
Di arena...
Pertandingan ini dimenangkan tuan Sein...tepuk tangan hadirin begemuruh menyambut kemenangan Sein...
Wahh pangeran lampeapi sangat beruntung..dapat menikahi wanita sangat cantik sekaligus dua...hahaha...beberapa orang terdengar meneruakkan godaan pada Sein.
Sein kembali berjalan menuju tempat duduknya ketika tiba tiba seorang tua berjubah kuning seperti seorang biksu melayang turun dari ketinggian dan menapakkan kakinya di arena.
Tunggu anak muda...!!.aku menantangmu...!!
serunya dengan suara berat.
Emm..??
apa lagi ini...?
Baginda..!! aku sudah menang..mengapa ada lagi yang seperti ini...? protes Sein.
Baginda Sultan juga tidak Senang dengan kehadiran orang tua itu...wajah baginda muram....
Menyadari ketidak senangan Sultan, orang tua itu berkata,
Baginda aku menantang anak muda yang mengalahkan muridku...!!
Muridmu..!?Siapa..?tanya baginda...
Angku Prajasati...ia adalah muridku...selain berguru pada Delapan Datuk ia juga berguru padaku...! Seru orang tua berpakaian biksu itu...
Baiklah, . tapi ini sudah tidak ada kaitannya lagi dengan perjodohan..semuanya sudah dimenangkan oleh Pangeran Lampeapi..
Baiklah..! tidak apa apa...! jawab orang tua berpakaian biksu itu hendak segera menyerang Sein...
Tunggu...! kau boleh duduk dulu di sana...! Seru wasit...
Anak ini harus menyelesaikan proses di arena ini...beber Wasit.
Orang tua berpakaian biksu itu segera menuju tempat duduk yang ditunjukkan wasit dengan wajah murung.
Tuan Sein..!!.anda sudah memenangkan pertandingan ini tidak perlu menghadapinya lagi...bisik wasit.
Ah tidak apa apa paman..! jawab Sein juga berisik.
Tapi dia itu sangat licik dan sakti...kau harus hati hati...bisik wasit lagi kemudian ke tengah arena...
iya..Terimakasih paman...jawab Sein.
Wasit segera membuat pengumuman.
Pangeran Sein dari Lampeapi memenangkan pertandingan...!!
Pangeran Sein mendapatkan restu dari baginda untuk menikahi kedua gadis....!! tambah Wasit.
Semua bertepuk tangan..kecuali beberapa orang dan dari keluarga Angku Sati..
Orang tua berpakaian biksu itu berteriak lagi...
apa sudah bisa di mulai...??
Wasit menoleh dan berkata, tunggu lah...!!
Seorang pengawal raja datang ke arena membawa dua buah gulungan...memberikannya pada Sein...
Pangeran Sein terimalah....!!
ini restu baginda untuk anda...
Sein berlutut dan menerima kedua gulungan itu..
Terimakasih Baginda...!! Seru Sein lantang.
Menyaksikan ini, air mata Yasmin tak terasa menetes bahagia....
Mentari pun demikian...sangat senang, ingin rasanya ia belari ke Yasmin dan memeluknya tapi ia berusaha menahan diri...
Wasit pertandingan segera meninggalkan arena dan berkata..
tugasku sudah selesai..silahkan jika ingin bertarung....
Orang orang masih bertahan ingin melihat pertarungan selanjutnya yang pasti tak kalah menarik menurut mereka....
Bagi kalangan istana Kesultanan Datuk Delapan orang tua ini sudah tak asing lagi...
Dulunya ia adalah salah satu dari Datuk Penasehat Kerajaan...namun karena sifatnya yang buruk maka para datuk sepakat untuk mengeluarkannya dari delapan datuk penasehat...
Hei...para Datuk...apa kalian tidak bisa mengatasi pemuda ini..? ejek orang tua berbaju biksu.
Pemuda ini sudah mempermalukan kalian...apa kalian masih layak mengajari seorang murid..!!? ejek orang tua berpakaian biksu itu lagi.
Hahha...Pandeka Langik...! kau pun tak pantas lagi menjadi guru...tadi kau bilang kalau Prajasati adalah juga murid mu...berarti kau juga sudah tak layak...hahahah....balas Datuk Rangkayo.
Kau...Rangkayo...!! kau ingin menantangku..!!?
Hahaha...tidak..tidak...aku tidak tertarik...!!
silahkan kau coba kelayakanmu....lawanlah pangeran dari Lampeapi itu...hahahaha....ejek Datuk Rangkayo lagi....
Huh...dasar penakut...!!
Hei...anak muda..apa kau sudah siap...!!?
tanya Pandeka Langik...
Sein tanpa kata Sejak tadi sudah mempersiapkan diri...ia menyadari kalau Pandeka Langik lebih hebat dari Datuk Tan Gadang...
Semua orang benua barat tahu kalau Pandeka Langik yang dulunya adalah salah satu dari delapan datuk adalah yang kedua paling sakti dari mereka...
Dulunya bergelar Datuk Langik...
namun setelah tidak lagi menjadi bagian dari delapan datuk, orang orang memanggilnya Pandeka Langik...
Setelah hampir seratus tahun berpisah dengan delapan datuk..kesaktiannya kian meningkat pesat..kalau dulu ia berada di grand master semesta tingkat lima di bawah datuk Ago yang berada di tingkat enam..maka kini ia sudah berada di tingkat sembilan..sama seperti Datuk Ago...
Aku akan memusnahkan beladiri mu anak muda....!! hardik Pandeka Langik.
Sein hanya senyum santai...
Pandeka Langik segera mengerahkan ajian batara Karang tingkat tujuh...
Batara Karang...!! teriak Pendeka Langik.
Sein yang dari tadi santai segera berpindah dengan cepat dengan ilmu Langkah Cahaya, ia berpindah ke pohon di luar arena mengambil sesuatu yang tidak dilihat oleh penonton..kemudian kembali lagi ketempat semula dengan sangat cepat..dan dengan senyum simpul ia melemparkan sebuah benda seperti bola ke Pandeka Langik..
Pandeka Langik yang masih berkonsentrasi hendak mengerahkan aji Batara Karang kaget karena sebuah benda rapuh menerpa tubuhnya dan segerombolan semut rang rang beseliweran di sekujur dadanya...
Ah..apa.ini...sial...!!! gerutu Pandeka Langik.
Rupanya yang dilemparkan Sein adalah sarang semut rang rang..
Padeka Langik Sibuk mengibas ngibas semut di tubuhnya, tiba tiba Sein sudah berada di belakangnya menotoknya dengan pengerahan tenaga dalam tinggi....
__ADS_1
Anak Kurang ajar...awas kau....!! umpatnya.
Seketika Pandeka Langik..jatuh terduduk...namun masih sibuk menggaruk..dan mengibas semut yang mengerubuti tubuhnya...
Aaaahhh...semut semut sialan...!!ia terus mengumpat.
Sein dan para hadirin menertawakan keadaan Pandeka Langik...
Hahahahah....gemuruh tawa menggema di sekitar arena.
Hanya keluarga Angku Sati yang tidak ikut tertawa..mereka heran bercampur frustasi...
sosok andalan mereka dikalahkan begitu saja.
Namun Pandeka Langik bukanlah pendekar kemarin sore...ia dapat segera melepaskan diri dari totokan Sein..kemudian berkelebat pergi sambil mengomel...anak muda kelak kita akan berjumpa lagi...
Anak ini sungguh mengerikan..hahaha..kata Datuk Ago sambil menghentikan tawanya.
Baru kali ini aku melihat seorang menggunakan ilmu Batara Karang dipecundangi seperti ini...tambahnya.
Anak ini benar benar jenius..!! puji Datuk Rajo...
ia paham betul kalau ilmu Batara Karang memerlukan konsentrasi yang tinggi..
karena itu ia berusaha membuyarkan konsentrasi Pandeka Langik..hahaha.
Tadi ia Menggunakan ilmu Dewa Sedih...!seru Datuk Ago.
Oh iya betull...!! sudah dua kali...
Pilar cahaya hijau dan langkah cahaya...!! Seru Datuk Rajo.
Mm...anak ini memiliki ilmu dari dedengkot golongan putih maupun hitam...siapa sebenarnya dia...?!batin Datuk Ago.
Baginda Sultan yang dari tadi menyimak pembicaraan para datuk, menjadi makin bangga akan memiliki menantu seperti Sein.
Dengarkan Semua...!!Sultan Malik berseru.
Aku akan melangsungkan pernikahan putriku bersama Mentari dengan Pangeran Sein tiga hari lagi...
Saat ini pangeran Sein sudah dianggap menantu kerajaan....!! tambah Baginda sultan.
Para hadirin bertepuk tangan dengan riuh....
Para petinggi kerajaan, para jedral..dan keluarga bangsawan segera menyalami san memberi selamat kepada Sein...
Namun keluarga Angku sati tidak demikian..mereka memendam dendam mendalam meninggalkan akademi..
Huh..dasar...!! pemuda dari benua selatan itu merusak rencana kita...gerutu Angku Rajasati.
Tapi memang dia sangatlah sakti ayah...!! timpal Barasati.
Kasihan adikmu...kehilangan beladirinya...
Aku akan giat berlatih ayah..aku akan mengalahkannya suatu saat nanti..tekad Barasati...
Yah..kau berlatihlah dengan giat pada para datuk dan Pandeka Langik...hibur Angku Rajasati walau ia tak yakin berapa lama pun anaknya berlatih, tentu untuk mengalahkan Sein sangatlah sulit.
Setelah Sein memenangkan pertandingan,...
Dua hari ini tidak ada sesuatu yang terjadi...
Semuanya berjalan normal..
Namun malam ke tiga...
Sesosok bayangan hitam mendatangi Sein yang tengah asyik menyenderkan punggungnya di tiang koridor kediaman...
Pangeran Sein..anda tidak usah berpura pura..anda pasti sudah menyadari kedatangan hamba...
Ah..tuan pengawal..bagaimana keadaan pangeran Jin..?
Sudah agak baikan pangeran...!
Oh ya ada apa tuan pengawal mencariku..!?
Ah perkenalkan..nama saya Hae Tafu...saya bukan pengawal tuan..saya kasim pengasuh pangeran Jin...panggil saja saya kasim Hae...jelas Kasim Hae...
Oh...ya Kasim Hae....apa yang bisa aku bantu..tanya Sein.
Pangeran...!! aku lihat kesakitan anda tidak ada duanya di kerajaan ini...aku ingin meminta bantuan anda....
Bantuan apa kasim Hae...?? tanya Sein.
Kami sebenarnya kesini..sedang dalam pelarian...Negri Jin Kami dikalahkan oleh Kaisar Cing...kami dikejar oleh pasukan Cing...karena itu kami lari kesini...
Apa mereka akan mengejar sampai kesini..?tanya Sein...
Kemungkinan besar pangeran...jawab Kasim Hae...
Bantuan apa yang bisa aku lakukan untuk kalian...?tanya Sein.
Mm...tolong beri perlindungan kepada kami...
Tuan...yang bisa memberi perlindungan untuk anda adalah raja...aku bukan raja tuan...! jelas Sein.
Tuan..tapi tuan sebentar lagi akan menjadi suami tuan putri...dengan posisi tuan sebagai menantu baginda sultan tentu dapat menolong kami...
Sein berpikir ..
Hmm..orang tua ini sedang bersandiwara....
sebenarnya apa yang ia inginkan..!?batin Sein.
Aku tidak janji tuan...tapi nantinya akan membicarakannya dengan Sultan.
Orang tua bernama kasim Hae itu segera berlutut berterimakasih..
Ah tidak perlu seperti itu tuan Hae..!!
berdirilah...!!.pinta Sein.
Ah terimakasih sekali lagi tuan ucapnya sambil berdiri...
Kalau begitu hamba permisi dulu pangeran...!!
kata Kasim Hae mohon diri.
Baiklah tuan Hae silahkan...!!.jawab Sein.
Kasim Hae berbalik melangkah pergi dengan senyum licik penuh misteri..
Sein yang sudah paham kalau orang tua ini ada maksud tersembunyi, merenung cukup lama kemudian masuk ke kamarnya...
Keesokan Harinya...
Hari pernikahan Sein dengan kedua wanita cantik itu....
Semua hadirin telah berada dalam sebuah bangunan atap berbentuk kubah berwarna hijau yang dikenal dengan tempat ibadah...
__ADS_1
Proses pernikahan berlangsung dengan penuh hikmad....tak terasa pernikahan telah dilaksanakan..
Hari pun telah malam...
Dan kini mereka berada dalam sebuah kamar yang sangat besar..
kamar ini memiliki dua buah bilik, satu di huni Yasmin dan satu lagi di huni Mentari...
Kamar dengan dua bilik ini sengaja di buat atas perintah baginda sultan...
Kini kedua wanita belum masuk bilik masing..sehingga mereka bertiga berbincang santai di meja tengah kamar...
Kak Yasmin...akhirnya kita menjadi sebuah keluarga...ucap Mentari memeluk Yasmin yang sedang duduk dari belakang..
ah..adik...terimakasih banyak..!! kau sangat pengertian padaku...balas Yasmin mengenggam tangan Mentari.
Ah..kalian lebbayyy...goda Sein.
Iih....kakak..sepertinya kita harus memberi pelajaran pada lelaki ini....kata mentari sambi melotot ke arah Sein.
Hei...jangan begitu...aku ini suami kalian...apa.kalian tidak takut kualat...!!?goda Sein lagi..
Hahaha...istriku..jangan marah ya...ucap Seinsambil mencubit pipi mentari...
Hem...kakak....Suami kita nih...menggodaku...!! rengek Mentari pada Yasmin...
Sudahlah...kak Sein kan suami kita...
biarkan saja..!!hihihi...
Kakak...sebaiknya kalian segera masuk bilik saja istirahat..aku akan mencari ayah dulu...ucap Mentari sambil melangkah keluar kamar.
Adik...panggil Yasmin...tapi Mentari malah melambai sambil menutup pintu kemudian ia berlalu pergi...
Eh..Istriku...lama tidak bertemu kau makin cantik saja...
Ih..suamiku kau semakin berani menggodaku...protes Yasmin lembut...
Mentari yang tak jauh dari kamar itu masih mendengar percakapan mereka..tersenyum simpul kemudian melangkah pergi ke kamar ayahnya..
Istriku..apa kau tidak lelah hari ini...!!?tanya Sein sambil memijat dari belakang bahu Yasmin yang sedang duduk..
Hemmm...sebenarnya rasa lelah ini kalah dari rasa rinduku pada kalian berdua...jawab Yasmin...
Oh ya...?.Kau rindu pada kami..??goda Sein..
Hem...suamiku kau bisa saja...ucap Yasmin manja....
Sein segera menarik tangan Yasmin berdiri dan menggendongnya masuk ke bilik....
Segera mereka menikmati manisnya malam pengantin...tanpa terasa waktu sudah lewat tengah malam ketika mereka selesai dengan keasyikan mereka.
Sein menatap wajah istrinya yang terlentang tanpa busana kemudian mengecup keningnya.
Terimakasih sayang...!! ucap Sein.
Kemudian menggendong Yasmin ke bilik mandi..
Lagi lagi seperti saat bersama Mentari...bercak darah membekas di atas kain penutup kasur..
Mereka mandi dengan riang cukup lama...
setelah puas mandi mereka kembali ke bilik dengan tubuh berlilitkan handuk.
Tanpa terasa merekapun tertidur degan pulas...
Sein meraaa ada yang datang..namun disadarinya kalau Mentari yang masuk ke kamar ia pun melanjutkan tidurnya di samping Yasmin..
Keesokan Hari...
Pagi pagi Yasmin sudah bangun menyiapkan bubur ayam untuk Sein dan Mentari...ini pertama kalinya ia masuk dapur istana..ia ingin membuat sendiri masakan untuk suaminya dan Mentari..
Ayoo...bangun...Adik...!! suamiku...!! ayo bangun...kita sarapan...seru Yasmin.
Mentari keluar bilik dengan mengucek mata..
Ai..kakak...nampaknya ini enak sekali...
.Ayo di coba...!! Seru Yasmin.
Emmm..Mentari menggeleng
Kita tunggu suami kita saja dulu...!!
Oh baiklah...
Suamiku...!! panggil Yasmin.
Ayo bangunkan dia...! pinta Yasmin.
Mentari segera ke bilik Yasmin untuk membangunkan Sein..namun Sein tidak terlihat di sana...
Ah....kemana kak Sein..?
Ei...ini..hihihi...rupanya semalam sudah tembus juga...hihi...dasar lelaki, tidak bisa melihat barang tersegel nganggur sebentar..hihi...batin Mentari.
Kakak...suami kita tidak ada di bilikmu...seru Mentari.
Hah...perasaan waktu aku bangun tadi dia masih tidur...kata Yasmin.
Apa dia di bilik mandi...!?tanya Yasmin...
Tidak ada...! kata Mentari setelah melihat ke bilik mandi.
Sementara itu...
Ah nona..kau tidak apa apa...!?ketika Sedang latihan nona muda itu salah langkah dan hampir terjatuh..
Ah tidak apa apa pangeran...! jawab Sorang Nona muda yang cantik dan ramah.
Pangeran sedang apa di sini..!?
Aku ingin melihat lihat prajurit berlatih..sein memang ingin melihat pola latihan kerajaan Datuk Delapan..jika mendapatasukan yang bahus dari pola latihan kesultanan datuk.delapan maka ia berencana mengevaluasi pola latihan kerajaan Lampeapi..
Tak.disangka hanya seorang gadis ini yang latihan...
Nona sering latihan sepagi ini di sini..?
iya...ayah menyuruhku latihan pedang setiap hari disini..
Oh...baguslah...! kata Sein.
Pangeran kudengar kau sangat hebat...bisa memenangkan pertandingan untuk restu baginda sultan menikahi tuan putri...
maukah mengajariku..?
kakak sering mengejek kemampuan berpedangku yang jelek..!!
Mm...baiklah..setiap hari masih gelap..aku akan melatihmu disini..bagaimana!?
__ADS_1
Mm..dengan senang hati..! jawab nona muda.
+++