
Di tempat lain...
Aula pertemuan istana Kesultanan Datuk Delapan..
Baginda Sultan memulai pembicaraan..
Para penasehat, para Mentri dan bangsawan istana..aku sudah mengirim surat pada beberapa kerajaan dan pendekar di lima benua terkait aliansi yang akan kita bentuk..semoga saja mereka mendukung..
Paman Menteri pertahanan.., apa ada perkembangan dari kelompok golongan hitam itu..!!? tanya Sultan.
Lapor baginda..beberapa hari terakhir tidak ada pergerakan dari kelompok itu...jawab Menteri Pertahanan..
Betul, sejak salah satu raja racun di tumpas oleh pangeran Sein..gerakan mereka semakin hati hati...tambah Perdana Menteri.
Baginda..menurut laporan mata mata kita, markas mereka sangat sulit untuk didekati...namun ada banyak pendekar yang masuk ke markas gerombolan itu akhir akhir ini..kata Memberi pertahanan.
Aku juga sudah kesana, memang banyak pendekar golongan hitam berkumpul di tempat itu..sepertinya mereka memang menyusun kekuatan untuk sesuatu yang sangat besar...tambah Datuk Garang.
Datuk Garang adalah datuk yang bertugas sebagai penasehat bidang stabilitas pertahanan dan keamanan kesultanan..karena itu situasi ini merupakan twnggungjawabnya..
Owh..Datuk Garang sudah kesana..berarti sudah dipastikan siapa saja yang telah bergabung dengan gerombolan ini..kata Sultan Malik..
Betul baginda..aku melihat tokoh tokoh sakti dunia persilatan di lima benua sudah ada di sana...
namun ada juga beberapa orang yang aku tidak tahu, tapi dari penampilannya mungkin mereka berasal dari luar lima benua ini..
Apa..!!? bahkan orang benua jauh juga sudah ikut campur..!!?tanya Baginda Sultan.
Ya tuanku..situasi ini memang sangat berbahaya...kata Datuk Rajo...
Kami berdelapan akan segera meningkatkan kemampuan murid murid pilihan yang jenius dan berbakat untuk menjadi tambahan tenaga jika suatu saat kesultanan ini membutuhkan...
Selain itu, kita juga perlu menunjuk seorang ahli strategi dalam penyusupan untuk memporak porandakan mereka dari dalam..tambah datuk Ago selaku penasehat utama...
Hm...apa sebaiknya Datuk Batuah saja yang mengatur penyusupan..? tanya Baginda Sultan.
Datuk Batuah bisa saja mengurus itu..tapi ia butuh seorang yang membantunya karena Datuk Batuah juga harus mengatur peningkatan keualitas para cendekiawan muda kita...keberadaan para cendekiawan ini kedepannya sangat berguna bagi kesultanan ini...jelas Datuk Ago.
Anak Perdana Menteri sepertinya bisa membantu Datuk Batuah..usul Menteri Acara...
Tuan muda Gumara, dari keluarga Datuk Malingka Alam juga bisa..usul Menteri Keuangan..
Ya..paman kerajaan juga bisa membantu Datuk Batuah dalam masalah seperti ini...Usul Ince Zulfa yang kini menjabat sebagai sekretaris kesultanan.
Baginda, usul sekertaris kerajaan juga sangat bagus...kata Datuk Ago...
Baik...!! Aku putuskan Paman Kerajaan dan Gumara membantu Datuk Batuah...putus Baginda Sultan.
Paman Kerajaan, Gumara ...silahkan bahas segala sesuatunya bersama dengan Datuk Batuah..perintah Baginda Sultan..
Baik..baginda..!! jawab mereka berdua.
Oh ya..mengapa aku tidak melihat pangeran Sein..? tanya Baginda pada hadirin..
Menjawab Baginda....Pangeran sedang melakukan pelatihan tertutup..jawab Ince Zulfa..
Owh...begitu rupanya...!! jawab baginda..
mmm...baiklah jika pangeran sudah selesai beritahu dia agar segera menghadap padaku..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya..
Baik Baginda...!! jawab Ince Zulfa.
++
Di kediaman Sein..
Aku sudah bisa mengeluarkan Aji Serit Sayuta yang lebih ganas dari sebelumnya..teriak Laila girang dengan nafas tersengal...
Ya..bagus Laila...kau sudah menguasai inti ilmu ini...tinggal pengerahan tenaga dalammu yang perlu ditingkatkan lagi...ucap Mentari.
Ibu guru...ilmu ini butuh tenaga dalam yang besar...aku selalu saja lemas setelah mengerahkan ajian ini dengan kekuatan besar...hupfff....kata Laila menghela nafas...
Memang seperti itulah ilmu ini...
Oh ya ibu guru..bukannya guru akan melatihku meningkatkan tenaga dalam..!?tanya Laila tidak sabaran.
Iya..mungkin besok...atau mungkin sore hari ini...kamu tunggu saja..gurumu saat ini sedang ada urusan penting...
Baiklah ibu guru..Laila pulang dulu...sore nanti Laila akan datang lagi untuk berlatih...kata Laila.
Mm...gumam Mentari menjawab laila sambil mengangguk...
++
Diperjalanan...
Laila tidak langsung pulang ke kediaman Jendral Kasogi...
Ia berjalan menuju sebuah kedai kecil di timur ibu kota...
Nona..silahkan masuk...silahkan duduk..mau pesan apa...? sapa seorang pelayan...
Aku Pesan SATU PORSI NASI BAWAL KUNING...
Maaf nona..itu tidak ada...
AKU MEMBAWA KOIN EMAS SATU SELENDANG PENUH DAN SATU LEMBAR UANG KERTAS...kata Laila membujuk.
Ah..nona tunggu sebentar...kata sang pelayan kemudian pergi meninggalkan Laila..
Tak lama datanglah seorang wanita berumur tiga puluhan berambut perak , Nona..NASI BAWAL KUNING masih BELUM MATANG...
Baik...!! ini uangnya..nasinya tolong kamu ANTAR SETELAH MATANG..timpal Laila sambil menyerahkan selembar uang kertas...
Wanita berambut perak dengan cepat mengambil uang kertas itu dan memasukkanya di saku lengan pakaian nya...
Baik nona..!!
Laila pun segera berjalan pulang ke kediaman Jendral Kasogi...
Setelah laila pergi, wanita berambut perak mengeluarkan lembaran uang yang di berikan oleh Laila sebelumnya, kemudian mengamati sejenak dan tersenyum lalu menyimpan kembali lembaran uang itu....
Diperjalanan pulang Laila berpapasan dengan Sein yang sedang malih rupa...jadi ia tidak mengenali Sein..
Dari mana bocah ini...!? batin Sein...
ah dasar anak gadis senangnya berkeliling..berbelanja...humh...batin Sein lagi sambil terus berlalu..
__ADS_1
Sein baru saja mengintai pangeran Jin dan pengawalnya...
Dari hasil pengintaiannya Sein mengetahui dengan pasti kalau Kasim Hae, pengawal pangeran Jin adalah seorang pendekar sakti dari benua congko dengan niat tersembunyi...
Beberapa saat tadi Sein sempat menyaksikan dari jauh lelaki sepuh itu menanyakan sesuatu pada beberapa pendekar yang di jumpainya di jalan..
Sambil berjalan pulang Sein terus berpikir...
hmmm..jangan jangan..Kasim Hae ini musuh kakek Guru sewaktu di benua cingko..? batin Sein..
Sesampainya di rumah,
Sein kembali malih rupa sepeti wajah awalnya ia di benua barat kemudian memanggil Yasmin dan Mentari...
Ketika keduanya duduk di hadapnnya..
dengan wajah serius Sein berkata,
Aku dapat masalah...!
Tadi aku membantu seorang wanita, aku mengantarnya pulang kerumahnya..tak disangka neneknya yang sudah sangat sepuh sedang sekarat dan memintaku menjaga cucunya..ia baru bisa mati dengan tenang kalau ia sudah menemukan orang yang akan bertanggung jawab menjaga cucunya....
Aku terpaksa menyetujuinya karena ia sangat berharap di ujung hidupnya ada yang bersedia meneruskan melindungi cucunya...jelas sein dengan serius...
Di mana gadis itu sekarang..tanya kedua istrinya spontan...
Hei...tidak bisakah kalian menunjukkan sedikit empati saja pada penderitaan orang...!? protes Sein...
Ih kakak..lelaki ini malah memarahi kita gara gara gadis itu...rutuk Mentari...
Yasmin menatap tajam kearah Sein...
Suamiku..dimana gadis itu...!!?tanya Yasmin tegas...
Eh..anu..aku menyuruhnya menunggu di rumanya..
jika kalian setuju maka aku akan membawanya kemari...jawab Sein.
Enak saja...huu...maunya....jawab Mentari..
Eh..Apakah dia cantik..!!?tanya Mentari lagi..
Emm...ya..dia sangat cantik...jawab Sein jujur...
Apa...!!? apa lebih cantik dari kami..!!?potong kedua istrinya dengan cepat....
Em..masalah itu..dia memiliki kecantikan tersendiri..eh...sulit dibandingkan..jawab Sein..santai...
Hmmmhhh....Mentari mendemgus marah..
Hei...tunjukkanlah bahwa kalian punya sedikit belas kasihan..! pinta Sein.
Tentu saja kami sangat berbelas kasihan,...tapi tidak untuk sesuatu yang akan menjadi masalah di keluarga ini...tukas Mentari.
Aku akan repot kalau harus bolak balik kerumah nya menjaganya...lebih baik disini bisa dibantu oleh kalian...ujar Sein beralasan..
Huh..siapa yang akan memgawasimu jika kau bolak balik ke sana...
Baiklah...kau boleh membawanya kemari...aku ingin lihat secantik apa gadis itu..kata Yasmin tegas..
biarkan saja adik...tukas Yasmin meyakinkan.
Suamiku...bawalah gadis itu..tapi ingat...kau tidak boleh suka padanya apalagi menikahinya...putus Yasmin...
Bagaimana mungkin aku membawanya kalau aku tidak menyukainya..protes Sein berterus terang...
Ok..ok...baiklah..kau boleh membawanya tapi kau tidak boleh menikahinya...timpal Yasmin.
Hm..suamiku...kami akan membuatmu tersiksa dengan perasaan sukamu padanya..hehehe..suka tapi tidak bisa menikahinya...hihi...batin Mentari...
Kalau begitu tunggulah, aku akan menjemput si cantik itu...hahahaha...kata Sein sambil berkelebat pergi...
Kedua istrinya terpaku dan saling menatap...
Kakak..tidakkah kau lihat lelaki itu sangat bahagia...!!? tanya Mentari.
Iya..sepertinya ia senang sekali...timpal Yasmin...
Apa yang akan kukatakan pada ayah dan ibu..gumam Mentari bingung..
Iya..aku juga tidak tahu akan berkata apa pada ayahanda sultan jika ia mengetahui masalah ini...kata Yasmin yang juga bingung.
Sein sempat mampir ke toko pakaian dan membelikan beberapa pakaian untuk Salwa..karena,Sein sangat royal memberi tip untuk para pelayan toko, merekapun bersedia membantu memandikan Salwa kemudian memakaikan pakaian yang di beli Sein..
Di kediaman Sein..
Mentari dan Yasmin masih saja tenggelam dalam pikiran masing masing ketika Sein kembali dengan membawa seorang anak berusia enam tahun beserta sebuah bungkusan pakaian baru...
Hei...apa yang kalian lakukan.!!?
tanya Sein...
Kedua istrinya tersadar...
Eh..ini..siapa..?
Ini gadis yang aku ceritakan tadi...heheh..jawab Sein terkekeh .
Kedua istri nya saling pandang...kemudian tertawa terbahak bahak...
Hahahahahaha......suamiku...kau benar benar mengerjai kami....hahahaha....
Hei hei...apa kalian sudah tidak waras....!!?kalian menakuti anak ini....teriak Sein.
Kedua wanita itu segera berhenti tertawa kemudian menghampiri gadis kecil itu...
Dasar Kak Sein..lagi lagi dia mengerjai kita...awasss yaa...!! rutuk Mentari dalam hati...
Haii....waaaahhh...kamu cantik sekali...siapa nama kamu...!?tanya Yasmin sambil mencubit lembut pipi anak kecil itu..
Namaku Salwa bibi...jawab anak kecil itu membungkuk hormat...
Oh...kamu pintar sekali...sapa Mentari membelai rambut Salwa...
Diperlakkukan seperti itu, Salwa hanya tersenyum...
Salwa memang adalah seorang anak yang cantik...layaknya seorang anak bangsawan..
__ADS_1
tadi saat Sein hendak pulang ia melihat Salwa diseret oleh seorang pria tua..
Rupanya pria tua itu adalah pedagang manusia..ia berencana menjual Salwa ke rumah hiburan...
Pria tua itu menangkap salwa saat Salwa datang kepadanya meminta pekerjaan untuk membiayai neneknya..
Melihat Salwa diseret seperti itu, Sein lantas menolongnya dan mengantarnya pulang..dan kemudian karena janjinya pada nenek Salwa maka Sein membawa Salwa ke kediamannya..
Ayo sini sama bibi...ajak Yasmin sambil menggendoong Salwa dan membawanya ke taman kecil di belakang kediaman...Sein dan mentari mengikuti dari belakang.
Mereka berempat kemudian bercanda dan menemani Salwa bermain...Salwa terlihat sangat bahagia..
Ditengah keasyikan mereka bermain dengan Salwa,..
Kalian katakan padaku, kapan kalian akan menyampaikan pada Paman Kerajaan terkait masalah Karaeng Gantarang...!
Oh ia aku baru teringat masalah ini..jawab keduanya....
Em..apa sebaiknya kita menemui tuan putri agung dulu..?tanya Mentari.
Ya..kau betul adik...sebaiknya kita bertemu dulu dengan nyonya tua keluarga Datuk Perpatih..!! timpal Yasmin.
Kalau begitu, kita akan menemui nyonya tua setelah pertandingan Laila...putus Sein...
Emh ..Salwa sini...! panggil Sein mengalihkan pembicaraan.
Iya paman..Salwa sambil beringsut ke pangkuan Sein...
Salwa senang tinggal disini..? tanya Sein.
Iya Salwa senang..jawab Salwa polos..
Paman..Salwa dari dulu tidak punya ayah...bolehkah Salwa memanggil Ayah pada paman..?tanya Salwa polos...
Oh tentu..bisa sayang...sekalian panggil juga kami ibu...jawab Yasmin...
Mm..baiklah....ayah...ibu...ibu...sapa Salwa
Haha...kamu bingung ya sayang...panggil saja aku ibu Yasmin dan ini ibu Mentari.. kata Yasmin memeluk Salwa..
Mulai sekarang..kami adalah ayah dan ibumu....mengerti..!? kata Yasmin...
Mengerti ibu yasmin...!!jawab Salwa menggemaskan.
Anak pintar..sini sama ibu Mentari..kata Mentari lalu menggendong Salwa....
Mereka berempat bercengkrama sampai tiba waktu makan siang..kemudian kedua nyonya Sein membawa Salwa tidur Siang...
Tok tok tok...Guru...!!Laila yang sudah tiba mengetuk pintu dan berteriak memanggil Sein..
Masuklah...!! teriak Sein dari dalam...
Laila pun masuk...
Guru...!! apa sore ini kita akan latihan tenaga dalam...!!? tanya Laila penuh harap...
Mm...jawab sein mengangguk...
Horee....Laila bertepuk tangan gembira....
Sudah jangan berisik...anakku sedang tidur...!!ayo...kebelakang..segera latihan..kata Sein sambil beranjak kebelakang rumah...
Laila yang tidak mengerti maksud kata kata sein hanya bisa bengong kemudian mengikuti Sein kebelakang..
Sekarang pasang posisi duduk bersila...!!latihan tenaga dalam akan kita mulai...
Laila pun mengikuti arahan Sein..
Setelah beberapa saat mengikuti petunjuk, Sein pun membiarkan Laila melakukannya sendiri...
Laila terus berkonsentrasi mempraktekkan yang diajarkan Sein...sesaat ia merasa tubuhnya berat..lama kelamaan semakin normal dan selanjutnya terasa ringan...
Teknik yang diajarkan Sein adalah teknik pemurnian tenaga dalam...
Orang dengan tingkat tenaga dalam tertentu tenaga dalamnya akan menjadi lebih tinggi jika dimurnikan dengan teknik ini...
Melihat kesungguhan Laila berlatih, Sein merasa sangat senang...
Bocah ini benar benar bertekad kuat...
Hmm...jika ia berhasil dua atau tiga hari lagi ia akan mencapai grand master langit awal...batin Sein.
++
Setelah tiga hari...
Sesuatu terasa mendesak pada ubun ubun Laila...
arrrggh.....tubuh Laila bergetar.
keringat membasahi wajah dan seluruh tubuhnya...
Arrgghhhh...Dhussss..!!asap hitam tipis keluar dari ubun ubun Laila...
Ahhh.....!! Laila membuka mata...
Guru....!! apa aku sudah meningkat..!!? tanya Laila.
Ya...kau sudah grand master langit awal...jawab Sein.
Aayiikkkk....Laila berjingkrak senang...
Baiklah...sekarang istirahatlah dulu..besok kita akan melakukan penyesuaian dengan tingkatan tenaga dalam barumu ini...kata Sein...
Baik guru..Laila permisi pulang dulu...Kata laila.
Tunggu...!! Sein melemparkan dua helai daun rumput dingin...
Setelah sampai ke rumahmu, makan daun itu..kemudian tidurlah...perintah Sein.
Terima kasih guru...!
Laila tidak banya bertanya ia segera berbalik pulang..
Sein memandang punggung Laila yang menghilang di balik dinding dengan senyum bangga...
+++
__ADS_1