Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Para Sepuh Bersedia Melatih Pasukan Biru


__ADS_3

Oh...tidak apa apa, kami hanya berlatih sedikit dan sekarang kami sedang beristirahat...! jelas Sein pada Mentari dan para wanita lainnya..


Hmh...anakku, apakah energi besar tadi adalah kau yang mengerahkannya..?tanya Nenek Serba Tahu..


Betul nek..., aku mencoba kekuatan yang barusan kupelajari.., ! jawab Sein..


Nenek serba tahu segera menatap sekilas ke Dewa Sedih...


Melihat Dewa Sedih mengangguk halus, akhirnya nenek serba tahu tidak bertanya lagi..


Suamiku, aku merasakan energimu sepertinya tidak seperti biasanya.., apa kau sudah meningkat lagi..?kau sudah menembus ke ranah legenda..? tanya Yasmin sangat penasaran..


Hm...ini..nanti aka ku jelaskan pada kalian.., sekarang kalian lihat saja dulu..! jawab Sein.


Dewa sedih terlihat sedang berbisik pada nenek Serba tahu,kemudian berseru,


' Bagaimana kalau kita coba bersama sama menyerang Sein...!' usul Dewa Sedih..


Hah..?.tidak tidak ...! aku tidak setuju..! potong Mentari.


Kau tenang saja, para sesepuh ini hanya ingin menguji tingkat tertinggi kemampuan suami mu...,! timpal Nenek Serba Tahu..


Mendengar itu, Mentari pun diam..


Baiklah ayo kita uji..., kata Kiyai Malaka bersemangat..


Aku juga akan bergabung dengan kalian...!! seru nenek serba tahu bersemangat..


Hah...! Nyonya, anda adalah petarung formasi terbaik di dunia persilatan lima benua ini...


Selama ini, Tidak ada yang dapat mengalahkanmu jika kau menggunakan teknik Formasimu..bahkan jika kau bertarung sendirian..! kata Begawan Sidik Parasada..


Tidak apa apa, ini hanya untuk menguji kemampuan pangeran saja...tidak harus bertarung hidup mati..! jawab nenek Serba tahu.


Mendengar penjelasan nenek serba tahu akhirnya mereka menjadi bersemangat, kali ini semua mulai bersiap...


Kiyai Malaka, dengan Tapak Mutiara Hijau..


Begawan Sidik Parasada, masih dengan Aji Dasa Indra andalannya..


Dewa Sedih, bersiap dengan Tapak Cahaya..


Nenek serba Tahu dengan Formasi Segel ruang dan cermin saktinya..


Semuanya serempak mengerahkan energinya,


Sein tak mau ketinggalan sebelum segel ruang nenek serba tahu terbentuk sempurna ia sudah keluar dari celah kecil yang belum sempat menutup,


Kini Sein sudah berada di luar formasi lalu mengerahkan energinya kemudian membentuk segel formasi untuk mengurung para tetua sepuh tersebut...


Kelima sesepuh seketika tercengang, bagai mana tidak, kecepatan Sein untuk keluar dari formasi, tidak terlihat oleh mereka...


Hah..!? bagaimana mungkin, anak itu tiba tiba sudah di luar segel formasi yang kubuat..! batin Nenek Serba Tahu..


Setelah Segel Sein terbentuk mengurung mereka, seketika mereka merasa separuh energi mereka tidak bisa dikerahkan..


Cukup lama mereka dalam keadaan tertekan,...energi mereka seakan terkuras hampir lebih dari seteagahnya..


Ketika melihat para tetua di dalam formasi segel yang dibuatnya mulai kepayahan..Sein menghentikan formasinya...


Setelah merasa terbebas dari kekangangan formasi yang di buat Sein, dalam sekejap para tetua sepuh golongan putih itu mengembalikan kekuatannya, kemudian bersama sama menyerang Sein dengan jurus dan ajian kesakitan mereka masing masing...


HIAAAAA.....!!


Ciaaaaatttt....!!!


Heeeaaaaaaaa.....!!!


namun mereka merasa aneh,..Aeib sama sekali tidak melawan..ia malah seolah membiarkan serangan kelima tetua sepuh itu mengenai tubuhnya..


Pukulan Tapak yang di lumuri Aji dasa indra Begawan Sidik Parasada mengenai telak di dada Sein...


Bersamaan dengan itu keempat pukulan dari tetua lainnya mendarat telak di kepala, perut , punggung dan bahu Sein.


Bhammm..!!


Bhammm..!! Bhammm..!! Bhammm..!!


Dahammmmmm...!!!


Dentuman dahsyat terdengar, kelima tetua sepuh terjajar kebelakang akibat tenaga serangan mereka berbalik menghantam mereka sendiri..


Bagwan Sidik Parasada sampai terjatuh berlutut lima langkah dari tempat semula ia berdiri..


Zirah Naga Biru..!!


Sisik Naga Tingkat Lima...!!


Seru para tetua sepuh....takjub..


Mereka segera menghentikan pertarungan,


Mereka sadar, kekuatan Sein berada di luar perkiraan mereka..


Anakku, siapa yang mengajarimu ilmu Zirah Naga..!? tanya Dewa Sedih.


Semua ada pada lembaran yang di berikan lelaki bercahaya padaku kek..! jawab Sein.


Owh..., nenek serba tahu mengangguk paham..

__ADS_1


Ilmu ini berasal dari kitab Legenda, Kitab Kaisar Naga yang telah hilang,.diperkirakan sejak tujuh ribu tahun yang lalu..! jelas Nenek Serba Tahu..


Atau bisa juga sebaliknya, ilmu Zirah Naga yang ada di kitab Kaisar Naga adalah ilmu yang berasal dari lembaran milik Sein itu.., timpal Dewa Sedih..


Wahhh...jika ini tersebar ke dunia persilatan, maka, lagi lagi kau akan di buru oleh banyak pendekar yang menginginkan kitab itu..! sambung Kiyai Malaka..


Ya...dan itu bisa membuat geger di seantero lima benua ini .., kata Sutan Rajo Bintang.


Betul..!! Ini harus di rahasiakan..., jika tidak, keluarga Sein akan dalam bahaya besar...! timpal Dewa Sedih..


Mendengar percakapan para tetua sepuh dengan Sein, Mentari yang sejak tadi penasaran langsung mendekat, kemudian di ikuti Yasmin juga mendekat..


Nek, bagaimana tingkat kekuatan Suami kami...?tanya Mentari, yang belum menyadari bahaya yang akan mengancam keluarga mereka jika kesakitan Sein ini tersebar..


Mm..sepertinya masih di ranah Grand Master Abadi tingkat sembilan..! jawab Nenek Serba Tahu sekedarnya..


Mendengar itu, Mentari sudah tak bertanya lagi..


Sein yang sejak tadi berbincang, tiba tiba terdiam kemudian memejamkan mata...


Menyaksikan sikap Sein, Para tetua sepuh menjadi heran...


Ada apa...? bisik Begawan Sidik Parasada menatap Kiyai Malaka.


Kiyai Malaka menggeleng, aku tidak tahu..? jawabnya..


Sein membuka matanya kemudian menarik nafas dalam ..


Seseorang menemukan Rumah Bambu Kuning...sekarang orang itu memauski Hutan Bambu, mengarah kesini..! jelas Sein


Hah, orang itu tahu keberadaan kita..?


tanya Mentari.


Semua orang nampak tegang..


Siapa gerangan orang yang datang itu..? gumam Begawan Sidik Parasada..


Aku tidak begitu yakin, tapi sepertinya aku merasakan, orang ini adalah petarung di jalur energi Qi..! jelas Dewa Sedih..


Hmm..kakek bisa mengetahui pancaran energi setiap petarung jalur energi Qi..jangan jangan, ..kakek juga petarung jalur energi Qi yang sedang menyembunyikan kekuatannya...! batin Sein.


Ayo kita kedepan kediaman ini...kita sambut tamu yang datang..! ajak Sutan Rajo Bintang...


Setelah menunggu di depan kediaman,


Tak lama berselang,..


Sutan Rajo Bintang berucap...


Hmmm..


Tapi menurutku, orang ini Bukan tidak dapat menembus hamparan lumpur hisap, justru orang ini memang hanya datang untuk memastikan sesuatu..! sekarang setelah yakin, makanya ia lantas segera berbalik pergi..! ujar Sein.


Kau benar nak, orang ini pastilah suruhan baginda sultan,


aku yakin baginda penasaran..mengapa kita tidak pernah sampai ke tempat persembunyian pada malam itu..! timpal nenek serba tahu..


Hah..!? nenek tahu kalau malam itu ayah yang sedang menunggu kita di tempat persembunyian..!? tanya Yasmin.


Mm...ya, aku sangat jelas dengan auranya.. ! jawab nenek serba tahu..


Berarti orang tadi adalah suruhan ayahanda untuk mencari kita, tapi kenapa tidak menemui kita..?tanya Yasmin lagi.


Ya...sepertinya memang orang itu suruhan ayahanda sultan.., untuk menyelidiki keberadaan kita, timpal Sein.


++


Keesokan Harinya,


Mereka berkumpul di ruang tengah kediaman dan berbincang hangat...


Eh, maaf para tetua...aku ingin meminta tolong untuk merepotkan para tetua,..! kata Sein di sela perbincangan.


Owh, katakan saja nak..., apa yang hendak kau minta pada kami..? timpal Dewa Sedih yang diangguki oleh tetua lainnya..


Aku ingin para tetua melatih peningkatan kekuatan dan pertahanan ke empat puluh pasukan biru...! jawab Sein.


Pasukan Biru..!!?? seru yang lainnya


Hehe..ini adalah pasukan alap alap yang tempo hari di latih oleh nenek...! sekarang aku menamainya dengan nama "Pasukan Biru" ..jelas Sein.


Oh..pasukan alap alap, kata nenek serba Tahu mulai paham..


Baiklah.., di mana mereka ..? tanya nenek serba tahu


Mereka berada di hutan bambu...! jawab Sein.


Baik, ayo kita merenggangkan otot otot kita yang sudah lama kaku...! kata Dewa Sedih..


Kelima tetua sepuh itu pun segera menuju hutan bambu, tinggallah Sein dan kedua istrinya serta Salwa yang masih tetap di ruangan itu..


Baiklah, sekarang aku akan menjelaskan pada kalian apa yang kalian tanyakan tadi malam..! kata Sein memulai ceritanya..


Yasmin dan Mentari mulai memasang sikap serius, mendengarkan penuturan Sein.


Sein mulai menceritakan semua yang dialaminya bersama Salman sang lelaki bercahaya, mulai saat ia bertemu dengan Salman di dalam Goa Rahasia Klan Wong dan Saat mereka berada di Dasar Lumpur Hisap Hitam..


Yasmin dan Mentari mendengarkan dengan takjub, terutama saat cerita tentang para utusan dan tugas utama yang di emban di dunia ini, juga pada saat Sein menceritakan kalau sekarang ia adalah petarung dengan jalur Energi Qi...

__ADS_1


Yasmin dan Mentari mendengarnya dengan mata berbinar...


Wahh...suamiku, sepertinya saat ini para ketua itu bukanlah tandinganmu lagi...pantas saja mereka tidak berkutik ketika berlatih menghadapimu semalam..kata Mentari dengan gembira..


Hehe...mereka semua hanya menahan diri..., kuhussnya kakek dan nenek guru, aku merasa yakin kalau mereka juga adalah petarung di jalur energi Qi...! jelas Sein.


Maksudmu kakek dan nenek selama ini menyembunyikan kekuatan mereka yang sebenarnya..?.timpal Yasmin..


Ya ...sepertinya begitu...! kata Sein lagi...


Suamiku, sekarang apa selanjutnya yang akan kita lakukan..? tanya Yasmin kemudian..


Menunggu...! jawab Sein singkat.


Kemudian ia mulai berbicara lagi,


Yasmin, aku ada berita menarik untukmu..


Kematian ibu pada waktu itu, memang benar ada kaitannya dengan Permaisuri..


Suamiku, apa kau sudah mendapatkan buktinya..? tanya Yasmin


Ya, ayahanda sultan juga mengetahui hal ini dengan jelas,..


Kematian Ibu, disebabkan oleh kerjasama busuk permaisuri dengan beberapa pendekar hitam benua parsi..


Permaisuri Atikah berniat mencabut rumput hingga akarnya ..! beber Sein dengan wajah memerah menahan marah.


Apa maksudnya suamiku? potong Mentari..


Wanita gila itu berniat membunuh ibu dan Yasmin yang saat itu masih dalam kandungan,.untung saja Ibunda Yasmin adalah seorang pendekar tangguh, juga ada seorang pengawal rahasia yang terus menjadi banyangannya..


pengawal itulah yang korban jiwa saat penyerangan, meski tidak meninggal saat penyerangan, tapi bunda Yasmin terluka dalam cukup parah, kemungkinan semangatnya untuk melahirkan bayinya yang membuatnya dapat bertahan, hingga saat ia melahirkan Yasmin barulah ia meninggal..! jelas Sein.


Mengapa ayah membiarkan wanita gila itu, ayah tidak membalaskan dendam ibu, malah mengangkatnya menjadi permaisuri..! i i sangat aneh..ayah sangat keterlaluan...!! kata Yasmin dengan amarah tertahan.


Ayahanda Sultan lebih mementinngkan Kesultanan ini dari pada balas dendam pribadi..


Saat itu, bahkan hingga saat ini, baginda Sultan lebih mementingkan stabilitas dalam kesultanan ini dari pada hal lainnya...! jelas Saein.


Mangnya ada apa dengan wanita gila itu, apa dengan menghukumnya akan menyebabkan ketidak stabilan dalam kesultanan ini..? tanya mentari.


Ya...wanita gila itu mendapat dukungan utama dari benua Parsi dan sedikit dukungan dari benua congko..


Saingan Ayahanda Sultan untuk mewarisi tahta pada saat itu adalah pangeran kelima yang di dukung oleh kekuatan militer dan beberapa menteri, dan saat itu, Wanita Gila itu sudah membantu Ayahanda Sultan untuk menyingkirkan Pangeran Kelima dan kekuatan pendukungnya, sehingga Ayahanda dapat naik tahta dengan aman..


Owh..wanita ini hebat juga...! kata Mentari..


Tentu saja wanita ini tidak bodoh..


ini hanyalah sandiwara,..


ia justru menikah dengan pangeran kelima dan memiliki anak...ia mengirim pangeran kelima dan anaknya berguru ke Kuil Api Agung di benua parsi..


Sementara itu, dalam kesultanan ini ia masih saja terus mengontrol kekuatan besar untuk menjaga keberadaanya, sambil menunggu anaknya mengambil alih tahta kesultanan ini nantinya..! tambah Sein.


Oh..pantas saja ia berniat menghilangkan penerus Sultan Malik...! timpal Mentari..


Kakak..ayo kita balas wanita gila itu,..! ajak mentari dengan hati geram..


Yasmin masih terperangah dan diam mendengar penjelasan Sein barusan...


Barulah beberapa tarikan nafas kemudian ia kembali seperti biasa..


Tenanglah, kita akan segera memulai membalasnya, sedikit demi sedikit hingga ia sesak nafas, dan jika tidak bisa bertaubat lagi, maka kita akan memusnahkannya..! kata Sein.


Ya..aku malah tertarik untuk menunggu suami dan anaknya dulu, biar sekalian kita beri pelajaran pada mereka..! kata Yasmin menimpali..


Betul, dan sambil menunggu saat itu tiba kita mempersiapkan diri dulu untuk menghadapi keguncangan besar di kesultanan ini..bahkan mungkin di benua barat ini atau bisa jadi lima benua ini akan kita buat geger..! tambah Sein berapi api..


Baiklah, untuk saat ini apa yang harus kita perbuat,..? tanya Yasmin.


Kita bersembunyi saja dulu...kita akan menyerang dari kegelapan..! jawab Sein.


Kalau begitu apa kita akan mengendalikan semuanya dari sini..?


Mm...ya, bisa dari sini..atau jika kita menemukan tempat lainnya yang bagus kita akan melakukannya sambil berpindah pindah..! jelas Sein.


Jadi, kita akan menyerang mereka dengan apa, apa kita akan menghabisi mereka satu persatu dengan cara mendatangi mereka kemudian segera menghilang dengan cepat..? tanya Mentari.


Itu juga bisa, tapi saat ini aku sedang mengarahkan kekuatan dunia persilatan pada wanita gila itu, ia saat ini sudah menjadi incaran dunia persilatan...hahaha...! jelas Sein sambil tertawa..


Suamiku, kau sungguh luar biasa,...! puji Mentari..


Hehe..itu baru permulaan, akan kubuat ia tidak bisa tidur nyenyak, ..! tambah Sein..


Suamiku, apa hal ini tidak akan membuat istana menjadi sasaran para pendekar yang ingin berurusan dengan Wanita gila itu..? tanya Yasmin.


Ya...itu memang tujuannya..agar ayahanda bisa membuat wanita gila itu dalam posisi terjepit...! jawab Sein.


Bagaimana maksudnya suamiku..? tanya Yasmin lagi.


Jika semua kekuatan dunia persilatan, bahkan tidak sedikit pejabat istana juga akan mengincar wanita gila itu, maka ayahanda sultan akan memiliki pijakan yang kuat untuk memberi hukuman pada wanita gila itu...! jelas Sein.


Sekarang kita tunggu beberapa hari ini, pasti ada kabar yang mengasyikkan dari istana...hehe ! tambah Sein sembari terkekeh.


Mm...aku mengerti...! rupanya selama ini baginda tidak menjatuhkan tangan pada permaisuri karena dukungan di belakangnya akan memperburuk stabilitas kesultanan..., tapi dengan kejadian ini dukungan permaisuri menjadi saling terkam..akhirnya baginda sultan tidak akan berpikir panjang lagi untuk memberi pelajaran pada permaisuri gila itu...! kata Mentari...


Yap...betulll...!! sekarang kalian aku tinggal dulu ya...aku akan ikut para tetua melatih pasukan biru...! kata Sein.

__ADS_1


+++


__ADS_2