
Oh..pasukan biru..., suamiku.., kau jangan bilang akan membuat pasukan pribadi...ini melanggar aturan kesultanan...jika ketahuan maka kau akan dalam bahaya...! kata Mentari mengingatkan..
Hehe...kau tenang saja, aku sudah memikirkannya...
Pasukan ini kelak akan menggegerkan lima benua...! kata Sein...
Salwa Jaga ke dua ibu mu ya nak..ayah keluar dulu menemui para kakek dan nenek... kata Sein pada Salwa..
Iya ayah, ayah jangan lama lama perginya ya, Salwa sudah lama tidak bermain dengan ayah...
Mm...ya, ayah tidak akan lama...! jawab Sein sambil mencubit pipi Salwa...
Eh , apa kalian juga ingin di cubit seperti Salwa..? tanya Sein menggoda kedua istrinya..
Sudah sana pergi, latih pasukan yang benar ya...!! hihihi..usir Mentari..
Sein segera menghampiri kedua istrinya dan memeluknya erat selama beberapa tarikan nafas kemudian bergegas pergi ke hutan bambu..
Di hutan bambu, Nenek serba tahu membuat beberapa pola latihan yang sesuai untuk di jaga oleh kelima tetua, pola ini di sesuaikan dengan kekuatan andalan masing masing tetua, untuk melatih kekuatan fisik pasukan biru..
Setelah pola latihan di selesaikan, kelima tetua itu segera mengambil tempat sesuai ke unggulan yang masing masing mereka miliki..
Begawan sidik Parasada dengan ilmu Dasa Indra memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap serangan lawan..
Dewa Sedih dengan Pukulan Cahaya, memiliki keunggulan dalam keselarasan dan kecepatan
Sutan Rajo Bintang memiliki ketahanan bertarung yang nyaris sempurna..
Kiyai Malaka memiliki ketenangan dan kekuatan dalam pertarungan..
Sedangkan nenek serba tahu, memiliki adaptasi tinggi dan mampu membuat ratusan perubahan uus dan situasi dalam pertarungan..
Kelima keunggulan dari masing masing tetua ini akan di latih dan di satukan dalam pasukan biru...
Segera kelimanya memulai, pasukan biru di perintahkan memasuki dan menjalani alur pola pola latihan yang telah di siapkan...
Ayo, terobos kelima pola di depan kalian ini,...aku ingin lihat..kalian sekuat apa....?? teriak nenek Serba tahu...
Pasukan biru segera mengikuti arahan nenek serba tahu dengan semangat membara...
Walau nenek Serba tahu menerapkan pola yang masih dasar, namun untuk melalui rintangan dalam kelima pola latihan itu tidaklah mudah...
Empat puluh pasukan biru segera memasuki pola pertama yang di jaga oleh Begawan Sidik Parasada,
Cukup lama mereka berada dalam pola begawan yang di jaga sidik Parasada itu..mereka kesulitan menembus karena setiap pergerakan mereka sudah terbaca oleh sang begawan.
Sampai beberapa peminuman teh,
Diantara empat puluh orang pasukan biru ada delapan orang yang menembus..itu pun berkat kerjasama mereka yang mati matian untuk menerobos...sementara tiga puluh dua orang lainnya dilemparkan kembali ke tempat semula oleh Begawan Sidik Parasada...
Delapan orang ini hendak menunggu kawan kawannya di dalam pola yang dijaga oleh Dewa Sedih, namun segera di lemparkan kembali ke tempat semula...
Akhirnya ke empat puluh pasukan ini dipaksa kembali memasuki pola Begawan Sidik Parasada...mereka kembali bertarung, berusaha menerobos pola yang dijaga sang begawan...
Tetap saja hanya delapan yang berhasil lolos ke tempat Dewa Sedih, seperti sebelumnya mereka kembali di lempar ke tempat semula..
Setelah berulang kali mencoba mengulang dan mengulang, menjelang sore, terlihat dua puluh satu orang sudah dapat menerobos ke tempat dewa Sedih...
Sein yang sejak tadi memperhatikan jalannya latihan hanya mengangguk pelan melihat perkembangan pasukan biru...
Kondisi Pasukan Biru nampak sangat berantakan...mereka seperti baru saja di terpa bencana alam...pakai an mereka compang camping, rambut awut awutan,
mereka nampak kelelahan, namun sorot mata mereka masih menunjukkan semangat membara...
Hari sudah hampir gelap..
Nenek Serba Tahu berseru lantang menghentikan jalannya latihan...
Cukup...!! hari ini cukup...!! kalian kembalilah untuk beristirahat...! seru nenek Serba Tahu..
Maaf tetua, apa bisa beberapa putaran lagi...? seru mereka hampir bersamaan...
Mm...baik...! ayo..beberapa putaran lagi...! tipi jika tidak ada peningkatan sebaiknya besok kalian tidak usah latihan lagi..! seru nenek Serba tahu..
Kali ini semangat dan tekad empat puluh pasukan biru semakin kuat...
mereka kembali menerjang dengan sangat buas ke dalam pola Begawan Sidik Parasada...
Setelah beberapa lama, akhirnya dua puluh enam orang berhasil menerobos ke dalam pola Dewa Sedih...
Cukup untuk malam ini...! teriak Sein menghentikan ke empat puluh pasukan yang berniat segera kembali menyerbu ke dalam pola sang begawan...
Segera ke empat puluh pasukan menghentikan gerakan mereka dan menjura ke arah Sein.
Para Tetua,...Terimakasih untuk latihan hari ini...! ucap Sein menhormat pada para tetua Sepuh...
Baik...! besok sebelum matahari terbit kalian empat puluh orang ini harus sudah berada di sini..! seru Nenek Serba tahu dan langsung membubarkan kelima Sesepuh lainnya.
Kelimanya kembali ke kediaman...
Setelah kelimanya pergi, Sein segera memberi semangat pasukan biru...
Kerja kalian luar biasa,..semangat tempur kalian sungguh mencengangkan...
Apa kalian masih semangat..??tanya Sein lantang.
__ADS_1
Kami tetap Semangat tuan...! jawab pasukan biru bersamaan.
Selain semangat, kalian butuh lebih cerdas dan lebih kuat dan lebih cepat lagi...
Kelima pola itu harus kalian lewati dalam waktu sangat cepat...semakin cepat waktu yang kalian butuhkan untuk.melalui ke lima pola maka semakin tinggi pulalah pencapaian kekuatan kalian...
Hah...? menerobos kelima pola dengan cepat..? apa ini masih mungkin...!? aku pikir yang penting bisa melaluinya saja ..! batin Salah satu pasukan...
Hmm..kalau begitu, besok harus lebih jeli melihat kelemahan dalam pola para tetua ini..! tambah pasukan itu membatin.
Ke empat puluh pasukan biru masih tercengang mendengar apa yang di sampaikan oleh Sein.
Hingga Sein menyadarkan mereka,
Baiklah...! aku memberi saran, besok saat kalian berlatih lagi..amatilah sekeliling kalian..perhatikan alur pola dengan baik...maka kalian akan melihat titik lemah itu dengan sangat jelas...! kata Sein memberi saran.
Baik tuan, kami akan melaksanakan apa yang tuan sarankan..
Kalian istirahatlah...di pondok bambu sudah di siapkan hidangan oleh alap alap nomor enam dan sebelas..lekaslah kesana makan malam dan istirahat lah besok lanjut lagi latihannya...! perintah Sein.
Baik tuan, kami pamit...!ucap pasukan biru serempak.
Setelah pasukan biru pergi, Sein tidak meninggalkan tempat latihan itu, melainkan mengeluarkan gulungan yang pernah di berikan Dalman padanya, ia membuknaya menjadi lembaran ...
Selanjutnya Sein membaca dengan serius, dan tak lama kemudian menyimpan kembali gulungan di balik pakaiannya.
Sein memejamkan matanya,...memasuki alam bawah sadar...kemudian membuka mata seolah olah ia telah kembali kedalam keadaan sadar...
Sein lalu mencoba melakukan sesuai petunjuk di dalam galungan yang tadi sudah di bacanya..
Sein mengibaskan tangannya hendak membuka ruang..
Bret...! brrt ..!!
Ah,..mengapa tidak berhasil...! gumam Sein.
Ia terus mencoba hingga ratusan kali tapi masih saja tidak berhasil...
Hmh....sebaikanya aku pulang dulu...aku akan melatihnya lagi lain kali....
++
Di Istana,..
Kediaman permaisuri..
Apa...??? kedudukanku telah di cabut oleh baginda...?? tanya permaisuri dengan tatapan nyalang mendengar laporan..
ia seakan tak percaya laporan pelayan istana yang baru saja di dengarnya...
Dasar Baginda Sultan Malik, sudah berani dia menyinggungku..!! aku akan memberinya sedikit tepukan peringatan...! rutuk Permaisuri Atikah yang kini statusnya sudah menjadi selir buangan..
Saat ini, ia tahu persis kalau di luar istana maka aku akan semakin kelabakan menghadapi para pendekar yang mengincar kitab Ganjar Dewa dan Cakram Sudarsana...
Tuanku, ini sangat berbahaya...di luar istana sangat tidak aman untuk tuanku...! di dalam istana ini saja serangan cukup sering terjadi...ucap Ki Bopeng.
Hmm..Sudah berapa orang kita yang korban..!?tanya permaisuri..
Sudah empat orang yang mulia...! jawab Ki Bopeng.
Keselamatan Tuan Besar Kuraya juga bisa terancam..., jika mereka tidak dapat merebut secara langsung, bisa jadi mereka menggunakan cara licik..., Tambah Ki Bopeng.
Ya...tuan Bopeng betul, orang orang ini dikhawatirkan akan menyandera tuan besar Kuraya ( kakak permaisuri Atikah) untuk memaksa permaisuri menyerahkan kedua benda itu...! timpal Komandan Hari.
Tapi mau bagaimana lagi, baginda sultan sudah membuat keputusan..! ucap Atikah..
Sebaiknya kita ikuti saja, kediaman Selir buangan..., itu juga sudah cukup lumayan..! kata Atikah...
Tuanku...!! tuanku..!!!
Seru para pengikut Atikah mencegah jangan sampai Atikah keluar istana..
Sudahlah, ini bukan masalah..ayo bantu aku berkemas..! kata Atikah pada pelayannya..
Baik tuanku...! jawab si Pelayan, pasrah..
+
Di waktu yang hampir bersamaan,
Di kamar Sultan Malik..
Lapor tuanku...!Suara pengawal rahasia Sultan Malik seperti berbisik..
Owh, paman..kau sudah kembali..! jawab baginda sultan
Tuanku, mereka ada di kediaman Sutan Rajo Bintang..
Mm..di sana juga bagus.., setidaknya mereka masih aman..,
Kau kembalilah bersembunyi paman, aku hendak ke aula pertemuan dulu.., kata Sultan Malik.
Baik tuanku, jawab sang pengawal rahasia..
+
__ADS_1
Setelah beberapa saat berada di aula,
Lapooorrr...!!
Kepala penyelidik Kesultanan, Menteri pertahanan dan komandan pengawal istana bersama sama tergopoh gopoh menghadap baginda sultan...
Ada apa...?tanya Ince Zulfa yang sedang berbincang dengan Sultan..
Tuan Sekretaris...kami ingin melapor pada baginda...! jawab kepala penyelidik kesultanan..
Ow..apa yang akan kalian laporkan...!? tanya Sultan Malik...
Baginda, dunia persilatan sedang gempar, berita ,,tentang baginda sultan menguasai salah satu kitab legenda membuat banyak pendekar dunia persilatan mengarahkan bidikan pada istana...ini sangat berbahaya...! beber Kepala Penyelidik..
Baginda, keamanan istana akan semakin terancam...kata Komandan Pengawal Istana...
Negeri negeri tetangga juga bersiap mengambil keuntungan dari keadaan ini..! tambah Menteri pertahanan..
Apa yang terjadi..? bukanya mereka sedang mengincar Atikah..kan wanita itu yang saat ini memegang kitab Ganjar Dewa..?tanya Sultan Malik dengan kening berkerut..
Ampun baginda, di lima benua saat ini, sudah tersebar,.selain permaisuri memegang kitab ganjar dewa dan cakram sudarsana, baginda Sultan juga menyimpan Kitab Kaisar Naga..! jawab Kepala Penyelidik..
Apa..?.siapa yang membuat berita omong kosong itu..?
Kepala penyelidik, Cepat Selidiki, dan segera setelah diketahui siapa orangnya, tangkap dan bawa orang itu kehadapanku...! perintah Baginda Sultan..
Sementara itu, Delapan Datuk baru saja tiba...mereka sepertinya sangat tegang..
Salam Yang Mulia..! sapa Delapan Datuk bersamaan..
Oh, salam para datuk sekalian..! balas Sultan Malik.
Setelah para datuk duduk, baginda sultan bertanya,
Datuk, saat ini kesultanan sedang dalam masalah..apakah pendapat para datuk..?
Masalah ini bermula dari ambisi Selir Atikah, pertama tama tentu kita harus menjauhkan Atikah dari istana..baru kemudian meredam kekuatan yang mendukung di belakangnya.., jawab Datuk Rajo.
Saat ini kekuatan selir Atikah memang sedang kacau, mereka bertikai sendiri akibat berebut Cakram Sudarsana dan Kitab Ganjar Dewa..., tapi ini tidak akan lama...
secepatnya mereka akan menyadari hal ini.., jelas Datuk Ago
Kekuatan yang mendukung wanita gila itu tidak boleh dibiarkan kembali normal, mereka harus terus di buat bertikai satu sama lain..., kata Sultan Malik..
Dan masalah kita selanjutnya adalah adanya kabar bahwa aku menyimpan Kitab Kaisar Naga..ini membuat beberapa kekuatan di dunia persilatan menargetkan kesultanan ini..bahkan kerajaan kerajaan tetangga berniat untuk ambil kesempatan.., bagaimana menurut para datuk..?
Kita harus mencari sumber berita itu, lalu menghentikannya.., selanjutnya kita lakukan bantahan terhadap berita itu...! usul Datuk Garang..
Tapi hal ini sudah menjadi berita besar, sulit lagi untuk menghentikannya, juga untuk melakukan bantahan sepertinya tidak akan ada yang percaya...! timpal Sultan Malik
Betul...mereka tidak akan percaya begitu saja bantahan dari kita...! tambah Ince Zulfa.
Saran saya, sementara ini, kita bertahan saja dulu...namun bersamaan dengan itu kita cari informasi tentang keberadaan Kitab Kaisar Naga..jika sudah ketemu maka kita akan mengadakan sayembara...barang siapa yang bisa menjadi dua puluh orang teratas dalam kompetisi maka berhak untuk mendatangi tempat dimana Kitab Kaisar Naga berada..,
Usul Sekretaris Kesultanan sangat bagus..., jika mereka saling serang maka kekuatan mereka akan berkurang..serangan ke kesultanan juga semakin berkurang, jadi dengan mudah bisa kita atasi...! timpal Datuk Rangkayo...
Ya..sebaiknya begitu saja..., aku akan mengutus orang untuk membantu penyelidik istana menyelidiki masalah Kitab Kaisar Naga itu...! putus Sultan Malik..
Menteri pertahanan, buat keadaan saling menerkam dalam pendukung Atikah...
Komandan Pengawal istana, tetaplah perketat keamanan istana bekerja sama dengan murid murid delapan datuk..! perintah Sultan malik pada para pejabatnya..
Pertemuan selesai dan para pejabat telah meninggalkan aula..
Baginda Sultan sudah kembali ke kamarnya...,
Ince Zulfa masih terus mengikuti sultan malik ke kamarnya..
Zulfa, aku beritahu padamu..kelompok Yasmin, Mentari dan para tetua dunia persilatan itu berada di kediaman gurumu Sutan Rajo Bintang..! kata Sultan Malik pada Ince Zulfa..
Bernarkah, .? berarti itu kabar bagus...! segera ajak mereka pulang ke istana biar para tetua sepuh itu ikut melindungi istana...! usul Ince zulfa.
Mm..usulmu bagus juga, tetapi lebih baik biarkan mereka di sana saja...lebih aman buat mereka..., ada para tetua itu yang melindungi mereka..!
Lantas, kapan baginda akan membebaskan Sein..?? tanya Ince Zulfa..
Huh...apa masih perlu ku bebaskan..?? ia sudah lama membebaskan diri...
Justru ia yang mengatur sandiwara rumahnya dibakar penyerang dan cakram sudarsana serta kitab Ganjar Dewa di rebut Atikah...! timpal Sultan Malik kesal...
Hah...? benarkah...?
anak ini benar benar cerdas...!!hehehe... puji inces Zulfa..
Ya...dan aku juga curiga, tudingan kalau aku menyimpan Kitab Kaisar Naga adalah ulahnya...! kata Sultan Malik.
Hehehehe....jangan seperti itu, Sein adalah menantumu, tentu tidak akan membuatmu dalam masalah...! bela Ince Zulfa..
Yaa...semoga saja bukan dia, tapi kemungkinan itu ada, aku telah menahannya, mungkin ia kesal padaku dan berniat membalas ku...! ucap Sultan Malik..
Sudahlah..!! tidak usah berpikiran buruk tentang menantu kita itu...! timpal Ince Zulfa..
Ya...kau benar...aku terlalu memikirkan hal ini..., balas Sultan Malik.
Baiklah ..aku kembali dulu..., orang orang benua congko itu belum ada pergeakan lagi.. jika ada sesuatu aku akan mengabarimu secepatnya..
__ADS_1
+++