Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Pertarungan Para Pendekar Tingkat Legenda


__ADS_3

Satu hari yang lalu..


ketika Sein menuju Karang Merah,


Di tepi pantai..


Empat orang telah bersiaga,


menunggu kapal yang terlihat dari kejauhan berlabuh..


Biru Merah Kesengsaraan dan Hitam Putih Kematian bersiap menghadapi petarung hebat Benua Jauh, Tujuh pemburu Nyawa..


Kakak, aku tidak sabar lagi, sudah lama sejak pertarungan kita dengan resi naga anantasesa dan ke empat saudaranya...hehehe...! kata Hitam kematian.


Halah, itu sudah sangat lama dan kau masih saja menyombongkan hal itu...! timpal Putih kematian mengejek..


Huh, kau merusak suasana hatiku saja,..! Kata Hitam kematian


Sudahlah, kalian sudah setua ini masih bertingkah seperti anak kecil saja, perhatikan sana, kapal itu sudah mau berlabuh..! hardik Merah kesengsaraan.


I..iya kak..! jawab Hitam Putih Kematian bersamaan.


Tak lama berselang,


Tujuh orang berkelebat dengan cepat dan menjejak pasir pantai..


Hup,..


Tap...tap..tap...


Benua ini akan segera kita obrak abrik,..! seru Salah satu pemburu nyawa..


Hahaha...! mau mengobrak abrik benua ini..? itu tergantung kemampuan kalian...!! ejek Hitam kematian..


Hah..!? siapa kalian...!? kalau berani menghalangi jalan kami, kalian akan ku jadi kan makanan ikan laut..! tanya Pemburu nyawa nomor tujuh disertai ancaman.


Pemburu nyawa ini saling memanggil dengan urutan mereka di kelompok ini..


Adik ke tujuh, hati hati..mereka sangat kuat..! kata nomor dua mengingatkan..


Empat sosok pendekar sedang menghalang jalan ketujuh pemburu nyawa...


Pemburu nyawa nomor satu maju kedepan dan memperkenalkan diri...


Maaf tuan tuan,..


Kami dari benua Parsi,


datang ke benua ini atas perintah Ketua Dunia Persilatan Benua Parsi karena permintaan seseorang...


Apakah kalian yang di tugaskan untuk menjemput kami dan sebagai petunjuk jalan.??tanya pemburu nyawa nomor satu..


Orang yang kalian maksud sudah kami bunuh...hehehe...! kata Hitam Kematian..


Memang pada saat menunggu tadi mereka berempat melihat ada orang yang sedang duduk di batang nyiur yang terbaring di pantai,..


Setelah beberapa saat berbicara ke empatnya mengetahui kalau orang itu yang akan menjemput tujuh pemburu nyawa..


Jadi Hitam Kematian segera membunuhnya..


Apa..!?berarti kalian memang benar benar musuh..! seru nomor satu pemburu nyawa...


Apa kalian datang kesini untuk memburu nyawa, atau untuk berbicara omong kosong saja? ejek Hitam Kematian..


Tuan, bicaramu sungguh tidak sopan,..! teriak nomor tujuh pemburu nyawa.


Tidak perlu banyak bicara,.ayo bertarung..!!teriak Hitam Kematian langsung menyerang nomor satu pemburu nyawa...!


Pemburu nyawa nomor satu menghindar dengan gesit, tapi Hitam Kematian terus memburu dengan beringas.


Pendekar benua ini cukup berkemampuan, umam nomor tiga pemburu nyawa..


Benturan tapak tak terhindarkan,..


BAMMMMMM..!!!


Nomor satu merasakan kebas di tangannya,..


sedangkan Hitam Kematian merasa lengannya bergetar sampai siku..!


Kakak pertama,.! seru ke enam saudaranya para pemburu nyawa khawatir..


Aku tidak apa apa..! kata Pemburu nyawa nomor satu..


Ehehehe..ini baru sedikit pemanasan..!ayo kita main lagi...! seru Hitam Kematian penuh semangat.


Saat Pemburu nyawa hendak berbicara, Hitam Kematian sudah mulai menyerang lagi..


Hiaaaa......!


Hah..? orang ini gila...!!seru pemburu nyawa nomor satu sambil melompat kebelakang menghindar..


Tapi rupanya pemburu nyawa nomor tujuh yang menyambut serangan Hitam Kematian..


Tap..!


Buk..!!


aghhh..!!


Pemburu nyawa nomor tujuh terlempar tiga tombak kebelakang..


Walau masih bisa berdiri, tapi lutut nya sedikit terasa goyah...


Hehehe... cuma punya kemampuan segini, kalian ingin mencoba membuat onar di benua ini, kalian mimpi...!


Nama pemburu nyawa sebenarnya tidak cocok untuk kalian, sepertinya lebih tepatnya Pemgantar Nyawa...!! ahahahahah....! ejek Hitam Kematian...


Kurang ajar,...!! ketujuh pemburu nyawa meradang..


Ayo kita tunjukkan pada mereka kalau kita layak untuk di kirim ke sini memburu nyawa mereka...! kata Nomor dua dengan penuh amarah...


Ketujuh pemburu nyawa segera bersih dengan jurus mereka...


Merah Kesengsaraan melihat pertarungan akan semakin serius...


Putih, segera bantu hitam....! Seru Merah Kesengsaraan ..

__ADS_1


Baik Kak...! saat semuanya bersiap, Putih Kematian langsung mendahului Hitam Kematian menyerang tujuh pemburu nyawa..


Saat putih sudah tepat di depan nomor dua, nomor dua berkelebat cepat seperti bayang bayang dan mulai melakukan serangan,


Serangan Putih pada nomor dua luput, tapi ia masih sempat menyerempet nomor lima dengan salah satu sabetan Jutus Tangan Pedang miliknya..


Arrghh...!!


Nomor Lima menjerit, bahunya terasa tersayat...


Belum sempat nomor lima berdiri tegap, sebuah tendangan sudah mengarah kepadanya dari Hitam kematian, sedangkan nomor tujuh kembali mendapatkan serangan mematikan pada pusat energinya dari putih kematian..


Bajingan...!! mereka ini bertarung dengan gila..


Satu persatu dari mereka mendapat serangan dari Hitam Putih Kematian,


Mereka bahkan menjadi gugup menghadapi Hitam Putih Kematian..


Tujuh pemburu nyawa terdesak hebat..satu persatu mereka dilemparkan dari pertarungan dan bergelimpangan di pasir pantai...


Hahaha...kalian benar benar sampah,..kalian memang cocok di sebut pengantar nyawa..


Biru Jesengsaraan tercengang...


Tidak..!! ini tidak mungkin...!! seru Biru kesengsaraan


Sedangkan Merah Kesengsaraan hanya diam menatap heran pada Biru Kesengsaraan yang terlihat sangat cemas...


Kakak, kita sudah membunuh Tetujuh Pengantar Nyawa ini...! huh Pemburu Nyawa apanya, kalian memang tidak pantas...!! seru Hitam Kematian..


Cepat kembali,..!! kita telah tertipu..! seru Biru Kesengsaraan.


Apa...!!? seru Hitam dan Putih Kematian dengan tercengang..


Sudah ayo cepat kita kembali..mudah mudahan masih terkejar...! seru Biru Kesengsaraan.


Mereka berempat segera berkelebat dengan kecepatan tertinggi mereka,...


Kakak...! ada apa..? tanya Hitam Kematian.


Kita tertipu, yang terbunuh tadi bukan pemburu nyawa Asli..! jelas Biru Kesengsaraan.


Hah..!!? ketiganya berseru kaget.


Ayo cepat, kediaman anak dan menantuku dalam bahaya...!! teriak Biru Kesengsaraan.


Beberapa waktu berlalu,


mereka tiba kembali di ibu kota,..


Kediaman Sein sudah terdengar pertarungan sengit..


Nampak Dewa Sedih dan Nenek Serba Tahu di bantu oleh Ki Balang Nipa, Karaeng Gantarang, Kaisar Kelana dan Kakek Dai bertarung sengit dengan tujuh orang...


Kita Harus membunuh orang orang ini dengan cepat, sebelum bantuan mereka tiba...! kata Nomor Satu Pemburu Nyawa...


Heheh...orang orang ini tidak layak, kecuali sepasang kakek dan nenek itu..kata Nomor lima..


Dewa Sedih dan Nenek Serba Tahu merasa lawan kali ini benar benar sangat hebat...


Hmm...tiga orang dari mereka bahkan sudah melebihi grand master asal mula tingkat sembilan..! seru dewa Sedih..


Ya kita mampu menahan yang dua itu, tapi bagaimana dengan lima lainnya..orang orang kita tidak akan mampu bertahan...! bisik Nenek Serba Tahu..


Hahaha...kalian hari ini akan segera mati...! seru nomor empat yang berada di grand master asal mula tingkat sembilan..


Mati..?.hehehe..sudah banyak yang mengatakan itu pada kami, tapi setelah itu mereka lari ketakutan..! ejek Kakek Dai...


Hahah..nampaknya kau akan mati lebih cepat dari yang lainnya bocah...! kata Nomor tiga pada kakek Dai..


Segera pertempuran akan di lanjutkan lagi, tiba tiba dari belakang muncul empat orang yang dengan membabi buta langsung menyerang ketujuh pemburu nyawa...!


Dewa sedih memberi tanda pada yang lain untuk tetap di tempat, sementara ia dan Nenek Serba Tahu segera membantu menyerang ketujuh pemburu nyawa..


Bhammmmm...!


Pukulan Biru Kesengsaraan beradu dengan Nomor satu,..


Keduanya terjajar dua langkah kebelakang...


Ohoho..ada yang kuat di sini rupanya...! seru nomor satu..


Sementara saudaranya yang lain ada yang di kirim terbang oleh Merah Kesengsaraan dan Hitam Kematian...


Sedangkan yang lainnya terjajar beberapa langkah saat beradu dengan Dewa Sedih dan nenek serba tahu..


Terjadi lagi jeda pertarungan..


Terimakasih tuan dan nyonya sekertaris..! juga tuan berdua.. seru Karaeng Gantarang sambil menyapa kedua orang yang baru dilihat nya..


Ahaha...tidak perlu sungkan tuan, kami hanya membela anak dan menantu kami..ini adalah kedua guru kami...! kata Ince Zulfa..


Kakak..mengapa kau begitu tidak sopan, mengatakan kami gurumu bukankah itu mengatakan bahwa kami lebih tua darimu..!


kakak, kami masih jauh lebih muda dan tampan darimu..! protes Hitam kematian..


Huft....! ketujuh pemburu nyawa kembali mengambil posisi tegap...


Kalian telah membunuh bayangan kami..sangat luar biasa...! puji nomor satu menyindir...


Ck...hebat apa membunuh ketujuh boneka pasir itu,..apa kalian hanya pandai bicara...? ejek Hitam kematian..


Baik bersiaplah..! mereka bertujuh segera membentuk formasi..


Saat farmasi terbentuk serangan besar di lancarkan oleh ketujuh Pemburu nyawa...


bersamaan dengan itu, tiba tiba seorang bertubuh ramping berpakaian hitam mengenakan topeng membantu pemburu nyawa...


pedang bersinar merah kekuningan di tangannya menyambar dengan tanpa celah..


Pedang Kilin Api...!!seru nenek Serbatahu..


Sebuah tendangan dari hitam kematian mengenai tubuh ramping bertopeng itu, tapi todak berarti apa apa..


hah..? tendanganku tak terasa olehnya..!?


gumam hitam kematian..

__ADS_1


Nenek serba tahu yang menyaksikan itu serta merta terkejut,


Zirah Sisik Kadal Setan Beracun..!! seru nenek serba tahu..


ilmu orang ini hanya di tingkat grand master asal mula tingkat tujuh, tapi kedua pusaka yang ada padanya akan sulit untuk di kalahkan dengan cara biasa...! gumam nenek serba tahu..


Nenek serba tahu kemudian mengeluarkan belati kecil seukuran satu jengkal terbuat dari serpihan kristal sisa gunung berapi dan mendekati sosok bertopeng..


Orang lain tidak akan bisa mengalahkanmu karena tidak tahu kelemahan baju zirah yang kau kenakan, tapi aku tahu itu..!! batin nenek serba Tahu...


Nenek peot, kau ingin menghadapiku..? ayo...!


seru sosok bertopeng..


Heheh...gadis bodoh kau sendiri bahkan tidak tahu kelemahan bajubzirah yang kau pakai...! ejek nenek serba tahu dalam hati..


Hiaaaa....!!


Sosok bertopeng menerjang ke arah nenek serba tahun dengan Pedang Kilin Api di tanganya..ia sangat percaya diri tidak ada yang dapat melukainya..


Saat sbrangan pedang Kilin api miliknya mengarah kekepala nenek.l serba tahu, nenek sakti itu menarik badannya kebelakang sehingga sabetan pedang lewat, nenek serba tahu berputar di udara dan mendekati sosok bertopeng dengan tendangan berputar...


Pusaran Ekor Naga...! seru Sosok bertopeng..


Ia burburu buru meningkatkan tenaga dalamnya dang mengerahkan ke baju zirahnya..


dengan begini tubuhnya akan terlindumgi bahkan dari serangan terkuat dari Ranah Legenda..


Tapi saat ia menyadari bahwa Nenek Serba tahu tidak hanya melakukan pusaran tendangan tapi juga telah menusukkan belati tepat di jantungnya,,ia sudah terlambat menghindar..


Baju zirah yang ia kenakan tembus, dan tusukan itu sangat tepat di jantungnya...


Sosok bertopeng diam sejenak, kemudian jatuh berlutut..


Sebelum ia roboh, sekelebat angin dingin yang sangat menusuk menyabar dan membawa pergitubuh sosok bertopeng..


Siapa orang yang membawanya pergi..!? batin Nenek Serba tahu


Nenek serba tahu tidak menyadari kehadiran orang itu ..


Karena lawannya telah di bawa pergi, ia segera berkelebat membantu Dewa Sedih...


Pertarungan terus berlanjut, meski perlahan tujuh pemburu nyawa mulai terdesak..


Hehe....tujuh orang itu, kalau tidak segera kabur, akan segera jadi arwah gentayangan..! ejek Kakek Dai dari jarak lima puluh tombak....


Diam, perhatikan saja..nonton pertarungan seperti ini sangat jarang..! hardik kaisar kelana.


Ck.ck ...aku tak menyangka kedua suami istri itu adalah petarung tingkat Legenda..! kata Karaeng Gantarang..


Hah. !? ku pukir yang tertinggi adalah Grand Master Semesta tingkat sembilan...!? tanya Kaisar Kelana..


Hehehe...itu wawasan orang orang yang baru belajar beladiri...!


di atas tingkat semesta masih ada tingkat abadi atau asal mula, atasnya lagi ada tingkat legenda dan di atas tingkat legenda ada tingkat Bintang dan masih ada banyak lagi yang aku tidak ketahui.. ! beber karaeng Gantarang..


Oh..betapa kecilnya kami ini...! seru kakek Dai..


Sudahlah, nanti kita tingkatkan lagi latihan kita...! kata Kaisar Kelana..


Pertarungan masih terus berlangsung, kini keadaan menguntungkan bagi kelompok Dewa Sedih yang di bantu oleh Biru Kesengsaraan dan saudara nya..


Celaka...!! jika begini terus sebenar lagi kita akan musnah di tangan orang orang ini..! Seru pemburu nyawa Nomor Satu.


Nomor Dua segera,mengeluarkan tandamemanggil bantuan...


E..? masih ingin memanggil bantuan..?tanya Hitam Kematian dan segera mengirimkan tendangan ke dada nomor dua dengan kekuatan penuh..


Brakkk...!


Auhg..!


Nomor dua dikirim terbang keluar dari arena pertempuran.


Nomor dua tergeletak dengan dada hancur..


Adik ke dua..!! Seru Nomor satu meraung..


Kauu...!!! mati kau...!! teriak nomor satu.


ia menunjuk Hitam kematian dengan sangat marah,..


Hehehe..dari tadi kau selalu saja bilang mati..mati.., kalian jni memang hanya,pandai bicara..! dasar badut Parsi..!! ejek hitam Kematian..


Slupp...sebuah siluet menghampiri Hitam kematian,


Hitam kematian merasakan Udara di sekitarnya tiba tiba berubah menjadi sangat mencekam..


Kalian terlalu percaya diri...! kata siluet itu, kemudian perlahan lahan sosoknya menjadi jelas...


Hah...siapa lagi ini..?


Ucap hitam kematian..


Kaliab tidak pernah berpikir bahwa pemburu nyawa hanya tujuh orang kan...?tanya sosok yang baru datang..


Sosok ini adalah sosok seorang wanita muda , namun usianya sudah sangat tua,...


Melihat bantuan untuk mereka telah tiba, Ketujuh pemburu nyawa segera tersenyum..


Hahhaa..Kali ini kalian akan benar benar binasa...! ucap nomor tujuh.


Senior Nisa ...! sapa nomor satu..


Nisa Lia, adalah salah satu leluhur Klan Wong yang sudah lama menutup diri, di benua Jauh..


Nisa Lia dan masih ada dua orang Keluarga Byzan Lainnya dari benua Parsi telah datang bersama tujuh pemburu nyawa...


Kalian istirahat saja, sisanya biar aku yang ururs..! Kata Nisa Lia dengan sangat tenang..


Rupanya bantuan untuk mereka telah tiba dengan sangat cepat..! kata Biru Kesengsaraan..


Hati hati..sepertinya orang ini berada di tingkatan Legenda Bumi..! Seru Biru Kesengsaraan..


Kalian Sebaiknya segera berdoa, akan kukirim kalian keluar dari alam dunia ini..! kata Nisa Lia enteng..


+++

__ADS_1


__ADS_2