Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Catatan Alap Alap Biru


__ADS_3

Ince Zulfa,...jelaskan ini padaku...! jika aku tidak puas maka jangan salahkan aku...!ucap Mentari ketika memasuki aula dengan wajah kelam...


Ia melemparkan surat yang baru saja ia baca pada ayahnya...


Ince Zulfa masih terkejut, menangkap surat itu dan membacanya...


Wajahnya seketika membesi....diam dengan mata memerah...


Kenapa,..ayo jelaskan padaku...!!kata Mentari dingin...


Ada apa ini...? tanya Sein...


Ince Zulfa menyerahkan suratnya pada Sein tanpa berkata sepatah katapun...


Sein membaca surat itu,


Hmm..seseorang ingin mengaduk aduk kediaman ini....! batin Sein.


Kemudian menatap Mentari dengan tenang...


Istriku, apa yang akan kau lakukan...??tanya Sein...


Suamiku, kau jangan membohongiku untuk membela mereka lagi....! ketus Mentari...


Istriku, percayalah..ini tidak seperti yang kau pikirkan...tenanglah dulu..! kata Sein.


Mentari mendengus kemudian melangkah pergi melewati Yasmin yang melangkah masuk ke aula...


Yasmin yang baru saja masuk ke aula merasa canggung dengan keadaan ini..


Ah..Yasmin anakku, kau sudah siuman...


Katakan apa yang terjadi padamu, apa yang membuatmu pingsan dan terluka....! tanya Ince Zulfa..


Tingkat beladiri Yasmin sudah sangat tinggi, jadi sangat jarang yang dapat melukainya..


Aku tidak jelas,...tiba tiba kekuatan besar menghantamku dan aku seketika tidak ingat apa apa lagi ..


Aku tidak merasakan keberadaan orang ini, maka ia pasti berada di atas kemampuanku...! jelas Yasmin.


Orang ini sengaja melakukan itu, agar Utari punya kesempurnaan menyerang Sein...! timpal Ibu Mentari..


Siapa pun orang orang ini, mereka menginginkan diantara kita saling bunuh..! kata Sein.


Ya..kau benar nak...! kata Sutan Rajo Bintang...


maka hati hatilah bersikap dan membuat keputusan ..kata Sutan Rajo Bintang lagi.


Ada banyak kemungkinan dalam hal ini...


Jika kita salah bertindak, kesultanan akan dalam kekacauan besar...


Surat itu dikeluarkan oleh menteri hukum, meminta keluarga menyerahkan Utari karena telah menyerang menantu sultan...


Huh...ini hanya untuk membuat kita saling curiga,...sungguh sangat licik...! kata Kaisar Kelana..


Ada orang yang menginginkan kesultanan di landa kekacauan...


Ingat, Asosiasi yang dibuat pangeran juga dalam masalah...! kata karaeng Gantarang.


Ya..sepertinya ada beberapa pihak yang memainkan semua ini...! timpal Ki Balang Nipa.


Aku penasaran, bagaimana Utari bisa bekerja untuk permaisuri..!? kata Ibu Mentari..


Entahlah, kita harus menemukan Utari dulu dan menanyakan ini padanya...! timpal Ayah Mentari..


Sein melihat keadaan Yasmin agak pucat..


istriku..! bagaimana lukamu..? tanya Sein.


Sudah mendingan, beberapa hari lagi akan sembuh..! jawab Yasmin..


Owh..baguslah, sebaiknya kau kembalilah istirahat...! perintah Sein..


Baik..! tetua semua, saya pamit dulu...! kata Yasmin kemudian pergi meninggalkan aula.


Beberapa saat berlalu,


Lapor pangeran..! alap alap biru nomor satu menghadap..


Apa yang kau temukan,..!? tanya Sein.


Alap Alap Biru memberikan catatannya pada Sein..


Sein membaca dengan hati hati, sebagian dari laporan ini bahkan Sein sudah mengetahui dan sudah membuat kesimpulan...


Dalam catatan Alap Alap Biru:


Asosiasi Tungku Biru di cemarkan oleh Gao Ling..sekarang masalah di asosiasi sedang ditangani oleh Wen.


Kelompok Pembunuh, Gagak Iblis, Hantu Bayangan dan pembunuh Parsi dikendalikan oleh Permaisuri dengan iming iming akan memberikan Kitab Kaisar Naga..(kitab legendaris dari benua Congko yang telah hilang selama tujuh ribu tahun)


Utari sedang terkena Mantra Pengendali Hati (salah satu ilmu sakti dari Kitab Kaisar Naga), dan dikendalikan oleh permaisuri..


Klan Wong dan Kasim Hae adalah jaringan mata mata Kaisar Jin untuk menjatuhkan kesultanan...


Klan Wong, pendekar pembunuh dari Parsi memiliki tujuan tersendiri yaitu merebut Kitab Ganjar Dewa ..( kitab Legenda yang hilang sejak Lima ribu tahun lalu), jadi mereka berencana mendapatkan dua kitab legenda sekaligus..


Sekretaris Kesultanan Ince Zulfa, terlibat dalam mata mata dan merupakan penghubung Kaisar Jin..


Dan masih ada satu kekuatan misterius yang terlibat dalam kekacauan ini...tapi belum dapat di ketahui tujuannya dan siapa mereka..


Sein menutup catatan tanpa ekspresi yang berubah dari wajahnya...


Alap Alap biru, lanjutkan tugasmu, periksa lebih rinci lagi ..jangan melewatkan satupun petunjuk,.kau mengerti...! perintah Sein.


Baik tuan pangeran,..hamba pamit...! kata alap alap biru lalu pergi.


Hmm..masih ada yang kurang, Alap Alap Biru masih perlu menyelidiki lebih dalam lagi...! batin Sein.


Ayah..! panggil Sein pada Ince Zulfa...


Aku mohon maaf, atas kelakuan Mentari...! kata Sein kemudian..


Hehe...tidak masalah anakku,. ! jawab Ince Zulfa tertawa ringan..


Jika waktunya tiba, aku akan menjelaskan sejelasnya pada Mentari, tapi untuk saat ini belum bisa...

__ADS_1


Dan..yakinlah, aku tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan Utari terhadapmu...! beber Ince Zulfa


Sein mengangguk pelan, kemudian menatap Sutan Rajo Bintang dan Dewa Sedih bergantian...


Tetua, ada beberapa hal yang tidak aku mengerti...!


Ada yang ingin kutanyakan terkait peningkatan kekuatan ..


Para tetua semua, aku beberapa waktu yang lalu bertemu seseorang, seseorang telah mendatangiku ketika aku dalam keadaan tidak berdaya...


Sein kemudian menceritakan yang di alaminya di goa Klan Wong..


Semua yang ada di ruangan itu terperangah mendengar cerita Sein...


Setelah menyelesaikan ceritanya, Sein pun meminta pendapat para tetua itu...


Bagaimana kesimpulan para tetua terkait hal yang telah menimpaku ini..? Tanya Sein, berharap ada salah seorang yang mengetahui lebih banyak mengenai sang utusan.


Aku pernah mendengar tentang Sang Utusan ini...tapi beritanya tidaklah begitu lengkap..hanya berupa potongan potongan cerita....


Tapi yang sering terdengar, Resi Naga Anantasesa adalah merupakan salah satu murid Sang Utusan..! kata Karaeng Gantarang..


Kalau mendengar cerita pangeran Sein tadi, berarti yang menemui pangeran bukanlah Sang Utusan, melainkan suruhannya...! jelas Sutan Rajo Bintang..


Sein merenung sejenak, kemudian berkata dengan suara bergetar,


Ah..ya...aku hampir lupa, kata sosok yang menemuiku itu, jika waktunya sudah tiba maka ia akan datang pagi menjemputku untuk menemui tuannya....! kata Sein bergetar..


Hah..?


Suamiku, hendak kemana kau akan dibawanya..? tanya Yasmin khawatir..


Aku juga tidak tahu..! jawab Sein menggeleng..


Sepertinya , sang Utusan ini telah memilihmu, untuk menjadi muridnya..! kata Dewa Sedih...


Tapi kapan itu waktunya sosok itu akan menjemputmu, suamiku..!? tanya Yasmin gelisah.


Sepertinya mereka akan menunggu ananda Sein mencapai tingkatan tertentu..baru kemudian membawanya..! dan aku pikir waktunya mungkin sudah dekat,..!Simpul Sutan Rajo Bintang..


Hah..!? Ini bahaya...! masalah masih saja terus menumpuk di hadapanku, jika tiba tiba aku di bawa oleh mereka, akan jadi seperti apa orang orang dekatku...! batin Sein..


Ananda pangeran, jangan terlalu risau, jika memang saat ananda akan pergi nanti, percayakan saja segala sesuatunya di sini pada kami, bukan begitu para tetua..!? kata Sutan Rajo Bintang kemudian meminta pengakuan dari tetua lainnya..


Hmmm...Sein menghela nafas,..


Baiklah, walaupun demikian aku akan membuat beberapa persiapan..


Dua hari ini aku akan ke Kota Maccini, tapi sebelumnya aku akan ke istana dulu menghadap Baginda Sultan...


Mm..Sesuai keinginanmu saja nak.., kami akan menyesuaikan dengan rencanamu...! kata Dewa Sedih..


Yasmin ayo temani aku,


terus semua saya mohon diri sebentar..ini tidak akan lama...! kata Sein pamit ke istana...


Yasmin bergerak cepat mengikuti Sein, tanpa berkata kata,..


Mentari yang sedang kesal, berada di biliknya menemani Salwa bermain...


Nenek serba tahu di sampingnya menasehatinya agar tidak gegabah bertindak, apa lagi pada ayahnya sendiri..


Panjang tidaknya, tergantung caramu menghadapi masalah ini dan bagai mana kamu menjawab persoalan yang ada di hadapanmu..! kata Nenek Serba Tahu menasehati Mentari.


Nek, apa menurut nenek aku terlalu berlebihan memperlakukan ayah seperti itu..? tanya Mentari dengan perasaan lesu


Kau harus tetap tenang dan menyelidikinya lebih dalam lagi ..


Menurut apa yang telah kau ceritakan padaku, aku berkesimpulan, kau belum menyelidikinya lebih jelas lagi...


Cobalah mulai dengan pertanyaan, untuk apa ayahmu melakukan itu..dan siapa yang di untungkan dalam hal ini..


dan cobalah lihat, mengapa ayahmu malah dengan sekuat upayanya membantu kalian menghadapi para pembunuh bayaran itu..! jelas Nenek Serba Tahu mencoba membuka pikiran Mentari yang sedang kusut.


Sementara Mentari dan Nenek Serba Tahu terus bertukar pikiran, Sein dan Yasmin sudah sampai di iatana Sultan...


Setelah melalui semacam formalitas menghadap Sultan, keduanya bertambah serius berbincang dengan Sultan..


Ayah, aku ingin tanya sesuatu...apa boleh..!?


Tentu boleh, asal jangan kau ungkit lagi soal kematian ibumu..., apa kau mengerti..!?kata Baginda Sultan.


Mengerti ayah, jawab Yasmin..


Aku hanya ingin menanyakan tentang Sekertaris Kesultanan..


Mmm..? ada apa dengannya..? tanya baginda Sultan sekenanya.


Tidakkah menurut ayahanda, tuan sekertaris cukup mencurigakan..? tanya Yasmin.


Mencurigakan,,? apa bisa kau jelaskan padaku..? tanya baginda sultan dengan mimik dipaksakan serius..


Selama bercakap cakap dengan baginda, Sein kebanyakan diam dan memperhatikan mimik wajah baginda ..


Ayah, kami telah menyelidiki tuan sekertaris, sepertinya ia bersekongkol dengan orang orang benua Congko...! kata Yasmin.


Hah..? anakku..itu tuduhan serius...!! jangan sembarangan berucap..ini akan berdampak kurang baik untuk kesultanan...


Ingat, jangan katakan ini pada siapapun...!! kalian mengerti..!!? tanya Baginda Sultan menekan..


Me..mengerti Ayah...!! jawab Yasmin...


Sein, apa kau dengar..!!? tanya Baginda Sultan pada Sein kemudian


Ampun ayahanda, ananda dari tadi memikirkan sesuatu, jadi tidak mendengar apa apa..! jawab Sein mengerti maksud Sultan.


Hahaha....bagus nak...!! karena kau tidak mendengar apa apa maka itu bagus...Hahaha...


Eh, aku beri tahu pada kalian, biar aku yang mengurus hal ini..


Sein, kau sekarang jadi incaran hampir semua pendekar golongan hitam di seluruh dunia, aku minta kalian pergilah ke Karang Merah, mengungsi untuk sementara waktu,..! perintah Sultan


Ayah, Bolehkah kami membawa tetua sepuh dan beberapa orang di kediaman untuk mengungsi sementara di sana...!? tanya Yasmin...


Baginda nampak berfikir keras,...


Karang Merah ini adalah rahasia paling penting kedultanan, tidak boleh ada yang mengetahuinya melainkan harus di bunuh....

__ADS_1


Hmhhh....anakku, bukannya aku menolak...tapi ini adalah rahasia penting kesultanan kita...! jawab Sultan kemudian..


Ayah....!! rajuk Yasmin...


Kecuali kau memeastikan akan membunuh mereka setelah kalian akan meninggalkan Karang Merah...! Putus Baginda.


Itu tidak mungkin..! kata Yasmin tertunduk lesu dengan wajah di tekuk...


Ampun ayahanda,...! bolehkah ananda bertanya..?ucap Sein.


Ya..? tanyalah..! timpal baginda Sultan.


Ayahanda, bukankah yang perlu di jaga dari Karang Merah adalah Rahasianya, bahwa tempat itu adalah tempat pengungsian darurat untuk keluarga kesultanan...?tanya Sein.


Betul..jadi bagaimana kau akan menjaga rahasia ini, jika kau membawa orang kedalam Karang Merah...! timpal baginda Sultan..


Begini ayahanda,..hamba punya pandangan terkait persoalan ini.


Bagaimana jika kami tidak memberitahu mereka kalau Karang Merah adalah pengungsian darurat keluarga Sultan.. !


Heh..mereka akan tahu dengan sendirinya jika mereka sudah melalui terowongan rahasia dan berada di sana..! kata Sultan acuh..


Baginda,...kami akan melalui jalur Luar kota, dan menutup mata mereka sampai di Karang Merah...., lagi pula mereka adalah para pendekar sepuh yang berhati baik, mereka tidak akan mengatakan apa apa yang akan merugikan keluarga Kesultanan..! kata Sein menjelaskan.


Baginda Sultan berpikir cukup keras, kemudian menatap tajam pada Sein...


Anakku, kalian adalah masa depan kesultanan ini..,


Dan tentu saja, rahasia keberadaan karang merah sangat penting untuk masa depan kalian..! kata Baginda Sultan kemudian berhenti sesaat..


Baiklah...!! tapi pastikan orang orang itu tidak mengetahui bahwa Karang Merah adalah tempat rahasia Keluarga Sultan dan jangan izinkan mereka memasuki bangunan Penjara Langit..! Mengerti..!?? kata Sultan kemudian..


Terimakasih ayahanda .!! kata Sein dan Yasmin bersamaan..


Mm..kalian boleh pergi sekarang. aku akan mengurus beberapa hal..! kata Baginda Sultan..


Merekapun berdua keluar istana,..


Dari jarak tertentu,


Orang suruhan permaisuri memata matai keduanya...


Suamiku, apa kita akan ke Kota Maccini..? tanya Yasmin.


Tentu saja, dan kepergian kita ke sana harus di ketahui oleh sebanyak mungkin orang...! timpal Sein menjawab pertanyaan Yasmin.


Mengapa seperti itu..? tanya Yasmin penasaran...


Mereka terus melangkah pulang ke kediaman mereka...


Beberapa saat kemudian,


Di kediaman Sein..


Beberapa kereta kuda terlihat memuat beberapa barang


Menjelang gelap pada Senja hari, orang orang naik ke atas dan masuk kedalam kereta...


Sepeminuman teh kemudian, rombongan kereta kuda terlihat beriringan menuju Kota Maccini..


Di Istana...


Kediaman Permaisuri..


Lapor tuanku,


Pangeran Sein dan beberapa orang di kediamannya telah pergi dengan menggunakan kereta kuda ke Kota Maccini..


Oh..? untuk apa mereka ke sana..? tanya Permaisuri.


Menurut laporan orang yang hamba susupkan di kediaman pangeran, sepertinya mereka akan mengungsi ke Klan Wong...! beber Kenanga Pelayan Permaisuri..


Owh..? Klan Wong..? apa mereka sudah mencapai kesepakatan tertentu...? gumam permaisuri...


Menarik..!! ini menarik...! hehe.. ucap permaisuri lirih...


Apa sekertaris kesultanan ikut dengan mereka..?


Sepertinya tidak tuanku, tuan sekertaris dan saudara seperguruannya, mereka berempat pulang ke kediaman tuan sekertaris..! jawab Kenanga..


Terus awasi mereka, ingat jangan sampai ketahuan ..! perintah permaisuri...


Baik, tuanku. ..! jawab kenanga lalu berdiri meninggalkan tempat.


Sein...! apa yang sedang kau rencanakan...!!?


Membuat orang orang tahu kalau kalian ke Klan Wong..!? rupanya ingin meminjam tangan Klan Wong untuk membantumu membereskan lawan lawan dari Parsi...!!? gumam permaisuri dengan mata menyipit..


Sementara itu,


Malam merangkak melenyapkan senja...


Sepuluh orang berkelebat dengan cepat menuju luar kota menembus gelapnya malam,..


Mereka menghentikan lari mereka ketika tiba di pinggiran sebuah hutan luar kota. .


Maaf para tetua, dari sini aku terpaksa meminta anda menggunakan penutup mata,..kata Sein sungkan..


Owh..baiklah...kata para sesepuh itu..


Maaf..merepotkan para tetua..ini adalah persyaratan dari pemilik tempat...! saya sungguuh tidak berdaya...! jelas Sein.


Tidak apa apa pangeran, ayo ..! Seru Sutan Rajo Bintang kemudian menutup matanya menggunakan Kain semacam syal atau sapu tangan dari lipatan lengan bajunya....


Para sesepuh lainnya juga mengikuti cara Sutan Rajo Bintang...


Mereka melanjutkan perjalanan menuju karang merah, di pandu Sein dan Yasmin...


Semetara itu di perjalanan ke kota Maccini...


Di dalam kereta,


Kakek Dai, Kaisar Kelana, Ki Balang Nipa dan Karaeng Gantarang beserta beberapa orang dari kediaman Sein nampak santai menikmati perjalanan...


Rupanya Sein telah membagi orang menjadi tiga rombongnan,..


Satu rombongan Menuju Kota Maccini untuk ke Klan Wong, satu rombongan tetap di ibu kota yakni Merah Biru Kesengsaraan dan Hitam Putih Kematian...

__ADS_1


Sedangkan satu rombongan lagi mengikuti Sein dan Yasmin Ke karang Merah yaitu, Dewa Sedih, nenek Serba Tahu, Sutan Rajo Bintang, Mentari dan Salwa..


__ADS_2