Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Ep.139 Ketiga Kubu Menyusun Persiapan


__ADS_3

Makil kembali dengan dada terasa sesak, selain karena terluka dalam juga karena menanggung malu, baru pertama kali ia kalah..


Memasuki kediaman di jurang gunung tujuh,


Makil, masuk dengan tertatih..


Huh.., aku salah langkah,


Aku berhadapan langsung dengan salah satu legenda murid berbakat Kuil Api Agung.., Ucap Makil menceritakan kekalahannya.


Mendengar keluhan kekalahan Makil, Atikah sedikit terkejut..


Murid Kuil Api Agung..!?


Siapa? Tanya Atikah penasaran.


Pengawal Sutan Nan Panjang, ia menguasai Ilmu Api Petaka Hitam sampai tingkat lima, Jawab Makil.


Rupanya Keluarga Sutan Batu Ameh menyimpan petarung hebat di sisi mereka.., Gumam Atikah.


Lalu apakah kau mendapatkan berita mengenai anak kita?tanya Atikah.


Ya, menurut berita yang tersebar, Kisra di tahan dalam penjara Khusus oleh Baginda, dan dijaga oleh beberapa orang Petarung Tingkat Tinggi.., jawab makil.


Hmh.. penjawa bawah tanah..! gumam Atikah..


Penjara bawah tanah..? tanya makil..


Ya..Penjara Khusus Bagi musuh besar kesultanan, sangat sulit di tembus..


Sapa saja yang masuk ke sana kekuatannya akan hilang.., Jelas Atikah..


Penjara macam apa itu, mengapa aku baru mendengarnya..?dulu di zaman mendiang ayahanda menjadi sultan, tidak ada penjara seperti itu..timpal Makil,


Ya..Sultan Saat ini memang sangat teliti dan hati hati.., semua berada dalam rencananya..apa kau pikir kejadian tertangkapnya Kisra dan kau dikalahkan tidak ada hubungannya denganmu..? ucap Atikah.


Oh? Rupanya anak sialan itu semakin berwawasan..., rutuk Makil.


Ya..perhitungan kita selama ini keliru, aku benar bena rtertipu sampai aku bisa dikeluarkan dari istana, bahkan kekuatan tersembunyi seperti milik Keluarga Sutan Batu Ameh saja luput dari perhatianku,


Bukan tidak mungkin, Sultan malik sialan itu masih menyimpan banyak kekuatan tersembunyi lainnya.., beber Atikah dengan sangat geram.


Setelah hening beberapa saat,


Atikah kembali membuka suara,


Paman, bagaimana selanjutnya..? kekuatan Istana cukup sulit diduga dan kuat.., Tanya Atikah.


Mengenai masalah itu, memang sebaiknya kita segera bergabung ke Hutan Purba.., jawab Hung Min.


Hutan Purba..?? tanya Makil bingung..


Hutan Purba, adalah daerah kekuasaan Perguruan lengan Iblis, letaknya berada di wilayah kerajaan singgalang, jelas Atikah.


Tadi kata paman Hung, kita akan bergabung kesana?..tidak tidak..merekalah yang seharusnya bergabung dengan kita.., ucap Makil congkak.


Heh, pangeran,..jangan pikir kekuatan kita akan cukup untuk menghadapi Kesultanan Datuk Delapan ini..!! Belum lagi bantuan dari Kesultanan Okdoman dan beberapa kekuatan lain yang punya kepentingan dengan kesultanan ini,..timpal Hung Min sedikit kesal pada ucapan Makil yang congkak..


Tenang saja paman, kita punya dukungan dari Kuil Api Agung dan Kerajaan Parsi.., juga kerajaan Singgalang sudah menyatakan kesediaan untuk membantu kita merebut tahta.., beber Makil bersemangat..


Hehehe...jangan terlalu memandang tinggi diri sendiri, kau belum tahu kekuatan Hutan Purba, kekuatan Hutan Purba tidak dapat dibayangkan..


Kekuatannya bukan hanya meliputi benua barat ini, Lima Benua bahkan Benua Luar dan seluruh dunia ada dalam pengaruh kekuatan dibalik Hutan Purba.., beber Hung Min.


Oh?? Sebegitu hebatkah..?? tanya Makil kurang percaya..


Hehehe...kelak pangeran akan menyaksikan sendiri bagaimana bearnya kekuatan Hutan Purba.., timpal Hung Min terkekeh.


Mmm..aku sungguh penasaran dan merasa tertarik dengan Hutan Purba ini..., cetus Makil.


Dalam pikiran Makil, semakin besar kekuatan Hutan Purba maka akan semakin bersar peluangnya merebut tahta jika ia bergabung dengan kekuatan Hutan Purba..


Istriku, Jika memang benar kekuatan Hutan Purba begitu besar, maka tidak ada salahnya kita menggabungkan kekuatan kita untuk bekerjasama mengalahkan musuh musuh kita dan Hutan Purba.., kata Makil bersemangat.


Ya.. kalau begitu sebaiknya kita membagi dua kekuatan Jurang Gunung Tujuh,


Kelompok pertama, Yang Leiting bersaudara akan menjaga Jurang gunung Tujuh bersama sebelas ribu murid Sekte Serigala Iblis dan akan bertempur melawan pasukan yang dipimpin Jendral Magada yang telah mengepung jalur desa ke Jurang Guniung tujuh selama hampir empat belas hari ini..,


Kelompok kedua, Kita sendiri dan beberapa orang beserta prajurit parsi akan segera bergerak ke Hutan Purba paling lambat besok sore, karena itu malam ini juga kita akan melakukan persiapan pergeseran kekuatan..., jelas Atikah.


Ketiganya sepakat malam itu juga membuat pengaturan sesuai rencana,..


Ke esokan harinya,


Semua kekutan telah diatur sebagaimana rencana semalam,


Kini kekuatan yang akan berangkat ke Hutan Purba mulai bersiap melakukan perjalanan..


Paman, kalian berangkat saja terlebih dahulu,

__ADS_1


Aku, Kantil dan kenanga akan menyusul kemudian.., kata Atikah..


Baiklah, kau selesaikan saja dulu beberapa urusan yang harus kau selesaikan di sini..kata Hung Min..


Sedangkan Makil hanya mengangguk setuju..


Beberapa saat kemudian,


Hung Min, memimpin perjalanan dengan sangat berwibawa..


Di ikuti kekuatan ribuan orang di belakangnya mereka bergerak mengambil jalur memutar seperti arah masuknya seribu tiga ratus pasukan parsi yang sebelumnya masuk ke Jurang Gunung Tujuh..


Atikah ditemani kenanga dan Kantil kembali masuk ke kediaman, langsung menuju ceruk tebing yang bersambung dengan kamar Atikah yang sengaja dibuat oleh Atikah untuk melatih kekuatan lanjutan ‘Energi Merah Yang’ seperti yang di pesan Li Puaro sebelum dedengkot golongan hitam itu mati.


Beberapa lama setelah berada di Jurang Gunung Tujuh sempat beberapa kali Atikah membuka Kitab peninggalan Li Puaro, “ KITAB SANJAR yang berarti “Kitab Raja” , Kitab Itu berasal dari Parsi, Kitab Itu belum sempat dikuasai oleh Li Puaro..


Atikah sadar bahwa Li Puaro bukan tidak mampu mempelajari kitab itu, akan tetapi energi merah yang miliknya belum dimurnikan..


Di Kitab peninggalan Li Puaro itu pada halaman depan setelah sampul kitab dibuka, tertulis: “jika sudah memurnikan energi merah Yang barulah dapat memulai latihan kitab ini..” Jika tidak maka kakan tersesat dan menjadi tak terkendali..


Setelah melihat beberapa kitab lain peninggalan Li Puaro, ada beberapa yang ada kaitannya dengan “Kitab Raja”, Atikah tahu bahwa untuk memurnikan “Energi Merah Yang” diperlukan tujuh buah Persik Dewa atau Ginseng Darah..


Di Jurang Gunung Tujuh tumbuh tanaman Ginseng namun belum diketahui apakah itu Ginseng Darah atau bukan lagi pula selama ini ginseng itu belum pernah berbuah..


Karena itu, saat ini Atikah dan Kenanga beserta Kantil hanya melatih untuk memantapkan kekuatan ‘Energi Merah Yang’ yang telah ada padanya saja..


Ke Esokan harinya,


Atikah dengan wajah sedikit gusar bertemu dengan Yang Leiting yang sedang mempersipakan murid murid perguruan Serigala Iblis untuk menghadapi Serangan dari pasukan Jendral Magada.


Maaf nyonya.., aku melihat Nyonya sedang gelisah..apa ada persoalan yang dapat aku bantu mengurusnya? Tanya Yang Leiting..


Oh..tidak apa apa tuan Yang,..aku hanya memikirkan pesan guruku, Li Puaro.., ksampai sekarang aku belum bisa memenuhi pesannya,,ata Atikah..


Owh, maaf Nyonya..sepertinya pesan itu sangat penting buat nyonya, kalau boleh tahu pesan itu, barangkali aku bisa membantu.. ucap yang Leiting menawarkan bantuan..


Ini bukan perkara yang mudah tuan Yang, sebelum guruku mati, Guruku memintaku mencari buah persik darah untuk memurnikan energi dalam diriku..,kata Atikah Acuh..


Oh buah persik darah memang sangat bagus dalam memurnikan energi.., aku punya tiga buah nyonya..aku bisa meberikannya pada anda sebagai tanda persahabatan..hehehe..


anda butuh berapa buah nyonya..? kata Yang Leiting lalu bertanya..


Aku butuh tujuh buah tuan Yang.., jawab Atikah bersemangat..


Tadinya ia tidak berharap bahwa Buah yang dicarinya itu ada pada Yang Leiting..


Tidak masalah, kekutrangannya akan aku cari lagi.., balas Atikah sangat berharap..


Baiklah, tunggu di sini nyonya..kata Yang Leiting lalu pergi meniggalkan Atikah,


Tak lama kemudian ia kembali membawa sebuah kota kayu berwarna cokelat dan menyerahkannya pada Atikah..


Oh, Tuan Yang anda sangat baik..terimakasih.., ucap Atikah merasa senang wala masih ada nada angkuh dalam nada bicaranya..


Yang Leiting, kemudian pamit melanjutkan tugasnya.., tapi sebelum Yang Leiting berbalik pergi,


Atikah bertanya, Tuan Yang..apa kau tahu dimana aku bisa mendapatkan Buah Persik Darah seperti ini lagi..??


Oh, itu aku dapatkan dari Guru Tan Atai.., kemungkinan itu didaptkan guru saat berkelana,,


Oh, buah ini sangat penting untukmu..mengapa memberikannya padaku..? aku jadi merasa tidak enak padamu tuan yang..


Ah, jangan di pikirkan Nyonya..itu juga sudah lama aku bawa tapi belum aku gunakan, berarti Buah itu berjodoh dengan Nyonya.., hehehe.., Kata Yang Leiting.


Sekali lagi Terimaksih tuan Yang..., ucap Atikah.


Jika kita bisa menemukan Guru Tan Atai, maka kita bisa bertanya mengenai keberadaan pohon Buah persik darah itu nyonya.., timpal Yang Leiting.


Mm..baiklah itu kita pikirkan nati,..sekarang tuan Yang silahkan lanjutkan apa yang mesti dilakukan., kata Atikah.


Yang Leiting Pun menjura hormat lalu pergi..


Hung Min memang belum sempat mengatakan bahwa yang memimpin Hutan Purba Saat ini adalah Tan Atai.., jadi YangLeiting dan Atikah tidak tahu kalau Tan Atai berada di Hutan Purba..


Saat ini Kekuatan Jurang gunung Tujuh yang Ke Hutan Purba sudah setengah perjalanan menuju wilayah Tan Atai itu..


Seleha beberpa hari perjalanan, akhirnya rombongan yang dipimpin Hung Min tiba di hutan Purba.


Tan Atai, yang melihat Hung Min sendiri yang datang memimpin rombongan buru buru menyambut dan berlutut..


Murid memberi hormat pada guru..! seru Tan Atai..


A Tan.. bangunlah.., kata Hung Min.


Terimakasih guru..! kata Tan Atai lalu berdiri di sisi Hung min, lalu mempersilahkan Hungmin dan rombongan masuk ke dalam bangunan kayu yang terlihat kokoh..


Guru, silahkan bersistirahat dulu di sini..rombongan yang lain silahkan mengikuti para murid yang akan menunjukkan tempat beristirahat.., kata tan Atai memandu.


Saat ini, Hutan Purba sangat ramai..tempat membangun perguruan lengan Iblis Berada di tengah tengah Hutan Purba.. sehingga pohon pohon bagian tengah hutan Purba kini terlihat gundul..

__ADS_1


Rumah rumah terlihat banyak berderet, tidak ketinggalan barak prajurit berdiri dengan teratur gudang makanan serta gudang senjata juga sudah dibuat dengan baik..


Saat ini,


Boleh dikata Kubu jurang Gunung Tujuh / Hutan Purba semakin kuat..


Ditempat lain..


Sultan Malik memimpin pertemuan di aula besar kesultanan..


Lapor Baginda,.. hasil pemantauan mata mata kita dari departemen penyelidik melaporkan bahwa kekuatan Jurang Gunung Tujuh bergeser menuju kerajaan Singgalang..tepatnya mereka menuju Hutan Purba.. Kata Kepala Departemen Penyelidik.


Oh?? Ada apa dengan mereka..?apa mereka merencanakan sesuatu yang lain..???tanya Sultan Malik.


Sepertinya mereka hendak bergabung dengan kekuatan baru dunia persilatan ‘Perguruan Lengan Iblis’..jawab Ince Zulfa.


‘Perguruan Lengan Iblis’???tanta beberapa pejabat istana.


Aku mendengar, Perguruan ini beberapa hari terakhir membuat heboh dengan banyaknya aliran hitam bahkan aliran netral bergabung dengan mereka.., jelas Datuk Rajo.


Ya, mereka juga telah melenyapkan beberapa anggota perguruan dari golongan putih.., Perguruan Harimau Sembilan dan Pilar Emas dudah menjadi korbannya,.. tambah Ince Zulfa


Susana pertemuan langsung riuh dengan komentar beberapa pejabat...


Perguruan Lengan Iblis??? Seperti apa kekuatan mereka?? Tanya Sultan Malik..


Mereka dipimpin oleh seorang sakti yang katanya adalah pewaris Pedang Azazil.., jawab Ince Zulfa.


Pedang Azazil??? Yang menjadi legenda dunia hitam selama puluhan ribu tahun..?? tanya Datuk Rangkayo, sedikit bergidig.


Wahh....dunia ini sepertinya sebentar lagia akan kiamat..


Belum kekuatan beberapa benua yang mengincar kita, kini muncul lagi kekuatan pewaris mahluk sesat..., tambah Datuk Rangkayo.


Baiklah, jika sudah seperti ini, kita akan mengundang seluruh Golongan Putih untuk segera bergabung, tujuan bersama adalah menumpas kekuatan Golongan hitam..., Kata Sulta Malik..


Baginda, aku mengusulkan meminta bantuan pada pangeran Sein dan Tuan Puteri untuk bergabung, selama ini hubungan pangeran dan tuan Putri dengan sesepuh Golongan Putih sangat baik, bahkan boleh dikata para sesepuh golongan Putih itu selalu membantu pangeran dan tuan puteri..usul Perdana Menteri.


Ya, perdana menteri benar..timpal beberapa pejabat lain..


Semoga saja Pangeran mau bergabung..., tambah Kepala Departemen penyelidik.


Ya, ini agar kita bisa berkonsentrasi menghadapi kekuatan makil dan atikah, sementara kekuatan golongan putih akan menghadapi kekuatan golongan hitam.., simpul Sultan malik.


Bagaimana dengan keadaan jurang gunung tujuh,..?tanya sultan Malik.


Masih ada sebahagian kekuatan Makil di sana..jawab Kepala Departemen Strategis..


Baik persiapkan pasukan untuk meberi bantuan pasukan untuk jendral Mangada, aku ingin agar penaklukan jurang gunung tujuh dilakukan dnegan cepat.., !! perintah Sultan malik.


Baik yang mulia,..timpal Menteri Pertahanan dengan cepat..


Pertemuan selesai beberapa saat berkutnya,


Sultan malik kini berada di ruang baca,


Paman Tirta,,!


Pergilah menemui Pangeran, katakan golongan Hitam sudah menggalang kekuatan besar, ininbahaya bagi dunia ...melalui pangeran, minta golongan putih untuk menghadapinya.., perintah sultan Malik..


Baik , hamba segera berangkat yang mulia, kata Ki Tirta Arum lalu melessat pergi..


Sementara itu,


Jendral kasogi yang kini sedang berada di ibukota,


Terus mengamati pergerakan yang gerjadi di istana ..


Saat ini memang Jendral Kasogi sedang dalam ujian Sultan Malik..ia ditarik dari perbatasan karena dicurigai berkomplot dengan Pemberontak Makil.


+


Jauh di luar Ibukota,


Laporan Alap Alap Biru terkait perkembangan dunia benua barat baru saja dibaca oleh Sein,


Salman yang selalu bersembunyi dalam bayangan Sein, dapat melihat yang dibaca Sein, sehingga juga turut mengetahui dengan jelas situasi terkini di benua barat..


Adik, Hutan Purba dipimpin langsung oleh muird utama tetua iblis.., bahkan ia mendapat bantuan senjata sakti dari Dewa Iblis, ‘Pedang Azazil’...kita harus hati hati menghadapinya.., ucap Salaman dari persembunyiannya.


Kakak tenang saja, kita sudah memengang semua hal mengenai semua kekuatan yang akan bentrok di benua barat ini, untuk itu aku sudah menyusun rencana khusus.., timpal Sein.


Oh, baiklah,..aku memang tidak meragukan kemampuanmu..hehehe.., puji Salman.


Husyy...!! aku ini pria, tidak usah memujiku terus..! aku tidak akan jatuh cinta pada sesama pria, apa lagi pria sepertimu...!! timpal Sein mengusili Salman..


Huh, dasar pengeran sinting...!! umpat Salman.


+++

__ADS_1


__ADS_2