
Di dalam Goa,..
Sein dan Tuan Liem berjalan menyusuri jalan yang berliku dengan bongkah bongkah batu yang menjadi pijakan dalam goa..
Tuan Liem menunjukkan jalan dengan sigap, menandakan ia sering menjelajah di tempat ini...
Tuan Liem, aku merasakan ada energi besar di depan sana...! ucap Sein dengan suara rendah.
Mm..ya..memang tidak jauh dari sini adalah pusat tempat pelatihan para tetua dan ketua Klan Wong..
Mereka terus menyusuri goa menuju pusat pelatihan,
Dengan mengedarkan kepekaan indranya, Sein merasakan tidak hanya satu sumber energi, namun ada tiga sumber energi yang cukup besar di area itu..
Hm...sepertinya tempat ini banyak mengandung pusat energi...! batin Sein..
Tuan Liem...boleh aku bertanya sesuatu..? tanya Sein.
Silahkan pangeran...!
Bagaimana Klan Wong menemukan tempat ini...!?
Owh...itu.., setelah dua abad klan wong menetap di benua ini, leluhur klan kami bertemu dengan seorang pria sepuh yang tidak tahu berasal dari benua mana, yang jelas bukan dari lima benua ini..
Pria sepuh itulah yang membawa leluhur klan kami kesini dan melatih leluhur meningkatkan kemampuan beladirinya...
Menurut catatan leluhur, yang disimpan turun temurun oleh ketua Klan, Usia leluluhur saat itu sekitar empat puluh tahun dan ia di latih di sini selama dua puluh lima tahun..
Setelah memberikan sedikit petunjuk dan teknik teknik beladirinya pada leluhur klan kami, pria sepuh itu pergi ke benua lainnya...
Walau sedikit yang bisa di pelajari oleh leluhur klan dari pria sepuh itu, tapi peningkatan ilmu kesaktian leluhur sangat luar biasa...
Saat itu leluhur langsung menjadi salah satu pendekar terkuat di dunia persilatan di lima benua ini...! jelas Wong Liem.
Owh...tapi belajar selama dua puluh lima tahun tapi hanya mendapatkan sedikit..? mengapa bisa seperti itu tuan Liem...?apa ilmu pria sepuh itu sangat sulit dipelajari..?tanya Sein penasaran..
Hm....Pangeran, menurut pria sepuh itu, di antara sekian orang yang pernah di ajari oleh pria sepuh itu, leluhur klan termasuk tiga orang yang paling berbakat..., selain ketiga orang itu semua yang pernah belajar padanya menghabiskan waktu lebih lima puluh tahun untuk tingkat pencapaian seperti leluhur saat itu..! jawab Tuan Liem bangga.
Hm...berarti ilmu pria sepuh itu benar benar sulit...! gumam Sein yang masih terdengar oleh tuan Liem.
Ya..betul pangeran..tidak sembarang orang yang bisa di latih oleh nya , hanya orang yang berjodoh saja dengan ilmunya...
Oh ya...siapa nama pria sepuh itu..!?? tanya Sein penasaran.
Leluhur pun tidak tahu nama aslinya...ia hanya memperkenalkan diri dengan nama Sang Utusan...!jawab Wong Liem.
Mendengar jawaban Wong Liem, Aein hanya mengangguk pelan...
Tak terasa mereka sudah memasuki area pelatihan....
Wah..energi disini sangat besar..! Seru Sein..
Hehe..iya..makanya para ketua dan tetua klan kami dapat meningkatkan kesaktiannya dengan menutup diri dan berlatih disini..jelas Wong Liem bangga.
Lalu, tuan Liem membawaku kesini untuk apa..?tanya Sein.
Bukannya penjawab, Wong Liem malah menunjukkan beberapa lembar catatan yerbuatbdari kulit yang baru saja di ambilnya dari balik batu sebesar kelapa di pojok ruangan itu..
Ini pangeran...! kata Wong Liem sambil menyerahkan tiga lembaran kulit.
Apa ini..!? tanya Sein sambil mengamati ketiga lembaran kulit itu...
Itu adalah catatan yang di tinggalkan Sang Utusan pada leluhur..., selama ini belum ada yanh bisa menguasai ilmu yang tertulis pada ketiga lembaran itu..
Leluhur Klan pun saat masanya itu hanya mampu menguasai sampai setengah lembaran kedua...! jelas Wong Liem panjang lebar..
Jadi..? maksud tuan Liem...?tanya Sein.
Ya..aku ingin pangeran mempelajari itu...!
Tidakah Tuan Liem akan melanggar atau berhianat pada klan wong jika seperti ini..? tanya Sein.
Ahahah....pangeran memang luar biasa, jika itu kutawarkan pada orang lain maka pastilah mereka akan segera menerima tanpa pikir.panjang...
Pangeran, tanggung jawab menjaga kedamaina dunia ini kedepannya ada di tangan pendekar berwatak baik seperti pangeran...
Sang Utusan tentu menghendaki agar apa yang di tinggalkannya menjadi berguna untuk ummat manusia.....karena itu lah aku ingin pangeran mempelajari lembaran itu untuk menjaga lima benua ini dari ancaman orang orang serakah berwatak jahat..! kata Wong Liem.
Mm...baiklah...tuan Liem simpanlah kembali lbaran ini di tempatnya...! klan tuan akan geger jika mereka mengetahui benda ini tidak ada di tempatnya..! kata Sein.
Ja..jadi..pangeran tidak ingin mempelajari..!?
tolongnglah pangeran...! klan Wong pasti akan hancur jika ilmu ini malah dikuasai oleh orang berwatak jahat...! kata Wong Liem memelas..
Bukan sperti itu tuan Liem...aku bisa mempelajari isi lembaran ini kapan saja..aku sudah menghafalnya barusan...!jadi simpanlah...! jelas Sein sambil.menyodorkan kembali lembaran itu pada Wong Liem.
A..apa..? sudah pangeran Hafal...!?.hah secepat itu..!?tanya Wong Liem terkejut.
Sen mengangguk menyakinkan...!
Ya baiklah pangeran...! anda benar...anda tidak mungkin melatih diri disini..pelatihan ilmu ini akan memakan waktu yang lama jadi pasti akan ada orang klan wong yang akan kesini dan akan menemukan anda disini ..! kata Wong Liem..
++
Di Lembah Anai,..
Aji saka, Aji Akas dan Aji Aksa duduk penuh takzim di hadapan seorang sepuh berwajah teduh..
Kalian kenapa..?
Setelah bertahun tahun pergi, baru kali ini kalian kembali, sepertinya kalian mengalami sesuatu yang berat...! kata Aji Santa pendekar darah malam..
Ampun guru...!
kami di kalahkan oleh penjahat di ibukota..! lihatlah kakiku ini sampai di bintungi oleh salah satu dari mereka guru..! jawab Aji Saka berbohong..
Kalian pikir aku tidak tahu kelakuan kalian bertiga di luar sana..?
Heheh....kalian masih punya wajah kembali menghadapku..bentak Aji Santa.
Kalian telah mempermalukan aku di dunia persilatan...!! hardik Aji Santa Kemudian.
Merasa sandiwaranya ketahuan, ketiganya cepat cepat bersujud..
Ampun guru...kami tobat...kami tidak akan mengulanginya lagi..! kata ketiganya dengan cepat..
Hm...aku tahu kalian bentrok dengan nenek serba tahu..! kalian benar benar ceroboh...!!
__ADS_1
Jika ia tidak memandang hubungan baik denganku..nyawa busuk kalian pasti sudah melayang..! hardik Aji Santa.
Hm..tapi baiklah...mengingat kalian adalah murid angkatan pertama yang berguru padaku, maka aku tidak akan menghukum kalian kali ini...tapi ingat...! jika terjadi lagi, maka jangan salahkan aku..tidak ada lagi kesempatan berikutnya buat kalian...! ucap Aji Santa tegas dan dingin.
Terimakasih guru...! timpal ketiganya dengan cepat.
Sekarang apa rencana kalian selanjutnya...? tanya Aji Santa.
Kami akan bersungguh sungguh mempelajari ajaran guru.. ilmu guru.. akan kami gunakan untuk kebaikan...! jawab Aji Saka penuh semangat...
Kalian sudah kuajari semua ilmu kesaktianku...tidak da ilmu kesaktian lagi yang dapat kuajarkan pada kalian..!
Tapi kalau kalian ingin tinggal disini untuk belajar berbuat kebaikan maka itu akan sangat bagus....! jawab aji santa sekenanya.
Guru....!! kami masih di kalahkan oleh beberapa orang...apakah guru tidak akan mengajari kami lagi ilmu simpanan guru...? kata aji saka..
Iya guru supaya kami tidak mempermalukan guru karena dikalahkan murid perguruan lain...! timpal Aji akas..
Heheheh....kalau kalian berbuat kebaikan itu sudah cukup untuk tidak mempermalukan aku...!
Sudahlah..ku ulangi sekali lagi, tidak ada ilmu kesakitan lain lagi yang bisa kuajarkan pada kalian...! ucap Aji Santa.
Ketiga murid aji santa ini pun tertunduk lesu...!
Aku tidak akan memaksa kalian untuk tetap disini..kalian bebas...mau tinggal silahkan..mau pergi juga silahkan...! kata Aji Santa tak perduli..
Ka..kami akan tinggal guru...!! jawab Aji Aksa.
Baiklah...! sekarang kalian boleh ke gubuk kalian yang dulu...tinggalah disana..Belajarlah menjadi orang baik..!! tegas Aji Santa.
I..i..iya...guru...! kata Aji Aksa lagi..
Mereka pun bergegas ke gubuk yang sudah mereka tinggalkan bertahun tahun...
Setelah membersihkan gubuk, mereka beristirahat dan bercengkrama..
Hmh...guru sudah tidak mau mengajari kita lagi..untuk apa kita tinggal..? kata Aji Saka..
Sudahlah...guru sedang kecewa pada kita...! kita bersabar saja..siapa tahu guru nanti berubah pikiran setelah melihat kesungguhan kita..! jelas Aji Aksa menenangkan.
Yahh...kita lihat saja nanti bagaimana..! sambung Aji akas menghela nafas..
Beberapa hari berselang,
mereka bertiga terus saja berada di padepokan lembah anai..
Kakak pertama,
apa yang harus kita lakukan, apakah kita hanya akan berdiam diri begini saja...? terus terang akub sangat bosan..! gerutu Aji Saka..
Sudahlah,.kau tenang saja...
saat ini kita hanya bisa menunggu sampai guru berubah pikiran dan mau kembali mengajari kita ilmu kesakitan lain yang guru belum ajarkan ke kita..! timpal Aji Aksa..
Saat itu di kejuahan berjalan seorang pemuda berumur belasan tahun...
Eh, apakah itu murid padepokan ini juga...?tanya Aji akas..
Mmm..iya..sepertinya ia akan ke tempat arena pelatihan...! timpal Aji Saka..
Kau betul adik..!! ayo..! timpal Ajo Aksa..
Mereka bertiga segera menyusul pemuda belasan tahun itu ke area pelatihan...
Pemuda yang mereka susul saat ini sedang melakukan beberapa persiapan untuk memulai latihannya..
Beberapa saat kemudian pemuda itu sudah mulai berlatih dengan serius...
Ketiga murid senior memperhatikan dari jarak yang tidak begitu jauh..
pemuda itu terlihat sangat tangkas, memainkan jurus tapak yang sangat kuat...
Kakak...anak ini sudah menguasai jurus tapak Darah...! seru aji Saka..
Ya..walaupun masih tahap awal, tapi ia menainkannya tanpa celah...! tambah Aji Aksa...
Ah tidak tidak..!
Hei..lihat...!
rupanya anak ini sudah mebguasainya sampai tahap akhir...!! Seru Aji Aksa takjub...
Sementara itu, pemuda yang berlatih kini berganti memainkan jurus lainnya...
Taka Tangannya yang merah menjadi sangat banyak memenuhi sekitar tempat itu dan laksana hujan menyiram tempat itu...
Dar !!dar..!!dar...!!
berkali kali ledakan terdengar saat hujan tapak itu melanda bumi disekitarnya..
Eh itu sangat luar biasa...jurus itu tidak pernah ku lihat sebelumnya...! gumam Aji aksa..
Iya betul...! kami juga baru melihat itu...!!
Wah...jurus yang sangat hebat...! ayo kita kesana..
Mereka bergerak mendekati pemuda itu..
Adik...kau sungguh hebat...kata Aji saka pada pemuda itu yang saat ini sedang menutup gerakan jurusnya, mengakhiri latihan singkatnya hari ini...
Mendengar ada yang berbicara padanya
Pemuda itu menoleh...
Eh..kakak.senior.., apa kabar..!?
Eh..kami baik baik saja..!
tadi itu kau sangat hebat...! puji Aji Aksa.
Ah..itu baru permukaan senior, guru baru mengajariku Hujan Tapak Darah tingkat dasar...! jawab pemuda itu...
Hah..? tingkat dasar..?sudah demikian hebat...!
Kata Aji Akas takjub...
Ini ilmu baru yang guru ciptakan...
__ADS_1
saat ini Guru baru saja menyelesaikan menulis semua ilmu ciptaanya di kitab Santa Lima..
Kitab Santa Lima..?
Ya kak..Kitab itu baru saja selesai,..kata guru kitab itu akan diturunkan pada ketua Lebah Anai selanjutnya..! beber pemuda itu..
Eh..maaf kak senior..perkenalkan namaku Aji Aska..
Wah..nama nama kita berempat hampir sama, Saka, Akas, Aksa..dan kau Aska...hahaha...!!!
kata Aji Aksa gembira pada pulemuda itu..
Sementara Aska hanya tersenyum kikuk..
Adik..! apa kau pernah melihat guru membaca buku yang sudah di tulisnya itu..? tanya Aja Saka.
Guru selalu membaca kitab itu di dalam ruang pribadi nya..jelas Aji Aska..
Mendengar itu ketiga seniornya saling tatap dan mengangguk..tanda mereka,sedang merencanakan sesuatu..
Tapi gelagat ini tidak disadari oleh Aji Aska.
Adik..maag sudah mengganggu latihannya..kami pamit dulu...! kata Aji Saka...
Ayo..kita kembali ke pondok..! ajakjya kemudian..
Ada apa...!?
biasanya kalau sikap kamunseperti ini, ada rencana buruk lagi yang kau pikirkan..!heheh...kata Aji Aska.
Kakak..! diamlah dulu..setelah tiba di pondok aku akan ceritakan pada kalian...! kata Aji saka.
++
Di Pegunungan Seribu,
Di tepi kawah gunung berapi...
Nenek Kumba yang berhasil melarikan diri pada pertempuran sebelumnya, sudah kembali ke padepokan gurunya..
Nenek Kumba dan Eyang Pikulun...
saling bercengkrama...
Sesekali kawah gunung menyemburkan asap hitam dan lahar panas...namun itu tidak mempengaruhi keduanya...
Kumba...! jadi kau benar benar kalah oleh seorang pendekar golongan putih...?tanya Eyang Pikulun
Betul eyang...! jawab nenek Kumba
Mm...sepertinya kemampuan para pendekar dunia persilatan semakin meningkat pesat..
Rupanya aku harus meningkatkan kesaktianmu berkali kali lipat agar bisa bersaing dengan para golongan putih itu...
Siapa yang paling sakti menurutmu pada pertempuran saat itu...? seru Eyang Pikulun kemudian bertanya.
Menurutku yang masuk hitungan adalah, Dewa Sedih dan istrinya..kemudian seorang yang disebut Raja Kumbang Api murid resi naga anantasesa..! jelas Nenek Kumba.
Kemudian ada beberapa lagi yang aku tidak tahu namanya, kesaktian mereka justru jauh di atas orang yang mengalahkanku eyang...! tambah nenek Kumba..
Hmm...begitu rupanya...! kata Eyang pikulun manggut manggut.
Tadi kau mengatakan ada murid resi naga anantasesa..! tanya Eyang pikulun lanjut bertanya.
Betul eyang...! orang itu sangat sakti...
ia mengalahkan Guru Agung Kripadarma...! jawab Nenek Kumba.
Hah...!? Kripadarma dan Resi Anantasesa berada di tingkat yang sama, bagaimana mungkin ia dikalahkan oleh seorang murid resi itu...! balik bertanya dengan heran.
Entahlah guru, tapi aku melihatnya seperti itu...! jawab Nenek Kimba bingung..
Resi Naga Anantasesa adalah murid langsung Sang Utusan ..! kata Eyang pikulun.
Sang Utusan..? siapa orang itu eyang...!? tanya nenek Kumba.
Ia adalah manusia suci dengan ilmu kesakitan tanpa batas..!
Hah..? apakah berarti yang terhebat di dunia ini adalah Sang Utusan itu eyang..?
Emmm...sang utusan tidak satu orang...!
dari zaman ke zaman selalu ada utusan yang akan bertugas membimbing ummat manusia agar tidak salah jalan...
Tapi ingat...ini adalah kata orang orang golongan putih...!
Sedangkan bagi kita, siapapun dan berapapun urusan yang datang, maka itu adalah lawan kita...!! jelas Eyang Pikulun.
Tapi eyang, bagaimana kita melawan utusan itu..? kesaktian muridnya saja orang sakti seperti resi naga anantasesa..! kata Nenek Kumba.
Hahaha....kau meremehkanku kumba...!! resi naga anantasesa itu tidak ada apa apanya bagiku...!
Aku hanya bisa dikalahkan Kecuali sang utusan sendiri yang bertarung denganku...itu pun tidak mudah..! hahaha...
Begini saja...aku akan meningkatkan kesaktianmu sampai kau bisa melebihi resi naga anantasesa..
Setelah itu, kau pergi menemui guruku, Eyang Kubur..biarkan guruku yang membimbingmu selanjutnya agar kau bisa mengalahkan lawan lawan kita termasuk Sang Utusan...! Kata Eyang Pikulun..
Mengapa bukan eyang saja yang berlatih lagi, biar eyang bisa mengalahkan utusan itu...!?? protes nenek Kumba.
Pok...! eyang pikulun menggetok kepala nenek kimba.
Aduh..sakit eyang...!! ringis nenek kimba..
Aku bukannya tidak mau, tapi kata guruku kemampuanku sudah maksimal..susah tidak bisa ditingkatkan lagi..! makanya aku menyuruhmu supaya tahu kemampuanmu nanti masih bisa ditingkatkan lagi atau tidak..! jelas Eyang pikulun.
Baiklah eyang..aku akan menuruti kata katamu...! kata Nenek Kumba cepat.
Nah itu lebih baik...!
Sekarang juga kau masuklah ke kawah magma....!
Baik eyang..!!
Nenek kimba segera berjalan dan masuk ke kawah..
+++
__ADS_1