Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
148. Perang Perbatasan


__ADS_3

Segera Pasukan berani mati nomor satu, yang merupakan Kepala Pasukan memerintahkan beberapa orang anggota pasukan berani mati memeriksa kedalam ceruk retakan, dan tak lama berselang Pasukan berani mati menemukan sebuah kotak yang terbuat dari kayu cendana, setelah membuka kotak telihat ada sembilan buah persik Dewa di dalamnya.


Dengan sigap kepala pasukan berani mati langsung menyimpan kotak kayu cendana itu kedalam cincin penyimpanan yang telah diberikan oleh Sein..


Setelah menjalani pelatihan, Masing masing pasukan berani mati yang dulunya bernama pasukan biru, kini dilengkapi dengan cincin penyimpanan,..


Sein sengaja membekali mereka dengan cincin penyimpanan karena menrut Sein tugas tugas pasukan berani mati yang akan mereka jalani kedepannya memang memerlukan adanya Cincin penyimpanan.


Dengan kekuatan baru dan daya penghubung yang semakin meningkat, Kepala Pasukan Berani Mati mengirimkan laporan pada Sein dengan tiupan angin irama, tentu saja dengan irama tertentu yang hanya Pasukan berani Mati dan Sein yang memahaminya..


Dengan cepat angin itu melaju menjauh menuju hutan bambu..


Selang beberapa waktu,


Sein yang saat ini berada di Hutan Bambu menangkap adanya gelombang angin berirama..


Setelah memperhatikan angin berirama yang datang, Sein langsung paham situasi di jurang gunung tujuh, termasuk ditemukannya sembilan buah persik dewa..


Buah itu kau simpan dulu ke dalam cincin mu..! perintah Sein.


Baik Tuan..! jawab Pasukan berani mati nomor satu dengan sigap.


Dengan teknik yang sama, Sein segera memberi perintah agar sepuluh orang Pasukan Berani Mati menuju bekas Markas Ratu kegelapan yang telah ditinggalkan, seperti diceritakan sebelumnya bahwa setelah markas Ratu Kegelapan kosong karena penghuninya melarikan diri akibat kalah pertarungan, Ince Zulfa menempatkan Pasukan dari Benua Congko di sana..


Saat ini dengan kekuatan sepuluh orang anggota Pasukan Berani Mati Sein berniat mengambil alih mereka dari komando Ince Zulfa..


Suatu hal yang tidak mungkin untuk meminta langsung apda Ince Zulfa mengingat kesetiaan Ince Zulfa pada Kesultanan Datuk Delapan yang sangat tinggi..


Dengan cepat pasukan Berani Mati bergerak Ke markas Ratu Kegelapan..


+


Sementara itu,


Perang di perbatasan mulai pecah, Pasukan Parsi yang bergabung dengan Pasukan Kerajaan Singgalang mulai menyerang..


Serbuuuuu...!! teriakan Komandan Pasukan Singgalang..


Disertai dengan serbuan pasukan Singgalang yang merangsek menuju pintu perbatasan..


Dari dalam wilayah Kesultanan datuk delapan, Jendral penjaga perbatasan bersiap untuk memberi aba baba jika pergerakan pasukan singgalang memasuki target pasukan panah..


Pasukan Kerajaan Singgalang di susul dengan Pasuka Parsi bergerak cepat mendekati pintu perbatasan Kesultanan Datuk Delapan..


Pasukan Kesultanan Datuk Delapan dengan tenang menunggu kedatangan musuh mereka..


Selang beberapa saat pasukan terdepan mulai memasuki jarak ideal pasukan panah..namun Jendral Waraka belum memberikan aba aba apapun..


Setelah barisan terkhir dari pasukan gabungan kerajaan Singgalang dan Parsi memasuki Jarak Panah, barulah beberapa saat kemudian Jendral Waraka Memberi perintah pada pasukan panah untuk mulai membidik musuh..


Dengan Lambaian tangan Jendral Waraka memberi aba aba, dengan sigap komandan Pasukan panah memberi perintah,


Panaaahhhhh..!!


Hujan panah seketika menyerbu ke arah pasukan singgalang..


Slep..!! slepp..!!


Taps..!!


Beberapa panah menancap di tanah ada juga yang mental karena tameng yang sudah dipersiapkan oleh pasukan gabungan.., namun ada juga beberapa dari pasukan penyerang yang tertancap panah, ada yang teluka dan ada pula yang langsung tewas...


Jendral yang memimpin pasukan gabungan kerajaan Singgalang dan parsi tidak perduli dengan yang terjadi, dengan tekad bulat ia memerintahkan pasukannya untuk terus merangsek masuk ke perbatasan..


Pertempuran sengit terus terjadi, kedua belah pihak gigih dengan tekad masing masing..


+++


Di Hutan Bambu, Sein berdiskusi dengan para sesepuh mengenai sistuasi terkini yang terjadi di benua barat..


Saat perbincangan sedang hangat, Sein merasakan kehadiran Ki Tirta Arum di luar kubah pelindung..


Orang ini..! hmm,..suruhan baginda datang lagi..gumam Sein..


Oh..biar aku yang menyambutnya pangeran,..kata Tetua Gu..


Begitu melihat Sein mengangguk dan menjentikkan jari merobek ruang, Tetua Gu langsung berkelebat keluar..


Hup..Tap..!


Hanya beberapa kedipan mata, Tetua Gu sudah menjejakkan kaki di luar kubah pelindung..


Maaf Tuan, ada perlu apa datang ke hutan ini..? bukankah tuan sudah pernah datang..?mengapa datang lagi..? cecar Tetua Gu menyelidik.

__ADS_1


Oh..maaf tuan,..saya datang atas perintah Sultan Malik untuk menyampaikan surat Baginda Sultan pada Pangeran Sein..! jawab Ki Tirta Arum tegas.,


Serahkan suratnya, dan tuan silahkan kembali..., timpal Tetua Gu tak kalah tegas..


Sorot mata Kitirta Arum seketika dipenuhi aura membunuh yang pekat..


Tuan,..aku hanya akan menyerahkan surat ini langsung pada pangeran..! suara Kitirta Arum bergetar.


Oh..kalau begitu maaf, silahkan tuan bawa surtanya kembali.., pungkas Tetua Gu..


Heheh,..aku sudah lama mendengar nama besar Si Patarung Gila, sungguh keberuntungan bisa bertemu hari ini..,


supaya saya tidak sia sia datang jauh jauh ke sini, ada baiknya meminta sedikit petunjuk pada tuan Gu..! ucap Ki Tirta Arum sambil terkekeh.


Hahaha...Tirta Arum, sudah segitu lamanya kau bersembunyi dalam bayangan baginda sultan..sepertinya ketakutanmu pada Raja Iblis Tiga Api begitu besar samapai kau rela bersembunyi begitu lama..hahaha.., timpal Tetua Gu menyindir Ki Tirta Arum..


Kau..!! Bagaiamana kau tahu..! tunjuk Ki Tirta Arum dengan wajah memerah..


Hahaha..kau tentu masih mengenal cincin ini, kata Tetua Gu sambil menunjukkan sebuah cincin tiga warna, biru merah dan hitam..


Melihat itu, wajah Ki Tirta arum seketika pucat pasi..niat bertarungnya seketila lenyap..


Kalau kau tidak segera pergi, aku akan memanggil tubuh ilusi Raja Iblis Tiga Api untuk segera menagkapmu..


aku memberimu jalan kemuar karena aku masih memandang baginda sultan adalah mertua pangran Sein..jika tidak, kau akan binasa saat ini..ancam Tetua GU..


Mendengar itu, tanpa menunggu waktu lagi, Ki Tirta Arum segera berkelebat Pergi..


Setelah Ki Tirta arum pergi, ruang di samping Tetua Gu bergejolak dan ia pun segera menghilang dari tempat itu dan kembali kedalam rumah bersama Sein dan sesepuh yang lainnya..


Lapor pangeran, pesuruh baginda membawa surat, dan saya sudah menjawab sesuai keinginan pangeran.., ucap Tetua Gu begitu ia menjejakkan kaki..


mmm..terimakasih tetua..


di perjalanan, Ki Tirta Arum berkelebat dengan hati yang dongkol..


Siall...!! mengapa orang gila itu bisa memiliki Cincin Iblis Tiga Api, apa hubungan dia dengan Raja Iblis Tiga Api?? Batin Ki Tirta Arum.


Setibanya di istana,


Ki Tirta Arum melaporkan yang terjadi pada baginda Sultan Malik..


Begitu mendengar itu, Sultan Malik sedikit lega,..


mmm..berarti anak itu masih memandangku sebagai mertuanya,..jika tidak Petarung Gila pasti sudah menyerangmu paman.., kata Sultan malik..


Paman,..apa kau masih begitu takut pada raja Iblis Tiga Api itu..? ini sudah berlalu lama paman.., tanya Sultan malik..


Baginda,..saya tidak bisa melupakan kejadian waktu itu..jika bukan tuanku yang menyelamatkan aku..maka saat ini mungkin aku sudah menjadi budak iblis.., jawab Ki Tirta Arum..


Tenang saja paman, Raja Iblis Tiga Api tidak akan berani mendekat selama ada aku.., ucap sultan malik meyakinkan..


Terimakasih atas perlindungan baginda..! Ucap Ki Tirta Arum sambil menjura..


Sudahlah paman, bagaimana latihan paman..? apa sudah ada kemajuan..? tanya Sultan malik lagi..


Maaf baginda, kemajuan saya sangat lambat..seandainya saya sudah menguasai kitab sutra yang baginda berikan, saya tidak akan takut lagi pada Raja Iblis Tiga Api itu.., sesal ki Tirta arum.


mm..pelan pelan saja paman..tidak usah buru buru..Raja Iblis Tiga Api juga sudah lama tidak muncul.., hibur Sultan Malik


yahh..untuk sementara paman boleh kembali dulu, pangeran sudah memberikan jawaban seperti ini, aku sudah merasa sedikit lega.., masalah ini nanti kita urus lagi,..sekarang kita urus dulu perang dengan kekuatan gabungan itu.., pungkas Sultan malik..


Hamba pamit undur diri..! seru Ki Tirtas arum lalu kemudian bekelbat pergi..


+++


Kembali ke Hutan bambu,


Sein terus berdiskusi dengan para sesepuh..


Para sepuh,..! kedua kekuatan, baik hutan purba dan kekaisaran Datuk delapan punya rencana, tapi kita juga punya rencana.., Ucap Sein..


mm.. pangeran, bagaimana kalau kita melakukan serangan dalam wilayah kerajaan Singgalang, itu akan merugikan mereka dan melemahkan kekuatan mereka..Usul Prabakara


Tidak,..jangan seperti itu..! bagaimanapun rakyat kerajaan singggalang juga tidak boleh menjadi korban peperangan..rakyat manapun di muka bumi ini tidak boleh menjadi korban perebutan kekuasaan dari beberapa orang serakah.., timpal Sein tidak setuju..


Rencana kita,


Pertama, menguasai markas ratu kegelapan dan ini sudah mulai di lakukan oleh beberapa orang pasukan berani mati,


Rencana kedua kita dalah memindahkan pertempuran ke markas ratu kegelapan yang telah ditinggalkan itu..di sana tidak ada penduduk, jadi tidak akan ada korban dari penduduk kita..


Ke tiga , kita menumpas satu persatu kekuatan itu dengan cara menyerang mendadak lalu kemudian menghilang secepatnya..sambil memancing musuh mengejar ke arah markas ratu kegelapan.., tambah Sein.

__ADS_1


Kakek Dewa Sedih dan Nenek serba Tahu menangani pasukan parsi,..


Tetua Gu bersama Karaeng Gantarang menangani pasukan Iblis dari Hutan Purba,


Kiyai Malaka dan Begawan Sidik Prasada menangani kekuatan kerajaan pendukung hutan purba, yang lainnya silahkan memilih akan bergabung kelompok mana saja..silahkan menyesuaikan..atur Sein.


Baik pangeran..! seru mereka.


Tentu saja yang sangat penting dan mesti dilakukan adalah langsung membunuh pimpinana atau petarung petarung handal mereka agar perang ini cepat selesai, kata Sein lagi.


Oh iya, Selain memancing mereka ke Markas ratu kegelapan, kita juga akan membuat mereka saling menghantam satu sama lain..aku dan sutan Rajo Bintang akan memandu situasi untuk menciptakan suasana kacau diantara mereka.., beber Sein lagi menambahkan sekaligus juga akan menagntisipasi kekuatan tersembunyi musuh jika ada.., beber Sein.


Semua yang hadir mengagguk setuju, dan puas akan rencana Sein yang dinilai cukup cerdik..


+++


Ke esokan harinya, para penghuni Hutan Bambu mulai menyebar sesuai tugas masing masing,..


Ayah dan Ibu mentari ataun yang dikenal sepasang merah Biru kesengsaraan, juga bergegas ke markas ratu kegelapan, sebelumnya ia telah menempatkan prajurit benua congko di sana yang sebenarnya ia persiapkan untuk menjadi kekuatan terselubung untuk membantu Sultan malik ataupun untuk melawan sultan malik jika suatu saat diperlukan..


Tapi kini ia harus rela menyerahkan kekuatan itu dibawah kendali sepuluh orang Pasukan berani mati atas pertintah Sein..


+++


Di medan perang perbatasan..kedua pihak sudah mulai berada pada situasi yang sangat menentukan,..bagi kekuatan gabungan Hutan purba dan pendukungnya, jika mereka berhasil menerobos benteng, maka akan memudahkan langkah selanjutnya, jika gagal..maka akan mempersulit kekuatan gelomban kedua untuk menduduki pusat sumber air kerajaan..


Sementara itu, di pusat sumber air, Sultan Malik sudah menempatkan empat datuk beserta ribuan muridnya, empat datuk lainnya berada di ibukota memimpin sepuluh ribu pasukan serta puluhan ribu murid gbungan delapan datuk dan akademi kesultanan untuk persiapan meghadapi pasukan musuh jika berhasil menerobos benteng luar...


Di tengah kemelut peperangan kedua belah pihak..


orang orang yang telah di atur Sein mulai menjalanjan rencana mereka..


menintai dalam kesenyapan..menunggu waktu yang tepat untuk menumpas petarung petarung dan pimpinan para penjahat ini..


pertempuran masih terus berkecamuk di perbatasan, belum kelihatan siapa yang unggul..


para prajurit kesultanan dibawah komando panglima, masih bertahan dengan gigih..mempertahankan benteng dari serangan musuh..


dengan senyap dan pasti Sein dan pengikutnya mulai menumpas satu persatu kekuatan yang masuk ke benua barat.


Karaeng gantarang dan tetua Gu yang melihat Makil berada di sisi tipmur pasukan Hutan Purba segera berkelebat dengan cepat menerjang ke arah makil..,


Pasukan yang ada di sekeliling makil seketika berhamburan dan mati seketika,..makil terkesiap..ada serangan yang begitu ganas ke arahnya, kilatan petir putih menyambar kepalanya.. dengan geram ia berusaha menghindari serangan lawan..


Tapi ia tak menyangka sebuah tebasan berkilat mengincar tubuh bagian bawahnya..


Sial...!! tidak sempat..! umpat makil.


Ia segera memapak tebasan yang menuju bagian bawahnya, akibatnya ia terpental kebelakang..namun sebelum itu kilatan petir yang menyambar kepalanya tadi, walaupun dapat ia hindari tapi masih sempat menghantam bahunya dengan telak..


Akhhkhh..!!


Dengan nafas terengah, ia berteriak dengan marah..


keparat..!! kepung mereka..!! teriak Makil pada para pasukannya..


tapi pasukan yang masih terbengong itu belum sempat bereaksi, tetua Gu dan Karaeng Gantarang telah mengilang..


serangan kedua sesepuh pendukung Sein itu begitu cepat sehingga membuat para prajurut Hutan Purba terlambat bereaksi..


Bodoh..!! siall..!! apa yang kalian lakukan ..aku hampir saja mati konyol.., Umpat Makil pada pasukannya..


pasukannya hanya bisa saling melirik walau masih dalam posisi siaga..


+


Di persembunyiannya, Tetua Gu dan Karaeng Gantarang menyaksikan kepanikan Makil dengan terkekeh..


hehehe..tetua GU, aku kira si makil ini sebentar lagi akan jatuh mental..jika satu atau dua kali lagi kita menyerannya seperti ini, ia kan putus asa..hehehe...kata karaeng gantarang..


hehehe..pangeran Sein memang cerdas..mejatuhkan semangat tempur lawan, baru kemudian bunuh tanpa ampun...hehehe.. timpal tetua Gu.


lihat disana, sepertinya dewa sedih dan istrinya juga sudah beraksi..kata tetua Gu sambil menunjuk ledakan yang cukup besar dan kabut dara yang menutup pemandangan di tengah pasukan bagian utara..


di tengah genangan darah, Hantu Muka Lima pucat pasi darah keluar dari tujuh lubang di tibuhnya..,


siall!, kuat sekali..!! umpatnya.


Siapa kalian..!! Teriak Hantu Muka Lima


tapi tidak ada orang yang dilihatnya..


bawahannya, Hantu Jatiwara juga telah tewas..

__ADS_1


dengan panik ia langsung memecahkan batu berkilat merah untuk menghubungi Hung Min..dan melaporkan kejadiannya..


+++


__ADS_2