
Esok hari. .
Hari dimana pertandingan Laila dan tuan muda keluarga Datuk Malingka Alam akan di laksanakan...
Laila sudah tampak bersiap sejak pagi buta...
Hmm...sepertinya tubuhku terasa ringan..berbeda dengan kemarin pagi..apa ini pengaruh pil energi yang diberikan guru ya..? batin Laila..
Ia mencoba bermeditasi...
setelah beberapa tarikan nafas....
wahhh...luar biasa...!! aku bahkan baru menyadari kalau tenaga dalamku meningkat sampai seperti ini..batin Laila.
Suasana ramai juga terlihat di arena pertarungan kesultanan...
Karena pertandingan ini mendapat persetujuan baginda sultan maka kedua keluarga menggunakan arena kesultanan...
Para tamu undangan aliansi yang sedianya akan menghadiri pertemuan esok hari, menyempatkan diri untuk menyaksikan pertandingan kedua keluarga ternama di kesultanan Datuk Delapan ini...
Tak berselang lama, nampak rombongan keluarga Datuk Malingka Alam berjalan menuju sisi timur arena...mereka mengambil tempat duduk paling depan sisi timur...
Semetara saat itu, Keluarga Jendral Kasogi belum tampak seorangpun..
Sein dan rombongan hadir beberapa saat kemudian...mereka menempati sisi utara dimana sisi utara merupakan tempat Raja dan keluarga istana jika akan menyaksikan pertandingan..
Nampak Sein sedang duduk santai memangku seorang bocah, diapit kedua istrinya...
Orang orang menunggu dimulainya pertandingan dengan penasaran..karena keluarga Daruk Malingka Alam terkenal dengan kekuatan mereka yang memiliki banyak Grand Master dengan kesaktian tak terbayangkan ..disamping itu juga terdengar kabar bahwa kesaktian Anak Jendral Kasogi meningkat dengan pesat karena di ajar oleh seorang tokoh sepuh yang sangat sakti..
Para pendekar sangat penasaran siapakah tokoh sakti yang mengajari dan meningkatkan kesakitan putri Jendral Kasogi dengan sangat cepat dalam waktu hanya kurang dari tiga bulan...
Kira kira siapa yang mengajari anak jendral Kasogi..? tanya salah seorang pendekar meremehkan.
Ya ..aku pikir ini tindakan nekad, jika ingin melawan Keluarga Datuk Malingka Alam...tambah pendekar lainnya.
Ow..siapa tau memang anak jendral itu memiliki kesaktian yang mampu mengalahkan tuan muda Datuk Malingka Alam..timpal yang lain..
Kita lihat dulu saja ilmu kesaktian gadis itu...
Baru kemudian kita bisa simpulkan siapa yang mengajarinya...kata yang lain lagi ..
Saat para pendekar asyik berpendapat, keluarga jendral Kasogi telah memasuki area dan mengambil tempat di sisi barat arena...
Kepala akademi kesultanan yang ditunjuk sebagai wasit pertandingan sudah mulai mengambil tempat...
Setelah beberapa saat menunggu...
Baginda Sultan tibaaa....!! teriak pengawal.
Para hadirin seketika berdiri dan membubgkuk memberi hormat...
Salam paduka yang mulia...
Setelah semua kembali duduk,
Kepala akademi segera membuka acara..
Tuan tuan dan nyonya para hadirin sekalian..!!
pertandingan hari ini adalah pertandingan perjodohan..
Antara Tuan muda Malingka Alam dengan Nona Muda Keluarga Kasogi..
Pada kedua tuan muda dan nona muda di persilahkan masuk arena...
Tuan muda Malingka Alam..segera melompat kerarena..tap...salam kepala akademi..!
Mm..kepala akademi mengangguk...
Laila pun sudah menjejak arena...salam kepala akademi...
Mm..ya...!
Kalian berdua dengar baik baik..
Pertandingan ini dilaksanakan dengan aturan..siapa saja yang keluar dari arena, atau menyerah atau yang tidak dapat melanjutkan pertandingan karena cidera maka akan dinyatakan kalah..
Tidak boleh menggunakan senjata rahasia...tidak boleh mendapatkan bantuan dari luar arena...
Apakah aturan ini cukup jelas...?
Jelas...! jawab Laila dan Gumara..
Baik..pertandingan di mulai...!
Toongngng....!!!
Seru kepala akademi di sertai bunyi gong...
Gumara langsung menyerang Laila dengan gencar...jurus jurus andalan keluarga Datuk Malingka Alam mengurung Laila...
Laila membalas juga dengan jurus keluarga nya..jurus pedang perak...
Jika sebelumnya jurus pedang perak kelasnya masih dibawah jurus keluarga Datuk Malingka Alam, tapi kini setelah disempurnakan oleh Sein juris ini bahkan hampir sejajar dengan jurus jurus sakti dari keluarga beladiri kelas atas...
Kedua pedang beradu...
Trangngng...!!
Laila tergetar....
Sementara Gumara terjajar satu tombak kebelakang..
Hah....tenaganya setengah tingkat di atasku..batin Gumara..
Tetua agung keluarga Datuk Malingka Alam pun kaget bukan kepalang...
apa...!!? gadis ini sudah sampai di tingkat seperti ini...!!?
Semoga saja tuan muda dapat mengalahkan gadis ini dengan ilmu Wujud Raksasa..
Pertarungan terus berlanjut...sudah nampak jelas tuan muda Malingka Alam perlahan mulai merasa terdesak...
Jurus jurus yang Laila peragakan sangat lincah dan apik...
Para pendekar yang menonton mulai berkomentar...
__ADS_1
Yang tadinya meremehkan Laila sekarang malah mendukung Laila agar memenangkan pertandingan...
Wahh..anak Jendral Kasogi sangat hebat...!! puji mereka.
Ternyata ilmu pedang Keluarga Jendral memang sulit ditandingi...
Wah kalau seperti ini tuan muda malingka alam itu akan segera kalah....
Prangngngng...!! kembali terjadi benturan senjata keduanya...
Lagi lagi tuan muda Malingka alam terjajar kebelakang..
Huh...!! nona kau hebat juga...
Tentu saja...ingin menikahiku..kau mesti menunjukkan apa kau layak...teriak Laila...
Muka Gumara selaku tuan muda Malingka Alam memerah menahan malu....
Hei gadis...jaga bicaramu...!!akan kubuktikan kau akan kujadikan budak di keluargaku..
Dengan penuh amarah Gumara mengerahkan ajian Wujud Raksasa...
Sebenarnya wujud Raksasa mesti di kerahkan minimal tiga orang bersatu agar hasilnya dahsyat...
Tapi karena ini pertandingan perorangan..maka tetua agung mengajari Gumara menggunakan ilmu ini untuk penggunaan seorang diri...tapi walau begitu dampak yang dihasilkan sudah cukup mengerikan..
Laila pun tak mau kalah ia segera mengerahkan Jurus Pedang Perak Berpadu...
Hadirin berdecak kagum, terpana menyaksikan keindahan jurus yang dimainkan Laila...Laila laksana peri terbang menari di angkasa...
Beberapa orang tidak sadar berdiri dari tempat duduknya dengan mulut menganga melihat gerakan indah Laila yang seperti sedang menari nari....
Wujud raksasa biasanya akan menangkap lawan dan meremukkannya...namun ini diatasi laila dengan gerakan jurus pedangnya yang sangat lincah dan sempurna tanpa celah...
Sampai sampai tetua agung keluarga Datuk Malingka Alam pun ikut berdecak kagum....
Sebuah tebasan mematikan mengarah ke pangkal leher Gumara...
Gumara bersalto kebelakang menghindari tebasan yang mengarah lehernya..
Namun itu hanya gerakan semu dari jurus pedang perak berpadu....
Laila menyusulkan sebuah serangan tapak tangan kiri dengan kekuatan besar....
Bhammmmm!!! Tapak Laila tepat mengenai dada Gumara yang baru saja menjejak tanah sehabis bersalto...Gumara terpental kebelakang sejauh lima tombak dalam posisi berlutut....
Bhuukkkkk...!! darah segar di muntahkan dari mulut Gumara...
Tetua agung hendak berkelebat ke arah Gumara namun ia membatalkannya karena energi besar menekannya...
Ia menatap Sein..ia tahu Sein lah yang barusan menekannya dengan tenaga besar...
Sein menatap tetua agung sambil menggeleng..menandakan agar tetua agung tidak ikut campur..
Tetua agung balas menatap Sein dengan tajam...namun ia kembali duduk...
Di arena..
Laila nampak berdiri menyilangkan pedangnya di depan dada....
Sedangkan Gumara berusaha bangkit berdiri dengan payah....
No..nah...!! ayo kita lanjutkan....ucap Gumara terbata bata..
Setelah berkata seperti itu..Gumara lantas merenggangkan kedua kakinya..
Gumara dengan penuh tekad mengerahkan ilmu kebanggaannya ..
Tangannya kini memegang kembang berduri berwarna hitam...
Kembang Neraka...!!
Seru pendekar yang mengenali ilmu yang digunakan Gumara..
Wah..bahaya..gadis itu dalam kesulitan...
Melihat lawannya sudah mengerahkan ilmu andalannya, Laila juga segera mengerahkan ajian Serit Sayuta....
Di saat yang sama Gumara telah mengerahkan ajian Kembang Nerakanya menyerang Laila...
Seketika kelopak bunga neraka berhamburan menyerang Laila...
Laila juga dengan cepat menghadapi dengan serbuan ulat beracun...
Para pendekar sepuh berseru...Serit Sayuta...!!
mereka mengenali ilmu langka ini...
Kelopak bunga dan ulat beracun saling berterbangan..
Terlihat kelopak kelopak bunga yang di kerahkan Gumara dengan cepat rontok musnah di makan oleh ulat ulat beracun..bahkan tubuh Gumara juga terkena serbuan beberapa ulat beracun....
Gumara terpental keluar arena dengan tubuh menghijau....
sementara Laila nampak segar bugar...
Semua hadirin berdiri terperangah dengan ilmu kesaktian keduanya....
Kedua angkatan muda itu telah menunjukkan penguasaan ilmu tingkat tinggi dengan sangat baik....
Kepala akademi istana segera mengumumkan, pemenang pertandingan ini adalah Laila..
Hadirin bersorak gembira...
Gumara di papah oleh anggota keluarga Datuk malingka Alam untuk mendapatkan pengobatan..
Bagi keluarga datuk malingka alam, kejadian ini sangat memalukan bagi keluarga besar mereka...baru kali ini keluarga paling misterius itu dikalahkan...
Apalagi bagi tetua agung yang hadir hari ini...mukanya memerah menahan amarah...
Ia menggenggam pegangan kursi dengan keras sampai terlihat asap tipis di sela sela jarinya...
Sementara itu kehebohan terjadi di tempat penonton...
Mereka tercengang..melihat masih ada orang yang mewarisi ilmu Serit Sayuta..ilmu yang dikabarkan sudah lama menghilang dari dunia persilatan...
Kini muncul kembali di tangan seorang gadis belia dengan kekuatan sangat hebat..
__ADS_1
Tetua Agung segera berkelebat ke arena...
tap....!! kakinya menjejak arena...
nona...!! ilmu mu sungguh mengagumkan...
boleh katakan siapa gurumu...!!?tanya tetua agung pada Laila...
Tetua, anda tidak sedang merundung junior kan..?
kata kepala akademi mengingatkan...
Ah..tentu tidak tuan kepala..aku hanya penasaran guru mana yang telah mengajarinya...
aku berencana bertukar satu dua jurus dengan gurunya...jawab tetua agung...
Tetua, tuan mudamu telah kalah...berarti lamaran keluarga malingka alam juga dengan sendirinya berakhir....sekarang terserah Laila ingin menikah dengan siapa aku akan mendukung keputusannya...kata Baginda Sultan...
Mendengar itu,
Jendral Kasogi menjura memberi hormat dan berterimakasih..
Laila pun dipersilahkan kembali ke tempat duduk semula di sisi barat...
Baginda boleh kah aku yang tua ini menantang guru nona muda Kasogi..?
Aku penasaran cara gurunya mengajari muridnya, sampai bisa meningkatkan kemampuan nona Kasogi dengan sangat cepat...teriak Tetua Agung.
Tetua, anda sudah tahu kalau Laila di ajari oleh istriku..putri Yasmin...anda hampir setiap hari memata matai kediamanku saat Laila berlatih, apakah kau sengaja ingin memancing permusuhan dengan kerajaan..!!? teriak Sein...
Mendengar kata kata Sein, tetua agung sedikit gelagapan...ia tak menyangka Sein akan memancingnya bentrok dengan Istana...
Ah..ti...tidak..pangeran...hamba tidak berani..
jadi benar kalau nona Laila diajari oleh tuan putri..!!?tanya tetua agung mempertegas...
Ya..aku yang mengajarinya...kata Yasmin dengan penuh keanggungan...
Oh..maaf tuan putri..hamba tidak bermaksud menyinggung Tuan puteri..kata tetua agung membungkuk hormat...
Sudahlah tetua..masalah ini sudah selesai...tutup Yasmin.
Para pendekar sepuh yang hadir berkesimpulan bahwa putri Yasmin adalah pewaris ilmu Serit Sayuta maka ketua perguruan Mutiara Hijau lah yang telah mengajarinya...
Terimakasih tuan puteri...kata tetua agung kemudian hendak bergerak kembali ke tempat duduknya..
Namun beberapa tetua dan ketua keluarga Datuk Malingka Alam tiba di arena....
Maaf baginda...maaf tuan tuan semuanya...
kami akhir akhir ini mendengar kalau pangeran Sein sangat hebat..bolehkah kami bertukar beberapa jurus dengannya..!!
Bagi seorang pendekar tentu ini adalah sebuah tantangan..
Para pendekar menatap Sein, seolah ingin tahu apa reaksi Sein...mereka juga sebenarnya penasaran dengan berita yang tersebar tentang kehebatan Sein..
Baginda Sultan hampir saja murka, jika saja tidak mengingat saat ini aliansi membutuhkan semua kekuatan untuk menghadapi golongan hitam...
Ketua dan para tetua datuk Malingka Alam..
ini hanya pertandingan biasa...urusan besar dengan golongan hitam masih menanti kita...kita tidak akan saling mencederai hanya karena hal kecil ini kan...? Ujar Datuk Ago mengingatkan...
Ah tentu Saja Datuk...!! kami hanya ingin bertukar jurus sebentar...yang mulia mohon penuhilah rasa penasaran kami...
Baik...!!
ayahanda...mohon ijinkan hamba membuktikan kalau hamba layak menjadi menantu Sultan...Kata sein..lagi lagi menggugah harga diri Kesultanan.
Ini Sering Sein lakukan sebenarnya untuk menunjukkan bahwa kedudukan Kesultanan lebih tinggi dibanding para keluarga besar yang selalu saja ingin mendikte Kesultanan..
Di ijinkan...kata baginda Sultan mengangguk pada Sein...seolah olah baginda sultan menyuruh Sein memberi pelajaran pada keluarga malingka alam..
Ingat ini hanya pertandingan persahabatan...jangan keterlaluan...seru Datuk Ago mengingatkan..
Hmm...orang orang ini mana mungkin akan membantu kerajaan..jangan jangan mereka memang sengaja memancing agar kekuatan golongan putih bercerai berai...batin Sein..
Baik tuan kepala akademi..kami akan menahan diri...kata ketua keluarga dan ke tiga tetua...
Pangeran, kau boleh memilih siapa diantara kami yang akan kau jadikan lawan tanding...
Hmm...aku tahu..kalian masih ada dua orang lagi tetua yang belum naik ke arena..jangan hanya memantau dari jauh..suruh segera mereka kemari.
aku akan melawan kalian bertujuh...
Hah...para pendekar tercengang..demikian pula para datuk penasehat...
apa..!!? anak ini...!!? cari mati...
Pangeran...jangan..sergah Datuk Ago..yang menyangka kekuatan Sein hanya Grand master semesta tingkat sembilan...
Tidak apa apa datuk...Terimakasih...timpal Sein..kemudian berjalan ke arena...
Namun semua juga heran, bagaimana Sein bisa mengetahui jika masih ada orang yang memanrmtaunya dari kejauhan..
Sebenarnya Sein tahu maaih ada lagi yang memantau namun ia yakin bukan dari keluarga Datuk Malingka Alam..
Dua sosok lebih sepuh lagi tiba di arena...
mereka adalah tetua kembar Keluarga Malingka Alam..Naraya dan Narayi...
Pangeran..!! anda terlalu sombong...!! kata tetua agung...geram.
Hmm...aku hanya ingin memuaskan ***** bertarung kalian...hahaha...ejek Sein.
Ketujuh grand master keluarga malingka alam itu menjadi semakin geram mendengar ejekan Sein..
Anak ini, kenapa jadi dungu..!? biasanya ia cerdas...batin Datuk Ago..
Melawan tetua agung masih masuk akal..tetapi ini melawan ketujuh grand master malingka Alam,.. benar benar konyol...batin Datuk ago lagi.
Paling rendah tingkatan dari ketujuh orang itu adalah grand master semesta tingkat sembilan...
Paling tinggi adalah grand master asal mula tingkat empat..
Di arena,...
Ke tujuh ketua dan tetua keluarga Malingka Alam segera menyatukan tenaga mereka...mereka ingin segera menunjukkan dahsyatnya kekuatan ilmu keluarga Malingka Alam pada para hadirin untuk menutupi malu atas kekalahan tuan muda mereka..
__ADS_1
+++