimana mungkin ia ada di sini ..!!? gumam Ki Balang Nipa..


Tapi para sepuh lainnya memilih untuk tidak membahas hal ini dulu...


Tuan tumenggung, pangeran Sein tadi pergi sebentar, katanya ada keperluan..jadi pangeran meminta kami menemui anda terlebih dahulu..! kata Karaeng Gantarang mengatakan sesuai perintah Sein saat masih di kediaman sebelum mereka berangkat..


Oh...ahaha...baik baik ..! pangeran memang sangat sibuk...! timpal Tumenggung Morosi.


Mari tuan tuan silahkan masuk...!ajak Tumenggung Morosi.


Tumenggung Morosi mengantar langsung para tetua ke paviliun belakang kantor ketumenggungan...


Paviliun ini memang di siapkan untuk tamu tamu ketumenggungan yang datang untuk urusan negara...


Silahkan tuan tuan beristirahat dulu sambil menuggu pangeran...! kata Tumenggung Morosi.


Baik, Terimakasih tuan...! jawab Karaeng Gantarang...


Setelah berbincang sebentar, tumenggung Morosi kembali ke ruang kerjanya...


Tak lama setelah para sepuh memasuki kamar yang di tempat masing masing.., mereka beristirahat dengan nyaman...


Berapa lama waktu berlalu...


para sesepuh itu pun merasa jenuh, mereka akhirnya keluar lagi,.mereka hendak ke kamar Kakek Dai, mereka masih penasaran dengan Kakek Dai yang hilang dan muncul secara tiba tiba..


Tok tok..tok..! sura pintu kamar kakek Dai di ketuk.


Mereka menunggu beberapa tarikan nafas,


Tidak ada jawaban dari dalam...


Kakek Dai tidak menjawab karena saat ini sedang dalam posisi duduk bersila,.melatih teknik yang ada dalam pikirannya...


Bhumssss....!!!


Asap tebal berwarna abu abu mengepul di ubun ubun Kakek Dai..


Akhirnya,.setelah sekian lama...! batin Kakek Dai.


Huffgf...! kakek Dai menghembuskan nafas kuat kuat asap kelabu lagi lagi mengepul tersembur dari dalam mulut dan hidungnya..


bersamaan dengan itu, pintu kamar tebuka paksa...


Krakkk..!!


Beberapa orang masuk dengan terburu buru dengan wajah nampak hawatir..


Saat melihat kakek Dai masih dalam posisi bersila, kekhawatiran mereka segera hilang...


Ah...kupikir apa yang terjadi dengan mu rupanya kau sudah menerobos tingkatan lagi setelah sekian lama..!! kata Kaisar Kelana..


Tadi kami mengetuk pintu kamar tuan Dai, lama tak ada jawaban dan tiba tiba terdengar suara dentuman..., ternyata tuan Dai sedang berlatih..!


..maafkan kami telah menganggu latihan tuan Dai...! kata Karaeng Gantarang.


Oh,.. baginda Gantarang terlalu sungkan, ini tidak apa apa...! timpal kakek Dai.


Ayo mari silahkan duduk...


Kakek Dai mempersilahkan mereka duduk..


Masing masing kamar dalam pavilyun ini, selain ada tempat tidur dan rak buku juga dilengkapi meja dan beberapa kursi..


Para sepuh duduk dengan santai,

__ADS_1


Belum lagi mereka bertanya, kakek Dai sudah lebih dulu berbicara...


aku tahu apa yang membuat para tetua penasaran...! Kata Kakek Dai memulai percakapan.


Ya..kami sangat terkejut, saat makan malam Tuan Dai tidak kunjung keluar dari kereta, karena itu saat pengawal memeriksa kereta dan tidak melihat tuan Dai dengan panik pengawal melaporkan pada kami..


Selanjutnya kami memeriksa kereta tuan, tuan Dai tidak ada, tapi ada noda darah yang tercecer di lantai kereta...


Kami bingung apa yang terjadi, akhirnya kami meminta bantuan alap alap biru untuk menyelidiki..! tutur Karaeng Gantarang.


Maaf para tetua,


Sudah membuat para tetua khawatir...!


Malam itu memang seseorang telah menyerangku saat sedang tertidur, aku sempat sadar beberapa saat ketika pukulannya telah mengenaiku..


Setelah itu aku tidak sadarkan diri sampai siang pagi tadi aku terbangun dalam keadaan segar..


Orang itu memakai penutup wajah, hanya mata berkilat yang ku lihat sepintas saat itu..


Aku juga masih bingung, apakah orang itu menyerangku atau malah memberikan kekuatan padaku..?jelas Kakek Dai..


Sudah jelas ia telah membawamu pergi ke suatu tempat, kemudian mengembalikanmu lagi ke kereta...!


orang ini pasti sedang membantumu...!!


Jika ia ingin membunuhmu untuk apa repot repot membawamu pergi, bahkan mengembalikanmu ke kereta...!! kata Kaisar Kelana


Owh..! apa tuan Dai merasakan sesuatu yang aneh..!? tanya Ki balang Nipa...


Ya..karena itulah aku mencoba melatih lagi tenaga dalamku Yang sudah lama tidak naik tingkat..


Dan akhirnya, seperti yang tuan tuan lihat tadi,.. aku berhasil...! timpal kakek Dai..


Apakah orang itu memberikanmu beberapa petunjuk..??tanya kaisar kelana..


Kakek Dai menggeleng..


aku tidak ingat, tapi saat bangun tadi pagi aku merasakan tubuhku sangat ringan, juga tiba tiba ada beberapa teknik mengolah tenaga dalam dan teknik ajian dan jurus tingkat tinggi dalam ingatanku..! beber Kekek Dai..


Orang itu jelas sangat sakti, keberadaannya tidak terasa oleh kita, berarti orang ini setingkat dengan guru..! kata Kaisar Kelana..


Atau bahkan ada kemungkinan lain...! tingkatan orang ini bahkan jauh di atas dewa Sedih..! tambah Karaeng Gantarang.


Ada orang sesakti itu di benua barat ini..?.aku tidak yakin...!timpal ki Balang Nipa...


Hmm...kita lihat saja perkembangan selanjutnya...! kata Karaeng Gantarang.


Oh ya..pangeran meminta kita menunggu di sini..apa pangeran akan kesini..?


Ya .tentu pangeran akan datang, karena itulah ia meminta kita mengatakan pada Tumenggung Morosi agar kita menunggunya di sini, maksud pangeran adalah untuk mengulur waktu..! kata Karaeng Gantarang dengan suara lirih...


Mm...para tetua mengangguk...


Sambil menunggu Sein mereka memutuskan untuk bermain catur sammbil menikmati teh di dalam kamar Kakek Dai...


Sementara itu,


Kakek Dai terus memikirkan pemahaman teknik beladiri baru yang ada dalam kepalanya..


Senyum kecil tersungging di wajahnya...


ck..ck..ck..rupanya bocah itu sudah sesakti ini...! batin Kakek Dai.


Kakek Dai memahami, dari ciri ciri jurus yang ada di kepalanya..ia yakin jika juris ini adalah ciptaan Sein..cucunya..


Sein dalam menciptakan Ilmu ajian ataupun jurus memiliki ciri khusus..yaitu memadukannya dengan Roh pelahap energi...


Kerena itulah Jurus apapun yang ia mainkan tidak akan cepat membuatnya lelah..


Selain itu kekuatan serangan dari jurus yang di padukan dengan Roh Pelahap Energi akan menjadi berkali lipat lebih dahsyat...


Demikian juga jika ada orang Yang sudah berlatih roh pelahap energi dari Sein, maka jurus apapun yang ia gunakan tidak akan gampang membuatnya kelelahan..


Dan Kini Kakek Dai sudah memiliki pemahaman tentang roh pelahap energi..seperti halnya Yasmin...


++


Malam pun tiba,


Kediaman Jalanara...


Aula keluarga...


Tuan Besar Jalanara, sedang mengumpulkan hampir semua petarung terbaiknya...


Di aula ini juga di hadiri oleh beberapa tetua dari klan Wong..


Hanya tetua kedua Wong Liem, tetua pertama dan ketua Klan Wong yang tidak kelihatan di antara para tetua Klan Wong yang hadir...


Hah..?.semuanya yang pergi adalah pendekar tingkat tinggi...


Tidak mungkin rombongan itu bisa lolos...! kata Tuan Besar Jalanara..


Maaf tuan besar, tapi kenyataannya rombongan itu sekarang sedang berada di kediaman Tumenggung Morosi...! timpal salah satu anggota keluarga Jalanara..


Petarung yang dikirim Klan Wong juga adalah petarung senior tingkat tinggi...! tidak mungkin, dengan kekuatan gabungan kedua keluarga ini tidak ada satupun yang akan lolos dari sergapan....!! kata Tuan besar Jalanara mengerutkan dahi....


Lapor tuan besar..., belum ada kabar samaekali tentang para petarung yang pergi menyergap...tapi di tempat penyergapan ada bekas bekas peetarungan...! lapor seorang pengintai yang batu saja tiba...


Owh..? benarkah..? ini semakin aneh..!! kata Tuan Besar Jalanara..


Apa mereka terjebak dan tertangkap..!!? gumam Tuan Besar Jalanara mulai merasa panik..


Terus selidiki, laporkan perkembangan setiap saat...! perintah Tuan Besar Jalanara...


Siap, tuan...kami.permisi dulu...


ya kalian pergilah...! jawab tuan Besar Jalanaara..


Saat semua anggota klannya hendak membubarkan diri...


Brakkkkkk....!!


Pintu Aula hancur berantakan terkena tendangan...


Tuan besar Jalanara berdiri dari kursinya kemudian melangkah maju..

__ADS_1


Siapa kalian,...! hardik Tuan Besar Jalanara...


Sekelompok orang berpakaian biru bertopeng perak tampak sedang mengepung aula...


Ya..Pasukan Biru telah mengepung kediaman Jalanara...


Tanpa berbicara sepatahakata pun, Pasukan Biru langsung menyerang laksana hewan buas,..


Beberapa jeritan terdengar, hanya beberapa tarikan nafas, sudah lebih dari sepuluh orang petarung tingkat tinggi mereka menemui ajal...


Para tetua yang tersisa langsung memandang dengan sangat waspada...


Mereka ini, dari mana datangnya...! seru salah seorang tetua gelisah...


Pasukan Biru terus mengamuk laksana angin ribut, memporak porandakan aula kediaman jalanara...


Satu persatu tetua terkena hantaman serangan formasi yang di rerapkan oleh Pasukan Biru...


Hah...! jangan jangan ini adalah Formasi Segitiga Terbang...!!seru Tuan Besar Jalanara...


Kita harus membunuh salah satu dari mereka terlebih dahulu..! kata salah Seorang Tetua Klan Wong...


Ayo ganungkan kekuatan untuk menyerang satu titik...!! ya titik terdepan itu yang paling utama dari format mereka....


Ayo serang petarung di posisi paling depan itu bersama sama...


Hia....!!!!


Ciaaatttt...!!!


Serangan kekuatan gabungan mengarah pada petarung terdepan pada formasi Pasukan Biru...


Saat keukatan itu mendekat, seketika formasi berubah,...petarung terdepan mundur beberapa langkah dan terjadi perubahan bentuk formasi menjadi lingkaran....


Kini kekuatan serangan gabungan para tetua itu seolah olah tertelan kedalam sebuah pusaran berbentuk lingkaran....


Akhirnya serangan para tetua itu terpisah karena saat masuk kedalam lingkaran, lingkaran iti terus berputar mengelilingi mereka....


kini ada dua lingkaran berputar mengelilingi mereka, lingkaran paling luar berputar searah jarum jam, sedangkan lingkaran dalam berputar berlawanan dengan arah jarum jam...


Para tetua ini merasa tiba tiba mual,...


Wuakkk...! beberapa ada yang hendak muntah..tiba tiba terkena tusukan tombak dan ada pula yang terken tendangan dan pukulan tapak....


Mereka yang terkena bserangan, langsung terbang keluar formasi dalam keadaan muntah darah...


Namun sebagai Tetua Klan Wong, tetua Ke Lima Klan Wong berhasil menyarangkan pukulan pada salah seorang Pasukan Biru yang berada di dekatnya...


Pasukan itu terlempar keluar, namun sebelum mendarat, tubuhnya di tangkap oleh seseorang...


Saat ini tubuhnya sudah dapat berdiri stabil, di balik topeng, ada darah di sela bibirnya..namun semangatnya semakin menyala..


pasukan itu menjura, kemudian segera menghambur kembali kedalam formasi...


Itulah tekad dan harga diri yang telah ditanamkan oleh nenek serba tahu saat melatih mereka...,mereka tidak akan mudah menyerah...


Masuknya kembali Pasukan Biru yamg berhasil ia pukul tadi, di tambah Kehadiran seorang pemuda,.membuat Ketua Ke empat Klan Wong menjadi berkeringat dingin...


Ayo keluarkan kemampuan terbaik kita...jika tidak, kita tidak akan keluar dari sini hidup hidup...!! seru tetua Ke empat Klan Wong ini...


Segera semua petarung dan tetua yang tersisa mengerahkan segenap kemampuan mereka, mereka bersiap pertarungan hidup mati....


Sein melihat ini akan memakan korban di kedua belah pihak...semua tetua ini akan mati namun pasukan biru juga akan mengalami kerugian, bisa bisa yang tersisa dari mereka hanya seperempatnya saja...


Kerena itu Sein mengerahkan kekuatan Spiritualnya menekan energi para petarung dan tetua kedua keluarga itu...


Sein kemudian membuat Segel Ruang untuk mengurung mereka....


Kini semangat Pasukan Biru semakin menyala...mereka bergerak lebih cepat dari sebelumnya...mereka semakin beringas...


Di dalam formasi, kemampuan para petarung dan ketua itu hanya setengahnya..


Hanya beberapa tarikan nafas saja, salah seorang petarung senior terbange membentur dinding formasi dalam keadaan tak bernyawa lagi, tubuhnya hancur ..


Beberapa saat berikutnya, satu lagi petarung dari keluarga Jalanara menjerit menemui ajal dengan tubuh remuk....


Petarung dan tetua yang tersisa, merasakan ketakutan yang luar biasa, belum pernah merekaengalami pertarungan semengerikan ini..


Tuan Besar Jalanara, berteriak putus asa,..


Siapa kalian..apa yang kalian inginkan...!!


Tapi tidak ada jawaban dari pasukan biru, hanya serangan saja yang semakin ganas dari mereka..


Sial....!! kita tidak akan bisa bertahan lebih lama...! kata tetua ke lima Klan Wong...


Cepat gunakan, Tiga Energi Pemindah...! kata Tetua ke empat Klan Wong mengingatkan Tetua ke Lima...


Tidak bisa, saat ini kita dalam formasi ruang ciptaan mereka...! jawab Tetua Ke lima..


Hancurkan dulu formasinya...!! teriak Tuan Besar Jalanara...


Itu sangat sulit...! teriak tetua kelima..


Ayo para tetua Coba saja...! biar kami menahan pasukan mengerikan ini...!! kata beberapa petarung yang tersisa.


Segera beberapa tetua menyatukan kekuatan menghantam dinding formasi Ruang..namun hasilnya nihil....


Satu persatu petarung mereka tewas mengenaskan...


Sein menjentikkan jari,


seketika Pasukan Biru berhenti menyerang...


Kini tinggal tetua ke empat dan ke lima klan wong, tuan besar Jalanara dan dua tetua keluarga Jalanara yang tersisa...


Energi mereka telah terkuras habis,.


Mereka terkulai lemas di lantai aula..


Tubuh mereka gemetar, sekujur tubuh telah di basahi keringat dan darah,...


mereka mulai ketakutan...,


Baru kali ini mereka merasakan kematian begitu dekat pada diri mereka, maut seakan bersenandung di atas kediaman Jalanara...


++

__ADS_1


__ADS_2