
Eh, yang mulia bagaimana keadaan beberapa hari ini...? tanya Gao Ling.
Surali masih baik baik saja, aku berhasil mengulur persidangan...tapi supuluh hari lagi, sangat sulit bagiku menolongnya,..
Mengapa..? tanya Gao Ling lagi
Baginda Sultan akan memberikan pengadilan langsung...! jawab Permaisuri
Apa...?.
berarti nasib jendral Surali tergantung baginda Sultan...! timpal Gao Ling
Hmm...dari awal memang sudah seperti itu,...
Baginda sultan menyuruh Menteri Hukum menyelidiki, tapi sebenarnya baginda sultan sudah memiliki kekayakinan sendiri dalam hatinya terkait persoalan ini, tidak penting Surali bersalah atau tidak karena jawaban penyelidikan yang baginda inginkan adalah Surali Bersalah..! jelas permaisuri..
Kalau begitu Jendral Surali dalam bahaya...! seru Gao Ling.
Bukan hanya Surali, kita juga dalam bahaya..
kecuali ada sesuatu yang menggemparkan,.yang tertuju pada Sein dan Yasmin...! kata permaisuri
Tenang yang mulia, hari itu aku sudah mengunjungi asosiasi tungku biru milik pangeran Sein...
Hahaha...semua hal yang menggemparkan akan bermula dari sana...! jelas Gao Ling..
Hahaha..bagus Gao Ling...kau memang cerdas...! puji permaisuri menepuk punggung tangan Gao Ling...
++
Sementara itu,
Di penjara bawah tanah,
Sein sedang menginterogasi Tetua Ketiga Klan Wong,..
Aku sangat percaya akan kebijaksanaan klan wong, mengapa masih juga membuat langkah keliru, membuat masalah dengan keluarga kesulatanan, kalian Klan Wong menggali kubur kalian Sendiri...! kata Sein di hadapan tetua ketiga Klan Wong...
Aku Wong Cai tidak pernah takut membuat masalah dengan siapa pun..!
Bagus..! semoga kau juga tidak pernah takut terjadi masalah dengan putri semata wayang dan cucumu kan..? timpal Sein.
Kau...!! kau mengancamku...!!? Wong Cai berteriak..
O hoho...tidak, aku justru tidak perduli, aku akan melenyapkan semua anggota keluargamu..
Kau telah berani ke ibukota untuk merebut cakram sudarsana, klan wong kalian juga bersekongkol dengan beberapa orang istana untuk kepentingan Klan Wong dan Kaisar Jin,..! kalian benar benar melampaui batas..!! ucap Sein lirih..
Empat dari penghubung kalian telah tertangkap, aku akan segera menemukan sisanya, dan membawa kalian ke penyiksaan yang tak berujung..
Empat...?? mengapa begitu banyak penghubung di istana..? aku hanya mengenal satu orang...! batin Wong Cai..
Klan Wong akan membuat kalian tidak akan tidur nyenyak...! ancam Wong Cai..
Oh...aku hampir lupa, aku baru saja menangkap Wong Liem di sebuah tempat dalam goa yang sangat bagus....hahah..! pancing Sein.
Apa...!??Kau mengenal Wong Liem..? dan Wong Liem sudah tertangkap!!?
Sekarang Ketua Klan Kalian melarikan diri, anggota klan Wong yang masih hidup mungkin tidak lebih dari tujuh orang...! kata Sein menakut nakuti...
Hah...???kau membual...!! teriak Wong Cai.
Apa sulitnya, penghubungmu telah membocorkan semuanya, jangankan itu hal seperti adikmu si pembuat kopi di kota Maccini yang di kendalikan olah Jalanara sudah kubunuh, ..! kata Sein sambil melemparkan sebuah gelang giok berwarna hijau dan sebuah pedang pendek bergagang kepala ular...
I..ini..., !!?
Ya kau pasti tahu persis, pemilik masing masing benda itu siapa..! gertak Sein.
Ince Zulfa keparat...!!
aku akan menguliti semua keluargamu...!! teriak Wong Cai...
Mendengar nama yang di teriakkan Wong Cai, sekilas ada sedikit keterkejutan di mata Sein, tapi tidak menampakkannya..
Hmm...kau pikir Ince Zulfa sekarang masih hidup..?
Hah..? apa kau juga sudah membunuhnya..?.
Ia sangat sulit untuk bicara,..jadi aku memberikan beberapa hal menyakitkan baginya...setelah interogasi aku telah membiarkan ia menelan racun empedu katak yang sebelumnya kalian berikan padanya untuk bunuh diri jika ketahuan..!
Kau..! siapa kau sebenarnya..? mengapa kau mengetahui begitu bsnyak seluk beluk cara bergerak Klan Wong..!??
Hehe...aku ? kau tidak perlu tahu, sebentar lagi kau akan mati..! ucap Sein kemudian pergi meninggalkan penjara bawah tanah..
Hmh....tidak perlu repot menyiksanya, ia telah mengatakan sendiri siapa penghubung nya..
Wong Cai menyebut ayah mertua sebagai penghubung...!
ah...apa benar..? batin Sein bergejolak.
Aku harus diam diam mengamati gerak gerik ayah mertua, jika ia benar benar penghubung itu, maka posisiku sebagai menantu akan sangat sulit...
Selain itu, jika ia memang penghubung itu maka ini gawat untuk kesultanan..
ayah mertua tahu terlalu banyak tentang masalah rahasia istana..ia tahu penangkapan kasim Hae dan tetua ketiga Klan Wong ini..
dan kemungkinan ia sudah mempersiapkan langkah dan rencana lainnya...
Berarti kesultanan saat ini menghadapi dua kekuatan yang merongrongnya dari dalam..
permaisuri dan ayah mertua..! batin Sein
Aaaahhhh...! sepanjang jalan Sein pusing memikirkan persoalan ini...
++
Di tempat Lain,
Kediaman Perdana Menteri..
Tuan Sekretaris.., mengapa anda belum bergerak, jika menantu anda berhasil mengorek keterangan pada Wong Cai dan Kasim Hae maka masalah ini akan menyulitkan kita...
Kasim Hae telah berbicara banyak pada bocah itu,..
tapi tenang saja kasim Hae tidak tahu siapa penghubung itu..
Hah..? Kesultanan akan semakin waspada terhadap benua Congko..kerja kita akan semakin berat...! kata Perdana Menteri merasa khawatir.
Kau tenang saja, aku sengaja belum bergerak untuk menanamkan keraguan pada Sein dan baginda sultan..
Jika tidak ada pergerakan sama sekali dari benua Congko maka baginda akan melupakan laporan interogasi kasim Hae itu..
__ADS_1
Tapi aku sudah mengundang beberapa grand master tersrmbunyi untuk membersihkan duri duri di istana ini..
Hah..?
Rencana tuan sangat bagus., tapi bagaimana jika mulut Wong Cai bocor...!!puji perdana menteri kemudian bertanya
Kau belum tahu saja, aku diam diam menyusupkan pasukan benua Congko ke wilayah kesultanan ini.. markas Ratu kegelapan yang melarikan diri itu, telah aku ubah menjadi markas prajurit benua Congko yang kususupkan ke benua ini...hehehe ! batin Ince Zulfa...
Wong Cai adalah petarung kelas atas, tidak mudah untuk membuatnya bicara...! timpal Ince Zulfa.
tuan, jangan lupa Kasim Hae sangat berpengalaman, tapi di hadapan pangeran Sein ia membuka semuanya..! jawab perdana menteri..
Anak itu berhati lembut, ia tidak akan mendapatkan apa apa dari Wong Cai..! kata Ince Zulfa.
Tuan, apa tidak perlu menemui Wong Cai atau membungkamnya.? tanya Perdana Menteri.
Wong Cai masih hidup sampai sekarang karena Sein sengaja membiarkannya...
jika kita mengirim orang menerobos penjara
Justru itulah yang diharapkan Sein, agar kita datang membungkam Wong Cai...
Aku tidak akan terjerat oleh taktik pemula seperti ini..! jelas inces Zulfa.
Perdana menteri sedikit belum memahami situasi ini
Sudahlah, aku sudah menyiapkan rencana untuk ini, kau jalankan saja sesuai alur yang ku buat..! kata Ince Zulfa.
Baik tuan..!
Ingat. !!! di depan umum, Teruslah beetentangan denganku...! perintah Ince Zulfa mengingatkan...
Baik...anda tidak perlu khawatir, kapan lagi aku bisa memaki anda jika tidak sedang berpura pura...hahaha....! jawab Perdana menteri dan tertawa.
Tsk..!!!
ump...! ...Sebuah kerikil menyumpal mulutnya..
Jangan bercanda denganku..! hardik Ince Zulfa dengan tatapan dingin.
E..maaf tuan..maaf..., saya telah lancang...! jawab perdana menteri ketakutan.
Jiika kau masih berani bercanda denganku, Lain kali batu seperti itu akan menghentikan nafasmu.. ! ancam Ince Zulfa dengan aura pembunuh yang pekat...
Hamba tidak berani..hamba tidak berani...!! jawab perdana menterivdengan seluru tubuh berkeringat dingin...
Ince Zulfa kemudian pergi dengan santai, berjalan dengan kedua tangan di belakang punggungnya menuju kediamannya..
++
Sein yang sudah sampai di kediamannya,
Tiba tiba Alap Alap Biru menghadap dan membisikkan sesuatu..
Wajah Sein seketika mengelam...
namun tidak lama ia dapat menguasai diri...
Ya..kau boleh melanjutkan tugasmu...! kata Sein pada Alap Alap Biru..
Baik Tuan pangeran...! jawab Alap Alap biru lalu pergi...
Sein pun langsung menuju halaman belakang untuk menenangkan diri dengan melatih kekuatan spiritualnya..
Karaeng Gantarang yang pagi tadi datang berkunjung ke kediaman Sein juga memperhatikan..
Pangeran sepertinya banyak pikiran akhir akhir ini, ..gumamnya di samping dewa Sedih..
Semakin hari masalah yang ia hadapi akan menjadikannya semakin kuat ..,
biarkan saja...
kita selalu ada untuk membantu sebisanya..! timpal Dewa Sedih
Betul tetua,..! pangeran ini berhati bersih, ia adalah masa depan golongan putih, akan sangat menyenangkan bisa membantunya melewati berapa banyakpun kesulitan..! kata Karaeng Gantarang Lagi..
Sepertinya masalah yang ia hadapi kali ini cukup berat, aku akan berbicara dengannya setelah ia selesai berlatih..! kata Dewa Sedih..
Sein duduk diam seperti orang barsemedi, para sepuh ini memyangka Sein sedang melatih tenaga dalam atau semacamnya..mereka tidak tahu Sein sedang melatih kekuatan spritualnya..
Dalam pelatihannya, Sein mengalami banyak sekali gangguan, hari ini ia agak sulit mencapai ketenangan..
Dengan alis berkerut, Sein terus mencoba mendapatkan ketenanganya, sampai beberapa waktu berlalu akhirnya ia mendapatkan ketenangan yang ia cari...
Wajahnya berangsur terlihat tenang...
perlahan wajahnya menampakkan keteduhan..
Tidak ada yang mengganggunya,
Sampai malam tiba ia menghentikan. latihannya..
Kali ini perasaannya sudah sedikit tenang..
ia berencana akan mencari tempat yang baik untuk berlatih energi spiritual dengan lebih serius..
Humh...ia meregangkan otot ototnya kemudian berjalan masuk kedalam kediaman,..
Ia mendapati Mentari sedang bermain dengan Salwa...
pikiran Sein kembali mengingat ayah mertuanya sebagai penghubung,
ia menatap mentari dengan perasaan tak menentu..
Apa yang terjadi jika ia tahu ayah mertua adalah penghianat kesultanan...! batin Sein
He..? suamiku mengapa berdiri saja disitu..? tanya Mentari.
Ah...Sein tersadar kemudian mendekat dan mengusap kepala Mentari...
Istriku, bagaimana keadaan ibu dan ayah..aku lama tidak berjumpa dengannya secara pribadi , berjumpa hanya saat pertemuan kesultanan saja..!kata Sein pada Mentari..
Mm...ayah dan ibu baik baik saja..! aku baru baru ini bertemu mereka, mereka berpesan jika sudah tidak ada lagi yang harus di lakukan di kesultanan ini, kita sebaiknya kembali ke kerajaan Lampeapi...
Owh...baiklah, tapi aku akan menyelesaikan beberapa urusan dulu..
Ya..aku juga mengatakan sperti itu pada mereka,..! kata Mentari.
Lantas Mereka bilang apa? tanya Sein.
Mereka diam saja, tidak membahasnya lagi.
__ADS_1
tapi mereka terus bertanya apa yang kau kerjakan akhir akhir ini..
Aku bilang sedang menyelidiki hilangnya seruling neraka dan masalah asosiasi tungku biru..! jawab Mentari.
Mm...ya.., baguslah kalau mereka bisa mengerti..
Eh, Yasmin mana..? tanya Sein.
Di biliknya...baru saja masuk setelah memasak makan malam...! jawab Mentari..
Owh..aku menemui Yasmin dulu...
Salwa..! main dengan ibu Mentari dulu ya...
ayah ada urusan sebentar...! kata Sein.
Ya ayah...! jawab Salwa patuh..
Di bilik Yasmin...
Istriku...!
Sein yang tiba tiba masuk membuat Yasmin sedikit terkejut..
Eh..? mengapa wajahmu begitu serius..?
Suamiku..! apa kau ada masalah..?
tanya Yasmin.
Aku hanya sedikit lelah..! jawab Sein sekenanya.
Hehehe..suamiku, kau tidak bisa membohongiku...
katakanlah...!.aku bukan orang lain, aku siap berbagi beban denganmu..! Kata Yasmin meyakinkan.
Huffft..!!Sein menghela nafas berat...
Ini ada kaitannya dengan Mentari, aku harap kau jangan mengatakan apa apa dulu padanya..
Hah...?? seserius itukah suamiku..?
masalah apa sampai harus seperti ini..?tanya Yasmin beruntun..
Hmh...kau ingat kasim Hae dan pangeran Jin..?
ya..! aku ingat..jawab Yasmin.
Aku sudah menginterogasi mereka,
mereka mengatakan ada dua rencana besar kedua orang itu datang ke kesultanan ini...
yang pertama adalah mencari cakram sudarsana..dan itu sudah diketahui dunia persilatan kalau senjata itu ada pada mentari...
yang kedua, mereka memiliki rencana mengambil alih kesultanan...
Kaisar Jin ingin Kesultanan Takluk dan menjadi boneka mereka,.. Kaisar Jin sudah lama berhubungan denga Klan Wong..! beber Sein.
Apa Klan Kuno dari benua Congko itu..?.huh..hanya mengandalkan Klan itu, tidak akan semudah itu..! potong Yasmin..
Ya...dan selama ini mereka punya penghubung dari dalam istana untuk mendukung rencana besar mereka..! jawab Sein.
Owh...itu memang sudah seharusnya sangat berbahaya...! kata Yasmin.
Jadi apa hubungan semua ini dengan adik Mentari..?.tanya Yasmin..
Interogasi yang kulakukan terhadap Wong Cai mengatakan Ayah mertua adalah penghubung itu..! kata Sein.
Dhammmm!!!
Apaaaa...??tidak mungkin..!!
Seperti sebuah ledakan dahsyat ketika Yasmin mendengar itu dari mulut Sein...
Ssst....tenanglah!! bisik Sein
Huh...uh...nafas Yasmin serasa sesak...,
paman tidak akan melakukan itu...!
Aku juga tidak percaya, tapi aku sudah memastikan semuanya, memang ayah mertua adalah penghubung itu...! Bisik Sein.
Ahh...! mengapa harus ayah yang jadi penghubung itu...!gumam Yasmin.
Sudahlah...kita pelan pelan saja memberitahu Mentari sebelum sultan menjatuhkan hukuman pada ayah mertua,..
Ini ..ini tidak akan baik untuk keluarga kita...! kata Yasmin..
Kita bisa apa, kau tahu sendiri apa hukuman bagi penghianat...? tanya Sein.
Kita tinggalkan saja kerajaan ini, kita pergi bawa adik dan salwa...biar ayahanda sultan sendiri yang mengurusnya, kita tidak usah ikut campur...! kata Yasmin dengan cepat..
Ya..tapi sebelum itu aku perlu menyelidiki apa yang dilakukan ayah mertua, jika ada yang membahayakan kesultanan akan aku laporkan segera pada ayahanda..! Timpal Sein.
Mm...baiklah, seperti itu saja,..tapi bagai mana kau akan memberi tahu adik akan masalah ini...??tanya Yasmin
Aku akan membawanya saat melakukan penyelidikan, biar dia saksikan sendiri apa kenyataan yang telah terjadi...! jawab Sein.
Mm...itu bagus...!! baiklah..seperti itu saja...! kata Yasmin.
Tok Tok Tok...!!
Kak...kak Yasmin...!! panggil Mentari..
Sein dan Yasmin saling menatap kemudian Aein mengangguk pada Yasmin...
Ya adiik...! jawab Yasmin dan segera membuka pintu...
Heh..?.apa yang kalian lakukan..?
tanya Mentari dengan penasaran...
Apa..?menurutmu apa yang bisa kami lakukan saat kami berdua..!?tanya Sein menggoda..
Iiihhh....kakak....lelaki ini semakin tidak masuk akal saja...! bantu aku menghajarnya...! teriak Mentari...
Kau hajar saja sendiri, sepertinya malah kau yang sudah tidak sabar untuk di hajar olehnya.! hihihihi...kata Yasmin kemudian keluar dari biliknya sambil tertawa cekikikan..
Heh, suamiku..cepat katakan apa yang kalian bicarakan..., aku merasa seperti nya kalian bicarakan pembicaraan rahasia,...! kata Mentari...
Heh..kemarilah...! kata Sein mengajak Mentari duduk di sebelahnya..
__ADS_1
Ya ceritakan lah ..ada apa..? tanya Mentari..
+++