
Alam Dewa adalah tingkatan petarung di jalur energi Qi..
Energi Qi..? apakah tidak sama dengan tenaga dalam..?tanya Kaisar Kelana.
Tidak sama guru, petarung jalur energi Qi jauh lebih kuat dari petarung jalur energi tenaga dalam..., jelas Sein.
Owh, begitu ya..!? timpal Kaisar Kelana manggut manggut..
Jadi kira kira seperti apa tingkat kekuatan Dewi Gelap Neraka Hitam saat ini..? tanya Karaeng Gantarang..
Entahlah tuan, saat bertarung dengannya ratusan tahun yang lalu saja, aku perkirakan kekuatan wanita iblis itu sudah berada di ranah Dewa Surgawi, jawab Iblis Pedang Gu..
Wahh...ini akan menjadi bencana besar bagi dunia persilatan, satu orang Dewi Gelap Neraka Hitam saja sudah sangat merepotkan, apalagi ditambah muridnya yang berjuluk Nenek Neraka Kematian itu,..! ucap Ki Balang Nipa.
Ya, di tambah lagi dengan penerus Tanjung Petir Hitam..! Timpal Kaisar Kelana.
Menurut tetua Gu, apakah ada dari pendekar golongan putih di Lima Benua ini yang dapat mengimbangi Dewi Gelap Neraka Hitam dan muridnya yang berjuluk Nenek Neraka Kematian itu..? tanya Sein.
Aku tidak tahu pasti, karena di dunia persilatan banyak sekali pendekar yang tidak menonjolkan diri bahkan cenderung menyembunyikan diri..., tapi ada beberapa yang aku perkirakan dapat mengimbangi nenek iblis itu..,
Siapa orang itu, tuan..?tanya Kaisar Kelana..
Dewa Sedih dan istrinya kemungkinan bisa menghadapi mereka... jawab Tetua Gu..
Owh? apakah kedua orang itu juga petarung di jalur energi Qi..?
Ya..mereka berdua adalah petarung jalur energi Qi namun mereka cenderung menyembunyikan kekuatan mereka,...
Sepertinya mereka berada di ranah Dewa Surgawi... jelas Tetua Gu.
Eh, ada satu orang lagi..., ! kata Tetua Gu.
Siapa..? tanya para sesepuh bersamaan...
Anda, pangeran...! jawab Tetua Gu sambil menatap Sein dengan senyum..
Hah..? Ja..jadi. ...., seru para sesepuh tertahan...
Ya.. aku bisa merasakan, pangeran juga adalah seorang petarung di jalur energi Qi...! ungkap Tetua Gu..
Mendengar jawaban tetua Gu, wajah para sesepuh itu seketika tampak bodoh..
Anakku, benarkah itu..? tanya kakek Dai pada Sein.
Betul kek..,maaf bukan maksud saya untuk menyembunyikan dari kakek dan para tetua.., jawab Sein.
Saat mereka tengah berbincang, pasukan biru yang akan beristirahat melihat Sein, mereka langsung menjura hormat..
Salam pangeran,..!
Owh, ya silahkan kalian istirahat dan nikmati hidangannya.., timpal Sein.
Terimakasih tuan,.. jawab mereka lalu duduk untuk menikmati makan siang mereka dengan lahap, .
+
Jauh di wilayah timur Kesultanan Datuk Delapan,
Seorang wanita nampak berlutut di hadapan seorang pria tua berjubah hitam..., pria tua itu berwajah garang, berkumis lebat, tulang tulang tubuhnya besar, hingga nampak lengannya yang besar, sangat besar di banding ukuran manusia pada umumnya..
Wanita yang berlutut itu adalah Kenanga,..dayang kepercayaan Atikah, saat itu sedang menghadap pada penguasa Pulau Tanabala..
Atas perintah Permaisuri saat itu yang kini statusnya sudah turun menjadi Selir Buangan, berhari hari Kenanga melakukan perjalanan untuk menemui penguasa Pulau Tanabala..
Pulau Tanabala di kuasai oleh seorang kesatria dari Benua Tengah, bernama Ki Blirik, bergelar Warok Mata Api..
Ia berada di Pulau Tanabala sejak lebih dari seratus tahun silam,...
ia meninggalkan kampung halamannya di pesisir timur Benua Tengah saat itu karena perebutan kekuasaan, ia tak tertarik dengan hal seperti itu,..
Ki Bilirik lebih tertarik dengan beladiri...
Jika ada ilmu yang terkenal kuat, maka ia akan berusaha mencari dan mempelajari nya, ia benar benar seorang yang gila beladiri..
Ki Bilirk ke Benua Barat, karena penasaran dengan Kekuatan Eyang Pikulun yang di dengarnya di dunia persiltan..saat itu, ia berniat berguru pada Eyang Pikulun..
Namun di benua barat ia bertemu dengan seorang guru tua, yang berasal dari Benua Saman..., sang Guru Tua itu menggembleng Ki Blirik sampai ia sangat sakti dan termasuk salah satu kekuatan yang di perhitungkan oleh para petarung di Benua Barat..,
Banyak yang mensejajarkannya dengan Eyang Pikulun, dan resi naga Anantasesa.., namun ia sendiri belum menguji coba kekuatannya dengan kedua mahluk yang konon sangat sakti itu..
Sejak di Banua Barat, ia berteman baik dengan pangeran ke lima, adik Sultan Malik.
Saat itu, Ki Blirik banyak membantu pangeran kelima di medan tempur...sehingga karena jasanya Ki Blirik di anugerahi Pulau Tanabala oleh sultan sebelum ayah sultan malik, yaitu kakek sultan malik...
Mm...aku sudah mendengar keinginan junjunganmu,..!
Baiklah, aku sendiri yang akan mencari pemuda itu...! sampaikan pada junjunganmu untuk menepati janjinya setelah permintaannya ini kukaksanakan.., kata Warok Mata Api.
Selir Atikah, menjanjikan Kitab Felapan Belas Louhan, warisan Hung Min (pengawal Rahasianya), yang telah di berikan pada selir Atikah,..karena Selir Atikah tidak begitu tertarik dengan jurus itu maka ia berpikir tidak apa apa untuk memberikan kitab itu pada Ki Bilirik..
Baik Ki, kalau begitu aku pamit...!
__ADS_1
Mm...ya,..! timpal Ki Blirik..
Kenanga meninggalkan Pulau Tanabala dengan menumpang perahu kecil milik Ki Blirik..
Setelah berhari hari menempuh perjalanan, Kenanga memasuki hutan luar ibukota, saat itulah ia bertemu Kantil yang sedang dalam perjalanan hendak menyusulnya ke PulaubTanabala atas perintah selir Atikah..
Kantil..??! kenapa kamu berada di hutan ini..? tanya Kenanga..
Eh,..kakak...??
iya, aku mau menyusul ke pulau Tanabala, nyonya sangat gusar..kakak pergi begitu lama tidak ada kabar...! timpal Kantil.
Iya, beberapa hari aku tersesat kehilangan arah di lautan, belum lagi di hutan pulau itu,..tempat tinggal Ki Blirik sangat susah di jangkau..., keluh Kenanga..
Owh, ya sudah, ayo kita kembali...!
eh bagaimana keadaan istana..? tanya Kenanga..
Tidak tahu, saat ini nyonya sudah tidak jadi permaisuri lagi, status nya sekarang turun jadi selir buangan...! jelas Kantil..
Hah...? mengapa bisa seperti itu..?
Aku juga tidak mengerti, tapi dengar dengar, ini karena nyonya saat ini menjadi target dunia persilatan..., di dunia persilatan tersebar berita nyonya memiliki Cakram Sudarsana dan Kitab Ganjar Dewa..,
Padahal itu sama sekali tidak benar,..! nyonya sama sekali tidak memiliki kedua benda itu..! beber Kantil..
Hmmmhhfff...., Kenanga menghela nafas panjang, turut prihatin akan keadaan tuannya...
Ayo kita ke kediaman selir, nyonya pasti senang kakak sudah kembali.., kata Kantil...
Baiklah..yuk...! timpal Kenanga, mempercepat langkahnya..
+
Di istana,
ruang kerja pribadi Baginda Sultan,..
Ki Tirta Arum sedang berbincang serius dengan Sultan Malik,..
Baginda, keberadaan Tuan Puteri Yasmin dan rombongannya apakah tidak masalah..?tanya Ki Tirta Arum, pengawal Rahasia Sultan Malik..
Mm...? apa menurut paman Tirta itu akan menjadi masalah..? timpal Sultan Malik balik bertanya..
Mereka sepertinya tahu persis ancaman saat mereka menuju Karang Merah tempo hari, makanya mereka mengurungkan ke Karang Merah, malah ke Hutan Bambu..., ini menandakan mereka cukup waspada,..ucap Ki Tirta Arum..
Ya...mereka yang bergabung dengan Yasmin adalah para sesepuh golongan putih.., timpal Sultan Malik.
Mm..ya, Yasmin memang masih mudah terpengaruh...ia belum begitu matang..., berbeda dengan suaminya..., anak itu cukup lumayan...! timpal Sultan Malik.
Menantu baginda itu memang luar biasa, tapi aku bisa melihat, hidupnya akan penuh dengan masalah...
maksud paman, bagaimana..?apa Sein akan banyak mengalami cobaan hidup..?
Ya,..anak itu punya hati yang lurus, punya tekad yang kuat...,
kedua hal inilah yang akan membuatnya mendapatkan banyak ujian...
Usul saya, sebaiknya pangeran di hentikan sebelum memiliki kekuatan besar,..jika ini terjadi, tidak akan baik untuk Kesultanan Datuk Delapan..., ucap Ki Tirta Arum..
Para sepuh golongan putih itu sudah mulai menjadikan Pangeran sebagai pelanjut golongan putih di masa depan, sedikit banyaknya kelak akan bersinggungan dengan kesultanan ini..., tambah Ki Tirta Arum.
Ya kita akan mencoba menjauhkannya dari para tetua itu,..
Syukurlah sekarang ia masih terkurung dalam Penjara Langit di Karang Merah.., kata Sultan Malik..
Hehehe...pangeran sudah tidak berada di Penjara Langit, tuanku..., kata Ki Tirta Arum..
Apa...? seseorang menyelamatkannya..?tanya Sultan Malik dengan wajah geram...
Aku tidak tahu pasti, bagaimana pangeran bisa keluar dari Penjara Langit, tapi yang jelas pangeran sedang menyelidiki sesuatu..., kata Ki Tirta Arum..
Menyelidiki sesuatu,.?? apakah mereka sedang menyelidiki Ince Zulfa,..? kalau mereka menyelidiki ince zulfa itu tidak masalah, karena Ince Zulfa bergerak atas perintahku..
Kecuali jika mereka menyelidiki kematian ibu Yasmin,..., !maka aku tidak akan mendiamkan masalah ini. , batin Baginda Sultan dengan wajah gelap..
Paman Tirta, jika mereka melakukan gerakan yang akan mengganggu stabilitas kesultanan ini, maka aku akan segera membereskan mereka, tak perduli mereka keluargaku atau siapapun mereka...! Kata Sultan Malik, dengan ekspresi dingin...
Mm...baiklah tuanku, kalau begitu aku akan memantau mereka,..!
Tidak perlu paman, paman sebaiknya bersembunyi lagi seperti sebelumnya, biar aku menugaskan orang lain memantau pergerakan mereka..! putus Sultan Malik..
Baik Tuanku, sesuai perintah,..!jawab Ki Tirta Arum lalu menghilang dalam bayangan Sultan Malik.
Hm..Sultan Malik segera memanggil pengawal
Pengawal...!! seru sultan malik..
Siap tuan...,
Panggil Arya Jalu menghadap,..!
__ADS_1
Baik tuan..., timpal pengawal lalu pergi memanggil seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun,
Arya Jalu, adalah anak Kepala Lembaga Rahasia Kesultanan Datuk Delapan, kemampuannya dalam penyamaran dan mata mata sangat mumpuni, ia merupakan salah satu kekuatan pendukung Sultan Malik yang keberadaannya terus dirahasiakan sama seperti Ki Tirta Arum..
Pergilah ke hutan bambu di utara benua ini, selidiki tuan puteri dan kelompoknya...., hasilnya langsung laporkan padaku sesegera mungkin.., Perintah Sultan Malik.
Baik Baginda, hamba segera berangkat..! jawab Arya Jalu lalu mundur teratur kemudian berkelebat pergi..
+
Malam Hari
Hutan bambu,..
Di seberang area Lumpur Hisap Hitam..
Kediaman persembunyian,..
Para sesepuh sudah saling berbincang riuh,..
apalagi kehadiran Tetua Gu, si Petarung Gila menambah semangat para tetua sepuh untuk segera menggalang kekuatan menumpas Selir Atikah yang dianggapnya selalu memberi masalah pada Sein dan keluarganya..
Tetua Gu, di Benua Barat sebelumnya memang terkenal sebagai "Si Petarung Gila,"..dan cukup di segani bahkan di takuti oleh banyak pendekar...,
+
Kita mesti secepatnya menumpas wanita jahat itu, karena masih ada tugas yang menanti kita, yaitu memburu Ratu Kegelapan dan Si Muka Rata, Daeng Moncobalang, beserta komplotannya yang melarikan diri saat pertarungan yang lalu..Kata Karaeng Gantarang.
Ya beberapa hari yang lalu aku sempat mendengar kalu di Benua Selatan saat ini juga ada orang yang menggalang kekuatan golongan hitam..., Kata Terus Gu, menimpali.
Hah...? ada lagi yang membuat ulah di sana..?tanya Kakek Dai...
Ya, kabarnya sepasang suami istri dari pulau Nusa Sikuyu.., jelas Tetua Gu..
Pulau Nusa Sikuyu..? Bukankah itu pulau terluar benua selatan..? dan tidak berpenghuni..? tanya Kaisar Kelana..
Ya, tapi entah, sejak beberapa bulan yang lalu daerah itu menjadi sangat ramai di singgahi oleh orang orang yang melintas dari benua timur benua tengah bahkan ke benua barat..,beber tetua Gu..
Mm... daerah itu letaknya cukup baik, pasti menguntungkan jika membuka usaha dagang di sana..., kata Nenek Serba Tahu..
Ya, sepertinya seorang saudagar sedang membangun kekayaannya di sana, makanya menggalang kekuatan untuk mengamankan usahanya..., timpal Ki Balang Nipa...
Bisa seperti itu, bisa juga ada tujuan lain,..buktinya yang bergabung sebagian besar dari golongan hitam, ..timpal Dewa Sedih.
Kita harus secepatnya menyelidiki pulau Nusa Sikuyu itu.., kata Kaisar Kelana.
Ya, tapi kita pusatkan dulu perhatian kita di sini, baru kemudian kita urus orang orang pulau Nusa Sikuyu itu.., Ucap Nenek Serba Tahu.
Oh iya, pangeran, mengapa kita tidak jadi menyerang Klan Wong..?tanya Ki Balang Nipa..
Biarkan mereka berkumpul dulu...! jawab Sein..
Ha..? Ki Balang Nipa terbengong dengan jawaban Sein.
Tetua, saat ini mereka mengumpulkan seluruh petarung berbakat mereka dari semua cabang Klan Wong yang tersebar di Lima benua ini..., jelas Sein.
Oh seperti itu rupanya, tapi apakah jika mereka berkumpul justru malah akan merepotkan kita untuk melumpuhkan mereka...?tanya Ki Balang Nipa.
Tidak masalah tetua, alu sudah memikirkan hal ini.., akan aku siapkan kejutan untuk para petarung berbakat mereka..., timpal Sein.
oh iya, baiklah, sesuai rencana pangeran saja..kami tnggal ikut...hehe.., ucap Ki Balang Nipa terkekeh..
Oh ya nek, bagaimana pencapaian murid murid biru itu di hari kedua ini..?tanya Sein pada Nenek Serba Tahu.
Mereka sudah menebus pola pertama, tapi belum satupun bisa melewati pola ke dua.., jawab nenek Serba Tahu..
Nek, tolong buatkan satu pola lagi untuk di tempati Tetua Gu.., pinta Sein..,
Mm..baiklah, besok aku akan membuatnya...., jawab Nenek Serba Tahu bersedia.
Terimakasih nek..,! ucap Sein.
Pola...?.Pola apa maksudnya pangeran..? tanya Tetua Gu..
Pola latihan untuk murid murid kami, setiap pola di buat berdasarkan karakter kekuatan masing masing patih, kami masing masing menempati pola pola latihan yang akan di lalui oleh murid murid, dan jika tetua Gu bersedia, besok aku akan membuat pola untuk di jaga oleh tetua Gu agar bisa ke ikut melatih para murid.., jelas Nenek Serba Tahu menjawab untuk Sein.
Tentu saja aku bersedia nyonya,.., timpal tetua Gu,.hormat..
Mm...sepertinya para murid ini benar benar akan sangat menakutkan bagi lawan lawannya..Hehehe..., kata Kiyai Malaka...
Ya, biar mengangetkan dunia persiltan, heheh...timpal Begawan Sidik Parasada.
Nak, Seperti apa target yang kau tetapkan untuk mereka, apakah jika melewati pola latihan yang kami jaga maka latihan mereka sudah cukup..?tanya Dewa Sedih.
Lebih dari itu kek, aku menginginkan mereka melalui semua pola dalam waktu tercepat,.., jawab Sein.
Hah...? anakku..! berhasil melewati pola ini saja maka kekuatan gabungan mereka akan sangat mengerikan.., bahkan kemungkinan setara dengan kekuatan sepuluh petarung Grand Master Abadi tingkat tujuh yang digabungkan.., Timpal Dewa Sedih.
Heheh...dengan sepert itu baru bisa mengejutkan dunia persilatan..., kata Sutan Rajo Bintang yang sejak tadi diam..
Berarti kalau begitu kita akan lama berada disini...? bagaimana dengan pulau Nusa Sikuyu itu? tanya Kaisar Kelana..
__ADS_1
+++