
Utari mulai putus asa, dalam hati ia membulatkan tekad akan melawan kemudian mearikan diri..
Tapi tentu saja, Ilmu Kewaskitaan yang dimiliki oleh Sein saat mencapai Ranah Naluri Sempurna di tahap pertama Jalur Energi Spiritual mengetahui dengan jelas niat Utari.
Mentari yang sudah tidak sabar langsung menyerang dengan kekuatan penuh..
Di hadapan Mentari yang kekuatannya kini berada di ranah Alam Hampa jalur Energi spiritual, Utari tak ubahnya seekor tikus got..
Hup...!
Dengan sigap Mentari sudah mencengram leher Utari dengan kuat, Utari terkejut, apa yang selama ini dipelajarinya dari Hung Min terasa sia sia..
Sama sekali ia tak dapat menghindar ataupun menangkis serangan Mentari..
Uhukk..!! kk..ka..kak..uhk.! ucap Utari dengan suara tercekat..
Aku tidak ingin mendengar apapun dari mulutmu yang berbisa itu..,
Buk..!!
Akhhh...!!
Masih dalam cengkraman Mentari, Utari meleguh, dadanya terasa remuk dihantam tinju Mentari..
Darah mulai menetes di sela bibir, hidung, mata dan telinga Utari...
Melihat gelagat ini,
Sein menegrahkan kekuatannya untuk mencegah Mentari membunuh Utari dengan cepat, Sein merasa Utari masih berguna..
Whuusss..!!
Tangan Mentari terlepas seketika dari leher Utari, tubuh Utari Pun ambruk tak sadarkan diri..
Sein, dengan cepat mengikat Utari dengan Kalimat Mistik Pengikat Iblis, dengan begini semua yang akan dilakukan Utari sejak terikat dengan kalimat ini akan diketahui oleh Sein di mana pun Utari berada walau jaraknya dengan Sein sangat berjauhan..
Sein melakukan ini untuk memantau gerak gerik Utari dan kekuatan di belakangnya, karena Sein merasa bahwa Utari tidak hanya ada Makil dan Atikah di belakngnya melainkan ada kekuatan lain yang jauh lebih besar..
Bawa dia kekamar dan baringkan dia,.., perintah Sein.
Kak..??... Ucap Mentari tertahan karena sudah dipotong oleh Sein.
Sudah lah ikuti saja apa yang aku katakan...! potong Sein.
Mm..baiklah, Mentari menyeret tubuh Utari ke dalam kamar, lalu melemparkan tubuh Utari ke atas tempat tidur..
Brukk..!! tubuh Utari terhempas dengan keras..
Dasar anak sial..!! Umpat Utari lalu keluar dari kamar..
Setelah beberapa saat,
Kini semuanya berkumpul di dalam kediaman Sekertaris Kesultanan,
Kakak, kita telah menangkap Utari anak sial ini, selanjutnya bagaiamana..? tanya Mentari yang berjalan dari dalam kamar menghampiri Sein Yasmin dan Ibu Mentari..
Biarkan saja, setelah ia bangun ia akan lupa apa yang telah terjadi, biarkan ia terus menjadi mata mata musuh, tetapi informasi yang dia dapatkan dan dia kirim ke musuh adalah informasi yang memang telah kita atur dan sengaja kita biarkan untuk dia tahu dan dia kirim.., jelas Sein.
Oh..? mengapa tak langsung bunuh saja anak sial itu..? tanya Mentari geram..
Belum waktunya,..!
Aku merasa ada kekuatan besar di balik ini semua, untuk sementara, biarkan dulu seperti ini.., aku akan memancing kekuatan besar itu untuk menunjukkan diri.., beber Sein.
Baiklah, terserah padamu saja suamiku..! timpal Mentari.
Ibu, Utari akan sadar dua hari lagi,
Jika ia terbangun, ia tidak akan ingat telah bertarung dengan Mentari, yang di ingatnya hanya sampai kami tiba di tempat ini.., jadi, tolong ibu menceritakan padanya bahwa kami akan menuju Jurang Gunug Tujuh mencari Atikah, si wanita gila itu.. jelas Sein.
Iya nak, akan ibu lakukan, tapi kalian sebenarnya hendak kemana? Dan selama ini kalian ada dimana? tanya Ibu Mentari..
Kami akan menunggu ibu di Asosiasi Tungku Biru, setelah Utari pergi untuk melaporkan apa yang ia ketahui, ibu dan Ayah segeralah Ke Asosiasi Tungku Biru, kami akan membawa ayah dan ibu ketempat lain.., beber Sein..
Oh, seperti itu..ya..baiklah.., timpal Ibu Mentari
Tak lama kemudian,
Ince Zulfa tiba dengan wajah dan perasaann campur aduk..
Dengan kemampuannya, ia merasakan kekuatan yang ada di rumahnya sejak dari kejauhan, ia khawatir Istrinya diserang oleh kekuatan bantuan Utari, tapi setelah sampai ia menjadi lega karena yang ada di kediamannya adalah anak dan menantunya yang sudah lama tak dijumpainya..
Kalian ini benar benar keterlaluan,..
Mengapa kalian tidak memberitahu kami dimana kalian bersembunyi..??!! tanya ince Zulfa.
Ayah..!! Mentari segera menghambur kepelukan Ince Zulfa..
Cukup lama ayah dan anak itu berpelukan, sampai akhirnya Ince Zulfa bertanya,
Dimana Utari, apa kalian sudah membunuhnya,,?
Tentu saja belum..!! dia masih berguna, ucap Mentari lalu menceritakan rencana Sein memanfaatkan Utari kepada Ince Zulfa..
Ince Zulfa manggut manggut setuju,
MM..Sein selalu saja punya cara yang cerdas..!! puji Ince Zulfa..
__ADS_1
+
Di hutan purba,
Aula besar Perguruan Lengan Iblis...
Keluarga besar Datuk Malingka Alam baru saja tiba di Hutan Purba,
Hung Min yang telah lama menjadi sekutunya, menyambutnya dengan baik..
Tuan Besar Malingka Alam melaporkan semua kejadian tampa ada sutupun terlewatkan..
Huh..Sultan Malik benar benar cukup tegas, bahkan Jendral Penjaga Perbatasan pun tanpa ragu ia musnahkan sekeluarga.., Ucap Hung Min..
Betul Tuan Hung, Bagi Sultan Malik, semua yang sudah tidak sejalan dengannya akan dimusnahkannya dengan segera.., timpal Tuan Besar Malingka Alam..
Kekuatan Keluaraga Besar Datuk Malingka Alam adalah kekuatan nomor tiga di Ibukota yang biasanya ikut mendikte keputusan keputusan kesultanan..namun saat ini nampak tidak berdaya di hadapan Sultan Malik..
Selama ini Sultan malik memang sangat menjaga stabilitas kekuatan dalam ibukota, jadi ia selalu mencari jalan tengah untuk kepentingan semua keluarga bangsawan dan Kesultanan Datuk Delapan..
Namun saat ini, baginya karena sudah jelas arah dukungan keluarga besar atau bangsawan ibukota maka dengan berani pula ia menunjukkan ketegasannya, siapa saja yang menentang kesultanan akan ia musnahkan dengan segera..
Hm..mendengar apa yang kau ceritakan, sepertinya Sultan Malik tidak lagi memperhitungkan kekuatan para keluarga bangsawan di ibukota.
Dan Jika memang Sultan Malik tidak lagi memperdulikan kekuatan para Keluarga Bangsawan ini, maka ada kemungkinan Ibukota cukup mudah kita kuasai..tinggal kita menaklukkan pendukung Sultan Malik maka keluarga bangsawan itu dengan sendirinya akan mendukung kepemimpinan baru di kesultanan datuk delapan nantinya.., beber Hung Min..
Makil dengan sumringah menyambut kesimpulan Hung Min itu..
Betul paman, berarti saat ini adalah waktu yang pas untuk menyerang Kesultanan Datuk Delapan..timpal Makil.
Ki Bolontio dan Eyang Wasis yang juga berada di tempat itu mengabarkan bahwa untuk menyerang Kesultanan Datuk Delapan, kekuatan dari Perguruan Lengan Iblis sudah sangat siap untuk dikerahkan..
Tan Atai, beserta petarung bantuan dari Parzi yang sudah tiba sehari yang lalu mengangguk setuju..
Baik kalau begitu, mari kita mulai mengerahkan kekuatan untuk menyerang Kesultanan Datuk Delapan.., Putus Hung Min.
Ke esokan Harinya,
Suasana Pagi, Hutan Purba masih berkabut..
Rombongan pertama dari kekuatan kubu Perguruan Lengan Iblis telah bergerak memecah kabut pagi..
Semua kekuatan yang telah diatur Hung Min sebelumnya langsung bergerak dengan cepat,
Demikian pula halnya di Jurang Gunung Tujuh,
Pasukan Kesultanan Datuk Delapan bergerak memasuki kawasan Gunung Kerinci..
Jendral Mukti bersama Jendral Bagada memberi perintah kepada masing masing komandan regu sesuai tugas mereka masing masing..
Pergerakan di kaki gunung Kerinci ini tak luput dari pantauan Jendral Rola dan Angku laras yang di utus secara rahasia oleh Sultan Malik....
Tepat saat matahari terbenam, Hu Kui , hewan buas mistis yang selama ini menjadi salah satu penunggu hutan ini, menhadang rombongan pasukan Jendral Mukti ini di tepi sungai..
Suara Hu Kui yang hampir menyerupai suara auman harimau menggetarkan wilayah sekitar..
Para pasukan terkejut melihat mahluk aneh di hadapan mereka,..
Suasana remang karena senja sudah hampir berganti malam, membuat pemandangan di tepi sungai itu semakin menyeramkan..
Hu Kui, mahluk bersisik ini terus menatap para pasukan dengan tatapan permusuhan..
Melihat gelagat yang kurang baik ini, Jendral Mukti bersama Jendral bagada langsung bersiap..
Prajurit panah hendak mengambil posisi, namun dihentikan oleh Jendral Mukti,
Tidak Perlu.., cegah Jendral Mukti..
Panah panah kalian tidak akan bisa menebus sisiknya yang tebal itu..! kata Jendral Mukti..
Jendral Mukti melangkah kedepan..
Hu Kui sudah mulai mengaum dan mulai memasang sikap akan menyerang..
Jendral Mukti mengeluarkan pedangnya, lalu menyerang Hu Kui, dengan maksud hendak mengusirnya agar tidak menghalangi pergerakan pasukan..
Namun Hu Kui melakukan perlawanan, dengan cepat mendahului Jendral Mukti menyerang..
Goaarrrr..!!!
Goarr..!!
Geraman..geraman Hu Kui disertai sabetan cakar Hitam yang mematikan memburu ke arah Jendral Mukti..
Jendral Mukti berusaha menagkis kuku hitam Hu Kui namun kuku itu seperti sebilah baja yang sangat kuat dan tajam..
Beberapa kali Jendral Mukti berhasil menusuk tubuh Hu Kui, tapi seperti yang telah di duga sebelumnya, sisik sisik di tubuh Hu Kui yang tebal itu membuat hewan mistis ini tak merasakan apa apa saat di tebas ataupun di tusuk oleh pedang Jendral Mukti..
Beberapa saat kemudian,
Cakar Hu Kui berbenturan dengan pedang Jendral Mukti yang Membuat pedang Jnedral Mukti patah..
Jendral Mukti dengan sigap melompat mundur..
Hu Kui menatap, seakan mengejek...
Hmph..apa boleh buat, batin Jendral Mukti..
__ADS_1
Jendral Mukti segera mengeluarkan Rantai Neraka..
Begitu Rantai Neraka dikeluarkan, suasana sekitar diselimuti hawa hitam yang pekat..
Hu Kui yang sejak tadi seolah mengejek, terlihat terkejut, lalu mundur beberapa langkah.., dan tak lama setelah itu ia berbalik melarikan diri..
Insting Hu Kui memang cukup tajam akan senjata yang sekiranya bisa menembus sisiknya.., sama seperti halnya saat berhadapan dengan Gao Ling, ketika gaoling Mengeluarkan Pedang Kilin api..Hu Kui tiba tiba melesat kabur melarikan diri..
Kali ini, mahluk mistis Hu Kui ini pun melakukan hal yang sama, melarikan diri..
Jendral,..Mahluk menyeramkan itu melarikan diri..!! seru Komandan Pasukan tombak..
Ya, sepertinya mahluk itu takut melihat senjata mustika Jendral Mukti.., timpal Jendral bagada..
Mm.. Rupanya Mahluk ini memiliki insting yang kuat,..kata Jneral Mukti, sambil menyimpan kembali Rantai Neraka miliknya..
Jendral, kita istirahat saja di sini malam ini, besok saja baru kita melanjutkan perjalanan.., kata Jendral Mukti pada Jnedral bagada..
Baik Jendral,..!!
Pasukann..!! kita berhenti di sini, besok pagi baru kita melanjutkan perjalanan... Seru jendral Bagada..
Para pasukan yang bertugas sebagai petugas logistik, segera mendirkan tenda tenda dan sebagian yang lain menyiapkan bahan makanan untuk makan malam pasukan..
Beberapa saat berlalu,
Jendral Mukti dan Jendral Bagada berada dalam sebuah tenda besar..
Jendral,..
Besok paling tidak tengah hari kita akan sampai di puncak gunug ini,..aku khawatir, di puncak sana, pasukan Makil dan Atikah sudah menunggu dengan perangkap untuk pasukan kita.., Ucap Jendral Bagada risau.
Tenang saja, tadi aku sudah mengutus beberapa orang untuk melihat situasi ke puncak dan dengan cepat memberikan informasi.., jawab Jendral Mukti.
Apakah memungkinkan..?
Perjalanan ke atas akan memakan waktu yang lama, kata Jendral Bagada.
Aku mengutus dua tetua Keluarga Perpatih, mereka memiliki ilmu ringan tubuh yang mumpuni, jadi Jendral tak perlu khawatir.., timpal Jendral Mukti.
Oh.., baguslah..! kalau begitu saya pamit untuk bersitirahat.., kata Jendral Bagada..
Silahkan Jendral..timpal Jendral Mukti mempersilahkan..
+
Ke sokan harinya,
Hari masih gelap..
Pasukan Jendral Mukti dan Jendral Bagada sudah mulai bergerak, karena dua peminuman teh sebelumnya pengintai yang di utus oleh Jendral Mukti sudah kembali membawa laporan mengenai keadaan puncak gunung yang dinilainya aman..
Tak sampai pagi hari berganti siang,
Pasukan ini sudah mencapai puncak gunung..
Puncak ini terlihat seperti puncak gunung pada umumnya, sama sekali tidak ada tanda tanda adanya pasukan besar yang bertempat di sni..
Hal Itu tentu saja karena pasukan besar itu, sudah berada di dasar jurang Gunung Tujuh yang berada di sebelah Puncak Gunung Kerinci..
Kedua Jendral Kesultanan Datuk Delapan itu menilik dengan jelas ke peta di hadapan mereka..
Jendral, melihat peta ini, Jurang gunung tujuh berada di bawah sana.., kata Jendral Bagada menunjuk ke bawah..
Ya betul dan jalan masuknya melalui celah batu di bibir jurang sebelah sana, tambah Jendral Mukti..
Hm..pasukan besar ini turunnya bagaimana,..?
Pasukan lawan adalah pasukan Tombak berjalan kaki..mereka samasekali tidak memiliki pasukan panah..
Hanya beberapa petarung dunia persilatan yang bisa melakukan serangan dari bawah..
Jadi kita bisa menggunakan layang layang untuk terjun kebawah..
Tujuan utama kita saat ini adalah melumpuhkan pasukan tombak mereka..
Setelah itu dengan formasi besar kita akan menyergap petarung dan murid murid perguruan serigala iblis yang menjadi bantuan pasukan mereka.., jelas Jendral Mukti..,
Baik, dimengerti Jendral..!! seru Jendral Bagada..
Jendral bagada kemudian menyuruh pasukan logistik untuk mempersiapkan seribu delapan ratus layang layang besar yang memang selama ini dibawa dan akan dirakit di tempat saat akan menuruni Jurang Gunung Tujuh..
Dengan menggunakan Seribu delapan ratus layang layang besar ini, akan menampung satu orang paukan panah dan satu orang pasukan tombak..
Setelah beberapa waktu,
Seribu delapan ratus layang layang besar, anak panah api, anak panah peledak dan anak panah berujung khusus telah siap..
Jendral Mukti menghitung waktu, setelah memperkirakan waktu setepat mungkin, ia memberi tahu kapan waktu yang tepat untuk pasukan yang akan terjun menggunakan layang layang mulai terjun,
Pasukan layang layang sudah mengambil posisi siap terjun..
Perhatiannnn..!!!
Tiga peminuman teh dari sejak pasukan tombak dan pedang menuruni bibir jurang ini, pasukan layang layang harus segera terjun..tidak boleh terlambat....!! Perintah Jendral Mukti.
Pasukan panah akan melakukan serangan panah dari atas selama melayang turun..
__ADS_1
Dan setelah tiba di dasar jurang akan membentuk formasi panah..sedangkan pasukan tombak akan membentuk formasi tempur di depan formasi pasukan panah, melindungi pasukan panah yang akan terus menggempur musuh yang masih tersisa
+++