
Sudah beribu ribu tahun, mahluk sesat ini mencari teman dan pengikut..,
Sejarah sudah mencatat,..betapa mahluk ini kerap menimbulkan kekacauan, menghasut, mengadu domba, menjerumuskan manusia untuk berbuat kejahatan..
Sangat terlihat jelas hari ini, angkara murka dan keserakhan..kesewenang wenangan merajalela.., tambah Sein, menggambarkan buruknya situasi dan keadaan manusia.
Pangeran, bagaimana kita memperbaiki keadaan ini..? tanya Sutan Rajo Bintang..
Kita bisa memperbaikinya dengan cara sebagaimana para utusan terdahulu memperbaiki keadaan...
Para utusan terdahulu telah memberi contoh, bahwa suasana dan keadaan dalam suatu negeri tergantung amal perbuatan penduduknya..jika amal dan perbuatan itu baik maka baik pulalah suasana dan keadaan negeri itu..
Dan amal perbuatan para penduduk tergantung pada hati mereka, jika hati mereka baik maka baik pula perbuatannya..
Karena itu, para utusan memperbaiki keadaan dengan memperbaiki hati ummat manusia...
Dan hati ummat manusia dapat di perbaiki salah satunya dengan membiasakan bertutur kata yang baik, dan perkataan yang paling baik adalah memuji sang pencipta, sopan santun pada orang tua atau yang lebih tua dan hormat pada guru.., jelas Sein.
Semua mendengar dengan serius,..
kata kata Sein seperti untaian mutiara yang indah terdengar di telinga para tetua..
Pangeran.., tadi anda mengatakan kalau Dewa Iblis dan para pengikutnya sudah mulai bergerak, mereka tentu berencana mengacaukan dunia ini dengan kekacauan yang sangat besar...
apa kira kira yang harus kita lakukan untuk menghadapi mereka..?tanya Begawan Sidik Parasada.
Kita perlu mempersiapkan kekuatan, dan itu sudah mulai kita lakukan dengan melatih pasukan biru..
Tapi selain itu peningkatan kemampuan bertarung kita juga merupakan hal yang penting.., jawab Sein.
Ya..ananda pangeran betul..
kita perlu meningkatkan kemampuan bertarung kita agar bisa mengimbangi pasukan iblis yang terkenal sangat sakti itu.., tambah Tetua Gu.
Besok Aku akan melihat bagaimana perkembangan para pasukan biru,..setelah pelatihan mereka para tetua silahkan menutup diri untuk meningkatkan kekuatan...ucap Sein.
Anakku, sepertinya untuk mencapai standar yang kau tetapkan untuk pasukan biru setidaknya butuh waktu kurang lebih satu bulan lagi..,kata Dewa Sedih.
Oh..itu bagus tetua,..jadi setelah satu bulan ini para tetua bisa meningkatkan kekuatan di pengungsian ini, aku akan memberikan beberapa sumber daya yang dapat membantu para terua meningkatkan kekuatan, selain itu berita terbaru yg terjadi di ibukota dan dunia lima benua harus segera kita ketahui..tutur Sein.
Apa anggota alap alap biru tidak mengirim berita pada pangeran? tanya Tetua Gu.
Oh..iya, sepertinya beberapa waktu belakangan ini mereka tidak bisa menemukanku dan juga tidak bisa masuk ke sini kerena perisai energi buatan senior Salman.., setelah keluar akan aku tanyakan perkembangan situasi pada mereka...kata Sein.
Adik,..! jika kau terpaksa ke ibu kota, sebaiknya kau jangan pergi ke istana, hindari dulu bertemu dengan para pejabat itu, apalagi sultan...kata Salman mengiang di telinga Sein.
Salman memperingati Sein dari bayangan Sein tempat Salman bersembunyi..
Aku mengerti Senior..!jawab Sein mengangguk..
Sein memang merasa akhir akhir ini sultan malik menyimpan niat yang kurang baik padanya, tapi ia mengenyampingkannya karena bagaimana pun sultan adalah ayah mertuanya, ayah Yasmin.
Keesokan hari,
Setelah menyaksikan sendiri peningkatan kekuatan pasukan biru, Sein merasa puas...
Ia kemudian di temani karaeng Gantarang bergegas keluar dari perisai energi....
Melihat kepergian Sein,
Salwa menatap dengan sedih..
Yaaa...ayah pergi lagi ..., gumamnya menahan tangis.
Yasmin yang mendengar itu langsung menggendong Salwa lalu bertanya...
Ehh...anak ayah kenapa sedih..?
Tidak,..Salwa tidak sedih..., salwa senang ayah pergi menghukum penjahat. ..kilah Salwa...
Heheh, anak pintar...nanti kalau ayah pulang lagi kita kurung saja di kamar biar tidak bisa pergi lagi, bagaimana..?tanya Yasmin sambil mengedipkan mata..
Setuju ..!! ibu Yasmin memang yang paling pengertian..., puji Salwa...
Oohh..jadi hanyabibubYasmin yang pengertian..!!? goda Mentari yang datang dari ruang belakang.
E..eh, tentu saja ibu Mentari juga..! jawab Salwa cepat sambil mengedipkan mata pada Mentari..
heheh..anak ibu dan ayah memang patuh...hehehe...
Tidak berapa lama terlihat Sein kembali lagi..
Hah...ayah kembali...ayah kembali...!! seru Salwa girang.
Yasmin dan mentari juga terkejut..
Suamiku.., kenapa kau kembali..?apa tidak ke ibukota..? tanya Yasmin.
Aku sudah meminta alap alap biru untuk menyelidiki..jadi aku pikir aku tidak usah dulu ke ibukota..
Tapi, kita akan latihan untuk meningkatkan kemampuan kalian berdua..., ucap Sein.
Baik...sudah lama kita tidak latihan bersama.., Seru Mentari.
Mm..sekarang kita ke halaman belakang..., ajak Sein lalu melangkah ke belakang rumah di ikuti oleh Yasmin, Mentari dan Salwa.
Selanjutnya kedua istri Sein itu pun melakukan pelatihan dalam bimbingan Sein dan tak lupa Sein memberikan beberapa pil untuk mempercepat peningkatan dan memperkuat daya tarung kedua istrinya itu...
Dua wanita itu kini berada dalam kubah energi buatan Sein...
__ADS_1
+
Di perkampungan Iblis..
Perintah dari tetua Iblis Biru baru saja di terima oleh Ki Bolontio..
mereka di perintahkan untuk segera mundur sementara ke Hutan Purba Kerajaan singgalang..
Di hutan Purba mereka selama ini selalu berkumpul untuk menyusun rencana dan memusatkan kekuatan..
Kalian semua bersiaplah, kita akan segera pindah le hutan purba kerajaan Singgalang.., seru Ki Bolontio.
Eyang Wasis juga sudah memperispakan lima petarung untuk tinggal menjaga perkampungan iblis ini, selainnya kembali ke hutan purba kerajaan singgalang...
Ki Bolontio, sebenarnya apa yang terjadi?mengapa kita diperhatikan untuk kembali? tanya eyang wasis.
Aku juga belum tahu, kita laksanakan sesuai perintah saja.., jawab Ki Bolontio.
Baik, sebentar lagi semua petarung kita siap mundur.., timpal Eyang Wasis.
Mm...,tetua iblis biru punya rencana besar,..kita tidak boleh mengacaukan rencananya..jika tidak kita akan habis dibantai olehnya..., kata Ki Bolontio kemudian..
Tak lama berselang, merekapun bergerak dengan cepat menuju hutan purba, kerajaan singgalang,.
Hutan purba, saat ini sedang bersiap mengutus orang untuk mengikuti pertandingan beladiri kerajaan singgalang...
Tetua iblis biru, berencana menyusupkan petarung atau pun merekrut petarung untuk menjadi pengikutnya pada pertandingan bela diri itu...
karena itu ia meminta para petarung di perkampungan iblis untuk segera kembali ke hutan purba..
Ketua utama istana hutan purba, Hantu Muka Lima, sedang memimpin pertemuan dengan beberapa tetua istana purba..
Tetua iblis biru memerintahkan orang orang perkampungan iblis untuk kesini, apa tempat tinggal mereka sudah di persiapkan..?tanya Hantu Muka Lima.
Semuanya sudah siap ketua.., jawab Hantu Jatiwara..
Mm..bagus!! jangan sampai mengecewakan Eyang Wasis..,ingat.! Eyang Wasis adalah orang kepercayaan Tetua Iblis Biru..kata Hantu Muka Lima.
Hantu Buruk Rupa,..! apa kau sudah menyelidiki kekuatan Kesultanan Datuk Delapan..?
Sudah ketua..., jawab Hantu Buruk Rupa.
M..baiklah,.., tidak lama lagi mereka akan tiba di sini.., tutup Hantu Muka Lima.
+
Di Jurang Gunung Tujuh sedang terjadi kesibuka yang belum pernah ada sebelumnya..
Makil menyusun banyak persiapan untuk merebut tahta kesultanan Datuk Delapan.
Teman teman lama saat seperjuangan beberapa tahun silam juga susah hadir,..ditambah lima ratus pasukannya juga sudah bergabung..
Sementara itu, di ibukota kembali terjadi beberapa pembunuhan oleh pembunuh misterius..
Kepanikan melanda seluruh penduduk ibukota..
Hal ini membuat beberapa pajabat istana gerah, walaupun sebenarnya mereka juga sedikit takut jangan sampai mereka merupakan target pembunuh misterius..
Sial, pembunuh misterius ini bergerak sangat cepat..,targetnya pun acak..kita sulit sekali menangkapnya kalau begini.., gerutu seorang komandan padukan patroli.
Semoga saja bantuan penjagaan dari murid murid delapan datuk segera tiba...kasihan penduduk..mereka sangat ketakutan.., timpal kawannya.
Ya, semoga juga baginda sultan segera menemukan jalan keluar dari persoalan ini.., tambah yang lainnya.
+
Di perbatasan wilayah kesultanan Datuk Delapan dan kerajaan Singgalang..
Pertempuran seketika pecah,..dua ratus pasukan parsi milik Pemberontak Makil sedang dihadang oleh Lima ratus pasukan Kesultanan Datuk Delapan..
pasukan yang di siagakan memang berjumlah lima ribu orang tapi untuk menghadapi dua ratus pasukan parsi, jendral perbatasan hanya mengerahkan lima ratus prajurit saja untuk menumpas dua ratus pasukan parsi itu..
Kalah jumlah tidak membuat pasukan parsi surut..mereka terus maju menerobos perbatasan..
Sentara itu seribu tiga ratus orang pasukan sisanya menempuh jalur gunung dan berputar untuk masuk ke kawasan jurang gunung tujuh...
Dua ratus pasukan itu hanya pengalih perhatian saja...
Sementara kemah kemah di wilayah kerajaan singgalang yang berjarak hanya sekitar seribu lima ratus tombak dari perbatasan terlihat masih di penuhi prajurit yang mengenakan seragam prajurit parsi..
Sebenarnya mereka adalah pasukan kerajaan Singgalang yang bertugas mengecoh pasukan datuk delapan agar mereka mengira sisa pasukan parsi masih terus berkemah di luar perbatasan...
Jendral Kasogi, ..! sisa pasukan meeeka masih bertahan di sana..mereka sama sekali tidak bergerak..., kata seorang kepala pasukan..
Mm..biarkan saja, yang penting mereka tidak menerobos perbatasan...jika.mereka.berani menerobos, tumpas mereka hingga habis...jangan beri ampun..,.perintah Jendral Kasogi.
Baik jendral...!! kata komandan prajurit lalu kembali ke tempatnya.
Sementara itu dua ratus prajurit parsi yang menerobos itu sudah mulai terkepung, lebih dari setengahnya sudah terbunuh..
beberapa saat berikutnya, sisa pasukan parsi hanya mencapai tak lebih dari dua puluh orang saja...
Merka di tangkap dan di masukkan dalam ruang tahanan..
Di tempat lain.,
berjarak lima ribu tombak dari jurang gunung tujuh,..
sekitar sepuluh ribu pasukan kesultanan Datuk Delapan bersiaga,
__ADS_1
Pasukan ini di pimpin oleh Jendral Bagada..
Jendral Bagada adalah jendral muda lulusan akademi kesuktanan, murid Delapan Datuk..
Saat ini ia dan pasukannya menutup jalur menuju desa terdekat,..
Siapapun yang keluar dan akan masuk ke jurang gunung tujuh jika hendak ke desa terdekat membeli perbekalan maka akan terpantau..
Semua yang melintas akan di periksa dengan ketat..
Sama halnya di ibukota, penjagaan juga semakin di perketat, pembunuh misterius masih berkeliaran..
Korban pembunuhan terakhir adalah ketua pengadilan kota barat..
Ia tewas dengan tanda bendera darah..
Para pejabat semakin merasakan ketakutan..
Sultan Malik memerintahkan ara keluarga bangsawan mengerahkan petarung keluarga mereka untuk memperkuat penjagaan..
Patroli semakin gencar dilaksanakan untuk memperkecil kemungkinan munculnya pembunuh misterius tanpa di ketahui...
Kisra, saat ini duduk dalam sebuah rumah dekat departemen strategis memejamkan mata, ia sedang mengolah kekuatan bertarungnya..
Perlahan ia membuka mata, ia menyunggingkan sebuah senyum licik ..
Para pejabat istana dungu..!! raja dungu!!! heheheh....
Malam aku akan mencabut beberapa nyawa keluarga bangsawan....hehehe...
Ia berencana menargetkan keluarga Sutan Batu Ameh...
Keluarga Sutan Batu Ameh merupakan keluarga bangsawan yang menguasai persenjataan untuk kesultanan..
Dengan melenyapkan keluarga ini maka pasokan senjata untuk kesultanan akan terganggu bahkan berantakan..
Saat malam tiba,..
tepat tengah malam..
Kisra dengan topeng darah yang ia kenakan berkelebat ke utara kota menuju kediaman keluarga Sutan Batu Ameh..
Saat memasuki kediaman Sutan Batu Ameh.., ia bergerak cepat menuju ke kamar kepala keluarga Batu Ameh, Sutan Nan Panjang..
Dengan kesaktiannya yang ia pelajari di kuil Api Agung di Parsi, Kisra merasa ia akan dengan mudah melenyapkan keluarga Sutan Batu Ameh ini...
Saat ia akan masuk ke kamar pribadi kepala keluarga,
Sesosok bayangan menghentiaknnya...
Berhenti...!!
Saat melihat penampilan orang yang hendak masuk ke kamar pribadi kepala keluarga, orang yang menghentikan Kisra maklum, bahwa yang dihadapannya ini adalah si pembunuh misterius..
Rupanya kau si pembunuh biadab itu..!!! seru sosok paruh baya yang menghentikan Kisra.
Ohoho...kau tidak salah lagi, kau bisa menmergoki aku, itu sangat hebat..tapi kukatakan padamu itu tidak ada gunanya karena sebentar lagi kau akan mati...! ucap Kisra mengejek.
Heheh...anak.muda, kau pikir dengan ilmumu yang masih mentah itu bisa lolos dariku..?timpal sosok paruh baya balas mengejek.
Merasa diremehkan, Kisra menjadi naik pitam..
Saat ia hendak menyerang pria paruh baya di depannya, pintu kamar pribadi krpala keluarga Sutan Batu Maeh terbuka..
Seorang pria denhan postur tinggi besar...tingginya sekitar satu setengah tombak, berusia enam puluhan berjalan keluar dengan aura yang kuat..dia adalah kepala keluarga Sutan Batu Ameh,..Sutan Nan Panjang
Anak muda, hari ini kau tidak akan bisa pergi dari sini..., ucap Sutan Nan Panjang..
Tuan besar, tidak perlu tuan besar yang turun tangan cukup aku saja..kata pria paruh baya yang ternyata adalah pengawal pribadi Sutan Nan Panjang..
Heheh...kalian kalau mau maju berdua juga boleh..biar lebih cepat aku membereskan keluarga ini..
Hmmm...Angku Laras,..beri anak muda ini pelajaran agar tidak pernah sombong lagi di sisa hidupnya.., kata Sutan Nan Panjang dengan suara datar namun penuh aura pembunuhan..
Baik tuan besar,..kata Angku Laras..
lalu segera Angku Laras menerjang ke arah Kisra dengan serangan kuat...
Kisra yang sejak tadi meremehkan lawan, seketika terkejut dengan kecepatan serangan dari Angku Laras...
dia..
dia..cepat sekali...!!!umpat Kisra.
Ia terpaksa mengadu pukulan, karena ia tidak sempat lagi untuk menghindar...
Bhommmm..!!!! dentuman keras akibat dua lengan beradu..
Kisra terjajar lima langkah kebelakang...keringat sudah membasahi punggungnya...
Sedangkan Angku Laras tidak bergeser sedikitpun.
Dari sini terlihat jelas perbedaan kekuatan dari keduanya.
Sial....orang ini sangat kuat...!! umpat Kisra dalam hati.
Heehehe.., anak muda, bagai mana? apa kau sudah sadar akan ketidak mampuanmu?? heheh..kau terlalu memandang tinggi dirimu..., ejek Angku Laras..
puihhh..., ini belum berakhir....!! ucap Kisra tidak mau mengalah...
__ADS_1
Kalau begitu ayo kita coba lagi, biar orang tuamu tau bagaimana buruknya ia mengajari anak.., hehehe...ejek Angku Laras lagi.sambil terkekeh...
+++