Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Aji Dasa Indra Tak Berkutik Di Hadapan Sein


__ADS_3

'Coba katakan ada berapa banyak manusia di dunia ini...!??' tanya Sein di sela sela wejangannya...


Banyak Tuan...! jawab mereka serempak...


Diantara sekian banyak manusia itu, kalian empat puluh orang ini adalah orang orang pilihan,


Kalian telah dipilih untuk menjadi wakil sang pencipta di muka bumi ini untuk menjaga alam semesta ini dari kerusakan dan keburukan..!


Tanamkan dalam diri kalian, bahwa kalian adalah sedikit orang baruntung dari sekian banyak manusia di dunia ini...! lanjut Sein..


Ingatlah..baik baik...!!


Kalian bukanlah aku yang memilih, tetapi sang pencipta sendiri, melalui takdirnya yang mempertemukan kita...


Jadi, ketika aku masih dalam garis lurus..., berpegang teguh pada aturan Sang Pencipta dan ajaran sang Utusan Agung,.. maka taat dan patuhlah padaku...


Dan sebaliknya, jika aku telah menyimpang dari kebenaran, maka ingatkan, tegur dan jika perlu musnahkanlah aku...! seru Sein lantang...


Hidup dan mati kalian adalah untuk kebenaran...bukan untuk aku atau pun keluargaku...!!


Apa kalian menegerti....!!??lanjut Sein..


Mengerti tuan...!! jawab mereka kompak..


Bagi kami tuan adalah ukuran kebenaran, karena Urusan Agung telah memilih tuan..maka kami pun akan mengikuti tuan untuk kebaikan alam semesta ini...! sambung pimpinan Pasukan Biru..


Heheh..aku bukanlah ukuran kebenaran, aku manusia biasa, bisa saja salah...


Ukuran kebenaran adalah ajaran Sang Pencipta dan petunjuk Utusan Agung..


Semua petunjuk itu, kelak akan disampaikan pada kita melalui murid murid sang Utusan Agung sebelumku...


Saat ini, kita tanamkan dulu dalam diri kita, bahwa kitalah pewaris tugas mulia para utusan, penerus Tugas Sang Urusan Agung... perawat kebenaran...! ucap Sein berapi api...


Ke empat puluh pasukan biru tertunduk haru...


Saudara saudaraku,...! Hari ini, mari bersama kita bulatkan tekad..


Kita persembahkan segalanya, Diri kita, Waktu, tenaga, pikiran, darah dan air mata bahkan Hidup dan mati Kita, untuk kebenaran dan keadilan...! Tambah Sein dengan suara rendah namun menusuk dan merasuk ke dalam jiwa ke empat puluh pasukan biru yang kini sudah meleleh kan air mata...


Setelah memberikan pencerahan yang cukup panjang ada ke empat puluh pasukannya, Sein mengakhirinya dengan memeluk satu persatu Pasukan Biru..


Perasaan haru menyelimuti hati seluruh pasukan...


Tuan, Terimakasih..! tuan dan keluarga tuan telah memanusiakan kami...


Sebelumnya kami adalah orang orang terbuang yang di pungut tuan Alap Alap Nomor Satu atas perintah anda...


Jika bukan karena tuan, kami masih berada di tempat kami sebelumnya tanpa harga diri..


Sekarang Kami punya harga diri tinggi, kami adalah orang orang pilihan.,untuk menjadi pelayan tuan dalam menciptakan kedamaian dunia ini..! kata Kepala Pasukan Biru..


Aku hanyalah takdir untuk menjadi saudara kalian dalam menjadi penerus melanjutkan tuntunan Sang Utusan...! timpal Sein.


Dan memang Salah satu tugas kita adalah memanusiakan manusia..


Baiklah...kalian boleh bubar dulu...! dua hari dari sekarang, kita akan mulai berlatih formasi baru, tetapi sebelumnya kalian seraplah esensi dari air dalam botol ini..!! perintah Sein, sambil memberi mereka masing masing sebuah botol berisi cairan peningkat tenaga..


Segera ke empat puluh orang pasukan itu mengambilnya, lalu mereka menghilang..


+


Malam Hari..


Di Kota Maccini,


Kediaman Klan Wong..


Klan Wong masih dalam perlindungan pasukan katumenggungan...


Sekarang, semua keluarga yang lemah sudah mengungsi...


Sedangkan Anggota Klan Wong yang di panggil dari berbagai penjuru, sudah ada beberapa orang yang tiba, dan beberapa hari kedepan diperkirakan semuanya akan tiba...


Ketua Klan Wong,


Sedang berbicara serius untuk mengatur pertahanan, ia sangat khawatir apa yang menimpa keluarga Jalanara, juga akan menimpa Klan Wong...


Baru kali ini ia merasa gentar dalam hatinya, puluhan tahun memimpin Klan Wong, belum pernah ia merasakan hal yang seperti ini..


Apalagi pencarian mata mata Klan Wong akan siapa yang melenyapkan Keluarga Jalanara dalam semalam menemui jalan buntu..


Tidak ada informasi apapun terkait pemandangan keluarga Jalanara pada malam itu..


Musuh kita sangat kuat,


Kita harus terus waspada,..


aku merasa ada mata yang terus mengintai kita, mereka menunggu kesempatan untuk menerkam kita..! kata Wong Lee, Ketua Klan Wong dengan rasa gentar...


Ketua, tidak lama lagi petarung petarung hebat dan tersembunyi dari Klan Wong akan tiba..kita akan semakin kuat..! kata salah seorang tetua memberi semangat.


Ya betul ketua, saat petarung terbaik Klan kita sudah berkumpul, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan..! timpal yang lain.


Mmm..baiklah, kalau begitu, sekarang kita kerahkan saja mata mata kita untuk mencari tahu lagi, siapa sebenarnya yang membuat keluarga Jalanara musnah dalam semalam...! kata Wong Lee dengan suara datar...


Sementara itu, di kantor ketumenggungan,


Para tetua sepuh,


Seperti biasa, dengan santai mereka menikmati hari hari mereka di pavilyun kantor itu..


Karena sudah cukup lama mereka di kediaman itu..


akhirnya seseorang dari mata mata Klan Wong mengetahui keberadaan mereka ..


Mata mata ini, diam diam dengan segera ke kediaman Klan Wong dan dengan semangat memberikan laporan pada Ketua Klan Wong..


Apa..!!? ada beberapa pendekar di kantor katumenggungan..!?Seru Wing Lee, kaget.


Mm..kembalilah kesana dan selidiki Apa mereka ada kaitannya dengan pemusnahan keluarga Jalanara..!perintah Wong Lee.


Baik Ketua...! saya mohon pamit..

__ADS_1


kata mata mata Klan Wong itu lalu pergi..


Setelah kepergian mata mata itu, ketua Klan Wong mendesah,


Hrh...!


Semoga saja ini tidak ada kaitannya dengan pemusnahan keluarga Jalanara..


+


Di istana,


Baginda Sultan berbincang dengan Ince Zulfa..


Aku telah menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki kebakaran di kediaman Sein, sepertinya ada orang yang bermain untuk menyerang permaisuri..


Orang orang ini tak terlacak...! kata Baginda Sultan sedikit kesal..


Apa Baginda perduli pada wanita gila itu..?Tanya Ince Zulfa, dengan suara datar..


Peduli..!??huh...!!


aku bahkan jijik pada wanita gila itu,


kalau saja statusnya bukan permaisuri,.sudah sejak lama akue menjadikannnya makanan anjing hutan...! kata Baginda Sultan dengan wajah merah...


Zulfa, kau jangan lupa..ia adalah penyebab kematian ibunya Yasmin..!!


mana mungkin aku akan peduli padanya...


Sayang sekali tekanan dari Parsi dan Congko saat itu, membuat aku tidak berdaya...bahkan harus mengubur dendam kematian istriku dan mengangkat wanita gila itu menjadi permaisuri...! Ucap Baginda Sultan dengan suara bergetar.


Baginda, sekarang saatnya kita memberi wanita gila itu pelajaran..


Kita tambah sedikit bebannya...! bahaimana..? hehehe...! usul Ince Zulfa..


Mm..kau atur saja, tapi ingat...!! jangan sampai merusak citra istana...


Baginda tenang saja, dengan berita yang berkembang saat ini, Baginda bisa mencopotnya dari status permaisuri.., dengan alasan melukai sesama keluarga istana dsn merebut barang pusaka dunia persilatan yang membahayakan keamanan istana..! Kata Ince Zulfa..


Ahya...kau betul...!! saat ini reputasinya sangat buruk..!


rakyat tidak adkan peduli padanya...!


Mm...besok adakan pertemuan akbar, aku akan mencopotnya dari status itu...! putus Baginda Sultan..


Baik Baginda, hamba laksanakan..!timpal Ince Zulfa..


Tapi masih ada satu kekhawatiranku,


Orang yang menyebabkan kebakaran di kediaman Sein itu, benar benar membingungkan..


Setiap penyelidik yang ku kirim untuk menyelidiki masalah ini, semuanya menemui jalan buntu..!


jika kesultanan saja tidak dapat menyentuh mereka, maka ini sangat berbahaya bagi Kesultanan ini..!! kata Sultan Malik..


Baginda, mungknkah ini di lakukan oleh ananda pangeran sendiri..?


Tidak mungkin..!! jawab Baginda Sultan sedikit kaku..


Baginda hanya terdiam...,


Baginda..!! jangan katakan anda...,


Suara Ince Zulfa terputus oleh baginda..


Ya..aku telah menahannya di suatu tempat..! kata baginda jengah..


Baginda, mengapa anda melakukan ini...? timpal Ince Zulfa, dengan rasa keberatan.


Tenang lah..ia berada di tempat yang sangat baik..


ini kulakukan hanya agar ia tidak mengganggu rencanaku..! jawab Baginda Sultan..


Jadi, Rombongan mereka semua berada di tahanan baginda..?tanya Ince Zulfa.


Tentu saja tidak, aku tidak tahu di mana Yasmin dan Mentari serta rombongan nya...! jawab Sultan Malik.


Apa..? jadi kemana mereka itu..? gumam ince Zulfa..


Aku sudah menyuruh orang menyelidikinya.., kita tunggu saja beritanya..! jelas Baginda Sultan.


+


Di rumah persembunyian,


Sein yang sudah kembali setelah memberi arahan pada ke empat puluh pasukan biru, sedang berjalan memasuki kediaman milik Sutan Rajo Bintang itu...


Salam para tetua,..!


Sapa Sein..


Oh anakku, kau sudah kembali...! jawab Dewa Sedih..


Pangeran, walau kini arah situasi di luar sana telah mulai menuju permaisuri, tapi masih cukup berbahaya bagimu sekeluarga..Kata Sutan Rajo Bintang..


Eh, dari pada waktu kita disini kita habiskan bercerita dan makan saja, bagaimana kalau kita berlatih saja...


Kita melatih pangeran, siapa tahu pangeran bisa sedikit ada peningkatan...! kata Begawan Sidik Parasada yang sejak lama penasaran ingin menjajal kemampuan Sein.


Ide yang bagus,...timpal Dewa Sedih..., anakku bagai mana..? sudah lama kita tidak berlatih...! tambahnya.


Mm..baiklah..! kata Sein menyetujui.


Oho....kalau begitu,.ikut aku..kita ke belakang kediaman ini...! kata Sutan Rajo Bintang, beesemangat, lalu berjalan cepat ke belakang kediaman dan di ikuti oleh yang lainnya....


Di belakang kediaman,..


Hamparan padang rumput luas, seluas mata memandang...


Nah di sini cocok untuk latihan..ayo !! siapa yang terlebih dulu akan bermain dengan pangeran...?? beber Sutan Rajo Bintang lalu bertanya..


Aku saja, kata Begawan Sidik Parasada.., lalu maju ke depan..

__ADS_1


Sein pun maju dan bersiap,..


Sedangkan yang lainnya memperhatikan dengan tenang..


Begawan Sidik Parasada, bersiap dengan ilmu andalannya..


Dasa Indra...!


Dasa Indra atau Sepuluh Indra adalah ilmu kadigdayaan tingkat tinggi tanah nusantara yang sangat sulit ditandingi pada masa lalu..


Para Sepuh berseru kaget, Begawan Sidik Parasada langsung mengerahkan ilmu kesakitan tertingginya...


Sein nampak tenang,


Hmm..waktunya mencoba ranah Kekal Sejati,...! batinnya.


ia pun segera meledakkan energinya...


Serta merta tubuhnya bercahaya berwarna biru keemasan....


Seluruh pedararan rumput langsung berubah berwarna biru akibat pantulan cahaya dari tubuh Sein...


Kekuatan besar sangat menekan, terasa oleh semua yangbada di tempat itu, bahkan para wanita yangbada dalam kediaman merasakan tekanan energi yang sangat besar...


Jalur Energi Qi...???seru Dewa Sedih...


Apa...!!? timpal Kiyai malaka dan Sutan Rajo Bintang bersamaan dengan rasa terkejut...


Tapi keterkejutan mereka tidak berlangsung lama, berganti dengan ketakutan...


Karena kini energi Sein masih terus meningkat dan menekan mereka dengan semakin kuat...


Bulir bulir keringat sebesar biji jagung membasahi dahi mereka,


Begawan Sidik Parasada merasakan tubuhnya lunglai hampir saja ia jatuh terduduk di atas rumput...


Ketika Sein kembali menarik energinya, dan kini ia memggenggam belati berwarna biru di tangannya dan menyerang Begawan Sidik Parasada dengan Empat Puluh Satu Juris Belati Purba..


Gerakan gerakan Sein yang taktis, dengan gugup di hadapi oleh sang Begawan, pengaruh tekanan energi dari Sein tadi masih sangat mempengaruhinya...


Ilmu Dasa Indra miliknya seolah tidak berguna di hadapan Sein..


Lama kelamaan hatinya semakin lemah...


Ia semakin terdesak,


Sein tak ingin membuat sang Begawan cidera, langsung dengan cepat menyimpan belati senyap biru di dalam cincinnya...dan melanjutkan serangan dengan pedang jari ...


Jari jari Sein mengeluarkan cahaya biru keemasan menyerupai sebikah pedang...


Ia memainkan jurus pedang perak yang pernah ia ajarkan pada Laila...


Sangat Indah...! gumam para tetua..


Sang begawan tidak bisa lagi bertahan, sebuah pedang energi dari jari Sein tertempel di dekat lehernya...iapun menyerah...


Cukup. ah..huh....! aku kalah pangeran...! kata Sang Begawan dengan nafas terengah..


Teimakasih, tetua sudah menahan diri...! timpal Sein menunduk hormat.


Hehe, pangeran memang layak menjadi penerus golongan putih di masa depan..


Bahkan Aji Dasa Indra yang ku banggakan tidak dapat berkutik di depan anda pangeran.., sungguh luar biasa..! kata Sang Begawan memuji..


Sepertinya itu kebetulan saja tetua,..! jawab Sein canggung..


Memang Luar biasa,.. pangeran, ilmu dasa indra milik begawan ini bahkan Resi Naga Anantasesa sulit untuk menang..kata Kiyai Malaka..


Hahah...ayo siapa lagi yang akan menghadapi pangeran..! kata Sutan Rajo Bintang menawarkan pada para tetua lainnya..


Sudahlah, dilihat dari kemampuannya,


anak ini sudah berlatih di jalur energi qi...! tidak ada satupun di antara kita saat ini yang dapat mengalahkannya..! jelas Dewa Sedih..


Hah,..? Jalur Energi Qi..? seru Begawan Sidik Parasada dan Kiyai Malaka..


Ya, betul.. tuan tuan..! timpal Dewa Sedih..


Bukannya petarung di jalur ini sudah tidak ada lagi...?


Sejak seribuan tahun yang lalu, tidak pernah lagi terdengar ada petarung yang melatih diri di jalur ini...! kata Sutan Rajo Bintang...


Ya..bahkan di benua Congko, yang merupakan pusatnya petarung jalur ini di masa lalu, saat ini sudah tidak pernah terdengar lagi...! tambah Begawan Sidik Parasada.


Anakku,..apa kau menemukan sebuah kitab kuno..!!? tanya Dewa Sedih.


Sein menggeleng...


Tidak tetua, seperti yang kuceritakan sebelumnya, aku bertemu lelaki misterius bercahaya..


Lelaki itu lah yang mengajariku,..! jelas Sein..


Owh...berarti kelak kau akan mengemban tugas penting di pundakmu,


karena tidak mungkin Lelaki itu memgajarimu tanpa tujuan tertentu...


Ya..kakek benar, menurut lelaki bercahaya itu, saat ini aku telah di pilih oleh sang Utusan Agung untuk melanjutkan tugas menjaga kedamaian alam semesta..


Membuat suasana dan keadaan alam semesta tetap terjaga dan sedapat mungkin mengurangi sebab sebab di cabutnya berkah yang melimpah di alam semesta ini..


Emm..? sebab di cabutnya berkah alam semesta..?tanya Begawan Sidik Parasada heran..


Ya tetua, ..berkah alam semesta yang telah dilimpahkan sang maha pencipta, akan di cabut sedikit demi sedikit seiring dengan maraknya kejahatan dan dosa yang dilakukan manusia..! jelas Sein, yang membuat semua tetua bengong...


Tiba tiba terdengar suara memanggil,


Suamiku...!! ada apa..?


teriak Mentari..., yang sedang berjalan cepat dari kediaman..


Nenek Serba Tahu, Yasmin Mentari dan Salwa, sedang berjalan menuju mereka...


Energi besar yang telahbdi lepaskan Sein saat belatih tanding tadi membuat keempat wanita itu terkejut...

__ADS_1


Karena itu,.mereka bergegas ke tempat Sein dan para tetua berlatih ini...


+++


__ADS_2